LOGIN“Lia … kamu juga mulai bersemangat, ya?” Saat pergi ke rumah hantu bersama sahabatku dan pacarnya, pacarnya salah mengira diriku sebagai sahabatku, lalu menempel dari belakang. Dalam kegelapan total, tangan pria yang besar dan hangat itu menyusup dari tepi rokku dan perlahan bergerak ke atas. Napasnya di lekuk leher dan telingaku terasa panas. Dan yang paling memalukan, tubuhku justru merespons sentuhannya.
View MoreAku tak berani bergerak. Dan dalam sekejap tawa jahat David memenuhi ruangan sempit itu, sarat akan rasa percaya diri yang berlebihan.Dia melempar jaketnya, lalu mencengkeram bahu dan mendorongku seperti boneka rusak ke atas ranjang besar itu.Kasur yang lembut itu terasa seperti rawa, menyeretku perlahan ke dalam keputusasaan.Aku refleks mundur ketakutan seperti tersengat listrik. Berusaha mati-matian menjauh darinya, meronta-ronta, air mata terus mengalir.“David, kalau yang kamu mau itu uang, aku bisa memberikannya! Jangan sentuh aku!”“Benar, aku memang mau uang. Kamu itu anak orang kaya, pasti bisa meminjamiku beberapa ratus juta, kan?”David mencengkeram kedua tanganku yang meronta dan menekannya kuat di atas kepalaku. Dengan tangan lain, dia menarik dasinya dan bersiap mengikat pergelangan tanganku dengan kasar.“Tetapi, mana cukup hanya dengan uang gratis saja? Dengan merekam videomu di atas ranjang lalu menyebarkannya, barulah ayahmu yang kaya itu akan terus mengeluarkan uan
Karena terpaksa, aku hanya bisa bertanya padanya, [Baiklah … kita bertemu di mana?]Dia mengajakku bertemu di sebuah hotel pusat kota besok siang.Saat lokasinya dikirim, aku menatap layar dan hampir saja melempar ponselku.Aku langsung membalas, [Tidak mungkin! Aku tahu apa yang kamu inginkan, aku tidak akan datang.]Pesan itu baru saja terkirim dan aku belum sempat tenang, tiba-tiba muncul pesan dari Lia.[Shanny, ada apa? David bilang kalian sempat ada sedikit ketegangan waktu itu, jadi dia memintaku untuk membujukmu ….][Dia terlihat cukup peduli, dan takut kamu salah paham.]Beberapa kalimat itu seperti air es yang disiramkan ke seluruh tubuhku.Saat itu juga aku mengerti rencana David. Dia bukan mengajakku bertemu melainkan sedang memaksaku.Jika aku tidak menurutinya, foto itu akan dikirim ke Lia, bahkan bisa tersebar ke lingkaran pertemanan kami.Di benakku terbayang adegan setelah foto itu disebarluaskan.Bisikan-bisikan, tatapan merendahkan ….Orang-orang akan membicarakanku
“Shanny, pada akhirnya … kamu tetap jatuh ke tanganku.”Di dalam mobil dengan cahaya remang-remang, suara rendah David melilit di telingaku seperti ular berbisa.Suhu tubuhnya menembus pakaiannya yang berantakan dan terus mendekat, sementara aku ditekan kuat ke dalam kursi.Telapak tangannya yang besar dan kasar dengan mudah menggenggam kedua tanganku, memaksaku mengangkatnya ke atas kepala.Aku merintih putus asa dan mencoba meminta tolong, namun hanya bisa menyaksikan wajah dengan senyum jahat itu perlahan mendekat ….“Jangan …!”Aku tiba-tiba membuka mata dan terduduk tegak dari tempat tidur, keringat dingin mengalir deras di pelipisku.Hanya suara napas terengah-engahku yang terdengar jelas di kamar yang sunyi senyap.Aku mencengkeram erat selimutku, butuh waktu lama hingga aku sadar … itu hanya mimpi.Tetapi ini sudah yang ketiga kalinya dalam dua minggu terakhir.“Gila … benar-benar gila ….”Aku bergumam, menutup wajahku dengan kedua tangan.Sejak hari kacau itu, aku mulai menghi
Di kursi belakang yang sempit, tubuhku melemah dan hanya bisa meringkuk dengan menyedihkan.David membungkuk, napas hangatnya menyusup ke telingaku.“Kenapa menghindar?”Tangannya bergerak di dalam gelap dengan sangat terbiasa, setiap sentuhannya selalu tepat mengenai batas di mana kewarasanku hampir runtuh.“Di sini … tadi di roller coaster sudah berantakan, kan?”Dia menggigit pelan daun telingaku, suaranya serak dan berat.“Lia bilang, kamu bahkan belum pernah punya pacar. Pelajaran pertama ini, akan kubuat kamu takkan pernah melupakannya seumur hidup .…”Rasa hina, takut, bahkan bercampur dengan sensasi aneh yang tak bisa dijelaskan ini, seperti ombak yang hampir menenggelamkanku.Aku tahu apa yang ingin dia lakukan! Gerakannya sama sekali tidak tertahan, bahkan terasa seolah itu hal yang wajar!“Jangan … pergi!” Aku menggigit bibir, suara tangisku keluar tanpa sadar.David tidak lagi berbicara. Gesekan pakaiannya dengan rokku menimbulkan suara berat yang membuat merinding.Tepat p
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.