Short
Dokter Calvin, Penyelamatku

Dokter Calvin, Penyelamatku

By:  LiamCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
15Chapters
64views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Sebagai seorang perawat magang, tugas sehari-hariku adalah merawat pasien. Namun, aku tak pernah menyangka, suatu hari diriku malah menjadi pasien dan berbaring di ruang pemeriksaan tempatku sendiri bekerja. Sementara itu, dokter sedang memeriksa tubuhku dengan jarinya yang lincah, perlahan-lahan meruntuhkan sisa-sisa kesadaran yang kuperjuangkan. "Jangan tegang," katanya. "Ini bagian dari pengobatan."

View More

Chapter 1

Bab 1

Sebagai seorang perawat magang, tugas sehari-hariku adalah merawat pasien.

Namun, aku tak pernah menyangka, suatu hari diriku malah menjadi pasien dan berbaring di ruang pemeriksaan tempatku sendiri bekerja.

Sementara itu, dokter sedang menatap tubuh telanjangku dengan tatapan mata yang seolah sedang menilai mangsanya.

"Jangan tegang," katanya.

"Ini bagian dari pengobatan."

....

"Kumohon cepat sedikit, aku sudah hampir nggak tahan lagi...."

Di dalam bus umum saat larut malam, di pojok baris paling belakang, aku menggigit bibirku kuat-kuat dan membenamkan wajah di antara kedua lengan. Tubuhku gemetar pelan, sama sekali tak bisa dikendalikan.

Rasa panas yang entah dari mana asalnya naik dari perut bagian bawah, rasanya seperti ada ribuan semut yang merayap di dalam pembuluh darah, membawa gelombang rasa kesemutan dan geli yang tak tertahankan.

Namaku Monica, dua puluh dua tahun, seorang perawat magang rumah sakit besar ternama di kota ini.

Di mata orang lain, aku punya penampilan yang polos, tubuh yang proposional dan sepasang mata indah yang terlihat lugu dan menyedihkan, tipe gadis yang lemah lembut di mata orang-orang satu departemen.

Namun, tak ada yang tahu kalau aku punya sebuah rahasia yang memalukan.

Aku sakit.

Aku mengidap penyakit aneh yang tak bisa didefinisikan dengan istilah medis apapun.

Penyakit ini bisa kambuh tiba-tiba tanpa kenal tempat dan waktu, membuat tubuhku menjadi sangat sensitif, mendambakan sentuhan dan ingin dipuaskan.

Persis seperti sekarang.

Hari ini aku memakai rok perawat yang panjangnya pas di bawah lutut, dengan stoking putih tipis di baliknya. Kursi bus ini dilapisi kain beludru dan setiap kali ada guncangan kecil, bagian dalam pahaku bergesekan dengan ujung rok, menghadirkan sensasi nikmat yang luar biasa menyiksa.

Aliran panas di dalam tubuhku semakin bergejolak, aku merasa seperti hampir terbakar.

Aku merapatkan kedua kakiku sekuat tenaga, mencoba meredakan rasa geli itu dengan tekanan, tapi usaha itu sia-sia.

Kulit di balik stoking sudah mengeluarkan butiran keringat halus, menempel lengket di kaki, membuat setiap gesekan terasa semakin jelas dan semakin menyiksa.

"Pemberhentian berikutnya Rumah Sakit Brosa, bagi penumpang yang akan turun harap bersiap-siap."

Suara pengumuman elektronik yang dingin itu terdengar bagai melodi indah dari surga. Aku langsung mendongak dan hampir merangkak sangking terburu-burunya menuju pintu belakang.

Aku harus segera kembali ke asrama, satu-satunya tempat di mana bisa membebaskan diriku sendiri.

Pintu bus terbuka, aku langsung melesat turun seperti sedang melarikan diri. Angin malam yang dingin agak meredakan pipiku yang terasa panas membara.

Namun, hasrat yang berasal dari lubuk tubuh paling dalam itu sama sekali tak berkurang.

Aku berlari sempoyongan menuju gedung asrama rumah sakit. Sepatu hak tinggi perawat yang kupakai mengetuk lantai semen, menimbulkan suara 'tok tok' dan setiap langkahnya terasa seperti menghentak langsung di ulu hatiku.

Cepat, lebih cepat lagi....

Tepat saat aku akan menerobos masuk ke pintu utama gedung asrama, sebuah bayangan tubuh yang tinggi besar tiba-tiba melangkah keluar dari kegelapan di sampingku, menghalangi jalanku.

Aku menabraknya langsung. Hidungku terasa ngilu, membuat air mataku hampir menetes.

"Ma... maaf...." kataku sambil memegangi hidung dan meminta maaf dengan panik. Tapi saat mendongak, pandanganku malah terkunci pada sepasang mata yang sangat dalam.

Itu dia.

Calvin.

Dokter spesialis termuda di rumah sakit kami yang mengambil spesialisasi andrologi, sekaligus sosok yang sulit didekati di seluruh rumah sakit.

Dia memakai jas dokter yang disetrika rapi dengan kemeja hitam di baliknya yang dikancing rapat sampai kerah. Di pangkal hidungnya bertengger sepasang kacamata berbingkai emas dan mata di balik lensa itu tampak dingin, tanpa emosi sedikitpun.

Rumornya dia berasal dari keluarga terpandang dan bekerja di rumah sakit hanya untuk mencari pengalaman hidup. Kepribadiannya sendiri sangat dingin dan cuek, tak pernah mengobrol terlalu banyak dengan dokter atau perawat wanita mana pun di departemennya.

“Kok buru-buru sekali, ada masalah apa?” Suaranya sama seperti kepribadiannya, dingin dan menjaga jarak, dengan nada menilai yang sulit disadari.

Jantungku berdebar sangat kencang sampai rasanya mau melompat keluar.

Gara-gara tabrakan mendadak ini, rasa panas di dalam tubuhku bukannya mereda, malah semakin menjadi-jadi.

Aku bahkan bisa merasakan dengan sangat jelas bahwa kain kecil di pangkal pahaku sudah basah kuyup sekarang.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
15 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status