Short
Salah Kenal di Rumah Hantu

Salah Kenal di Rumah Hantu

By:  BearCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
8Chapters
2views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

“Lia … kamu juga mulai bersemangat, ya?” Saat pergi ke rumah hantu bersama sahabatku dan pacarnya, pacarnya salah mengira diriku sebagai sahabatku, lalu menempel dari belakang. Dalam kegelapan total, tangan pria yang besar dan hangat itu menyusup dari tepi rokku dan perlahan bergerak ke atas. Napasnya di lekuk leher dan telingaku terasa panas. Dan yang paling memalukan, tubuhku justru merespons sentuhannya.

View More

Chapter 1

Bab 1

“Wah, “Rumah Sakit Jiwa di Jurang Kegelapan”! Ini pasti sangat seru! Shanny, ayo kita coba yang itu!”

Di taman hiburan, Lia menunjuk ke sebuah bangunan hitam yang tampak suram di dekatnya, matanya berbinar penuh semangat.

Aku menatap ragu bangunan itu dan merasa sedikit tidak nyaman.

Aku memang tidak terlalu suka wahana rumah hantu yang penuh kejutan, apalagi sejak Lia punya pacar, aku semakin tidak nyaman dengan situasi “bertiga” seperti ini.

Rasanya seperti aku hanya menjadi orang ketiga di antara mereka.

Sepertinya Lia menyadari pikiranku, ia berkata sambil menghela napas, “Shanny, lihatlah dirimu. Di kampus banyak sekali yang mengejarmu, tetapi kamu malah hidup seperti biarawati. Sekarang kamu menyesal, kan?”

Dia lalu mendekat ke telingaku dan berbisik pelan, “Kalau nggak, mau kupinjamkan David padamu? Kuberitahu, dia terlihat kalem tetapi kalau soal itu … dia sangat hebat. Setiap kali membuatku tidak bisa bangun dari tempat tidur.”

“Lia! Apa yang kamu bicarakan?!”

Telingaku langsung memerah dan aku segera menutup mulutnya.

Namun tanpa sadar, mataku melirik ke arah David yang berdiri beberapa langkah dari kami.

Dia mengenakan kemeja putih sederhana, tinggi tegap, tampan dan rapi. Saat itu dia tersenyum melihat kami.

Entah apa hanya perasaanku, sorot matanya seakan sedikit berubah ketika tatapannya melewati rok lipit pendek dan kaki jenjangku yang terbuka, ada kesan agresif yang sulit dijelaskan.

Akhirnya aku mengalah karena terus didesak oleh Lia.

“Jangan takut, aku akan melindungi kalian.”

Sebelum masuk, David berjalan di sampingku. Suara lembut dan bahunya yang lebar melindungiku dari kerumunan.

Aroma maskulin yang samar bercampur dengan wangi cedar yang segar, perlahan tercium di hidungku.

Saat memasuki rumah hantu, cahaya matahari dari luar langsung lenyap sepenuhnya.

Lorongnya semakin sempit dan pencahayaan yang redup hanya cukup untuk melihat jalan di bawah kaki.

Lia yang pemberani berjalan di depan, aku dipaksa di tengah, sementara David di belakang.

Di ruang sempit itu, aku bahkan bisa merasakan dada David sesekali menyentuh punggungku saat berjalan.

Ketika kami sampai di sebuah tikungan sempit ….

Brak!

Disertai dengan teriakan menyeramkan, lampu merah berkedip menyala, dan seorang NPC berlumuran darah tiba-tiba melompat keluar dari dinding!

“Aaah …!!”

Kerumunan langsung kacau. Para pengunjung yang ketakutan berlarian tanpa arah dan memisahkan kami.

Jantungku berdegup kencang, pikiranku kosong. Aku berbalik dan berlari ke arah semula sembari menjerit.

Di tengah kepanikan, aku menabrak dada yang sangat kokoh.

Aku belum sempat berdiri tegak, lengan pria itu langsung meraih pinggangku dan menarikku erat ke dalam pelukannya.

Pakaiannya memancarkan panas tubuhnya, sangat kontras dengan dinginnya suasana rumah hantu, membuat tubuhku merinding.

Aku hendak berteriak, tetapi suara rendah dari atas kepalaku menghentikanku.

“Lia, jangan takut. Aku di sini.”

Darahku seakan membeku.

Itu David!

Dalam gelap dan kekacauan ini, dia mengiraku sebagai Lia!

Otakku langsung kacau. Aku terlalu canggung untuk bersuara.

Kalau aku bicara sekarang, semuanya akan menjadi sangat memalukan.

Aku menggigit bibirku, mencoba melepaskan diri tanpa menarik perhatian.

Namun saat mundur, sepatu hak tinggiku menginjak sesuatu yang lembut. Kakiku terkilir, tubuhku kehilangan keseimbangan dan hampir jatuh ke belakang.

“Hati-hati!”

David dengan cepat menangkapku.

Namun karena aku memakai rok pendek, posisi tangannya menjadi tidak tepat.

Tangan besarnya langsung menyentuh bagian atas pahaku dan area yang sangat sensitif.

Lebih parahnya lagi, karena dorongan tenaga yang dia keluarkan, jarinya tergelincir dan langsung masuk ke celah lembut yang tersembunyi itu, terjepit erat oleh kain yang menegang.

Sensasi listrik menjalar ke seluruh tubuhku!

“Hmmhh …”

Sensasi aneh yang sangat pribadi dan terlarang itu membuat kedua kakiku lemas.

Sebuah desahan pelan yang bahkan membuatku sendiri merasa malu, tanpa sadar keluar dari tenggorokanku.

Aku segera menutup mulut, bahkan tak berani bernapas keras, takut di pria yang menempel erat padaku ini menyadari siapa diriku sebenarnya …

Namun tak kusangka, tangan yang sempat berhenti sejenak itu justru mulai bergerak tanpa ragu, semakin jauh ke dalam …
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status