author-banner
Min Ye-Rin
Min Ye-Rin
Author

Novels by Min Ye-Rin

Sahabat Mendiang Suamiku Menginginkanku

Sahabat Mendiang Suamiku Menginginkanku

Selepas kepergian suaminya dan menyandang status janda, Helena hanya ingin bertahan hidup meski harus terjebak bersama pria parasit yang memeras keringatnya, menimbun utang atas namanya, dan merendahkan harga dirinya. Di tengah jeratan hutang itu, Helena memberanikan diri melamar pekerjaan di sebuah perusahaan besar dan terkejut saat mendapati bos barunya adalah sahabat karib mendiang suaminya, Lucien. Pria itu menjalankan amanah dari mendiang suami untuk menjaga Helena, tapi rasa takut akan bergantung ke orang lain dan status janda yang membuat namanya buruk membuat Helena menjaga jarak. Anehnya, sang bos dingin itu justru mendekapnya erat-erat. "Helena, suamimu sudah meninggal. Pria brengsek itu menekanmu di rumahmu sendiri. Sekarang, yang kamu punya hanya aku."
Read
Chapter: Bab 117. Aku ingin menikahinya
Helena menggenggam tangan Lucien erat-erat saat mereka mencapai anak tangga terakhir. Matanya melirik Roy. Pria tua itu sudah duduk dengan tatapan fokus pada layar tabletnya.“Tenang saja. Aku ada di sini bersamamu.” Lucien mempererat genggamannya. Lalu kembali berjalan. Roy mendongak ketika langkah mereka semakin dekat. Keningnya berkerut melihat Lucien yang menggenggam tangan Helena. “Duduklah,” katanya. “Lepaskan saja tangannya. Lagipula dia tidak akan hilang.Lucien melirik ayahnya sekilas, tapi dia sama sekali tidak berniat melepaskan genggaman tangannya. Keegoisan ayah dan anak meluap, membuat sesak ruang keluarga itu. Helena yang memang orang asing, merasa keberadaannya hanya mengganggu. “A-aku akan pulan,” kata Helena, tapi Lucien segeran menariknya duduk kembali.Pria itu menyipit menatap Helena. “Tidak perlu. Kalau pembicaraan ini selesai, aku baru mengantarmu pulang.”Helena mengerutkan keningnya. Memberi isyarat pada Lucien untuk tidak lagi memancing emosi ayahnya. N
Last Updated: 2026-10-25
Chapter: Bab 116. Pemuas Nafsu?
“Atau kamu hanya menjadikan wanita itu sebagai pemuas nafsumu saja?”Pemuas nafsu? Selama ini Helena berusaha menepis pikiran itu dari kepalanya, tapi kali ini Roy justru mengingatkannya kembali pada semua yang telah Lucien lakukan. Pria itu seolah sedang bereksperimen dari semua imajinasi liarnya. Helena tahu itu gila, tapi yang membuatnya terlihat lebih gila adalah, dia juga menikmati itu.“Kamu tidak bisa menjawabnya, Lucien?” tanya Roy lagi. Kali ini suaranya terdengar lebih tenang. “Ekspresimu terlihat ambigu, antara mengakuinya atau kamu takut jawabanmu akan membuat dia terluka.”Roy mendekat, lalu berbisik tepat di telinga Lucien. “Kamu putraku, dan aku tahu apa yang ada di pikiranmu.”Rahang Lucien terkatup erat. Matanya menyipit menatap Roy, tapi tak ada satu katapun yang terucap. Kamar itu terasa semakin sesak. Helena yang semula menunduk, perlahan menatap kedua pria yang masih sama-sama diam. Helena bisa melihat tangan Lucien yang sudah terkepal di sisi tubuh. Tapi dia ti
Last Updated: 2026-10-25
Chapter: Bab 115. Ketahuan
“M-melakukannya?” tanya Helena. Suaranya tercekat. Pupilnya menyusut menatap kakinya yang sudah mengangkang tertahan tuas borgol. Pria itu mengangguk pelan. Ia menatap Helena lekat-lekat. “Boleh?”Helena tidak menjawab. Dia tidak mungkin menolak, karena rasa penasaran juga sudah membuat hatinya gelisah.Diamnya Helena menjadi persetujuan bagi Lucien. Lucien memanjangkan tuas borgol itu, lalu membalikkan tubuh Helena. Wanita itu memekik. Bukan karena sakit, tapi oleh rasa terkejut yang hampir membuat jantungnya copot. “Lucien, apa sebenarnya yang kamu pikirkan?” keluh Helena. Kini wanita itu sudah tidur tengkurap. Belum puas dengan aksinya, Lucien menuntun Helena untuk menungging. Pria itu menyentuh milik Helena dari belakang. “Emmhh…” Helena membenamkan wajahnya di bantal dengan tangan yang sudah meremas sprei. Merasakan tangan Lucien bergerak maju mundur di bawah sana. “Aku akan masukkan sekarang,” kata Lucien, saat Helena hampir mencapai puncaknya. Wanita itu hanya mengangg
Last Updated: 2026-10-24
Chapter: Bab 114. Mainan Baru
“Lucien, ah…” desah Helena. Helena mencengkeram bahu pria itu, berusaha menyesuaikan diri dengan kedekatan mereka. Matanya perlahan terbuka, lalu bertemu dengan tatapan Lucien yang begitu dekat. Walau belum sepenuhnya masuk, Helena sudah merasakan miliknya terasa penuh dan membengkak di bawah sana. Lucien bertumpu pada kedua tangannya, dia sedikit membungkuk, lalu mencium bibir Helena dan menekan miliknya lebih dalam. Tubuh Helena menggelinjang. “Penuh,” rancaunya. Tangannya meremas punggung Lucien, seolah meluapkan semua hasratnya di sana. “Tenanglah. Kali ini aku akan melakukannya dengan perlahan,” bisik Lucien, membuat Helena kembali membuka matanya. Wanita itu tersenyum, dia membuka mulutnya sedikit, menuntun Lucien untuk kembali menciumnya. Lucien menjaga ritmenya tetap tenang. Sesekali, tatapan mereka bertemu, seolah keduanya sedang berusaha mengingat kembali kedekatan yang sempat terenggut oleh berbagai masalah.Lucien menengadah, merasakan setiap pijatan Helena yang jus
Last Updated: 2026-10-24
Chapter: Bab 113. Milik Anda Tuan Sincalir
Lucien menangkup wajah Helena. Menatap mata coklat itu dalam. “Jangan di sini,” bisik Lucien akhirnya. Lucien menggendong Helena untuk naik ke lantai dua. Langkahnya tergesa, seolah tak ingin membuang waktu lebih lama lagi. Helena spontan melingkarkan kedua tangannya di leher Lucien, menyembunyikan wajahnya yang sudah merah di lekuk leher pria itu. “Tidak perlu berlari, aku tidak akan kabur,” kata Helena. Lucien terkekeh rendah. Dia sedikit menunduk, mengecup kening Helena sebentar. “Aku tahu. Tapi aku sudah terlalu lama menahan diri untuk tidak memelukmu seperti ini.”Helena mengangkat wajahnya. Tatapan mereka bertemu, membuat kalimat yang semula ingin dia ucapkan lenyap begitu saja. Sesampainya di lantai dua, Lucien membawa Helena ke kamar, lalu membaringkannya dengan hati-hati di atas ranjang. Untuk sesaat, mereka hanya saling menatap.“Aku benar-benar merindukanmu,” bisik Helena. Ia menyentuh pipi Lucien, mengusap rahang tegas itu.Mendengar Helena berkata seperti itu, senyum
Last Updated: 2026-10-23
Chapter: Bab 112. Kesempatan
“Diam, atau ku potong lidahmu?” Helena melirik Lucien, tak menyangka pria di sampingnya akan mengucapkan ancaman setajam itu. Tangannya refleks meraih tangan Lucien yang terkepal, berusaha menenangkannya sebelum situasi semakin memanas.“Kamu juga diam, Lucien. Biar dia menceritakan apa alasannya. Jangan dulu mencela sebelum aku meminta,” ujar Roy otoriter. Lucien memalingkan wajah, tapi tatapannya justru bertemu dengan Helena. Amarah yang menggelapkan matanya perlahan mereda saat melihat perempuan itu menatapnya dengan tenang.“Maaf,” gumamnya nyaris tanpa suara. Helena hanya mengangguk. “Sekarang jelaskan. Jangan ada yang kamu tutupi,” kata Roy. Deren langsung menegakkan tubuh. Tangannya mengepal di atas pangkuan. Matanya masih menyipit menatap Lucien dan Helena bergantian.“Aku terdesak. Awalnya, aku hanya ingin bertemu dengan putriku,” jelas Deren. “Tapi mereka terus menolak permintaanku. Sudah hampir lima bulan aku tidak bisa menemuinya. Aku tidak tahu harus melakukan apa la
Last Updated: 2026-10-23
Takdir Kedua Istri Sang Kapten

Takdir Kedua Istri Sang Kapten

Setelah masuk ke dunia novel yang dia baca, Aluna menjadi salah satu tokoh protagonis—istri dari seorang kapten militer bernama Raka. Karena tahu nasibnya akan mati tragis, Aluan berusaha untuk mengubah alur cerita. Dia menentang takdir penulis yang sudah dituliskan, dan bertekad untuk membuat cerita happy ending. Tanpa dia sadari, ada satu orang yang ternyata ikut masuk bersamanya ke dalam cerita itu.
Read
Chapter: Bab 189. Akhir Cerita Ini
“Arga,” gumam Raka pelan. Arga hanya mengulas senyum. Dia mengulurkan tangannya dengan begitu ramah. “Pasti Kapten Raka ya?” tanya Arga pelan. Namun Raka tidak langsung menjawab. Matanya terus menatap Arga dengan tajam. “Saya Arga, editor yang membantu Bu Aluna.” raka buru-buru menoleh pada Aluna yang masih bergeming. “Editor?” tanya Raka dengan suara tercekat. “Maksudnya?” Arga menarik kembali uluran tangannya. “Sudah lama, Bu Aluna tidak memberi kabar,” katanya ringan. “Katanya mau ngajuin naskah baru, tapi saya hubungi tidak bisa.” “Aku?” tanya Aluna, nyaris berteriak. Arga mengangguk samar. “Bukankah setelah kisah Kapten Raka berakhir, Bu Aluna berencana mengajukan naskah baru?” tanya Arga lagi. “Dulu sempat membahas tentang cerita yang berjudul Diary Penulis Fiksi.” “A-aku penulis?” tanya Aluna pelan. Arga tidak langsung menjawab. Matanya menyipit tanpa sadar. Perlahan tangannya meraih sesuatu di dalam tasnya. Sebuah buku bercetak tebal dengan judul Kapten Raka karya Al
Last Updated: 2026-06-10
Chapter: Bab 188. Kembali Ke Dunia Nyata
Suasana hening dalam sekejap. Tangan Aluna masih memegang tangan Raka. Bahkan jauh lebih erat dari sebelumnya. Lampu jalan yang bersinar temaram, menyorot tepat di wajah Aluna. Dia sedikit mengerjap. Mereka kini sudah berada di depan rumah sakit tempat Aluna bekerja. “Ini—” kalimat itu menggantung. Matanya mengedar memperhatikan setiap sisi. Aluna melirik Raka yang juga belum sepenuhnya sadar. “Raka… kita udah bener-bener keluar dari dunia itu?” Raka tidak langsung menjawab. Dia melepaskan tangan Aluna, lalu maju beberapa langkah. Dunia yang sama seperti yang ia tinggali sebelumnya. “Aku nggak tahu, Luna,” katanya nyaris seperti bisikan. “Semuanya sama. Aku nggak bisa membedakanya.” Aluna ikut melangkah maju. Angin malam menyentuh wajahnya pelan. Tidak ada retakan di langit, tidak ada kalimat-kalimat aneh yang muncul tiba-tiba, dan tidak ada juga perasaan seperti sedang diawasi. Semuanya terlalu normal. Aluna menggenggam tangan Raka, membuat pria itu menoleh ke arahnya. “Raka,
Last Updated: 2026-06-09
Chapter: Bab 187. Perpisahan
Tidak ada yang langsung menjawab. Baik Aluna ataupun Raka, mereka justru saling bertemu tatap dan tak percaya apa yang Rengganis katakan. “Dr. Aluna,” ujar Rengganis. Gadis itu maju satu langkah. Dia meraih kedua tangan Aluna. “Bahagia, ya…” katanya. Aluna menggeleng tanpa sadar. Dia melepaskan tangan Rengganis dari tangannya. “Jangan ngomong kayak orang yang mau pergi,” bisiknya lirih. Kedua matanya sudah memanas. “Aku nggak suka. Kita bisa pikirin jalan keluar lain.” Senyum Rengganis perlahan memudar. Namun gadis itu tidak terlihat terkejut. Seolah dia memang sudah menduga Aluna akan mengatakan hal itu. “Aku cuma pengen lihat akhir cerita ini,” katanya pelan. “Aku udah banyak bikin kalian menderita. Sekarang, aku bakal nepatin janji aku—” “Nggak!” potong Aluna tegas. Dadanya sudah naik turun dengan sangat cepat. Dia mundur satu langkah. “Kamu pikir semuanya sesederhana itu? Lihat! Sindi, orang tua aku bahkan ada di dunia ini. Terus kamu minta aku balik ke dunia sama Raka,
Last Updated: 2026-06-08
Chapter: Bab 186. Aku suka Dunia ini
Aluna mengangguk samar. Walau sulit, dia berusaha mengulas senyum.Keduanya langsung menuju UGD—dimana orang bernama Rengganis ada di sana. “Aluna!” Sindi langsung menarik tangan Aluna yang baru saja masuk ke dalam lobi. “Lama banget datangnya. Ayo buruan. Dia nunggu kamu di ruang istirahat staf.” Aluna mengernyit. Dia menahan dirinya. Membuat Sindi refleks ikut mundur selangkah. “Kenapa jadi di ruang istirahat?” tanya Aluna heran. Kedua alisnya sudah saling bertaut. “Bukannya dia sakit?” Sindi tidak langsung menjawab. Dia bahkan masih bingung dengan apa yang dia lihat. “Kenapa malah ngelamun?” suara berat Raka membuat Sindi mengerjap pelan. Dia melirik Raka yang sudah melipat kedua tangannya di depan dada. “Kamu bilang tadi dia kritis, terus kenapa bukan di UGD atau ICU, malah di ruang istirahat staf.”“Aneh,” ujar Sindi pelan. “Aneh banget pokoknya. Pertama kali dia datang, mukanya pucat kayak nggak ada darah yang mengalir di tubuhnya. Tapi pas aku… pas aku…” Sindi menggantung
Last Updated: 2026-06-07
Chapter: Bab 185. Dunia yang kembali berubah
Raka tidak memberi Aluna kesempatan untuk berpikir terlalu lama. Pria itu segera mengambil kunci mobil dan jaketnya. Wajahnya masih tegang. Bahkan sejak mendengar nama Rengganis beberapa menit yang lalu, Raka belum benar-benar bisa berpikir jernih. Mobil melaju dengan cepat tanpa banyak bicara. Raka sesekali melirik Aluna yang sudah pucat pasi. “Luna…” Raka menggenggam tangan Aluna yang sudah dingin. Wanita itu menoleh perlahan. “Tenang, ya. Kita kan belum tahu dia Rengganis yang kamu kenal atau bukan.” Aluna tidak langsung menjawab. Namun matanya tiba-tiba memicing saat melihat jalanan di depan mereka yang tampak transparan. “Ra-Raka…” tangan Aluna menunjuk ke arah depan dengan gemetar. “Itu apa? Kenapa jalannya jadi gitu?” Raka buru-buru memalingkan wajahnya. Alih-alih menghentikan laju mobil, dia justru menancap gas semakin dalam. “Pegangan, Aluna!” seru Raka. Aluna refleks mencengkeram dashboard mobil. Napasnya tercekat ketika jalan raya di depan mereka mulai berubah. A
Last Updated: 2026-06-06
Chapter: Bab 184. Orang Yang Ingin Berkorban
Raka menatap Aluna dengan mata yang sudah merah. Rasa bersalah yang ia tanggung akibat melenyapkan Aisar masih menghantui. Dia tidak ingin menambah lagi, dengan mengorbankan Rengganis. “Apa lagi dia manusia dari awal,” ujar Raka lirih. Kening yang berkerut, kini mulai mengendur. Raka menunduk dalam. “Mana mungkin aku tega mengurungnya di tempat ini.” Aluna tidak langsung menjawab. Rencana Rengganis memang gila. Dia bahkan sempat menolaknya, tapi saat bertemu dengan Raka lagi, perasaannya untuk ingin tetap bersamanya semakin besar. “Aku tahu,” gumam Aluna lirih. “Aku juga tahu ini salah, Raka. Tapi mau sampai kapan? Mau sampai kapan kita terus dihantui rasa takut?”Belum sempat Raka menjawab, tiba-tiba ponsel Aluna berdering. Keduanya refleks menoleh ke arah nakas, dimana ponsel itu tergeletak dengan layar menyala. “Sindi,” ujar Aluna sambil memperlihatkan layar ponselnya. “Kayaknya penting, udah ada banyak panggilan masuk dari dia ternyata.”Raka mengangguk. “Angkat aja,” katanya.
Last Updated: 2026-06-04
Pelayan Kesayangan Sang Pangeran

Pelayan Kesayangan Sang Pangeran

Demi melunasi hutang ibu tirinya, Elowen Virelle dijual di rumah bordil dan melayani seorang pria misterius. Setelah diusir dari desa karena dianggap aib, ia hampir menyerah sebelum diberi kesempatan kedua untuk hidup lebih baik; yaitu bekerja sebagai pelayan di kerajaan. Namun hidupnya tak berjalan mulus begitu saja, ia berhadapan langsung dengan Aisar Leonel, sang pangeran yang diasingkan. Dan Elowen menyadari satu hal mengejutkan—sang pangeran adalah pria yang membelinya malam itu!
Read
Chapter: Bab 195. Epilog
Sudah sekitar dua pekan Aisar dinobatkan sebagai raja. Dia tidak menyangka kalau kehidupannya akan benar-benar berubah. Bahkan untuk sekedar bertemu dengan Elowen saja sulit. “Kenapa, Baginda?” tanya Silas saat mendengar hembusan napas kasar Aisar. “Ada yang mengganggu pikiran Baginda hari ini?” Aisar melirik sekilas, lalu mendengus kasar. “Kalau tahu jadi raja akan sesibuk ini, aku malas menerima tahta ini.” Aisar menopang wajah dengan kedua tangannya. Di depannya ada banyak dokumen yang harus dia lihat. Namun belum sempat kembali berucap, Aisar tak sengaja melihat Elowen yang hendak pergi ke perpustakaan. Pria itu bangkun dengan ekspresi yang sumringah. “Kerjakan ini dulu, Silas. Aku ada misi rahasia,” katanya. “Maksud Tuan—” Aisar hanya mengangkat tangannya sambil berlalu. “Ini lebih penting dari tugas kerajaan—Elowen!” seru Aisar. Mendengar suara itu, Silas hanya menatap punggung Aisar lelah. “Atau mungkin Baginda Dominique memang terlalu cepat mengangkatnya sebag
Last Updated: 2026-07-24
Chapter: Bab 194. Raja Veloisea
Tiga minggu telah berlalu sejak nama Lady Isabella Veloisea dan Keluarga Virelle dipulihkan.Musim semi akhirnya benar-benar datang ke Kerajaan Veloisea. Taman-taman istana dipenuhi bunga yang bermekaran. Bendera kerajaan berkibar di setiap sudut kota, sementara jalan utama dipenuhi rakyat yang sejak pagi sudah berbaris rapi.“Apa Anda gugup Tuan?” tanya Silas. Aisar tahu itu bukan pertanyaan biasa. Dia menoleh, lalu tersenyum. “Sejak kapan aku gugup? Bukankah kau tahu aku ini selalu percaya diri dan berani?”Silas tersenyum lalu mengangguk. Dia lega, akhirnya perjuangan Aisar selama ini sampai di titik yang tidak pernah mereka duga sebelumnya. “Mulai hari ini yang Tuan genggam bukan hanya kuas dan cat air, tapi kerajaan dan mahkotanya,” goda Silas lagi. Aisar tidak langsung menjawab. Dadanya sedikit membusung dengan kedua tangan terkepal kuat. “Entahlah, Silas. Rasanya melukis lebih mudah daripada memegang tahta,” katanya. Suara terompet kerajaan menggema dari segala penjuru is
Last Updated: 2026-07-23
Chapter: Bab 193. Nama Yang Dipulihkan
“Baginda Raja Veloisea telah tiba!” Suara terompet penyambutan, membuat seluruh bangsawan berdiri serempak. Mereka membungkuk hormat, sambil sesekali melirik Aisar yang masih tertatih dibantu oleh Elowen dan Silas. “Kenapa Tuan tidak mau disambut?” bisik Silas. Aisar hanya terkekeh. “Tidak usah. Buat apa, aku tidak biasa mendapat sambutan seperti itu. Aku kan sudah ada yang menyambut.” Silas berkedip ringan. Dia sepertinya jadi penghalang mutlak dua orang yang dimabuk cinta ini. “Baiklah, baiklah.” Aula utama Kerajaan Veloisea kembali dipenuhi para bangsawan. Tidak ada lagi bisikan-bisikan kecil yang terdengar. Semua orang berdiri dengan wajah tegang, menunggu keputusan terakhir yang akan mengubah sejarah kerajaan. Dominique duduk di atas singgasana dengan sorot mata yang jauh lebih tenang dari sebelumnya. Di sisi kanannya, Aisar duduk di kursi yang telah disiapkan tabib. Wajahnya masih pucat, tapi tatapannya tetap setajam biasanya. Elowen berdiri tepat di sampi
Last Updated: 2026-07-23
Chapter: Bab 192. Sebuah Penebusan Dosa
“Aisar maafkan aku… Aku mohon jangan hukum Aurelia. Tolong... dia tidak bersalah.” Aisar tidak langsung menjawab. Tatapannya hanya diam menatap pria yang kini berlutut di hadapannya. Sulit dipercaya, pria yang dulu selalu berdiri dengan kepala tegak dan penuh kesombongan kini bahkan tidak berani mengangkat wajahnya. “Adrien—” gumam Aisar pelan. Adrien kembali menangis. Bahunya bergetar hebat. Matanya yang basah menatap Aisar. “A-aku memang pantas menerima semua hukuman ini. Aku pantas dipenjara. Aku pantas kehilangan segalanya. Tapi Aurelia, kau tau dia hanya mengikuti ibuku. Dia tidak pernah mengangkat pedang kepadamu. Dia hanya terbawa arus, Aisar.” Dominique ikut memperhatikan putra yang selama ini selalu dibelanya. Baru kali ini Adrien benar-benar mengakui kesalahannya. “Bagaimana dengan Elowen?” tanya Aisar datar. Adrien perlahan menoleh. “Dia yang sudah kau tusuk dengan belati dan melawan rasa sakitnya.” Tatapannya bertemu dengan Elowen yang sejak tadi berdiri di samping
Last Updated: 2026-07-22
Chapter: 191. Seorang Pecundang
“Pangeran Adrien. Dia mengamuk dan ingin bertemu dengan Tuan Muda. Dia bahkan berhasil melukai satu prajurit.” Senyum di wajah Aisar perlahan memudar. Tatapannya langsung beralih kepada Dominique yang juga tampak mengernyit. “Dia masih ingin melawan?” tanya Dominique dingin. “Adrien memang tidak bisa diberi kesempatan sedikit saja.” Silas menggeleng pelan. Dia melirik Aisar yang sepertinya memikirkan hal yang sama. “Tidak, Baginda. Keadaannya sedikit berbeda,” ujar Silas. Dia menatap mereka silih berganti, lalu berhenti pada Elowen. “Dia mungkin memang ingin bertemu dengan Tuan Muda dan Elowen.” “Maksudmu?” tanya Dominique. “Dia—” “Mungkin dia ingin minta maaf,” kata Aisar. Dia kembali bersandar karena rasa nyeri datang lagi. “Tuan, berbaringlah… lukanya masih basah,” ujar Elowen khawatir. Aisar hanya menggeleng, lalu menarik gadis itu duduk di sampingnya. “Coba jelaskan lagi.” Aisar kembali menatap Silas. Namun Silas tidak langsung menjawab. Dia melirik Dominique taku
Last Updated: 2026-07-21
Chapter: Bab 190. Maaf Yang Terlambat
“Minta maaflah pada ibuku.”Kalimat itu menggantung di dalam ruangan. Tidak ada seorangpun yang berani mengeluarkan suara. Bahkan Elowen yang masih menggenggam tangan Aisar ikut menahan napas.Dominique membeku di tempatnya. Tatapannya tidak lagi mengarah kepada Aisar, melainkan kepada lantai marmer yang terasa begitu dingin di bawah kakinya.Permintaan itu jauh lebih berat daripada hukuman apa pun.Aisar menghela napas pelan. Luka di perutnya kembali berdenyut hingga membuat wajahnya sedikit meringis.“Sejak kecil aku tidak pernah meminta Ayah mengakuiku,” ujarnya dingin. “Aku juga tidak pernah meminta Ayah mencintaiku. Dan sekarang, aku hanya ingin nama ibuku dibersihkan.”Dominique perlahan mengangkat wajahnya. Sorot matanya mulai memerah menatap mata Aisar yang masih sayu.“Ibumu adalah wanita yang paling baik yang pernah kutemui,” gumam Dominique lirih. “Aku semakin bersyukur karena dia memberiku putra sepertimu—”“Lalu kenapa Baginda membiarkan semua orang menghinanya?” Kalimat
Last Updated: 2026-07-20
You May Also Like
ME AND PRINCE
ME AND PRINCE
Romansa · Jemyadam
981.9K views
Terpaksa Menikah dengan CEO
Terpaksa Menikah dengan CEO
Romansa · desstinna1201
974.5K views
Bos, Jangan di Sini!
Bos, Jangan di Sini!
Romansa · Olivia
973.8K views
ONE NIGHT STAND
ONE NIGHT STAND
Romansa · Herofah
962.4K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status