Compartir

Deg-deg-an Apa Ini?

Autor: Chani yoh
last update Última actualización: 2025-12-21 01:20:47

“Astaga! Dia sudah ... tidur?!”

Thea telah menunggu sedari tadi dengan merebahkan dirinya di atas tempat tidur. Walaupun dia sudah berganti pakaian menjadi dress tidur yang lebih kalem, tapi tetap saja Thea menunggu dan menanti kedatangan Hudson di kamarnya.

Rasa-rasanya dia tak percaya jika godaannya yang sangat panas kali ini bisa gagal.

Dia sudah merendahkan dirinya seperti pemain film biru padahal dia masihlah perawan yang polos.

Dan setelah dia bertingkah seperti itu ternyata segala godaannya itu masih juga tidak ditanggapi! Keterlaluan!

Thea penasaran karena Hudson tidak kunjung mendatanginya sehingga dia pun bergegas menuju kamar Hudson.

Baru juga masuk, dia melihat Hudson sudah meringkuk di atas ranjang. Bahkan pria itu mengeluarkan dengkuran yang cukup besar dan membuat peta di bantal.

“Huh! Dikirimin video syur malah molor! Seharusnya kamu itu yang mendapat predikat penyuka sesama!” gerutu Thea pada Hudson yang tertidur nyenyak.

Memang mereka menikah dengan sebuah perjanjian rahasia antara mereka saja.

Hudson sedang dikejar ayahnya untuk segera menikah demi kelancaran estafet memimpin bisnis keluarga mereka.

Thea menerima tawaran Hudson karena dia sendiri sedang terjerat rumor bahwa dia seorang lesbian. Rumor itu sudah membuat kariernya sebagai model hancur.

Jadi, Thea merasa ide menikah dengan Hudson adalah jalan keluar instan dari rumor.

Dia bisa membuktikan pada publik bahwa dia bukanlah seorang lesbian.

Harapannya kariernya bisa kembali lagi. Namun, tampaknya publik tidak bisa dengan mudah ditipu.

Tidak ada bukti kemesraan antara dirinya dengan Hudson sehingga karier dan nama baik Thea tidak kunjung kembali.

Sungguh miris ketika Thea mengenang rumor yang didapatnya dengan keadaannya yang sekarang yang merendahkan diri dan menggoda seorang pria! 

Hatinya kesal dan kecewa.

Lagi-lagi godaannya gagal total.

Thea pun memutuskan kembali ke kamarnya untuk tidur. Dia tidak mengecek ponselnya lagi.  

Sementara Thea berlayar dengan membawa rasa kesal ke alam mimpinya, Huggo masih bersusah payah mengendalikan dirinya saat melihat apa yang tertayang di layar ponselnya.

Bukan saja dia menyemburkan wine sehingga membuat kakak perempuannya marah atas tingkah lakunya yang di luar etiket makan bersama, sialnya lagi ponselnya sedang dalam level volume yang cukup kencang.

Desahan Thea terdengar jelas sehingga seluruh mata kini memandangnya dengan tuduhan beragam.

“Wow, Huggo ... kau tidak bisa menunggu sampai rumah apa untuk menonton film begituan?” Salah satu sepupunya mengejeknya.

Lalu sepupu lainnya, yang duduk tepat di sebelahnya dan sempat melihat sekilas isi videonya langsung menyela, “Wuiiih, sepertinya kiriman spesial. Apa kiriman dari pacarmu, Huggo?"

“Dia sudah punya pacar?” Yang lain pun ikut menimpali.

"Mana kutahu! Tapi video tadi sepertinya dikirim dari seseorang yang sedang 'mengundang'. Kalau bukan pacarnya, berarti penggemarnya!"

“Jadi, kau sudah punya pacar, Huggo? Atau itu dari penggemarmu? Kalau kau tak mau menanggapi, berikan saja kepada kami, hahahah!"

Percakapan hangat dan sopan berubah menjadi dirty talk dalam sekejap.

Dengan semua mata menatapnya ‘berbeda’ kali ini, Huggo benar-benar geram.

Semua ini membuat kemarahannya mencuat dan dia sudah tak sabar ingin bertemu tatap dengan Thea besok di kantor.

Entah dia akan memecat Thea atau memberinya hukuman lain!

Esok paginya ...

Thea bangun pagi dan mandi lalu membuat sarapan.

Setelah selesai, bertepatan dengan Hudson yang keluar dari kamar dalam keadaan telah siap ke kantor.

“Sarapan dulu, suami tercinta! Sudah kubuatin sandwich keju kesukaanmu.”

Thea memang senang memanggil Hudson dengan panggilan super mesra, sekalipun di antara mereka tidak ada cinta.

Karena Thea tahu panggilan itu bisa membuat Hudson mual dan itulah yang membuatnya senang.

Hanya saja, tiga bulan mendengar panggilan sayang seperti itu, Hudson kini sudah kebal. Dia tidak lagi mual atau sekadar mendelik pada Thea setiap dipanggil 'suami tercinta'.

Thea lalu meletakkan sandwich keju di piring dan meletakkannya di tempat yang biasanya Hudson duduki.

Tapi pria itu masih sibuk dengan dasinya.

Thea melihat Hudson kesulitan mengikat dasi, tapi dia tak berniat membantu Hudson.

Dia masih kesal pada kejadian semalam.

“Aku tidak sarapan. Aku ada meeting pagi. Snack di meeting bisa untuk breakfast.”

“Oke!” sahut Thea dengan entengnya.

Walau kecewa, ini sudah biasa. Masakannya tidak disentuh Hudson.

Ya, mau bagaimana lagi? Toh mereka menikah juga hanyalah perjanjian di atas kertas semata.

Thea pun membungkus sarapan Hudson untuk dibawanya ke kantor. Dia bisa memberikannya pada petugas bersih-bersih di kantor.

Mereka pun menaiki mobil bersama meski kantor mereka berbeda. Biasanya Hudson akan mengantarnya terlebih dahulu.

Ketika Thea sudah tiba di kantor dan sedang menaiki lift menuju lantai 20, hatinya tiba-tiba gelisah tanpa dia ketahui apa sebabnya.

Thea hanya berusaha menepis semua rasa itu.

Tiba di mejanya, Thea pun mulai bersiap. Dari menyalakan komputer lalu mengecek jadwal yang telah disimpannya di ponsel.

Saat itulah dia baru menyadari ponselnya ketinggalan.

“Aduh, pastilah tertinggal di kamar mandi,” gerutunya pada dirinya sendiri.

Tanpa dia ketahui, saat itu Si Boss Hipertensi pun melewati ruangannya lalu masuk ke Ruang Presdir.

Lima detik berikutnya, dering telepon di meja Thea berbunyi.

“Halo, selamat pagi dengan saya The-”

“Datang ke ruanganku!” ujar suara Boss Huggo dari balik telepon. 

Seharusnya nada suara tegas nan keji seperti ini sudah merupakan makanan sehari-hari Thea sejak menjabat sebagai sekretaris Tn. Huggo.

Tapi entah mengapa kali ini terdengar agak berbeda. Sepertinya ada kemarahan personal di nada ketusnya itu.

“Baik, Pak,” ujar Thea dengan menabah-nabahkan hatinya sendiri.

Dia tidak boleh gentar.

Mungkin pak boss sedang ada masalah dengan mantan istrinya. Mungkin juga dengan pacar barunya. Atau Pak Boss baru menyadari bahwa yang jatuh cinta padanya kini adalah kaum adam yang bertulang lunak?

Atau justru yang ... macho?

Thea terkikik sendiri membayangkan bagaimana dia melecehkan pak boss di pikirannya.

"Haiiizz, Thea, jangan berasumsi sendiri!" Thea memarahi dirinya sendiri seraya bangkit dan menuju ruangan Pak Boss.

Tidak perlu takut jika tidak melakukan hal yang salah.

Thea pun bangkit dan menuju ruangan Tn. Huggo.

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App

Último capítulo

  • Salah Kirim Video, Pak Boss Jadi Tergoda   Bukan Selamat Pagi, Pak, Tapi ...

    Wajah Thea ternyata cantik juga. Kenapa lima bulan dia memiliki Thea sebagai sekretaris, dia tak pernah merasa Thea cantik?Baru kali ini, ketika dia melihat wajah itu meski menatapnya dengan kedua mata membelalak horor, seperti putri cantik berjiwa nenek lampir dari neraka.Sungguh mengerikan.Tapi sebenarnya Huggo masih sanggup mengabaikan pelototan mata itu, karena Thea masih begitu cantik.Tubuhnya pun harum yang unik. Tidak pernah ada sebelum ini wanita yang beraroma seperti ini.Atau jangan-jangan Thea sudah memiliki parfume pemikat pria sebelum perusahaannya memproduksi parfume ini?Wah, jika iya ... keterlaluan!Ini berarti Thea sudah mengalahkannya secara diam-diam.Dan untuk alasan ini juga, Huggo semakin bertekad untuk menaklukkan Thea sebagai sekretaris plus-plus-nya.Dia mengabaikan tatapan horor Thea dan mulai mengarahkan bibirnya untuk membekap bibir Thea.Tapi tiba-tiba ...Kriuk ... kriuk .

  • Salah Kirim Video, Pak Boss Jadi Tergoda   Target Berikutnya!

    Langit terlihat cerah ketika Shania bangun tidur dan membuka tirai jendela di kamarnya.Di pandanginya sejenak langit yang cerah, dihirupnya udara yang segar, serta kedamaian pagi yang jarang-jarang didapatnya sebelum perceraian ini.Kali ini, sekali ini hidupnya terasa sempurna. Memiliki rumah mewah yang adalah miliknya sendiri sungguh memberinya kebanggaan tersendiri.Shania mengisi paru-parunya dengan udara sebanyak mungkin, lalu tatapannya terhenti pada rumah yang baru saja didatanginya semalam.Rumah itu terlihat menjulang tinggi sendiri. Megah dan terlihat agung. Dan dari yang pernah disampaikan property agent kompleks perumahan ini sebelum dia meminta Howard membelikannya rumah ini, rumah yang didatanginya semalam itu memiliki pekarangan luas di depan dan samping. Lalu di belakang terdapat taman alami yang luas beserta danau pribadi.Itu rumah impiannya, tapi sayang sudah ada yang punya.Tapi tak apa, setelah semalam bertemu dengan ny

  • Salah Kirim Video, Pak Boss Jadi Tergoda   Seksi Lho ...

    Shania sangat ramah dan mudah memimpin percakapan. Dia banyak bertanya dan begitu riang dan murah senyum sehingga Thea cukup nyaman berbincang dengan Shania.Sepanjang percakapan ringan mereka, Shania cukup memancing banyak hal dari Thea. Hal-hal tentang kehidupan pribadi. Thea cukup kewalahan sehingga dia pun harus memutar otaknya, menghalukan dirinya menjadi istri Tn. Huggo demi bisa memberikan jawaban yang meyakinkan pada Shania.Dengan mudahnya, Shania percaya dan mulai membangun bayangan tentang pasangan di rumah ini.Dari jenis rumahnya, rumah ini tipe paling mewah dan luas. Sudah pasti bukan orang biasa. sungguh Thea sangat beruntung bisa memiliki suami yang memiliki rumah seperti ini.Dengan yakin, Shania menanamkan dalam hatinya, suami Thea adalah target incarannya yang berikutnya.Dia tidak mungkin menjadi seorang wanita single dalam waktu lama. Itu bukan gayanya.Di tengah percakapan mereka, tatapan Shania kembali menelusuri Thea. Di matanya, tampilan Thea seperti baru aka

  • Salah Kirim Video, Pak Boss Jadi Tergoda   Kejutan Malam

    Selama dua tahun ini hasrat Huggo seperti sponge yang diikat hingga ke dasar laut.Tapi malam ini, ketika melihat Thea dalam balutan gaun yang dia pilih sendiri, dengan warna favoritnya sendiri, sponge itu tak mampu ditahan lagi. Dia terus mengambang hingga akhirnya sanggup memutuskan tali pengikatnya.Begitu tali pengikat terputus, sponge langsung melesat ke permukaan laut dan mengambang di sana, terombang-ambing ombak.Begitulah apa yang dirasakan Huggo terutama ketika dia mencium Thea dan mendapatkan balasan yang sama semangatnya.Sekalipun ciuman Thea terasa amatir, tapi semangatnya bisa dia rasakan.Ini seperti menambah bahan bakar turbo untuk mendorong lesakan sponge ke permukaan laut.Pagutannya semakin berani, semakin dalam dan ketika respon tubuh Thea seirama dengan respon tubuhnya, Huggo mulai meraba tubuh itu dengan tangannya sendiri.Pada mulanya, jari jemarinya merayap di leher Thea, merasakan lembut dan halusnya kulit wanita itu, serta denyut nadinya yang terasa memburu d

  • Salah Kirim Video, Pak Boss Jadi Tergoda   Obsesi Gila!

    Thea tidak siap. Lahir maupun batin, dia tidak siap dicium apalagi oleh seseorang yang tekanan darahnya selalu tinggi seperti Pak Boss satu ini.Masalahnya, Huggo tidak peduli Thea siap atau tidak.Dia seperti iguana yang tertusuk duri di bokongnya sehingga tubuhnya melesat dalam lompatan gesit, lalu bibirnya mendarat dan menghisap penuh hasrat bibir Thea.Thea tidak ingin membalas, tapi entah mengapa setiap saraf bibir dan lidahnya malah merespon dengan penuh sama semangatnya.Pagutan yang tercipta seolah berasal dari dua insan yang lama terpisah, lalu bertemu untuk melepas rindu yang telah dipendam di relung hati._____Malam mulai larut.Langit semakin kelam namun ada keindahan tersendiri saat hamparan karpet hitam semakin bertaburan berlian-berlian kecil.Sebuah mobil SUV warna emas metalik memasuki halaman rumah yang bertetangga dengan Huggo.Dua orang wanita turun dari mobil dan memasuki rumah.“Nasibmu masi

  • Salah Kirim Video, Pak Boss Jadi Tergoda   Apa Katamu Tentangku?

    Thea merasa aneh dengan semua yang ada pada dirinya, juga sekitarnya pada malam ini.Seperti saat ini, setelah Pak Boss memesankan makan malam ke rumah, lalu dia diminta mulai bekerja lembur.Sudah 30 menit dia diharuskan menulis surat perkenalan dan undangan makan bersama untuk rekan kerja Pak Boss.Dia diberikan contoh surat, lalu diminta menuliskan 5 surat yang berbeda tentang ajakan perkenalan resmi, lalu 5 lagi untuk undangan perjamuan makan malam bersama.Semakin dia mempelajari kata demi kata baku yang harus digunakan, juga bagaimana caranya membuka surat, lalu menutupnya dengan sopan dan ramah, Thea merasa yakin bahwa sekretaris bukanlah bidangnya.Dan dengan demikian dia pun semakin menyesali keputusannya untuk melarikan diri dari masalahnya dengan menjadi sekretaris.Belum lagi, dress merah marun yang dipakainya begitu seksi dan tipis. Dan belahan pahanya membuat Thea serba salah dalam duduknya.Lalu, di benak Thea dia

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status