Home / Romansa / Saat Aku Melepasmu / Bab 97. Api Cemburu yang Membara

Share

Bab 97. Api Cemburu yang Membara

last update publish date: 2026-03-12 17:29:59

Deretan mobil mewah memanjang di sepanjang Broadway, mesin mereka berdengung pelan di bawah cahaya lampu yang gemerlap. Beberapa tamu undangan datang dengan menggunakan sopir. Namun, ada yang memang tak memakai sopir seperti salah satunya adalah Raphael.

Satu per satu sopir berseragam rapi turun dari kursi kemudi, membuka pintu. Pun mobil sport Raphael sudah tiba di sana. Pria tampan itu membukakan pintu untuk Adeline bersamaan dengan tangannya terulur membantu Adeline turun dari mobil. Tentu A
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (12)
goodnovel comment avatar
Schaff Som
akhirnya up lg kak semoga up tiap hari kak
goodnovel comment avatar
Mega Baiq
novelmu gak da yg menarik selain inii.....
goodnovel comment avatar
A_mei
Abi ditunggu updatenya.. tau2 di blast kaya KEKUATAN SEBUAH CINTA, updatenya langsung sampe tamat ...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 226. Mungkin Hanya Salah Alamat

    Kemegahan arsitektur klasik dan kemewahan interior mansion Lennox malam itu terasa begitu menyesakkan dada bagi Talia. Lampu kristal raksasa yang menggantung megah di langit-langit ruang utama seolah memantulkan bayangan kegelisahan yang tengah berkecamuk di dalam hatinya. Suasana rumah yang biasanya terasa megah dan menenangkan kini mendadak berubah menjadi sangkar emas yang pengap.Talia mondar-mandir di atas karpet wol tebal di dalam kamarnya, napasnya memburu dan dadanya naik-tak beraturan. Jemarinya yang berhiaskan cincin berlian mahal tampak bergetar hebat saat dia menggenggam erat ponselnya. Bertemu dengan Jack Drawn di Brooklyn tadi pagi benar-benar sukses merontokkan seluruh pertahanan mental yang selama ini dia bangun dengan susah payah di hadapan Asher.Pria itu tahu segalanya. Jack memegang kartu As yang bisa menghancurkan hidupnya kapan saja, merobek seluruh fasad kesempurnaan yang dia tampilkan sebagai Nyonya Lennox.“Sialan ... sialan!” geram Talia tertahan, menggigit k

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 225. Pria Itu Sepertinya Aneh

    Keheningan yang dingin dan berat langsung menyelimuti ruang kerja berarsitektur modern-klasik milik Asher. Suara detak jarum jam dinding berbingkai tembaga seolah terdengar kian memburu, beradu dengan aroma kayu jati segar, kulit interior, dan keharuman maskulin yang kental.Asher tidak langsung menjawab. Pria itu menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi kulit berkualitas tinggi, mengerutkan kening sembari menatap pria bernama Jack Drawn dengan sorot mata biru yang tajam dan tak tersentuh. Jemari tangannya yang kokoh mengetuk-ngetuk permukaan meja mahoni dengan irama lambat namun teratur—sebuah gerakan refleks dari refleks naluriah predator puncak yang sedang mengamati pergerakan sosok asing di wilayah kekuasaannya.Laporan yang dia dengar tadi menyebutkan bahwa Jack Drawn bukanlah orang sembarangan. Pria itu memiliki cengkeraman kuasa yang cukup mematikan di industri jaringan komersial luar negeri. Namun, aura yang dibawanya masuk ke dalam ruangan ini terasa begitu mengganggu, seol

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 224. Kau Bisa Mengobrol Santai, bukan?

    Jarum jam dinding di ruang rapat utama Lennox Group menunjukkan tepat pukul empat sore. Suasana ruangan berpanel kayu terasa begitu tegang, diselimuti pendingin udara yang berembus dingin.Asher duduk di ujung meja oval panjang, memosisikan dirinya bagaikan seorang penguasa yang tak tersentuh. Tatapan matanya yang tajam bak elang mengunci sosok pria yang baru saja melangkah masuk dengan santai.Pria itu adalah Jack Drawn.Jack tampil sangat elegan dalam balutan setelan jas buatan penjahit ternama Savile Row, London. Senyum tipis terukir di wajahnya—sebuah senyuman ramah yang justru memancarkan aura bahaya, bagaikan seekor serigala berbulu domba yang dengan sengaja melangkah masuk ke sarang singa.“Selamat sore, Tuan Lennox. Sungguh sebuah kehormatan bisa bertatap muka langsung dengan Anda,” ucap Jack dengan aksen Inggris yang kental dan sangat halus. Langkah kakinya terdengar mantap di atas karpet tebal saat ia berjalan mendekat.Asher tidak langsung berdiri. Dia membiarkan hening men

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 223. Pria Bernama Jack Drawn

    “Tuan, ini laporan keuangan yang Anda minta.” Paul menyerahkan laporan yang diminta oleh tuannya. Perintah yang dia dengar sudah sangat jelas, dia tak mau sampai menunda perintah dari tuannya itu.Asher meraih laporan keuangan, membaca laporan tersebut, memperhatikan setiap detail yang tertera di sana. Jemari tangannya yang kokoh membalik lembaran demi lembaran dengan ketelitian seorang pemimpin imperium bisnis.“Harga saham pagi ini tetap stabil. Laporan juga bagus. Kau awasi setiap cabang dan pastikan investasi yang aku keluarkan berhasil,” ucap Asher tegas tanpa mengalihkan pandangannya dari angka-angka grafik keuntungan di lembar terakhir.Paul terdiam sebentar, tampak berpikir. “Hmm, apakah Anda ingin saya mengawasi juga investasi Anda di Luxe Vision Entertainment?” tanyanya memastikan.Asher menutup laporan yang diberikan Paul dengan suara letupan pelan yang memutus keheningan, lalu meletakkannya dengan tenang ke atas meja kayu yang mengilap.“Kecuali itu. Abaikan investasiku di

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 222. Jangan Ikut Campur!

    Kaki Talia mendadak terasa lemas melihat sosok pria yang muncul secara tiba-tiba di hadapannya. Pria itu diam tak bersuara, hanya tangannya yang mencengkeram kuat lengan Talia, membuat wanita itu terperanjat terkejut luar biasa. Matanya melebar, bersamaan dengan debar jantung yang berpacu jauh lebih kencang dari biasanya.“Kau .…” Talia menelan salivanya susah payah. Dia kali ini mencoba menepis, tetapi sialnya pria itu malah makin mencengkeram lengannya, membuatnya kesulitan untuk melarikan diri. Cengkeraman itu begitu dingin dan presisi, seolah-olah pria di depannya sudah memperhitungkan setiap kemungkinan gerakan refleks Talia.“Lepaskan aku!” geram Talia dengan sorot mata penuh ancaman. Aura wajahnya menunjukkan jelas bahwa dia tak main-main dengan apa yang dia katakan.Pria itu tersenyum tipis, tanpa merasa takut sedikit pun. “Kalau aku tidak mau lepaskanmu, apa yang kau lakukan, hmm? Kau ingin teriak?”Talia mengumpat kasar dalam hatinya. Dia melirik ke sekitar area luar kafe yan

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 221. Kau Terburu-buru, Nyonya Lennox!

    Satu tenggak alkohol sama sekali tak cukup untuk meredam gemuruh di dada Talia. Di sudut remang sebuah kafe yang terbilang sepi di kawasan Brooklyn, wanita itu duduk terpaku. Permukaan gelas kaca di tangannya sudah dingin, namun kontras dengan raut wajahnya yang menyimpan jutaan rasa frustrasi—sebuah gejolak emosi yang begitu pekat, seolah siap meledak kapan saja dan menghancurkan apa pun di sekitarnya. Gigi-giginya bergemelutuk halus, tetapi dengan sisa-sisa kendali yang ada, dia memeras seluruh tenaganya untuk menutupi topeng ketenangannya agar tak retak di depan umum.“Nyonya Lennox, Anda terlihat tidak baik-baik saja,” sebuah suara halus nan penuh nada nada sindiran memecah keheningan.Isolde muncul begitu saja di hadapan Talia. Wanita itu tampil memikat dengan pakaian seksi yang melekat sempurna di tubuhnya, memancarkan pesona yang berani sekaligus berbahaya. Tanpa menunggu undangan, Isolde menarik kursi kayu di seberang meja dan duduk dengan gestur yang sangat tenang, seolah dia

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 7. Sentuhan Liar yang Tak Seharusnya Terjadi

    Sepanjang perjalanan menuju tempat di mana Cole akan bertemu dengan Asher—keheningan membentang. Adeline sejak tadi hanya diam, meski sejak tadi Cole berusaha untuk mengajaknya bicara. Wanita itu tampak mati-matian menyembunyikan kepanikan di wajahnya.Ya, Adeline duduk di mobil Cole, seakan dia du

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 3. Semesta Mengizinkan Pertemuan

    Paris, Prancis.Empat tahun berlalu ... Suara ketukan heels menuruni podium sedikit terdengar bercampur dengan suara tepuk tangan dan musik yang berdentum. Tampak seorang wanita cantik berambut cokelat panjang dan bergelombang memberikan senyuman terbaik, di kala baru saja mendapatkan sebuah perng

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 2. Resmi Berpisah

    Tangan Adeline bergetar di kala memegang surat cerai yang baru saja dia terima dari pengacara suaminya. Matanya sudah berkaca-kaca tak sanggup menahan air mata. Pasokan oksigen seakan mulai menipis akibat sesak yang ditimbulkan oleh rasa terkejut ini.Wanita itu tahu bahwa dia akan segera dikirim s

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 1. Awal dari Sebuah Perpisahan

    “Bisa kau jelaskan apa ini?”Adeline Hart memberikan sebuah foto di mana suami tercintanya sedang bersama dengan seorang wanita di dokter kandungan. Matanya sudah memerah, berkaca-kaca menunjukkan kepedihan. Dia mencoba meyakinkan bahwa itu mungkin hanya kesalahpahaman, tetapi entah hatinya tetap m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status