Share

Bab 300

Penulis: Yessa
Mendengar itu, raut wajah Clarin seketika mendalam.

“Bu, Ibu punya nomor telepon pria itu?”

“Tidak.” Kirana menggeleng dengan wajah dingin. “Aku sama sekali nggak mau punya hubungan sedikit pun dengan orang seperti itu.”

Clarin mengerutkan kening, rasa khawatir tidak bisa disembunyikan.

“Pria tua itu sampai mengejar ke kompleks rumah… itu artinya sifatnya ekstrem dan berbahaya. Dia pasti nggak akan mudah menyerah.”

“Kalau dia berani datang lagi, aku akan telepon polisi! Aku juga akan pergi ke ka
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 386

    “Carles, ada apa denganmu? Kenapa hari ini kamu begitu dingin padaku?” Nada suara Harni terdengar sedikit sedih.Sebenarnya sebelumnya sikap Carles memang sudah dingin.Namun kali ini, aura dingin dan menjauh yang terpancar darinya terasa seperti menolak orang sejauh ribuan mil.“Minggir!” Suara Carles sedingin es, sirat ketidaksabaran.Dia mengangkat tangan dan mendorong Herni yang menghalangi jalannya ke samping.Herni menggigit bibir merahnya, menatap punggung Carles yang didorong pengawal menjauh. Di matanya terlintas rasa kagum bercampur ketidakrelaan.Saat hendak melangkah ke toilet wanita, sudut matanya menangkap selembar kertas terlipat seukuran kartu di lantai koridor.Dia ragu beberapa detik, lalu membungkuk mengambilnya dan membuka lipatannya.Begitu membaca isinya, matanya membelalak kaget.Ini adalah .…Laporan hasil pemeriksaan psikiatri Clarin.Hasilnya menunjukkan, Clarin menderita depresi ringan hingga sedang!Jantung Herni berdegup kencang.Kini dia tahu bagaimana car

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 385

    Clarin pura-pura berpikir beberapa detik.“Karena kita suami istri, aku beri diskon dua puluh persen. Delapan juta.”“Baik.” Carles menjawab tanpa ragu.Keluar dari rumah sakit, Carles memastikan Clarin duduk dengan aman di kursi belakang mobil, baru kemudian memutar kursi rodanya ke sisi lain dan dengan bantuan pengawal, masuk ke dalam mobil.“Ke Restoran Royal Kitchen,” perintah Carles dingin pada sopir.“Baik, Tuan,” jawab sopir hormat sambil menyalakan mobil.Tiga puluh menit kemudian, mereka tiba di Restoran Royal Kitchen.Sopir lebih dulu membukakan pintu untuk Clarin.Pengawal dengan sigap mengeluarkan kursi roda dan membantu Carles turun dari mobil.Begitu pasangan itu melangkah masuk, manajer umum restoran segera menyambut dengan hangat, membungkuk hormat sambil tersenyum.“Tuan Carles dan Nyonya sudah sampai. Ruang VIP yang khusus kami sediakan untuk Anda selalu dibersihkan dan didesinfeksi setiap hari. Hari ini juga sudah dirapikan. Izinkan saya mengantar Anda ke sana.”Meli

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 384

    “Terima kasih, Dokter. Saya akan lebih berhati-hati,” kata Clarin sambil tersenyum.Diam-diam dia melirik kedua kaki Carles, lalu berpikir dalam hati, ‘Kalimat terakhir dokter tadi sebenarnya tidak perlu diucapkan.’Seseorang sekarang jelas ada niat tapi tidak punya tenaga.Carles merasakan tatapannya, wajahnya langsung makin muram.“Antar dokter keluar,” perintahnya pada kepala pelayan.Begitu kepala pelayan membawa dokter pergi, Carles menatap Clarin, dengan nada dingin dan menuntut. “Tatapanmu tadi itu maksudnya apa?”“Aku cuma merasa dokter tidak perlu mengingatkan soal pantang berhubungan suami istri, karena kamu sekarang ada niat tapi tidak mampu, tenaga tidak cukup.” Clarin menjawab dengan sangat lugas, “Bukankah begitu?”Dada Carles naik turun kecil. Dengan suara rendah dan dingin dia berkata, “Kakiku memang sedang terluka. Setelah sembuh, semuanya akan baik-baik saja.”Clarin berpikir dalam hati, ‘Ternyata semua pria memang tidak bisa diragukan keperkasaannya.’Bahkan pewaris

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 383

    Pintu kamar Clarin tidak dikunci.Mungkin dia merasa Carles tidak mungkin masuk ke kamarnya.Karena itu, Carles dengan mudah memutar gagang pintu dan membukanya.Dia mendorong kursi rodanya masuk, lalu berhenti di sisi tempat tidur.Clarin tidur menyamping. Bahkan dalam tidur pun alisnya sedikit berkerut. Di bulu matanya masih ada sisa air mata yang belum kering dan di sudut dalam matanya menggantung satu butir air mata.Jelas dia menangis sebelum tidur.Entah kenapa, hati Carles yang selama ini terasa dingin dan keras seperti tertusuk sesuatu.Dia mengeluarkan ponsel dan mulai mencari berbagai informasi tentang depresi saat kehamilan .…Tidak tahu sudah berapa lama berlalu.Clarin perlahan terbangun. Saat membuka mata, dia melihat ada seseorang duduk di sisi tempat tidur. Karena sudut pandangnya terbatas, dia hanya melihat bagian bahu orang itu dan belum langsung mengenali wajahnya.Dia pun terkejut dan spontan duduk tegak.Begitu menyadari itu Carles, dia menghela napas lega, namun t

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 382

    Clarin dan Carles makan siang bersama di rumah. Suasananya terbilang cukup harmonis.Clarin berkata padanya, “Akhir-akhir ini aku membaca beberapa naskah. Aku pun berencana investasi untuk memproduksi dua judul sebagai percobaan.”“Baik.”Carles menjawab dengan tegas dan santai.Investasi mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta baginya seolah hanya seperti membeli dua tas seharga ratusan juta, ringan dan tanpa beban.Clarin terdiam sambil menghabiskan setengah mangkuk nasi.Beberapa saat kemudian, dia melanjutkan, “Sepertinya aku harus menjelaskan lebih jelas. Aku ingin mentransfer uang di rekening pribadiku ke Ibu, lalu menggunakan namanya untuk berinvestasi.”Gerakan makan Carles terhenti. Dia mengangkat pandangan dan menatap Clarin.“Kamu mau mengalihkan harta dalam pernikahan?”“Bukan begitu. Anggap saja uang itu aku pinjamkan pada Ibu. Kalau film atau drama yang diinvestasikan menghasilkan keuntungan, uangnya akan dikembalikan.”Clarin merasa karena sudah membuka pembicaraan,

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 381

    Mendengar jawabannya, wajah tampan Carles langsung muram.Dengan gigi terkatup dia bertanya dingin, “Kalau kamu tidak sedang hamil, berarti kamu akan menerimanya?”Clarin yang masih setengah mengantuk menyipitkan mata, sama sekali tidak menyadari bahaya. Dia tersenyum polos.“Hmm … sulit menolak kebaikan orang.”Sungguh “sulit menolak”!Carles langsung menariknya bangun dari tempat tidur.“Clarin, jadi dari dulu kamu memang ingin mengkhianatiku, ya?”Aura dingin menyergap. Clarin tersentak dan benar-benar terbangun.Dia terdiam beberapa detik, berusaha mengingat apa yang barusan dia katakan, lalu dengan kesal berkata, “Carles, tengah malam begini tidak tidur, kamu kenapa sih .… Eh, celana tidurmu kenapa basah?”Jarinya menunjuk ke bagian depan celana tidur Carles, terlihat noda abu-abu gelap sebesar koin.Ekspresinya langsung berubah dari bingung menjadi terkejut.Ya ampun! Jangan-jangan karena cedera kakinya bertambah parah sampai tubuh bagian bawahnya tidak terkendali ….“Clarin, hen

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status