Beranda / Romansa / Sahabat Mendiang Suamiku Menginginkanku / Bab 33. Rahasia Yang Terungkap

Share

Bab 33. Rahasia Yang Terungkap

Penulis: Min Ye-Rin
last update Tanggal publikasi: 2026-09-17 17:54:31
Tiga nama dalam satu kontrak, dan satu kebohongan yang mungkin sudah berjalan selama lima tahun lamanya.

Helena masih berdiri mematung di tengah ruang kerja Matteo, dokumen itu sudah terjatuh di lantai.

Dia tersenyum miris. Tangannya yang gemetar menyeka air matanya perlahan. Helena menatap berkas itu.

“Perjanjian penjaminan investasi,” gumam Helena nyaris tanpa suara. Mulutnya sedikit terbuka, berusaha meraup oksigen sebanyak yang dia bisa. Tangannya terkepal erat.

“Aku harus tanyakan i
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sahabat Mendiang Suamiku Menginginkanku    Bab 43. Rantai Yang Menjeratku

    Tubuh Lucien menegang. Rahangnya terkatup semakin kuat. Matanya gelap, seolah hendak menelan tubuh ringkih Helena saat ini juga. “Helena…”Kalimat Lucien menggantung saat Helena mengangkat wajah dan menatapnya dalam. Air mata wanita itu sudah menjadi satu dengan keringat di wajahnya. “Kenapa kamu berbohong?” tanya Helena lirih. “Kenapa kamu berbohong tentang dua orang asing yang menyerang apartemenku malam itu?”Bahu Lucien yang semula tegang, kini sedikit lebih turun. Matanya yang semula gelap dan mengerikan, kini perlahan berubah teduh dan pilu. Kekecewaan Helena menghantam tepat di jantung Lucien.“Aku melakukannya, hanya untuk—”“Melindungiku?” potong Helena cepat. Wanita itu terkekeh hambar. “Kamu selalu berdalih melakukan semuanya untuk melindungiku, Lucien.”Wanita itu berdiri, lalu melangkah dengan kaki gemetar. Dia berhenti tepat di depan Lucien. Tangannya terangkat, memukul dada Lucien. “Apa ini bagian dari tanggung jawabmu untuk menjalankan amanah Adrian?” Helena kembal

  • Sahabat Mendiang Suamiku Menginginkanku    Bab 42. Ini Aku Lucien...

    Helena menatap pantulan dirinya di cermin. Wajah pucat dan tirus, mata cekung, membuat dirinya terlihat lebih mengenaskan dari biasanya. Sudah tiga hari setelah kejadian itu, bahkan Lucien tidak datang menemuinya. Hanya beberapa pelayan dan dokter yang merawatnya. “Apa yang sebenarnya kamu rencanakan, Lucien,” gumam Helena. Tangannya menyentuh permukaan cermin yang dingin. “Kamu selalu saja meninggalkan pertanyaan besar untukku.” “Nona Helena.” Pintu terbuka. Seorang pelayan datang membawa satu nampan makanan. Helena meliriknya sekilas, menatap makanan, tanpa minat, lalu kembali menatap cermin. “Dimana Lucien?” tanyanya datar. Pelayan itu tidak langsung menjawab. Tubuhnya yang membungkuk, kini sudah berdiri lebih tegak. “Tuan—”“Katakan padanya, sampai kapan aku akan dikurung di tempat ini? Katakan padanya, aku ingin bicara dan menyelesaikan masalah ini.”Helena berbalik badan, menatap pelayan itu dengan mata yang sudah basah. “Sekarang,” tegas Helena. Dia duduk di tepi ranjang

  • Sahabat Mendiang Suamiku Menginginkanku    Bab 41. Jangan Sentuh Aku

    Helena menolak, saat Lucien hendak menggendongnya. Tubuhnya gemetar, lalu beringsut menjauh. “Jangan… jangan sentuh aku,” katanya, sambil menggeleng kasar, lalu meringkuk lebih kecil. Lucien menatap wanita itu dengan mata yang sudah panas. Pria itu kembali berjongkok di depan Helena. Dia menatap Helena yang sudah setengah sadar. Tangannya menangkup wajah Helena. “Helena, ini aku… Lucien,” katanya dengan suara berbisik. “Aku akan melindungimu, jangan takut.”Mata Helena berkedut ringan. Tak lama, air matanya kembali mengalir. “Bawa aku pergi… bawa aku pergi dari sini,” katanya lirih. “Aku mohon….”Lucien mengatupkan rahangnya. Dia melirik dua pengawalnya yang masih berdiri di ambang pintu sambil membelakangi mereka. “Cari Matteo sampai ketemu,” kata Lucien dingin. “Aku mau dia malam ini, hidup atau mati.” Tubuh dua pria itu berdiri lebih tegak, mereka berbalik, lalu membungkuk hormat. “Baik, Tuan!” kata mereka serempak, sebelum akhirnya pergi. Mata Lucien kembali menelanjangi s

  • Sahabat Mendiang Suamiku Menginginkanku    Bab 40. Bersembunyi

    Helena menggeleng lemah. Tubuhnya yang meringkuk, terlihat semakin kecil. Dia terus beringsut, ketika Matteo memajukan wajahnya. “Dengar, Helena… kalau kamu sampai tidak berhasil mendapatkan tanda tangannya, aku akan pastikan semua rekaman itu tersebar,” kata matteo. Dia menarik tangan Helena yang masih menutupi dadanya, lalu mengecup payudara Helena gemas. “Dan kamu juga pasti mengerti apa yang akan terjadi kalau sampai semua orang tahu, apa yang pewaris Sinclair lakukan.” Matteo menarik dagu Helena. “Kamu harus ingat, statusmu masih istriku, sayang.” Helena buru-buru berpaling. Tangannya masih berusaha menutupi dadanya lagi, tapi Matteo terus menepisnya. Tangan kekar itu melingkar di pinggang Helena. “Bunuh saja aku, Matteo…” ujar Helena lirih. Dia menatap pria itu putus asa. “Mana belatinya, tusukkan sekarang.” Mata Helena yang sudah merah, mengunci tatapan dingin Matteo. Dia bisa melihat rahang Matteo yang kembali terkatup. “Kamu—” “Helena! Kamu di dalam?!” Suara Lu

  • Sahabat Mendiang Suamiku Menginginkanku    Bab 39. Hentikan, Matteo...

    Mobil berhenti tepat di gedung bertingkat yang tak asing untuk Helena. Ternyata Matteo membawanya kembali kembali ke apartemen. Matteo mendekatkan wajahnya, senyumnya melebar, sebelum ekspresi dingin itu kembali. Dia meremas dagu Helena dan menatapnya dalam. “Mari kita kembali ke rumah kita, sayang…” Matteo mengalihkan tatapannya sebentar ke arah luar. Ada banyak orang lalu-lalang di sana. “Tapi ingat, berani kamu memberontak, pisau itu akan menembus ginjalmu.”Sebuah belati kecil dengan bilah yang cukup panjang mengkilap, kini sudah ditodongkan Matteo tepat di pinggang Helena. Wanita itu menegang. Napasnya masih belum sempurna setelah pencekikan tadi. Dia hanya mengangguk, sambil sesekali melirik supir di depan yang terlihat sangat menikmati. Dari kaca spion, sopir itu terlihat tersenyum. Dia mengangkat kedua alisnya ketika bertemu tatap dengan Helena. “Matteo, kamu sudah berjanji kalau semuanya akan selesai hari ini,” ujar sang sopir, dingin, membuat Matteo meliriknya sinis. “Ak

  • Sahabat Mendiang Suamiku Menginginkanku    Bab 38. Penculikan

    Helena terus berlari walau kakinya sudah gemetar dan hampir terjatuh. Hatinya seperti diremas dan ditusuk ribuan belati dalam satu waktu. “Tahu diri, Helena,” gumamnya dengan suara serak. “Kamu harus tahu siapa Lucien. Dia tidak mungkin memilihmu. Dia hanya menjalankan amanah Adrian…” Helena terus berusaha meyakinkan dirinya. Wanita itu masih meringkuk di sudut basement, napasnya tersengal antara lelah dan luka yang kembali menganga di dalam hatinya. Dia baru saja hendak bangkit, memaksa kakinya berjalan menuju pangkalan taksi, ketika bunyi langkah kaki yang pelan dan terukur, membuat bulu kuduknya berdiri. “Si-siapa disana?” tanya Helena. Dia menoleh cepat. Matanya mengelilingi setiap sudut basement. Tidak ada siapa-siapa yang terlihat. Tapi suara langkah itu masih ada, menggema di antara deretan mobil yang terparkir rapi. “Halo… a-ada orang disana?” Helena kembali bersuara ketika tanpa sengaja, matanya menangkap bayangan gelap mengelebat di depannya. Tapi tetap tidak ad

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status