Beranda / Romansa / Saat Aku Melepasmu / Bab 89. Demi Membangun Kedekatan di Hadapan Publik

Share

Bab 89. Demi Membangun Kedekatan di Hadapan Publik

Penulis: Abigail Kusuma
last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-23 03:59:33

Keheningan membentang di dalam ruang kerja milik Asher Lennox. Pria tampan itu menatap dingin, dan tajam langit malam yang tampak mendung. Musim semi telah tiba, tapi sayangnya awan mendung menyelumuti kemegahan langit luas.

Tampak sorot mata Asher menunjukkan sesuatu hal yang memancing emosi di dalam dirinya. Namun, sedari tadi dia diam menahan semua gejolak. Pria itu mengambil sejak tadi menenggak vodka sambil mengisap rokok.

Aroma kental tembakau bercampur dengan alkohol cukup memenuhi ruang
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Chippy Ray
kok uploadnya sedikit banget padahal ceritanya makin menarik
goodnovel comment avatar
Ahmadfirdaus
ada yg cemburu buta,
goodnovel comment avatar
Michellyn
up lagi Abil
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 90. Hargai Pemberian Orang Lain!

    Pagi menyapa, Adeline terbangun dengan mata yang masih mengerjap dan dikejutkan dengan sebuah kotak berukuran besar. Paket datang di pagi hari, dan diterima oleh Marie. Tampak dia mengerutkan kening, bingung melihat ada paket datang. Padahal dia merasa tak memesan apa pun.“Marie, ini paket untukku?” tanya Adeline mamstikan.Marie mengangguk. “Ya, Nyonya. Ini paket untuk Anda.”Adeline terdiam sebentar. “Tapi, aku tidak membeli apa pun.”“Hmm, mungkin Nona Nora membelikan sesuatu untuk Anda,” kata Marie menduga.Adeline tampak bingung, dan di kala dia hendak membuka paket, tiba-tiba saja Nora muncul. Detik itu, dia menoleh menatap Nora yang baru saja tiba di apartemennya.“Bonjour,” sapa Nora dengan senyuman di wajahnya.“Kau membelikanku sesuatu?” tanya Adeline tanpa menjawab sapaan Nora.Nora mendekat, menatap bingung Adeline. “Hah? Membelikanmu sesuatu? Membelikan apa?” tanyanya tak mengerti.“Ada paket datang. Tertulis untukku. Tapi, aku tidak merasa membeli apa pun,” jawab Adelin

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 89. Demi Membangun Kedekatan di Hadapan Publik

    Keheningan membentang di dalam ruang kerja milik Asher Lennox. Pria tampan itu menatap dingin, dan tajam langit malam yang tampak mendung. Musim semi telah tiba, tapi sayangnya awan mendung menyelumuti kemegahan langit luas.Tampak sorot mata Asher menunjukkan sesuatu hal yang memancing emosi di dalam dirinya. Namun, sedari tadi dia diam menahan semua gejolak. Pria itu mengambil sejak tadi menenggak vodka sambil mengisap rokok.Aroma kental tembakau bercampur dengan alkohol cukup memenuhi ruangan itu. Bukan tanpa sebab, dia bahkan sudah tak terhitung berapa putung rokok yang dihabiskan, dan berapa gelas vodka yang dia tenggak hingga tandas.Pikiran yang tak tenang, membuat Asher memang tak bisa berpikir jernih. Alkohol dan rokok seakan menjadi obat penenang sementara untuk dirinya. Namun, meski ada obat penenang sementara, tetap saja tak bisa membuatnya benar-benar tenang.Tiba-tiba suara ketukan pintu berbunyi. Asher yang sedang berdiri di kaca besar ruang kerjanya langsung menoleh,

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 88. Merasa Ada Yang Aneh

    “Adeline? Are you okay?”Nora muncul, menatap Adeline yang tampak duduk melamun sambil memegang gelas di tangan. Dia mendekat, tapi sepertinya Adeline benar-benar tak menyadari kehadirannya.“Adeline?” panggil Nora lagi, di kala Adeline tetap tak menyadari kehadirannya. Padahal dia sudah mendekat, dan pastinya Adeline hafal parfumnya. Entah, apa yang dipikirkan sahabatnya itu.Adeline yang melamun, langsung tersentak di kala menyadari suara Nora. Dia mendongak, menatap Nora yang ada di depannya. Detik di mana dia melihat Nora, dia segera mengeyahkan pikiran yang mengganggu.“Kau kenapa?” tanya Nora merasa ada yang aneh dengan Adeline.Adeline bangkit berdiri, sambil menggelengkan kepalanya. “Tidak apa-apa. Aku hanya agak lelah hari ini. Bisa kita pulang sekarang?”Nora terdiam sebentar, masih merasa bingung. “Kau lapar tidak?” tanyanya lagi memastikan.“Sedikit,” jawab Adeline tenang.“Kalau begitu sebelum pulang kita makan dulu. Tadi aku sudah menghubungi Marie. Dia bilang kembar tad

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 87. Ingin Mencari Celah Kekurangan

    “Berengsek! Pelacur sialan!”Makian Talia lolos di bibirnya begitu dia tiba di salah satu apartemen mewah pribadinya. Jika merasa jenuh dengan semuanya, dia kerap mendatangi apartemen pribadinya yang ada di salah satu kawasan elit di jantung kota New York. Talia menenggak vodka-nya, dia mengambil satu puntung rokok, menghidupkan rokoknya dan mengisap sambil mengembuskan asap ke udara. Pikiran yang kacau membuatnya benar-benar membutuhkan nikotin.Kedatangan ke lokasi syuting, menemui mantan istri dari suaminya itu sengaja ingin menyudutkan. Pun dia ingin berbangga hati karena sudah mendapatkan Asher. Namun, sialnya bukan Adeline yang marah, malah dia benar-benar seakan disudutkan.“Wanita itu mulai berani sekarang,” geram Talia penuh dengan amarah, dan dendam yang membara dalam dirinya.Hal yang membuat amarahnya terpancing adalah Adeline berani melawan. Wanita itu seakan memiliki kekuatan yang bisa untuk melindunginya. Hanya menjadi artis tak berarti apa pun.“Nyonya?” Mia Lane, asi

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 86. Hanya Pelacur yang Merebut Suami Orang

    Syuting berjalan tak semulus biasasanya. Adeline beberapa kali harus mengulang-ulang adegan. Mungkin bisa dikatakan mood Adeline belum sepenuhnya baik. Namun, beruntung di kala Adam memaparkan kekecewaan selalu saja Raphael membela. Pria itu seaakan berdiri tegak di depan Adeline, memastikan bahwa Adeline diperlindungan yang aman.Isolde sempat menyindir Adeline, tapi tentu Adeline Hart bukan lagi wanita yang lemah. Setiap sindiran halus Isolde mampu dilawan Adeline dengan mudah. Apalagi Adeline memegang kartu Isolde. Ya, kecelakaan waktu itu tak bisa dianggap enteng. Adeline sengaja tak membongar ke media agar bisa selalu memiliki senjata melawab Isolde—yang selalu tak pernah menyukainya.Waktu menunjukkan pukul tujuh malam. Adeline baru saja menyelesaikan satu adegan yang terbilang cukup penting. Nora sedang keluar sebentar, sedangkan Adeline kini hanya sendiri di ruang artis sambil meminum teh hangat.“Adeline?” panggil Adam yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan khusus artis.Adeli

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 85. Dendam yang Makin Berkobar

    “Nyonya, ada tamu.”Seorang pelayan melapor begitu melihat Talia baru saja keluar dari ruang kolam renang. Pun wanita itu masih mengenakan bathrobe. Dia hendak menuju kamar, tetapi langkahnya terhenti di kala mendapatkan laporan dari sang pelayan.“Tamu? Siapa?” tanya Talia sambil menatap sang pelayan. Dia ingat betul dirinya tak memiliki janji dengan siapa pun.“Nyonya Sandra Lawson, teman Anda datang. Beliau ingin bertemu dengan Anda,” jawab sang pelayan sopan.Talia mengangguk, di kala ternyata salah satu teman sosialitanya datang. “Baiklah. Minta dia untuk masuk.”“Baik, Nyonya.” Pelayan itu menundukkan kepalanya, lalu pamit undur diri dari hadapan Talia. Tak selang lama, tatapan Talia teralih pada Sandra Lawson yang muncul. Detik itu Talia tersenyum dan memberikan pelukan. Dia masih memakai bathrobe, dan memilih untuk tak berganti pakaian dulu.“Hey, kau tidak bilang mau ke sini?” tanya Talia ramah.“Aku hanya mampir sebentar. Aku akan liburan dengan suamiku ke Spanyol. Aku ke

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status