Share

Bab 288

Author: Yessa
“Iya, ayo kita ke rumah sakit…”

Clarin turun dari tempat tidur dengan wajah pucat pasi, lalu berjalan tergesa-gesa ke arah pintu tanpa mengenakan sandal rumah.

“Clarin, tunggu sebentar!” Carles segera memanggilnya, mengejarnya sambil membawakan sepasang sandal. “Lantai terlalu dingin. Pakai sandal dulu.”

Clarin tampak seperti seseorang yang baru saja kehilangan pegangan hidup. Dia menuruti dan mengenakan sandal itu tanpa berkata sepatah kata pun.

Carles menggenggam tangan kecilnya yang terasa di
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 389

    Carles seketika menegang. Wajahnya kaku, tanpa mengucapkan sepatah kata pun dia keluar rumah bersama para pengawal.Dia pergi menjemput Clarin di kompleks tempat tinggal Kirana.Di dalam mobil, Clarin bertanya dengan bingung, “Aku sebenarnya sakit apa?”Dia sama sekali tidak merasa memiliki masalah psikologis.“Lakukan pemeriksaannya dulu baru kita bicarakan,” jawab Carles dingin.Mendengar itu, Clarin tidak lagi mengejar penjelasan.Mereka pergi ke rumah sakit lain. Kali ini di bagian psikiatri yang lebih khusus, yaitu klinik psikologi. Clarin menjalani serangkaian pemeriksaan yang hampir sama seperti kemarin.Menjelang tengah hari, hasil pemeriksaan akhirnya keluar.Kali ini, Carles dan Clarin bersama-sama masuk ke ruang dokter untuk mengambil laporan hasil pemeriksaan.Clarin menatap laporan itu, sambil mendengarkan penjelasan dokter.Barulah dia tahu bahwa dirinya menderita depresi ringan hingga sedang.Beberapa hari terakhir memang dia sering merasa tidak enak badan, kehilangan na

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 388

    Jacky marah sekaligus panik. “Bentar, bukankah Carles sudah lama rujuk dan menikah lagi dengan Clarin? Masa ini juga salahku?”Nenek Vivian mendengus marah. “Waktu itu ayahnya Clarin baru saja meninggal, tapi kamu sudah memaksanya bercerai. Kalau bukan salahmu, salah siapa lagi?” Dadanya naik turun karena emosi. “Sekarang aku benar-benar curiga kamu ini bukan anakku. Mungkin waktu melahirkan dulu, perawatnya salah tukar bayi. Kalau tidak, bagaimana mungkin Keluarga Lowui melahirkan anak pemberontak sepertimu!”Jacky Lowui, “?”Baru kemarin dia pulang dari Kota Haima ke Kota A, berniat menemani orang tuanya.Siapa sangka ibunya malah menyuruh istrinya menceraikannya lagi.Bahkan sekarang meragukan apakah dia anak kandung?Saat ini, apa pun yang dilakukan Jacky terlihat menjengkelkan di mata Nenek Vivian. Dia membentak, “Pergi dari sini! Jangan menghalangi pandanganku di rumah!”“Bu … kalau dia pergi, besok kita masih jadi ke kantor catatan sipil buat cerai?” tanya Mira dengan suara pela

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 387

    Clarin berkedip pelan, lalu menundukkan bulu matanya. Pandangannya jatuh ke perutnya sendiri.Carles, “…”Dengan tenang dan tetap dingin, dia menarik kembali telapak tangannya dan duduk tegak seolah tidak terjadi apa-apa.Clarin menutup mulutnya sambil menguap, memecah suasana canggung.“Pantas saja aku tidur tidak nyenyak. Ternyata kalian berdua yang mengganggu tidurku.”“Sebentar lagi sampai,” ujar Carles.Clarin melirik ke luar jendela, lalu mengeluarkan ponsel dari tasnya dan mengirim pesan lewat WhatsApp kepada ibunya, memberi tahu bahwa dia akan pulang ke rumahnya.Begitu melihat pesan itu, Kirana langsung bertanya ingin makan apa untuk makan malam. Dia sekalian membeli bahan saat pulang kerja.Clarin menyebutkan dua hidangan yang ingin dia makan.Mobil berhenti di depan gerbang kompleks. Clarin turun dan hendak masuk, tetapi melihat Carles juga turun, dia pun berhenti.“Kamu mau ikut makan malam di rumahku?” tanyanya.“Hanya mengantarmu sampai rumah,” jelas Carles.Clarin mengan

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 386

    “Carles, ada apa denganmu? Kenapa hari ini kamu begitu dingin padaku?” Nada suara Harni terdengar sedikit sedih.Sebenarnya sebelumnya sikap Carles memang sudah dingin.Namun kali ini, aura dingin dan menjauh yang terpancar darinya terasa seperti menolak orang sejauh ribuan mil.“Minggir!” Suara Carles sedingin es, sirat ketidaksabaran.Dia mengangkat tangan dan mendorong Herni yang menghalangi jalannya ke samping.Herni menggigit bibir merahnya, menatap punggung Carles yang didorong pengawal menjauh. Di matanya terlintas rasa kagum bercampur ketidakrelaan.Saat hendak melangkah ke toilet wanita, sudut matanya menangkap selembar kertas terlipat seukuran kartu di lantai koridor.Dia ragu beberapa detik, lalu membungkuk mengambilnya dan membuka lipatannya.Begitu membaca isinya, matanya membelalak kaget.Ini adalah .…Laporan hasil pemeriksaan psikiatri Clarin.Hasilnya menunjukkan, Clarin menderita depresi ringan hingga sedang!Jantung Herni berdegup kencang.Kini dia tahu bagaimana car

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 385

    Clarin pura-pura berpikir beberapa detik.“Karena kita suami istri, aku beri diskon dua puluh persen. Delapan juta.”“Baik.” Carles menjawab tanpa ragu.Keluar dari rumah sakit, Carles memastikan Clarin duduk dengan aman di kursi belakang mobil, baru kemudian memutar kursi rodanya ke sisi lain dan dengan bantuan pengawal, masuk ke dalam mobil.“Ke Restoran Royal Kitchen,” perintah Carles dingin pada sopir.“Baik, Tuan,” jawab sopir hormat sambil menyalakan mobil.Tiga puluh menit kemudian, mereka tiba di Restoran Royal Kitchen.Sopir lebih dulu membukakan pintu untuk Clarin.Pengawal dengan sigap mengeluarkan kursi roda dan membantu Carles turun dari mobil.Begitu pasangan itu melangkah masuk, manajer umum restoran segera menyambut dengan hangat, membungkuk hormat sambil tersenyum.“Tuan Carles dan Nyonya sudah sampai. Ruang VIP yang khusus kami sediakan untuk Anda selalu dibersihkan dan didesinfeksi setiap hari. Hari ini juga sudah dirapikan. Izinkan saya mengantar Anda ke sana.”Meli

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 384

    “Terima kasih, Dokter. Saya akan lebih berhati-hati,” kata Clarin sambil tersenyum.Diam-diam dia melirik kedua kaki Carles, lalu berpikir dalam hati, ‘Kalimat terakhir dokter tadi sebenarnya tidak perlu diucapkan.’Seseorang sekarang jelas ada niat tapi tidak punya tenaga.Carles merasakan tatapannya, wajahnya langsung makin muram.“Antar dokter keluar,” perintahnya pada kepala pelayan.Begitu kepala pelayan membawa dokter pergi, Carles menatap Clarin, dengan nada dingin dan menuntut. “Tatapanmu tadi itu maksudnya apa?”“Aku cuma merasa dokter tidak perlu mengingatkan soal pantang berhubungan suami istri, karena kamu sekarang ada niat tapi tidak mampu, tenaga tidak cukup.” Clarin menjawab dengan sangat lugas, “Bukankah begitu?”Dada Carles naik turun kecil. Dengan suara rendah dan dingin dia berkata, “Kakiku memang sedang terluka. Setelah sembuh, semuanya akan baik-baik saja.”Clarin berpikir dalam hati, ‘Ternyata semua pria memang tidak bisa diragukan keperkasaannya.’Bahkan pewaris

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status