Share

Bab 274

Penulis: Yessa
Hati Kirana langsung dipenuhi kewaspadaan. Dia bertanya dengan dingin, “Apa yang mau kamu tanyakan?”

“Saya merasa Nyonya sangat waspada pada saya. Bagaimana kalau kita mengobrol di kafe seberang kompleks saja?” usul Alexander dengan nada lembut dan anggun.

“Aku sangat sibuk, nggak ada waktu untuk mengobrol dengan orang asing.” Kirana menolak dingin.

“Baiklah, kalau begitu saya tanya langsung saja.”

Setelah itu, Alexander membuka tas kerjanya dan mengeluarkan sebuah foto.

Dia bertanya dengan sika
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 274

    Hati Kirana langsung dipenuhi kewaspadaan. Dia bertanya dengan dingin, “Apa yang mau kamu tanyakan?”“Saya merasa Nyonya sangat waspada pada saya. Bagaimana kalau kita mengobrol di kafe seberang kompleks saja?” usul Alexander dengan nada lembut dan anggun.“Aku sangat sibuk, nggak ada waktu untuk mengobrol dengan orang asing.” Kirana menolak dingin.“Baiklah, kalau begitu saya tanya langsung saja.”Setelah itu, Alexander membuka tas kerjanya dan mengeluarkan sebuah foto.Dia bertanya dengan sikap sesopan mungkin, “Nyonya, saya ingin bertanya, apa Anda pernah melihat liontin giok ini?”Kirana menunduk sekilas. Sekejap saja, dia langsung mengenali liontin itu persis sama dengan yang dimiliki Clarin.Melihatnya tak bereaksi, Alexander memanggil pelan, “Nyonya?”“Nggak pernah lihat!” Kirana mengangkat wajahnya dan menyangkal dengan tegas.Dalam hati, dia sudah menebak bahwa pria di hadapannya ini kemungkinan besar adalah keluarga kandung Clarin.Lebih dari dua puluh tahun berlalu tanpa seo

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 273

    “Kalau begitu, kamu harus mulai membiasakannya.”Carles melepas kemeja, melemparkannya asal ke keranjang pakaian kotor, membungkukkan badan, lalu bertumpu satu tangan di tepi bak mandi, tangan lainnya membuka kancing celana bahan katunnya.Clarin menahan napas dengan tegang. Tubuhnya refleks bersandar ke belakang.“Tenang saja. Aku nggak akan menyentuhmu. Di awal kehamilan nggak boleh berhubungan intim.” Suara Carles rendah dan serak.“Mulutmu memang bilang begitu, tapi tubuhmu sudah mengkhianatimu.”Clarin mendengus pelan. Wajahnya semakin memerah.Celana Carles melorot jatuh ke lantai. “Aku bilang aku nggak akan menyentuhmu, nggak berarti kamu nggak boleh menyentuhku.”“…” Clarin panik dan buru-buru membalikkan badan.“Clarin, aku pria sehat dan normal. Bagian bawah tubuhku berfungsi dengan baik.” Carles mendekat ke telinganya, telapak tangan menyusuri lengannya ke bawah, lalu menggenggam tangan kecilnya. Kemudian, dia memohon dengan nada tulus, “Tolong, bantu aku.”“Kamu … kamu ngga

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 272

    “Siapa yang bisa dapat pria bertanggung jawab seperti ini?” Clarin mendongakkan wajah kecilnya, menatap Carles sambil tersenyum. “Oh, ternyata aku.”Carles menundukkan kepala dan mengecup bibirnya sekilas.“Ayo, kita naik ke atas. Kembali ke kamar, mandi, lalu tidur. Besok masih harus kerja,” kata Carles.“Peluk sebentar dulu.” Clarin agak enggan melepaskannya.Carles mendecak pelan. Nada suaranya mengandung canda. “Tadi malam, siapa yang terus-terusan mendorongku dan menolak untuk dipeluk aku?”“Kenapa kamu begitu pendendam?” Clarin pura-pura kesal, menggertakkan gigi dan mendengus. “Tadi malam nggak sama dengan malam ini. Malam ini aku mau memelukmu!”Carles tertawa rendah. Telapak tangannya yang besar mencubit ringan pinggang Clarin.Clarin pun bersandar nyaman di dadanya.Keduanya sama-sama diam.Suasana hening dipenuhi rasa hangat dan tenteram.Mereka duduk cukup lama.Pada akhirnya, Carles merasa sudah waktunya naik ke atas. Kalau tidak, Clarin pasti kurang tidur dan susah bangun

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 271

    “Clarin, suamimu menang lotre dan mendadak kaya raya?”Valen mendekat ke telinganya dan berbisik pelan.Sebelumnya, Clarin pernah bilang bahwa suaminya hanyalah seorang manajer di perusahaan kecil yang jelas tak sekaya Melvin.Namun, caranya mengeluarkan uang benar-benar terlalu royal.Clarin menurunkan suara untuk menjawab, “Aku baru tahu akhir-akhir ini bahwa ternyata suamiku adalah presiden Grup Lowui.”“Sumpah?”Valen refleks berteriak kaget, membuat beberapa pegawai toko langsung menoleh ke arah mereka.Clarin melangkah ke etalase dan melihat-lihat tas dengan tenang.Pegawai toko sekilas bisa melihat tas yang disandang Clarin bernilai miliaran. Ditambah lagi, mereka mendengar Clarin menyuruh Valen memilih satu tas. Jadi, sikap mereka pun menjadi sangat ramah. Mereka bahkan memperkenalkan satu per satu model klasik dan mahal dengan penuh antusias.Pada akhirnya, Clarin memilih sebuah tas seharga ratusan juta.Sementara Valen hanya mengambil satu tas dengan harga puluhan juta.Setel

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 270

    “Sudah rujuk.”Clarin mengangkat tangan kirinya. Di jari manisnya, sebuah cincin emas murni berkilau jelas.Valen ikut merasakan kebahagiaannya dari hati. “Serius? Wah, benar-benar sebuah kebahagiaan! Selamat, ya!”“Terima kasih.” Clarin tersenyum. “Malam ini kita jalan-jalan bareng, yuk?”“Boleh.” Valen langsung mengangguk tanpa ragu.Setelah makan siang, mereka kembali ke kantor.Clarin mengirim pesan pada Carles, memintanya tidak perlu menjemput sepulang kerja karena dia akan pergi berbelanja bersama rekan kantor.Sore hari setelah jam pulang kerja, Clarin dan Valen keluar dari gedung kantor lalu naik taksi menuju pusat perbelanjaan.Mengingat Clarin sedang hamil, Valen menyerahkan pilihan padanya.“Clarin, kamu mau makan apa?”“Kamu?” Clarin balik bertanya.“Aku bebas.” Valen tersenyum. “Kamu kan lagi ada reaksi kehamilan, pikirin aja makanan yang bisa kamu terima.”Clarin berpikir sejenak.“Kalau gitu kita makan masakan Padang aja. Aku yang traktir.”Dia ingat Valen juga cukup bis

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 269

    Di seberang sana, suasana mendadak hening.Setelah mencerna kata-katanya, Clarin bertanya dengan nada penuh kejutan dan kegembiraan, “Serius kamu yang membelikannya untukku?”“Iya.”Nada Carles tetap tenang.“Cincin berlian ini besar sekali dan berkilau banget. Kalau dulu, meskipun cuma berlian palsu dari kaca, aku pun tidak akan berani beli yang sebesar ini,” kata Clarin dengan gembira. “Dan gelang berlian pink itu juga cantik sekali, terlihat mewah banget.”Ujung bibir Carles sedikit terangkat, tapi dia tetap berpura-pura santai.“Kalau kamu suka, itu sudah cukup.”“Suka!”Clarin tertawa kecil, lalu bertanya, “Dua perhiasan ini … mahal, ya?”“Aku mampu membelinya.”“Syukurlah.”Clarin tersenyum puas. “Kalau begitu, aku tidak akan mengganggu Pak Carles cari uang lagi. Aku juga balik kerja dulu.”Clarin meneleponnya sambil berdiri di tangga darurat.Setelah menutup telepon, dia membawa ponselnya kembali ke kantor.“Clarin, Pak Winardi minta kamu ke ruangannya,” kata Valen padanya.“Oh,

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status