Masuk"Bu!" Martin mengerutkan alisnya.Pada saat itu, si wanita tua menatap Kelvin sambil bertanya, "Kamu ... cucunya Tristan?"Kelvin membalas sembari mengangguk, "Kamu kenal kakekku?"Wanita tua itu menarik napas panjang, lalu menjawab sambil mengangguk, "Ya."Saat ini, dia terlihat sedikit emosional. Tangannya yang memegang tasbih bahkan sampai bergetar halus. Wanita tua itu tiba-tiba berbalik, menatap Liana dan Martin, lalu menyapu pandangan ke semua orang di ruangan sembari berucap, "Aku menyetujui pernikahan ini!""Hah?" Semua orang langsung terpana.Martin merespons sambil mengernyit, "Bu, kamu sudah pikun ya? Kenapa ...."Akan tetapi, wanita tua itu tidak menjelaskan apa-apa. Dia berdiri, lalu langsung meraih tangan Kelvin sambil bertanya, "Apa kamu ... bisa menyelamatkan suamiku?""Bu, apa yang kamu pikirkan? Penyakit ayah sudah diperiksa oleh banyak dokter terkenal di Kota Yanir, termasuk Arya si Dewa Pengobatan, tapi semuanya nggak punya solusi. Dia ini cuma dokter keliling dari
Momen setelah kata-kata Kelvin selesai terdengar, seluruh orang di dalam ruangan langsung terdiam.Liana menatap Kelvin dengan ekspresi terkejut. Dia jelas tidak menyangka, orang kampungan di hadapannya ini berani berbicara seperti itu kepadanya.Aaron tidak pernah memberi tahu keluarga di Kota Yanir bahwa Kelvin memiliki uang tunai sebesar 60 triliun, maupun bahwa Niveria sudah mengakuisisi beberapa perusahaan.Pemahaman mereka tentang Kelvin hanya berdasarkan hasil penyelidikan sebelumnya oleh Yanuar dan Keluarga Sunardi. Dari yang mereka ketahui, Kelvin hanyalah orang desa biasa. Tidak ada yang istimewa dari pria itu.Liana memang memandang rendah orang seperti itu."Apa katamu?" Mata Liana langsung menyipit. Dia bertanya, "Beraninya kamu bicara seperti itu padaku?"Hanya saja, Kelvin tidak gentar oleh sikapnya. Dia hanya melirik Liana dengan tenang. Awalnya, dia ingin membalas dengan beberapa kata lagi. Namun karena teringat bahwa mereka adalah paman dan bibi Niveria secara hubunga
"Oke!" Liana langsung menyela, "Lihatlah, apa kataku? Sekarang, dia sudah berani membantah!"Kelvin hanya merasa kesal dalam hati. Wanita ini benar-benar menyebalkan."Hari ini, kalian harus cerai!" kata Martin. "Keluarga Sunardi nggak akan pernah mengizinkan kamu bersama dia!"Niveria mengangkat kepala, lalu menatap Martin sambil berujar, "Paman Martin, bukannya kalian sudah mengusirku dari Keluarga Sunardi? Jadi sekarang, aku bukan bagian dari keluarga ini lagi."Martin tertegun sejenak. Dia mencibir sebelum berucap, "Selama kamu mau cerai, kami masih bisa menerima kamu kembali!""Aku nggak butuh penerimaan kalian!" jawab Niveria dengan tegas. "Di mata kalian, aku cuma alat untuk mendapatkan keuntungan. Aku nggak butuh itu! Sekarang, aku hidup dengan baik dan aku juga nggak mau kembali lagi! Hari ini biar kutegaskan, aku dan Kelvin nggak akan berpisah. Apa pun yang kalian katakan nggak akan mengubah apa-apa!"Melihat sikap tegas Niveria, hati Kelvin terasa hangat.Tangannya masuk ke
Yang berbicara adalah seorang wanita. Usianya sekitar 40 sampai 50 tahun. Dari raut wajahnya, terlihat bahwa saat muda dulu dia pasti cukup cantik.Dia sengaja menekankan kata "kampungan" dengan nada yang jelas ingin merendahkan Kelvin.Jelas, wanita ini adalah bibi ketiga Niveria, Liana. Di sampingnya, duduk seorang pria yang wajahnya agak mirip dengan Yanuar. Dia adalah paman ketiga Niveria, Martin Sunardi.Di sofa ruang tamu, duduk seorang wanita tua beruban dengan tongkat di sampingnya dan gelang tasbih di tangannya.Pada saat ini, wanita tua itu menyipitkan mata sambil menatap Kelvin dari atas ke bawah."Niveria, oh Niveria!" Liana berbicara pada saat ini, "Dari sekian banyak orang, kenapa kamu malah memilih orang yang membawa sial?""Bibi Liana, tolong jaga ucapanmu!" Niveria langsung merasa kesal dan memilih untuk membela Kelvin pada momen ini."Memangnya ucapanku salah?" Liana mencibir sebelum melanjutkan, "Sejak kamu nikah dengan orang ini, nilai perusahaan keluarga kita sudah
Kelvin berujar sembari menggeleng, "Aku nggak pernah kuliah. Sejak kecil, aku belajar ilmu pengobatan dari kakekku, lalu setelah itu menjadi dokter keliling di desa.""Kalau begitu, penghasilanmu per bulan berapa?" tanya Verlin pada saat ini. "Tentu saja aku nggak terlalu mempermasalahkan berapa penghasilanmu. Keluarga kami juga nggak kekurangan uang. Aku cuma nggak mau anakku hidup susah. Nanti, kami bisa bantu biaya hidup kalian.""Aku nggak memungut biaya saat mengobati orang," jawab Kelvin dengan jujur.Mendengar itu, Verlin dan Yanuar sama-sama terdiam sejenak."Aduh!" Niveria segera menyela, "Ayah, Ibu, jangan tanya terus seperti sedang menginterogasi. Aku juga nggak butuh uang dari kalian kok. Dulu Kelvin sempat punya tabungan dan semuanya sudah diberikan padaku. Sekarang, aku sudah mengakuisisi tiga perusahaan di Kota Lamur. Total asetnya sudah lebih dari 20 triliun. Dipakai buat seumur hidup juga cukup.""Hah?" Pasangan suami istri itu sama-sama terkejut.Kemudian, Niveria men
Kelvin sebenarnya tidak terlalu peduli apakah pihak polisi bisa menemukan pelakunya atau tidak. Dia sudah tahu siapa dalang di balik semua ini.Tentu saja demi membantu penyelidikan, Kelvin tetap menyebut nama Arvin. Dia tidak berharap pihak itu akan mengaku atau benar-benar menemukan apa pun.Menurutnya, Arvin pasti tidak akan meninggalkan bukti apa pun.Namun setidaknya, ini bisa sedikit membuat Arvin tidak nyaman.Saat mereka keluar dari kantor polisi, waktu sudah hampir pukul setengah 3 sore. Sebuah mobil sudah menunggu di depan.Sepasang suami istri paruh baya berdiri di sana. Mereka berjalan bolak-balik dengan raut wajah penuh kecemasan.Begitu melihat mereka berempat keluar, ekspresi keduanya langsung berubah senang. Mereka segera berlari mendekat. Yang satu memegang lengan Zavier, sementara yang satu lagi menggenggam tangan Niveria sambil bertanya, "Kalian nggak apa-apa, 'kan?""Kami nggak apa-apa," kata Zavier sambil menggaruk kepala. "Tapi jujur saja, aku juga bingung. Mobiln
"Ya. Orang itu adalah mahasiswa angkatan kami di jurusan komputer. Bisa dibilang seorang genius luar biasa. Dia bahkan pernah menjuarai kompetisi komputer tingkat dunia." Niveria menjelaskan, "Kak Irene ingin membangun tim litbang, jadi dia berencana untuk merekrut orang itu."Kelvin bertanya sembar
Sienna terus dipaksa mundur oleh beberapa orang itu!Daerah ini memang sepi. Orang yang lalu-lalang juga tidak banyak. Wajah Sienna jelas menunjukkan rasa takut dan panik.Kelvin menatap orang-orang itu. Dia melihat tubuh mereka penuh dengan tato. Jelas, mereka adalah sekelompok preman jalanan."Kal
Mendengar percakapan kedua staf itu, hati Kelvin sedikit terusik.Bos mereka hampir tidak pernah menampakkan diri?Kalau begitu, bagaimana cara Adrian mengirim paket ke sini? Apa dia langsung menyerahkannya kepada staf biasa?Mengirimkan kepala manusia begitu saja kepada staf toko biasa?Dengan pera
Wajah Edric langsung menjadi muram. Dia membalas, "Robert, kalau di hari biasa, aku pasti akan menghargaimu. Tapi sekarang, aku lagi bertemu dengan orang yang sangat penting. Aku nggak peduli kamu mau melakukan apa, mulai sekarang kalian nggak boleh berisik."Ekspresi Robert berubah-ubah sejenak. Di







