
Takdir Kedua Istri Sang Kapten
Sinopsis
Seorang wanita muda yang tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah begitu drastis. Dia masuk ke dalam dunia novel yang sering ia baca.
Ia terbangun di tubuh wanita lain bernama Aluna Rengganis, yang telah menikah dengan Kapten Raka Juang Mahardika—perwira militer yang terkenal dingin, tegas, dan hampir tidak pernah pulang ke rumah.
Masalahnya, Aluna mengetahui satu hal yang mengerikan. Ia berada di dalam sebuah cerita tragis.
Dalam cerita aslinya, Aluna Rengganis adalah istri yang membenci suaminya sendiri. Ia memaksa perceraian, menolak segala kebaikan Raka, dan akhirnya mati sendirian setelah terjebak dalam sebuah konspirasi yang menghancurkan hidupnya.
Namun jiwa yang kini berada di tubuh itu bukan lagi wanita yang sama.
Aluna yang baru justru melihat sesuatu yang berbeda pada Kapten Raka—seorang pria yang diam-diam melindungi banyak orang, tetapi tidak pernah tahu bagaimana cara mencintai.
Jika ia mengikuti alur cerita aslinya, maka kematian menantinya.
Karena itu, Aluna memutuskan untuk melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh wanita sebelumnya.
Ia akan mengubah takdirnya.
Mulai dari satu hal yang paling mustahil:
membuat Kapten Raka jatuh cinta padanya … sebelum takdir membunuhnya lebih dulu.
Namun Aluna tidak menyadari satu hal.
Saat Kapten Raka akhirnya mulai membuka hatinya, takdir yang lebih kejam justru mulai mendekat.
Dan kali ini, kehilangan Aluna mungkin akan menghancurkan sang kapten selamanya.
Baca
Chapter: 127. Orang Yang Terlibat Dari anak tangga pertama, Raka sudah bisa melihat Dion yang masih berdiri tegak menunggunya. Wajahnya serius—tidak seperti biasanya yang cenderung santai. Dion langsung memberi hormat dan meminta izin untuk melapor. Setelah mendapat persetujuan, barulah dia mulai menceritakan maksud kedatangannya. “Maaf ganggu malam-malam,” katanya singkat. “Tapi ada hal yang harus Kapten tahu.” “Apa?” Dion melirik sekilas ke arah Aluna yang ternyata ikut turun, lalu kembali ke Raka. “Aisar… Kapten,” katanya. “Sepertinya besok bukan cuma sidang biasa.” Dia memberikan selembar kertas yang diamanatkan untuk Raka. Raka menatap selembar kertas itu dengan mata sedikit menyipit. “Apa ini? Dari siapa?” “Surat itu turun langsung dari Jendral, Kapten!” serunya. “Tadi siang, Jendral datang dan melaksanakan rapat mendadak dengan petinggi militer di markas utama. Ada Letkol Arga dan juga ayah Jendral Toni—” “Jendral Toni? Ayah Sabrina?” ulang Raka. Dia mengangkat tangannya, memberi isyarat
Terakhir Diperbarui: 2026-04-27
Chapter: 126. Curahan Hati AlunaAluna duduk di tepi kasur. Tidak biasanya dia segugup ini. Raka masih mandi. Kebiasaan pria itu memang selalu mandi saat hendak mau tidur. Semalam apapun, dia pasti tidak akan meninggalkan rutinitas itu. Aluna langsung menegang kala melihat Raka yang baru keluar kamar mandi dengan telanjang dada. Sisa air masih mengalir di tubuh bagian atasnya. Belum lagi rambut basah yang membuat aura pria itu semakin terpancar. “Belum tidur?” tanya Raka santai. Dia mengeringkan rambutnya, sambil menggerak-gerakkan lehernya. Tidur duluan aja, ya. Dion mau datang sebentar lagi.” Entah kenapa, ketika Raka bicara seperti itu, ada rasa kecewa yang sedikit menusuk hatinya. Aluna sampai tidak sadar kalau dia sudah mendengus kasar dan membuang muka. Merasa ada yang aneh, tanpa peduli dengan dada dan otot-ototnya, Raka langsung duduk di samping Aluna. Tangan yang semula sibuk mengeringkan rambut, perlahan turun. Dia memiringkan wajahnya, menatap Aluna lebih dalam. “Kamu marah?” tanya Raka pelan. “A
Terakhir Diperbarui: 2026-04-27
Chapter: 125. Keputusan Aluna Aluna tersenyum tipis. Bohong kalau dia tidak ragu. Bohong, kalau dia tidak menyayangi semua jerih payahnya. Tapi semua sudah menjadi keputusan. Dia sudah menganggap kalau pertemuan ini memang sudah menjadi jalan takdirnya. “Apa itu benar-benar hidupku?” tanya Aluna. Justru pertanyaan itu yang keluar dari mulutnya. Pertanyaan itu membuat Raka terdiam lagi. Aluna menunduk sebentar, lalu kembali menatapnya. Dengan tatapan yang lebih tenang dan lebih jujur. “Aku emang hidup di sana, tapi aku nggak merasa hidup,” lanjutnya pelan. “Semua berjalan seperti kewajiban. Aku bangun, kerja, pulang. Besoknya ulang lagi. Aku bahkan nggak ingat kapan terakhir kali aku merasa benar-benar bahagia di sana. Semuanya terasa begitu monoton.” Raka menggertakkan rahangnya pelan. Pupilnya menyusut. Dia tidak tahu kalau hidup Aluna sebenarnya serumit itu. Bahkan kalau diingat, masa kecilnya bersama sang mama mungkin jauh lebih baik dari kisah hidup Aluna. “Aku nggak bilang hidup Aku di sana buru
Terakhir Diperbarui: 2026-04-26
Chapter: 124. Menerima TakdirAluna bangkit dari duduknya. Matanya masih menatap ke arah gerbang. Di mana tulisan itu berada. Lambat laun, cahaya yang membentuk tulisan itu mulai memudar. Seperti sebuah asap yang mulai hancur tersapu angin. Perlahan, Raka mulai menggenggam tangan Aluna. Membuat dia menoleh ke arah pria yang ternyata sudah lebih dulu menatapnya. Raka sudah tersenyum. ada kelegaan yang terpancar dari wajah tegas itu. “Kamu bilang… kamu mau happy ending,” ujar Raka dengan suara yang nyaris seperti bisikan. Aluna hanya mengerjap pelan. “Ini mungkin akhirnya. Kita sudah bahagia, dan villain dari cerita ini juga sudah terungkap.” Entah kenapa, ucapan Raka sama sekali tidak membuatnya lega. Villain utama? Aisar? Jelas bukan Aisar. Lagi pula, yang dia tahu, setiap tokoh yang keluar dalam cerita pasti memiliki tujuan dan plot sendiri. Dan di cerita ini, masih banyak tokoh yang menggantung dan perannya belum terasa sama sekali. Sabrina, Andi, Arga, bahkan Dion dan Jenderal yang sering disebutkan.
Terakhir Diperbarui: 2026-04-26
Chapter: 123. Cerita Ini Akan Berakhir? Raka kembali melingkarkan kedua tangannya di pinggang Aluna. Menghirup dalam aroma tubuh wanita itu yang tidak pernah membuatnya bosan. Dari kejauhan, suara prajurit masih terdengar, meskipun mereka sudah berlari menjauh. Beberapa bahkan masih sempat melambaikan tangan, membuat Aluna semakin salah tingkah. “Kamu tahu… ucapan kamu yang berhasil membuat Kolonel Andi terpojok, berhasil membuat gosip baru di markas,” ujar Raka, kini dia sibuk memainkan ujung rambut Aluna yang tergerai. “Gosip apa? Kata siapa?” “Dion… dia yang bercerita. Serius kamu tidak tahu alasannya?” taya Raka dengan sebelah alis terangkat. Aluna hanya menggeleng samar. Dia masih merasa kalau apa yang dia katakan pada Kolonel Andi dua bulan yang lalu adalah hal yang wajah. Raka menarik napas panjang. Dia menyandarkan wajahnya di perut Aluna. “Kolonel tidak pernah bisa
Terakhir Diperbarui: 2026-04-25
Chapter: 122. BerbincangTanpa banyak bicara, Rengganis mengambil ponselnya, lalu masuk ke platform online itu. Namun belum ada chapter baru. Sindi yang menyadari itu, kembali mengernyit. Dia meremas papan kerani yang ada di genggamannya. “Ada apa? Apa terjadi sesuatu?” Rengganis tidak menjawab, tapi hanya dengan membalas tatapannya saja, Sindi sudah tahu kalau ada sesuatu yang tidak beres yang sedang terjadi. Sementara itu di dunia cerita, sudah ada dua bulan setelah insiden itu terjadi. Raka sudah mulai pulih, Andi terbukti tidak bersalah, Arga diturunkan dari pangkatnya, dan Aisar masih ada di dalam penjara. Semuanya berjalan sesuai yang Aluna inginkan. Hanya satu yang tidak ia tahu kabarnya. Sabrina. Wanita itu seperti ditelan bumi. Dia bahkan selalu meminta informasi dari Dion, tapi tetap tidak mendapat jawaban. “Kamu lagi apa?” tanya Aluna, ketika melihat Raka yang sedan
Terakhir Diperbarui: 2026-04-25