Share

Sahabat Istriku yang Memikat Hasrat
Sahabat Istriku yang Memikat Hasrat
Penulis: Richy

Bab 1

Penulis: Richy
Namaku Wira. Memasuki usia pernikahan tahun kelima, tubuhku tiba-tiba mengalami pubertas kedua. Ukuran kemaluanku jadi sangat besar dan hasratku juga semakin menggelora. Setiap hari, aku bisa meminta jatah tujuh sampai delapan kali.

Awalnya, istriku sangat gembira melihat perubahanku. Setiap malamnya, dia sampai kelelahan setelah bersenang-senang. Namun perlahan-lahan, perkembanganku semakin besar dan istriku mulai tidak sanggup mengimbangiku.

"Jangan masukkin lagi. Kalau dipaksa terus bakal meledak, nih." Istriku memohon sambil menangis kepadaku. Akan tetapi, aku benar-benar menderita menahan nafsu. Kemudian, aku pun mendorongnya dengan paksa ke dinding.

Akhirnya, hari ini dia tidak sanggup lagi menahan semua ini. Dia menangis meraung-raung meminta cerai dariku. Aku tidak menyetujuinya, sehingga dia minggat dan menginap di rumah sahabatnya selama beberapa hari.

Aku benar-benar menderita menahan diri. Selama seharian, aku terus merasa kemaluanku sangat keras hingga tidak bertahan lagi.

Saat sahabatnya mendengar perubahanku ini, dia jadi sangat tertarik. Demi memperbaiki hubungan pernikahan kami, dia berinisiatif datang ke rumahku untuk menasihatiku.

Ketika dia datang malam itu, aku sedang tersiksa karena menahan hasrat.

Bel pintu berbunyi. Aku mengira istriku akhirnya pulang. Gelora yang telah kutahan selama berhari-hari akhirnya bisa kulampiaskan dengan sepuasnya.

Namun, baru saja pintu dibuka, orang yang berdiri di luar ternyata adalah sahabatnya, Bilqis. Dia mengenakan gaun terusan seksi berwarna hitam. Payudaranya yang besar dan montok itu tampak begitu menggoda.

Rok itu hampir tidak menutupi bagian atas pahanya, kakinya yang panjang dan ramping terbungkus stoking hitam, memperlihatkan area di mana pinggiran renda hitam bertemu dengan kulitnya.

Mataku terbelalak menatapnya. Tubuhku langsung bereaksi. Tadinya kukira yang pulang itu adalah istriku, sehingga aku hanya mengenakan celana pendek yang longgar.

Bagian depan celanaku tampak menggembung dan ukurannya sangat besar. Melihat hal itu, Bilqis langsung terperangah.

"Kamu benaran lagi puber kedua, ya! Ukurannya lebih besar dari botol bir!"

Sebenarnya, Bilqis adalah seorang wanita yang hasratnya tidak terpenuhi dengan puas. Penampilannya tampak memesona, tetapi dia malah menikah dengan seorang pria tua yang kaya.

Dengar-dengar dari istriku, pria tua itu terlalu semena-mena saat masih muda. Oleh karena itu, sekarang fungsi tubuhnya telah menurun drastis dan sama sekali tidak bisa memuaskan Bilqis. Alhasil, Bilqis sekarang sering menghamburkan uang untuk mencari model pria.

Aku melambaikan tangan menyuruhnya masuk. Dia duduk di sofa dengan satu kaki yang terangkat. Dasar sepatu hak tingginya yang berwarna merah membuatnya tampak semakin menawan.

"Bilqis, kenapa kamu datang ke sini? Mana istriku?" tanyaku sambil menuangkan segelas air dan menyerahkannya kepada Bilqis.

Dia minum seteguk air, lalu berkata padaku, "Kamu sih, kuatnya kebangetan. Sampai sekarang Shila masih nggak berani pulang."

"Hari ini aku datang untuk nasihati kamu. Jangan terlalu kuat setiap kali berhubungan. Shila itu wanita lembut, mana bisa tahan sama kekuatanmu itu."

Saat minum, dadanya bergoyang ke atas dan ke bawah. Payudaranya yang montok itu bergetar dengan hebat. Darahku mendidih melihat pemandangan itu. Ukuran payudaranya lebih besar dari punya istriku. Ingin sekali rasanya aku meremasnya sekali.

Aku menghela napas, lalu duduk di seberang Bilqis. "Bukannya aku terlalu bertenaga. Sejak puber kedua ini, aku jadi kepengin terus. Kalau nggak disalurkan sehari saja, rasanya tersiksa sekali."

Seketika, Bilqis menjadi penasaran dan mendekatkan tubuhnya. "Pria punya puber kedua ya? Kalau begitu, apa ukuranmu itu jadi lebih besar dari sebelumnya? Boleh nggak aku lihat?"

Bilqis menatapku dengan tulus, tidak terlihat seperti sedang berbohong.

Hatiku berdegup kencang. Apa Bilqis ini nggak terlalu berani, ya? Memangnya benda begituan bisa ditunjukkan sembarangan?

"I ... ini rasanya nggak baik deh," ucapku dengan gugup. Namun, dalam hatiku sudah kacau balau.

Bilqis berujar dengan santai, "Kenapa takut sih ditunjukkan sama aku? Punyamu ini termasuk keajaiban. Aku cuma pengin melihatnya langsung sendiri."

Berhubung dia terus-menerus memintanya, aku pun tidak lagi menahan diri. Di hadapannya, aku menanggalkan celanaku perlahan-lahan. Belum pernah aku menunjukkan tubuh bagian bawahku kepada wanita lain. Perasaan ini benar-benar seru.

Ditatap dengan sorot mata yang berkobar seperti itu, entah mengapa aku merasa diriku semakin perkasa. Sesuai dugaan, Bilqis memang wanita yang sering bersenang-senang dengan model pria. Menghadapi situasi seperti ini, dia tetap bisa mengendalikan diri dan bahkan menunjukkan sedikit hasratnya.

Dia menelan ludah dan memujiku, "Pertumbuhanmu besar sekali ya, lebih besar dari semua model pria yang pernah kupesan. Punyammu ini benaran nggak? Aku boleh pegang sebentar?"

AKu sama sekali tidak menyangka dia akan mengajukan permintaan seperti itu. Seketika, hatiku jadi terasa antusias dan akhirnya aku mengangguk menyetujuinya.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Sahabat Istriku yang Memikat Hasrat   Bab 7

    Setelah resmi mendaftarkan pernikahan dengan Bilqis, hidupku terasa sangat bahagia.Setiap malam sepulang kerja, selalu ada istri tercinta yang sudah menyiapkan masakan lezat untukku. Kalau bahuku pegal, dia juga tak segan memijatkannya dengan sabar.Terutama di ranjang, Bilqis benar-benar sangat kooperatif. Apa pun posisi yang kuinginkan, dia selalu bisa mengikutinya. Bersamanya, aku merasa seluruh tubuhku dipenuhi energi.Di tempat kerja pun aku jadi jauh lebih fokus dan efisien. Penghasilanku melonjak dengan cepat hingga tiga kali lipat dibanding sebelumnya.Sebaliknya di pihak Shila, dia sama sekali tidak mampu menjalankan pekerjaanku dulu, bahkan menyebabkan perusahaan merugi cukup besar.Sementara itu, Gandi memang seorang playboy. Tak butuh waktu lama baginya untuk bosan dengan Shila. Dia segera mencari selingkuhan baru dan tak lagi peduli pada Shila. Faktanya, Gandi tidak pernah benar-benar mendaftarkan pernikahan dengan Shila. Dia terus mencari alasan untuk menunda, dengan dal

  • Sahabat Istriku yang Memikat Hasrat   Bab 6

    Ternyata dia memang menganggapku sebagai orang yang kotor ....Baiklah. Kalau kamu sudah tidak berperikemanusiaan padaku, jangan salahkan aku jika aku juga tidak berbelaskasihan. Aku berkata dengan nada dingin, "Shila, kalau kamu merasa aku nggak baik, kita cerai saja."Begitu mendengarnya, Shila langsung mengeluarkan selembar dokumen dari tasnya. Saat kulihat, di bagian atas kertas itu tertulis jelas "Perjanjian Perceraian".Ternyata dia sudah lama menyiapkannya. Karena dia sudah bertekad ingin bercerai, aku juga tidak punya apa-apa lagi untuk dipertahankan.Aku berjalan keluar kamar tanpa suara dan duduk di sofa, mendengarkan suara-suara kegembiraan dari kamar tidur sebelah tempat dia dan Gandi bersama. Air mata sudah membasahi ujung celanaku.Mereka bersenang-senang di dalam kamar selama tiga jam penuh, suara Shila makin lama makin menggema. Padahal jelas-jelas milik Gandi tidak sebesar punyaku. Bukankah seharusnya semakin besar, semakin disukai wanita?Lagi pula, Gandi itu kapitali

  • Sahabat Istriku yang Memikat Hasrat   Bab 5

    Bisa dibilang, kejadiannya berlangsung begitu cepat. Aku segera bergegas pulang ke rumah tanpa menunda sedikit pun. Begitu sampai di depan pintu, aku sudah mendengar suara seorang pria dari dalam."Shila, anjing jantan di rumahmu itu pasti sekarang sedang bersenang-senang sama Bilqis. Biar aku saja yang datang ke rumahnya dan memainkan wanitanya."Pasangan sialan itu benar-benar datang ke rumahku, bahkan berani memanggilku aku sebagai anjing jantan. Aku mengepalkan tinju dengan marah.Tak lama kemudian, terdengar teriakan Shila yang penuh kenikmatan."Tubuh Sayang memang paling enak, nggak kayak Wira seperti anjing jantan. Tahunya cuma angkat dan memainkanku tiap hari.""Dia sama sekali nggak tahu bagaimana memperlakukan wanita dengan lembut. Kamu selembut ini, aku saja ingin terus menjagamu, tapi dia malah memperlakukanmu sekasar itu. Ayo ganti posisi, angkat pantatmu, ya begitu, biar aku lihat baik-baik bentuk tubuhmu."Mendengar mereka bersenang-senang di atas ranjang, apalagi memak

  • Sahabat Istriku yang Memikat Hasrat   Bab 4

    Dia malah mendorong tanganku dan melepaskan diri dari pelukanku."Yang tadi itu cuma impulsif sesaat. Karena nggak bisa menahan diri, makanya .... Setelah tersadar sekarang, bagaimanapun juga aku ini sahabat istrimu. Nggak baik kalau melakukan hal seperti ini."Dia mengenakan sepatu hak tingginya dan melanjutkan, "Aku datang cuma untuk nasihati kamu. Shila berbeda denganku. Dia itu tipe gadis mungil, nggak bisa tahan menerima serangan seganas itu. Ke depannya, kalian harus komunikasi dengan baik."Setelah berkata demikian, dia membuka pintu kamar dan berjalan keluar. Sementara itu, aku berbaring di ranjang sambil tenggelam dalam dilema dan kenangan.Tubuh Bilqis dan Shila sama sekali tidak bisa dibandingkan. Yang satunya adalah wanita seksi yang montok, satunya lagi adalah wanita imut. Tadinnya, aku merasa agak bersalah dan lelah saat terjadi hubungan seperti itu dengan Bilqis. Namun sekarang, sepertinya Shila juga telah melakukan hal yang mengkhianati diriku.Aku menggeleng dengan ker

  • Sahabat Istriku yang Memikat Hasrat   Bab 3

    Merasakan keperkasaanku, Bilqis membuka matanya dengan cepat."Kamu mau ngapain? Benaran mau melakukannya?"Aku tiba-tiba menghentikan gerakanku. Jarakku dengannya hanya tersisa satu sentimeter. "Kamu benaran nggak mau? Bukannya biasanya kamu sering pesan model pria?"Wajah Bilqis tampak muram."Memang sih aku pesan model, tapi mereka semua itu orang asing. Lagian, suamiku juga nggak tahu. Yang terpenting, kamu ini suami sahabatku. Aku datang untuk menasihatimu, bukan untuk melakukan ini. Kalau sampai ketahuan sama dia, bisa gawat jadinya."Aku menggendong tubuhnya dan menikmati payudaranya dengan serakah. Kemudian, aku membujuknya dengan sabar, "Inilah cara terbaik untuk membantuku. Aku benar-benar nggak tahan lagi. Kamu bantu puasin aku sebentar, kamu juga bisa merasa puas. Yang paling penting lagi, aku juga nggak perlu lagi memaksa istriku. Dengan begini, bagus juga untuk pernikahan kami."Serangkaian ucapanku ini membuat Bilqis tergerak. Setelah berpikir sejenak, dia berkata, "Kala

  • Sahabat Istriku yang Memikat Hasrat   Bab 2

    Bilqis mengulurkan tangannya yang lembut untuk merabanya beberapa kali. Seketika, aku merasa sensasi yang begitu nikmat menjalar dari bawah tubuhku. Sekujur tubuhku terasa kebas seolah disengat oleh aliran listrik.Gerakannya ini sama sekali bukan sedang meraba, melainkan sedang membantuku untuk melampiaskan hasrat. Diriku yang memang sudah haus selama beberapa hari ini, kini malah harus dipermainkannya seperti ini. Kobaran api dalam hatiku terasa semakin membara dan hampir saja membakar habis seluruh tubuhku.Aku tak kuasa gemetar perlahan.Di saat itulah, Bilqis baru menarik kembali tangannya dan berkata dengan ekspresi aneh, "Baru saja kusentuh, barangmu ini benar-benar tebal ya. Pantas saja Shila nggak tahan."Aku buru-buru mengenakan kembali celanaku. Kalau tidak, mungkin aku benar-benar akan menyerang Bilqis saat ini juga."Nggak bisa salahin aku, dong. Nggak mungkin aku terus menahan diri dan nggak melampiaskannya. Tersiksa sekali," gumamku.Bilqis berdiri perlahan, lalu duduk d

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status