LOGINWanita tua itu pun menggelengkan kepala, lalu menarik tangan Dore sambil berjalan masuk ke dalam ruangan. Dia berujar, "Kita sudah balas budi padanya. Lain kali ... kalau bertemu lagi, aku nggak akan menahan diri.""Nggak boleh!" Dore berucap, "Kamu nggak boleh menyakiti Kelvin.""Sayang!" Wanita tua itu berbicara sambil menggenggam tangan Dore, "Kalau ingin menghilangkan kutukan di tubuh kita, kita harus bekerja sama dengan Keluarga Jahan dan organisasi Nomor 0 ....""Pokoknya aku nggak peduli!" jawab Dore.....Di tepi kolam renang, musik yang bising masih terus terdengar. Banyak pria dan wanita saling berbincang dan menggoda, bahkan beberapa wanita bertubuh menarik sudah menggandeng lengan pria lain.Namun saat itu, ada seseorang yang sedang membagikan kartu nama sambil mencari orang kaya untuk diajak kerja sama. Tiba-tiba, pupil matanya menyusut. "Gila! Itu gelombang kekuatan sejati di atas Tahap Pemeliharaan Spiritual. Sialan! Kenapa rasanya tempat ini jadi nggak aman?"Tak lama k
Di Kota Yanir, Tahap Pemeliharaan Spiritual sudah termasuk salah satu puncak kekuatan.Orang seperti wanita tua itu, jumlahnya sangat sedikit.Kalau sampai Kelvin dan Andriyan berhasil kabur jauh, mereka bisa saja bersembunyi dan sewaktu-waktu mencoba membunuh Arvin. Dalam waktu ke depan, hidup Arvin pasti tidak akan tenang.Wanita tua itu hanya melirik Arvin dengan dingin. Dia sama sekali tidak menanggapi teriakan pria itu.Di atas, Kelvin terbang dengan pedang. Saat hampir keluar, dia mendapati Dore yang berada di samping wanita tua itu.Hatinya sedikit bergerak. Kelvin sadar, wanita tua tadi kemungkinan besar menahan kekuatannya dalam serangan barusan.Melihat Arvin yang murka di bawah, tatapan mata Kelvin dipenuhi niat membunuh. Kalau dia pergi begitu saja dan Arvin tetap selamat, rasanya sulit diterima.Dari lengan baju Kelvin, sebuah jarum perak tiba-tiba muncul.Kemudian, enam jarum perak melayang keluar sekaligus. Kelvin diam-diam mengaktifkan Jurus Panjang Umur sambil berbisik
Di sampingnya, hati Kelvin langsung terkejut. Dia sadar, kali ini mereka benar-benar sudah dijebak.Hanya saja, Kelvin juga bisa memastikan satu hal. Tujuan Arvin kali ini tampaknya memang untuk memancing Andriyan keluar. Semua ini sudah diatur rapi, hanya tinggal menunggu Andriyan masuk ke perangkap.Meskipun Arvin terkejut dengan kekuatan dirinya yang berada di Pil Pemeliharaan Spiritual ... dia tidak tahu bahwa orang ini sebenarnya adalah suami Niveria, Kelvin.Bisa dibilang meskipun Arvin merasa Kelvin agak aneh, di mana berulang kali lolos dari upaya pembunuhan ....Dia hanya mengira ada orang lain yang diam-diam membantu Kelvin.Dari dalam hatinya, Arvin sebenarnya meremehkan Kelvin dan tidak menganggapnya sebagai ancaman.Yang benar-benar Arvin takuti hanyalah Andriyan.Itu sebabnya, Arvin ingin menyingkirkan Andriyan agar dirinya bisa lebih tenang.Orang-orang yang tahu bahwa Kelvin adalah pewaris Tristan sekaligus suami Niveria hanyalah segelintir orang di Kota Lamur dan merek
"Hentikan dia!" Arvin sontak panik dan segera berusaha mundur.Wanita yang duduk di sampingnya tiba-tiba tertawa dengan suara seram. Dalam sekejap, dia langsung mencengkeram ke arah punggung Andriyan. Kabut darah muncul dan aura jahat di sekitarnya langsung melonjak."Teknik Telapak Halilintar!"Pada saat ini, Kelvin tidak ragu-ragu sedikit pun. Dia langsung bergerak maju. Benih spiritual api halilintar dalam tubuhnya mengalir, lalu dia menghantamkan telapak tangannya ke arah wanita itu!Wanita itu juga seorang jagoan di Tahap Pemeliharaan Spiritual. Kultivator iblis yang bisa mencapai tingkat ini pasti sudah membunuh entah berapa banyak orang.Bam!Melihat serangan Kelvin, raut wajah wanita itu berubah drastis. Dia segera menghindar.Suara ledakan terdengar!Seiring dilancarkannya serangan telapak, petir menyambar di sekitar. Sofa dan beberapa meja langsung terlempar berantakan."Benih spiritual api halilintar?" Wanita itu menatap Kelvin yang memakai topeng dan di matanya muncul sedik
Di dalam kilang anggur, Kelvin berjalan masuk ke dalam kastil. Begitu masuk, dia melihat sebuah lorong panjang dengan deretan pilar marmer besar di kedua sisinya.Kelvin merasa sedikit terkejut. Kehidupan orang kaya benar-benar di luar bayangannya.Tempat ini hanyalah salah satu kilang anggur milik Arvin, bahkan bukan tempat tinggal utamanya. Namun, tetap saja dibangun dengan kemewahan seperti ini.Belum lama berjalan, tiba-tiba mereka berdua berhenti bersamaan dan menatap ke arah pintu di ujung lorong."Ada aura yang sangat nggak nyaman," kata Andriyan sambil mengernyit.Kelvin membalas sembari mengangguk, "Ya, rasanya sangat nggak nyaman. Ada bau darah ...."Andriyan menarik napas dalam-dalam sebelum berucap, "Sepertinya ... kultivator iblis."Kelvin menarik napas tajam. Seorang kultivator biasa mengandalkan kekuatan spiritual untuk memperkuat diri. Baik batu spiritual maupun pil obat, semuanya digunakan untuk menyerap kekuatan spiritual tersebut demi meningkatkan kekuatan.Kultivato
"Aku masih ada urusan sekarang," ucap Kelvin sambil tersenyum kepada orang itu. "Aku bisa investasi dua miliar. Nanti, setelah keluar kita bicarakan lebih lanjut."Orang itu langsung sangat gembira. Dia membalas, "Kalau begitu, Bos ... kita tambah kontak di WhatsApp?""Oke," ucap Kelvin sambil mengangguk.Andriyan juga menyadari bahwa orang itu seorang kultivator. Dia melirik Kelvin dengan heran, tetapi tidak mengatakan apa-apa.Setelah mereka saling menambahkan kontak, Andriyan berucap, "Ayo, kita masuk juga dan ajukan penawaran ke Tuan Muda Arvin."Kelvin berkata kepada ahli formasi itu, "Kalau begitu ... aku masuk dulu.""Oke, Bos! Kita lanjut lewat WhatsApp!" jawab orang itu dengan raut wajah sangat gembira.Kelvin dan Andriyan pun berjalan menuju kastil. Andriyan bertanya sambil mengernyit, "Orang tadi itu kultivator? Kenapa dia bisa mencarimu?""Dia orang yang cukup menarik," jawab Kelvin sambil tersenyum. "Kita temui dulu Arvin. Kalau memungkinkan ... hari ini kita habisi dia. O
"Pergi!" bentak Charles. "Kalau Tia mati, itu karena kamu si ayahnya dan kamu si adiknya sendiri yang mencelakakannya!"....Di luar rumah sakit, Kelvin dan Niveria berdiri berdampingan menunggu taksi.Niveria masih menggandeng lengan Kelvin. Tubuhnya memancarkan aroma harum tipis, yang terus masuk
Kedua biksu itu berjalan sambil berbincang di belakang Kelvin!Akan tetapi, Kelvin yang mempunyai pendengaran tajam karena telinga batin sudah terbuka sama sekali tidak mendengar percakapan mereka.Niveria memesan taksi dan mengantar Kelvin pulang ke wisma. Awalnya, Niveria ingin mengajak Kelvin tin
"Keluargamu nggak ajari kamu dengan baik, biar aku bantu ajarkan gimana cara hormati orang lain!" Tangan Niveria sudah terangkat."Hentikan!" teriak seseorang saat itu juga.Kelvin melihat ke arah suara. Daniel yang berpakaian rapi berjalan mendekat. Dia memandangi Kelvin dengan wajah muram dan memb
Kelvin bukan orang yang suka memaksa. Jika Niveria mau memberitahunya, pasti akan diberitahu nanti.Setelah 20 menitan bertelepon, Niveria kembali menghampiri Kelvin. Suasana hatinya jelas agak murung, tetapi sampai di depan Kelvin, Niveria tetap memasang senyum. Niveria menyodorkan ponsel itu pada







