بيت / Romansa / Saat Aku Melepasmu / Bab 80. Weekend yang Tak Sesuai Rencana

مشاركة

Bab 80. Weekend yang Tak Sesuai Rencana

مؤلف: Abigail Kusuma
last update تاريخ النشر: 2026-01-31 03:48:47

Weekend yang seharusnya bahagia malah dipenuhi dengan rasa cemas bercampur kesal. Waktu menunjukkan pukul delapan malam. Adeline bersama dengan kembar serta Nora dan Marie telah tiba di apartemen. Setelah pindah restoran, Adeline meminta Nora menuju restoran yang ada di Brooklyn.

Seharian Adeline memang mengajak kembar berjalan-jalan. Mulai dari taman hingga mall. Semua yang dilakukan Adeline adalah menepati janjinya menghabiskan waktu dengan kembar di hari liburnya. Dia sadar betul jika sudah
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (6)
goodnovel comment avatar
Nindry Ayangcrut
mau aktif up lagi
goodnovel comment avatar
Chippy Ray
seruuu banget
goodnovel comment avatar
Mega Baiq
penulis pling lelet.....pantes semua novelnya menggtung semua
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 98. Ledakkan yang Tak Bisa Ditahan

    “Adeline, kau cantik sekali.” Cole menyambut hangat Adeline datang ke jamuan makan malam, bersama dengan Raphael. Detik itu dia memberikan pelukan, dan Adeline membalas sebagai bentuk menghargai sambutan hangat Cole.“Thanks, Cole,” jawab Adeline dengan senyuman di wajahnya, sambil mengurai pelukan itu.Cole kini bergantian memberikan pelukan singkat pada Raphael sambil menepuk bahu pria itu. “Kau beruntung malam ini datang ke pesta bersama dengan artis cantik yang memiliki banyak fans.” Raphael tertawa singkat. “Kau benar. Aku memang beruntung.”Adeline menggelengkan kepalanya. “Kalian berlebihan sekali.”“Well, aku tidak berlebihan sama sekali. Malam ini kau tampil luar biasa cantik. Gaun yang kau pakai sangat cocok,” jawab Cole memuji.Adeline tersenyum, menanggapi ucapan Cole itu. Sementara Raphael memberikan senyuman isyarat ke arah Adeline, menandakan bahwa memang pujiannya ketika melihat Adeline adalah nyata, bukan bualan.Tak selang lama, perhatian mulai teralihkan pada pasan

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 97. Api Cemburu yang Membara

    Deretan mobil mewah memanjang di sepanjang Broadway, mesin mereka berdengung pelan di bawah cahaya lampu yang gemerlap. Beberapa tamu undangan datang dengan menggunakan sopir. Namun, ada yang memang tak memakai sopir seperti salah satunya adalah Raphael.Satu per satu sopir berseragam rapi turun dari kursi kemudi, membuka pintu. Pun mobil sport Raphael sudah tiba di sana. Pria tampan itu membukakan pintu untuk Adeline bersamaan dengan tangannya terulur membantu Adeline turun dari mobil. Tentu Adeline menyambut uluran tangan Raphael.Tak perlu ditanya lagi, kilat kamera memenuhi tempat itu. Adeline dan Raphael menjadi pusat. Sebagai pemeran utama di film yang digadang-gadangkan akan melejit, membuat para wartawan memburu gambar mereka. Apalagi mereka hadir bersamaan dimomen jamuan makan malam ini. Jadi, wajar sekarang wartawan mengincar mereka.Acara jamuan makan malam diadajan di Cipriani 25 Broadway, salah satu tempat paling prestisius di New York untuk mengadakan jamuan makan malam

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 96. Perkataan Seperti Cambuk Keras

    Suara ketukan heels terdengar di lobi apartemen, membuat Raphael yang sedang berdiri di lobi sambil bersandar di mobil sport-nya langsung mengalihkan pandangan pada Adeline yang mulai muncul.Dalam hitungan detik, Raphael terpaku tak belum bersuara apa pun melihat Adeline yang tampil begitu sempurna. Gaun yang dia beli benar-benar dipakai wanita itu. Meski tak memakai perhiasan berlebihan, tapi Adeline malah menunjukkan bahwa wanita itu benar-benar seakan seperti wanita mahal.Aroma parfum lembut Adeline makin mendekat, dan Raphael masih belum bersuara apa pun. Pria tampan itu seakan tak bisa berkutik sedikit pun. Dia masih diam, dengan tatapan penuh kekaguman pada Adeline.“Hey, Raphael. Apa kau sudah menunggu lama?” ucap Adeline hangat begitu tiba di depan Raphael.“Cantik,” pujian Raphael spontan, di kala Adeline meminta maaf. Pria tampan itu bahkan seakan tak mendengarkan ucapan permintaan maaf Adeline. Hal yang dia fokuskan adalah penampilan Adeline yang begitu cantik.Adeline ter

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 95. Tak Mau Kalah

    Gaun berwarna gold dengan model kemben, dan belahan paha tinggi membalut tubuh Talia. Rambut digerai sempurna, dengan make up bold menyempurnakan menampilan wanita itu. Tak perlu ditanya lagi, berapa dana yang dikeluarkan Talia untuk penampilannya malam ini.Jelas, dia bahkan meminta designer ternama langganannya untuk membuatkan gaun pesta untuknya di malam yang menurutnya cukup penting. Dia ingin tampil sempurna karena dia ingin semua orang tahu bahwa dia layak bersanding dengan Asher Lennox.“Perfect,” ucap Talia memuji penampilannya. Dia masih mengatap cermin, tersenyum puas gaun yang dia sudah pesan sangat cantik di tubuh indahnya. Tak mau berlama-lama, dia segera menghampiri Asher yang berada di luar. Pria tampan itu masih belum berangkat ke jamuan makan malam, karena menjawab telepon dari rekan bisnis. Namun, tentu Asher tak tahu bahwa Talia nekat ingin ikut ke pesta.“Sayang ....” Talia mendekat, menghampiri sang suami yang baru saja menutup panggilan telepon.Asher yang hen

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 94. Tampil Sangat Cantik dan Anggun

    Gaun merah panjang membungkus tubuh indah Adeline. Punggung mulus wanita itu terekspos jelas. Rambut diikat ke atas dengan model messy bun, membuatnya makin anggun dan cantik. Riasan bold, menyesuaikan warna gaun membuat Adeline malam itu tampil seksi.Lipstik merah yang memoles bibir Adeline membuatnya makin terlihat menantang. Ya, gaun yang dipakai Adeline adalah pemberian Raphael—di mana pria itu ternyata memiliki selera yang bagus. Terbukti, Adeline tampil luar biasa.“Adeline, kau sudah siap?” Nora muncul, dan seketika dia terpaku melihat penampilan Adeline yang luar biasa cantik. Adeline mengalihkan pandangannya, menatap Nora. “Sudah. Aku sudah siap,” jawabnya sambil mendekat ke arah Nora yang berdiri di ambang pintu.“Oh, My God! Kau cantik sekali!” seru Nora sampai memutar tubuh Adeline, berdecak kagum.Adeline tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. “Kau terlalu berlebihan, Nora.”Nora berdecak lagi sambil menyentil pelan kening Adeline. “Apa yang aku katakan itu fakta. K

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 93. Sainganmu Cukup Berat

    Cuaca di New York sedang kurang bagus. Awan gelap menutupi, dan tampak kilat cahaya petir yang seolah membelah langit megah. Adeline yang sudah selesai syuting segera berpamitan pada semua orang di lokasi untuk segera pulang. Dia tak mau berlama-lama. Pun tentu Nora sudah bersiap. Cuaca yang kurang baik membuat Adeline tampak terburu-buru.Beberapa pemeran film When I Let You Go sudah bergegas kembali ke hotel, sedangkan Raphael dengan santai masih ada di lokasi syuting sambil menikmati beer yang baru saja diantar oleh manajernya. Pria tampan itu rupanya masih belum mau kembali ke hotel. Mungkin dia memang tak takut meski harus hujan besar.“Kau mau tambah?” tawar Elijah Stone, manajer Raphael, di kala melihat beer Raphael sudah habis.Raphael mengangguk sama sekali tak menolak di kal Elijah memberikan satu kaleng beer padanya. “Thanks,” jawabnya singkat.Elijah menenggak beer. “By the way, apa Adeline setuju memakai gaun yang kau belikan untuknya di pesta nanti?” tanyanya penasaran.

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 62. Balasan Anggun

    PlakkkTamparan keras Adeline layanhkan ke pipi Isolde cukup keras, hingga membuat Isolde nyaris terhuyung ke belakang. Detik di mana tamparan itu sudah terlayang—sang sutradara langsung berkata ‘CUT’.“Luar biasa, Adeline! Aktingmu sangat bagus dan natural! Kau menunjukkan sosok Clarissa yang tega

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 60. Dalang di Balik Kecelakaan

    “Adeline? Kau dari mana?” tanya Nora sambil menatap Adeline yang baru saja masuk ke apartemen. Wanita itu sejak tadi mencari keberadaan Adeline, tapi hasilnya nihil. Padahal, dia jelas tahu bahwa harusnya Adeline beristirahat. “Aku dari minimarket. Ada yang aku beli,” jawab Adeline berdusta. Tent

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 59. Dalang di Balik Kecelakaan

    “Katakan, apa maksud ucapanmu tadi?” tanya Adeline dengan nada mencoba tenang, meski gulungan rasa penasaran telah melekat di dalam diri. Dia kini bersama dengan Asher berada di kafe kecil yang ada di Broklyn. Tempat yang bisa dikatakan jarang didatangi orang. Lokasi ini sengaja dia pilih agar tak

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 58. Wanita Keras Kepala

    “Adeline, kenapa kau tadi menahanku menyerang wanita gila itu?!” seru Nora jengkel pada Adeline yang duduk di sampingnya. Dia dan sahabatnya itu sedang berada di dalam taksi, mereka baru saja meninggalkan lokasi syuting.“Jika kau meladeninya, kau sama gilanya dengan dia, Nora,” jawab Adeline tenan

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status