LOGIN“Apa ini? Sebuah cincin? Kau tidak berniat menikahi sesama lelaki kan?“ Yuan Ze memperhatikan sebuah cicin giok, dengan mata berwarna merah terang pada bagian tengahnya. Di belakang cincin itu, terdapat sebuah tulisan yang tak terbaca yang lebih mirip sebuah simbol perlindungan.
“Bahkan wanita pun tak akan ada yang mau menikahimu! Kurang kerjaan sekali aku memberikanmu cincin buatan ku hanya untuk seperti itu. Itu adalah jimat penangkal. Untuk sementara waktu, posisimu tidak akan diketahui oleh penduduk langit bahkan Yang Mulia. Untuk berjaga-jaga, Aku akan memperbarui mantranya sebulan sekali.“ Zhao Yu menutup sebuah kotak yang dipenuhi dengan batu permata yang asalnya belum diketahui oleh siapapun. Yuan Ze menatapnya dengan penuh curiga. “... Darimana kau mendapatkan batu-batu permata itu?“ “Oh, ini? Aku menemukannya setelah membunuh monster dunia bawah. Benda ini terjatuh saat tubuh mereka hancur.“ Zhao Yu menunjukkan salah satunya. Benda itu mirip seperti sebuah kristal yang tak memiliki bentuk khusus dan berbagai ukuran. Bahkan yang paling besar pun ukurannya bisa mencapai telapak tangan kecilnya yang masih berusia 14 tahun. Yuan Ze mengambil salah satunya dan memperhatikan. Benda kristal berwarna merah itu tampak memantulkan wajahnya dan sedikit lebih berat dari dugaannya. Ia tak mengeluarkan aroma juga tak mengeluarkan bau menyengat seperti bangkai monster. Hanya ada satu yang membuat Yuan Ze merasa curiga. “Diam diam, Raja iblis mengintai dunia manusia melalui monster-monster yang kabur dari dunia bawah.“ “Kenapa? Apakah ada yang tidak beres?“ tanya Zhao Yu begitu ia melihat Yuan Ze begitu memperhatikannya dengan serius. Yuan Ze menghela nafas, kemudian menaruhnya kembali ke dalam kotak milik Zhao Yu. “... Tidak salah. Aku harus menyuruhmu untuk membakarnya sampai meleleh.“ ucapnya sembari membalikkan badan dan melipat tangannya. Zhao Yu, orang yang gemar mengoleksi benda-benda berkilauan itu terkejut dan langsung mengangkat kedua alisnya dan bibir mengkerut. “... Kenapa aku harus membakarnya sampai habis? Susah payah aku mengumpulkan benda berkilauan ini. Kau pikir mudah menghabisi satu monster?“ Kali ini Yuan Ze berbalik dan langsung melotot ke arahnya sembari berteriak, “... Apakah kau mau melawan perintah Dewa?! Aku bisa saja kabur dari kejaran makhluk langit dengan cara apapun tetapi tidak akan ada yang menyelamatkan mu begitu aku melempar mu ke jurang dunia bawah!“ Mendengar amukan itu membuat Zhao Yu seketika menciut sembari memeluk kotak berisikan batu kristal miliknya. Ia berkeringat deras, tidak tahu kalau Yuan Ze ternyata bisa semarah ini padanya hanya kerena ia gemar mengoleksi batu kristal. “... Wajar sih. Dia belum pernah merasakan jadi orang tua.“ batinnya. Setelah ia mengamuk dalam ruangan ketua sekte, Yuan Ze kabur melalui jendela, memeriksa keadaan di sekte pedang awan yang katanya sedang krisis. Jalan menuju sekte dipenuhi dengan pohon ginkgo yang sudah mengering dan berhamburan di jalanan. Perlahan, udara di sekitarnya mulai mendingin dan musim sepertinya sudah berganti menjadi musim gugur. Tidak hanya di halamannya, bagian dalamnya pun terdapat beberapa pohon ginkgo yang menghiasi termasuk pada bagian kuilnya. Berpa orang ada yang mengambil sapu untuk membersihkannya dan beberapa ada yang menggali lubang dan mengubur daun itu di dalamnya. Sementara murid-murid sekte yang lain, sedang berada di lapangan. “Baiklah, mari kita lihat bagaimana murid-murid mereka berlatih tanpa seorang guru. Sudah sekacau apa perguruan mereka.“ Yuan Ze kembali melangkah menuju lapangan utama. Lapangan itu berada di depan bangunan utama, di samping kanan dan kirinya terdapat dapur dan ruangan para tetua biasa berkumpul. Di tiap sudut lapangan yang terbuat dari batu halus itu juga ditanam pohon ginkgo yang sudah mengering dan beberapa bak air serta ember yang biasa mereka gunakan seusai latihan. “HAH?! APA ITU?! JURUS APA YANG MEREKA LAKUKAN?!“ Yuan Ze sangat terkejut melihat latihan yang murid-murid sekte itu lakukan. Buruk. Bahkan sangat buruk! Mereka hanya mengayun-ayunkan pedangnya secara asal asalan sambil berhitung satu dua tiga! Apa bedanya dengan cara seorang bayi yang mengayun-ayunkan mainannya secara asal asalan bahkan jika dibandingkan dengan mereka, bayi jauh lebih sering melakukannya. “Han Feng sialan! Mau dibawa kemana murid-murid mu yang seperti ini kalau mereka belajar tanpa mengetahui dasarnya?!“ batin Yuan Ze geram, melihat yang dilakukan oleh murid-murid itu. Yuan Ze yang sedang bersembunyi di balik pohon merasa ingin memarahi dan memukuli wajah mereka satu persatu. Namun, jika ia menjalankan kesepakatannya dengan menjadi guru untuk mereka di usianya yang masih belia, bukankah itu malah akan menghancurkan harga diri mereka sebagai kakak? “Ahh, kekuatan ku juga sudah mencapai puncak. Jadi, latihan apapun nanti yang aku ajarkan pada mereka tidak akan ada pengaruhnya bagiku.“ pikir Yuan Ze. Yuan Ze mengalihkan pandangannya ke langit yang tampak kosong, tanpa satupun tanda tanda awan yang muncul bagian pelangi. Ia pikir ia telah melihat masa depan Sekte Pedang awan di sana. Tidak ada awannya, berarti tidak ada masa depan untuk mereka. Ahh, di saat genting seperti ini bahkan ketika sangat terdesak, bukankah kita juga merendahkan harga diri untuk meminta bantuan pada musuh? “Masa bodo dengan harga diri para kakak-kakak itu! Lebih baik menghancurkan harga diri mereka sekarang daripada menghancurkannya di masa depan!“ *** “Hei! Kakak pertama! Kenapa aku merasa kita sedang diawasi ya?“ ucap salah seorang murid bernama Lu Tao, pada Mo Ran yang berlatih di sampingnya. “Itu hanya perasaanmu saja. Apa lahir dari keluarga cenayang membuatmu bisa merasakan makhluk halus di sekitarmu?“ tanya Mo Ran. Sebetulnya, ia juga merasakan perasaan yang sama seperti Lu Tao seolah, ada yang diam-diam mengintimidasi mereka dari belakang. “Oh, ya. Ngomong-ngomong, bagaimana keadaan anak itu ya? Apakah dia mati?“ Lu Tao mengarahkan pandangannya ke langit sembari memikirkan Yuan Ze yang bahkan namanya saja ia belum mengetahuinya. “Dengan luka parah seperti itu, apakah mungkin dia akan selamat? Rasanya mustahil kalau dia tidak memiliki kekuatan super. Dia pasti dewa atau semacamnya kalau dia berhasil sembuh dari luka seperti itu dan muncul di depan kita.“ “Kalau dia memang Dewa, dia pasti akan langsung kabur begitu saja kan karena tidak mau identitasnya terbongkar. Makhluk langit itu kan sangat pemalu.“ “Ya, mungkin saja begitu.“ Di saat kedua orang itu berbicara, Yuan Ze makhluk langit yang sedang mereka bicarakan tanpa sengaja mendengar seluruh percakapan mereka sampai akhir. Posisinya sebagai dewa bumi, membuatnya memiliki beberapa kelebihan salah satunya, bisa mendengar isi hati, kepala dan perbicangan orang-orang yang bahkan berada pada posisi yang sangat jauh darinya. “Ada benarnya. Kalau aku muncul dengan penampilan seperti ini, mereka mungkin akan sangat terkejut. Mana mungkin seorang anak kecil bisa menahan luka yang bertubi-tubi seperti itu. Ahh, apakah aku harus mencari wadah manusia yang baru?“ pikir Yuan Ze. Pikiran itu sempat terlintas di kepalanya namun, ia sudah berjanji pada seseorang agar tidak mengambil wadah manusia yang baru lagi. Ia sudah berkali-kali memilikinya dan sudah berkali-kali mati dengan wadahnya. Padahal wadah itu, ia ambil dari orang-orang yang sebenarnya sudah mati namun, mereka hidup kembali setelah diisi oleh jiwa Yuan Ze yang masih hidup. “Kenapa aku harus terikat janji seperti itu. Bukannya enak mereka mendapatkan kehidupan mereka kembali setelah aku rasuki meski nantinya kehidupan mereka akan sedikit berbeda?“ pikir Yuan Ze sembari menggaruk-garuk kepalanya dan bersandar di belakang pohonnya. Yuan Ze tiba-tiba berhenti merenung begitu ia merasakan ada hawa seorang dewa yang mendekatinya. Ia langsung bangkit kembali, menegakkan badannya, berdiri mewaspadai seseorang yang kini sedang berjalan mendekatinya dengan menyeret kakinya. Sosok itu memakai jubah hitam dengan garis keemasan yang menutupi setengah dari bagian kepalanya. Terdapat seekor ular berwarna hitam yang sedang melingkari lehernya. Tidak menggigit atau mencekik, melainkan sedang menatap tajam ke arah Yuan Ze. Suara nafasnya yang berat, membuat Yuan Ze menduga bahwa sosok yang mendekatinya adalah seorang Dewa. “Anak kecil kemarin sore yang datang dengan penuh luka tiba-tiba bisa berdiri tepat di depanku saat ini. Mustahil jika seorang anak bisa bertahan hidup dengan luka seperti itu dan memangnya siapa lagi yang mampu melakukannya selain kau, seorang Dewa Bumi, Yuan Ze.““Apa ini? Kau pasti bercanda!“ Su Yingpei tampak menahan amarahnya saat menatap Yuan Ze berdiri di hadapannya dengan penuh percaya diri. “... Tidak mungkin anak kecil seperti dirinya bisa membawa seorang pemuda yang ukuran tubuhnya jauh lebih besar darinya apalagi, dia membawanya dari tempat bekas peperangan!“ Yuan Ze menghela nafas sembari melipat tangannya. Dia mengangkat satu alisnya pada Su Yingpei sebelum ia menjelaskan, “... Siapa yang bilang kalau aku berjalan dari tempat bekas peperangan itu menuju Sekte Pedang awan? Tidak ada yang bilang kan? Kau tidak tahu ada cara termudah untuk menyelamatkan nyawa Tuan muda Su sebelum tubuhnya berubah menjadi seperti mayat hidup.“ Yuan Ze memberi jeda sejenak kemudian ia mencekik, menunjukkan seekor ular hijau pemberian Xuan She ke hadapan Su Yingpei yang masih mencoba mencerna apa yang diucapkannya. “... Dewa Ular! Aku meminjam kekuatannya untuk menyelamatkan mu! Kau mungkin tidak akan menyangka Dewa Ular juga turut serta menyelamatkan
Pada dasarnya, kekuatan yang bisa memurnikan kekuatan iblis yang merasuki tubuh manusia, hanya dimiliki oleh Dewa Ular seorang. Pada zaman dahulu, Dewa Ular pernah mewariskan kekuatannya pada seseorang saat gelombang perang antara iblis dan manusia mulai pasang. Dewa Ular mengajarinya pada manusia agar mereka bisa saling melindungi. Sayangnya, Dewa ular hanya melakukannya di wilayah Sekte Menara langit, yang ada di kota Ling Tai. Semakin lama, jurus itu menjadi jurus turun-temurun dan dirahasiakan oleh Sekte Menara langit sebagai senjata mereka. Yuan Ze yang saat itu masih muda ketika Dewa Ular terdahulu masih hidup menyesal karena tidak mempelajarinya. Dia terlalu sibuk memimpin pasukan perang dan memutar cara agar bangsa iblis bisa kembali ke tempat mereka. Saat menggunakan jurus itu pada seseorang, Dewa Ular terdahulu bisa melakukannya dalam waktu singkat namun, karena Dewa Ular yang sekarang masih tergolong muda dan baru, ia bisa melakukannya dalam waktu satu sampai dua hari hing
“Hei! Bocah bodoh! Apa yang kau lakukan?! Kau bisa mati!“ Yuan Ze langsung membenarkan posisi Mo Ran agar dia bisa mengalirkan energi spiritualnya ke dalam tubuh Mo Ran. Yuan Ze tahu kalau ini semua sia-sia tetapi, di sisi lain ia tidak bisa meninggalkan maupun membawa Mo Ran pada seorang tabib karena waktunya tidak akan cukup. Di saat kepanikan itu melanda Yuan Ze, dari arah belakang seseorang terdengar sedang berjalan ke arahnya sambil berkata, “... Percuma saja kau melakukan sesuatu untuknya. Karena tidak ada obat atau penawar yang bisa menetralkan racunnya. Haha! Semua yang kau lakukan akan sia-sia!“ ucapnya angkuh.Sementara laki-laki itu berbicara, Yuan Ze masih sibuk mengurus Mo Ran yang tak sadar sadar. Ia melakukan segala cara untuk nyawa seseorang yang seharusnya menjadi kakak pertama selama ia berada di Sekte. Yuan Ze masih sibuk berlagak seolah ia sedang mencari cara untuk mengobatinya dan melakukan segala hal yang bisa membuat racunnya berhenti menyebar ke seluruh tubuh
“Apakah sekarang mereka sedang latihan angkat beban? Mereka tampaknya belum terbiasa dengan latihan yang diberikan Xiao Ruo.“ ucap Yue Fei, melihat dari balik jendela ruangan ketua sekte ketika para murid di lapangan sana sedang berlatih mengangkat tumpukan batu di dalam karung dan Yuan Ze meminta mereka memapahnya naik dan turun tangga. Tentu saja yang terakhir akan mendapatkan hukuman. “Sepertinya dia bersungguh-sungguh ingin melatih talenta murid sekte. Yah, lagipula Sekte ini memang dibangun oleh Dewa bumi kan?“ lanjut Jian Yu yang tampak sedang menyeruput teh di mejanya. Dalam perbincangan santai itu Zhao Yu tiba-tiba menghela nafasnya. “... Sepertinya aku merasa kalau aku harus melakukan sesuatu nanti. Cincin yang kuberikan padanya tampaknya tidak akan bertahan lama lagi setelah kejadian semalam.“ keluhnya sambil menyeruput tehnya. “Hei! Kenapa kalian santai begitu?“ Han Feng dengan wajah suramnya, menatap ketiga orang itu dengan kerutan di dahi dan kantong mata yang tebal. “
Bertahun-tahun lalu, Padang Xinxi adalah Padang yang di penuhi oleh rumput. Beberapa orang sering memilih tempat tersebut untuk beristirahat bahkan Yuan Ze pernah beristirahat di sana bersama dengan dua makhluk yang ia temukan baru-baru ini. Namun, sekarang Padang Xinxi yang lembut dan beraroma embun itu telah hilang. Digantikan oleh gundukan daging dan tulang dari mayat-mayat pasukan sepuluh kerajaan yang belum dimakamkan. “Kenapa suasananya masih terlihat sama seperti awal-awal aku meninggalkannya? Apakah tidak ada kultivator lain yang mengurus mayat-mayat mereka?“ Dengan menggunakan jurus teleportasi yang hanya bisa digunakan oleh seorang Dewa, Yuan Ze sampai di tempat bekas peperangan hanya dalam sepersekian detik dan memperhatikan pemandangan yang bisa merusak mata. Ribuan mayat masih berada di tempat kematian mereka dan sudah membusuk, nyaris saling menyatu dengan mayat yang lain. Aroma busuk membuat udara di sekitarnya menjadi hitam dan berkabut bahkan tanah yang saat ini ia
“Akh! Badanku sakit semua karena dipukuli makhluk aneh itu.“ “Aku merasa ini sudah keterlaluan.“Seluruh murid sekte kembali ke asrama mereka dengan wajah babak belur meski beberapa dari mereka ada yang selamat. Semua orang di sana sibuk merapikan diri mereka dari debu dan bersiap tidur. Namun, sampai saat ini, setelah latihan selesai, mereka tidak lagi bertemu dengan Yuan Ze. “Kira-kira kemana anak itu? Bagaimana dia bisa memiliki kekuatan sebesar itu? Hei! Kakak pertama! Apa kau tidak curiga kalau dia itu penipu?“ ucap salah satu murid ketika Mo Ran sedang merapikan pakaiannya. Mo Ran terdiam sejenak. Dia mulai merasa kalau kekuatannya memang tidak sebanding dengan Yuan Ze yang bahkan berhasil mementalkan para murid padahal dia sama sekalian tidak menggerakkan seujung jari pun. Di sisi lain, dia juga menggunakan jurus yang membuat tubuhnya mengecil untuk menghemat kekuatan spiritualnya sementara, jurus seperti itu hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang tingkatannya sudah setara







