Share

Bab 407

Author: Jimmy Nugroho
Di Kompleks Zenada, Tamara berdiri di dalam rumah itu dan tampaknya tidak merasakan apa pun.

Akan tetapi, Kelvin dapat merasakannya dengan sangat jelas. Ada seseorang yang jelas sedang mengawasinya dan perasaan itu seolah berasal dari dalam rumah ini sendiri.

Tanpa sadar, Kelvin mengangkat kepala dan melihat ke arah lantai atas. Lebih tepatnya, dia menatap salah satu jendela di atas.

Kelvin merasa di sana ada sedikit gelombang kekuatan spiritual.

Akan tetapi, saat Kelvin mengarahkan pandangannya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Saut Sirait
urusan beli sesuatu didramatisir jadi peristiwa yg gak bernilai, bikin jijik, bagai menaruh kotoran di piring makannya sendiri. Author harus cuci otak besar spy jenir berpikir dan menulis
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 440

    Di dalam kilang anggur, Kelvin berjalan masuk ke dalam kastil. Begitu masuk, dia melihat sebuah lorong panjang dengan deretan pilar marmer besar di kedua sisinya.Kelvin merasa sedikit terkejut. Kehidupan orang kaya benar-benar di luar bayangannya.Tempat ini hanyalah salah satu kilang anggur milik Arvin, bahkan bukan tempat tinggal utamanya. Namun, tetap saja dibangun dengan kemewahan seperti ini.Belum lama berjalan, tiba-tiba mereka berdua berhenti bersamaan dan menatap ke arah pintu di ujung lorong."Ada aura yang sangat nggak nyaman," kata Andriyan sambil mengernyit.Kelvin membalas sembari mengangguk, "Ya, rasanya sangat nggak nyaman. Ada bau darah ...."Andriyan menarik napas dalam-dalam sebelum berucap, "Sepertinya ... kultivator iblis."Kelvin menarik napas tajam. Seorang kultivator biasa mengandalkan kekuatan spiritual untuk memperkuat diri. Baik batu spiritual maupun pil obat, semuanya digunakan untuk menyerap kekuatan spiritual tersebut demi meningkatkan kekuatan.Kultivato

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 439

    "Aku masih ada urusan sekarang," ucap Kelvin sambil tersenyum kepada orang itu. "Aku bisa investasi dua miliar. Nanti, setelah keluar kita bicarakan lebih lanjut."Orang itu langsung sangat gembira. Dia membalas, "Kalau begitu, Bos ... kita tambah kontak di WhatsApp?""Oke," ucap Kelvin sambil mengangguk.Andriyan juga menyadari bahwa orang itu seorang kultivator. Dia melirik Kelvin dengan heran, tetapi tidak mengatakan apa-apa.Setelah mereka saling menambahkan kontak, Andriyan berucap, "Ayo, kita masuk juga dan ajukan penawaran ke Tuan Muda Arvin."Kelvin berkata kepada ahli formasi itu, "Kalau begitu ... aku masuk dulu.""Oke, Bos! Kita lanjut lewat WhatsApp!" jawab orang itu dengan raut wajah sangat gembira.Kelvin dan Andriyan pun berjalan menuju kastil. Andriyan bertanya sambil mengernyit, "Orang tadi itu kultivator? Kenapa dia bisa mencarimu?""Dia orang yang cukup menarik," jawab Kelvin sambil tersenyum. "Kita temui dulu Arvin. Kalau memungkinkan ... hari ini kita habisi dia. O

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 438

    Kelvin menatapnya dengan ekspresi aneh.Melihat tatapan itu, orang tersebut langsung terlihat senang. Dia berujar, "Sepertinya Bos tahu soal itu. Proyekku ini benar-benar bisa bikin kamu menghasilkan banyak uang."Kelvin menatapnya dengan curiga. Orang ini memang berpakaian rapi dengan jas, tetapi sikapnya terlalu mencurigakan dan terkesan agak licik.Kelvin pun tidak bisa menahan diri untuk bertanya, "Kamu menyusup masuk ya?"Orang itu langsung mengerutkan lehernya, lalu berdeham sebelum berucap, "Bos, itu nggak penting. Karena kamu tahu tentang kultivator, aku jelaskan saja proyekku. Silakan kamu putuskan apakah tertarik untuk investasi nantinya."Berhubung Kelvin juga tidak ada kegiatan, dia pun menyetujui sambil mengangguk, "Oke, jelaskan saja."Orang itu langsung menunjukkan ekspresi sangat gembira. Dia sudah coba meyakinkan orang-orang di sini sejak tadi, tetapi semua orang menganggapnya seperti orang aneh. Kelvin adalah satu-satunya yang mau menanggapi. Saking terharunya, hampir

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 437

    "Yang pertama ...." Arvin berucap, "Kalian semua pasti tahu, aku punya sedikit masalah dengan Andriyan dari Keluarga Barus. Sekarang, orang itu sudah kembali ke Kota Yanir. Kalau ada yang bisa memberi tahu lokasinya, aku pasti akan memberi imbalan yang layak!""Selain itu." Usai berkata demikian, Arvin menyunggingkan senyuman. Dia melanjutkan, "Yang kedua, kalian juga tahu bahwa sebelumnya aku lagi mengejar Niveria dari Keluarga Sunardi. Sekarang, ada orang bodoh yang menikahinya dan mereka sudah kembali ke Kota Yanir.""Orang itu cuma seorang dokter keliling dari desa, namanya Kelvin!" Arvin menambahkan, "Aku benar-benar nggak suka soal ini. Pokoknya, kalau ada di antara kalian yang menemukan Niveria atau orang bernama Kelvin itu, tolong bawa mereka ke hadapanku juga!"Begitu dibawa ke hadapannya, kemungkinan besar mereka akan berakhir dengan kehilangan nyawa."Nggak masalah!""Siap, Tuan Muda Arvin!"Orang-orang di bawah langsung memberi respons dengan penuh dukungan.Arvin berucap s

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 436

    Suara Arvin perlahan terdengar jelas di seluruh tempat. "Selamat datang di pesta anggurku. Kali ini, yang aku undang adalah orang-orang di Kota Yanir dengan kekayaan di atas 200 miliar. Di antara kalian, ada anak orang kaya, ada juga talenta muda. Kalian bersedia datang, itu benar-benar sebuah kehormatan bagiku!""Bisa datang ke pesta Tuan Muda Arvin justru kehormatan bagi kami!" Begitu Arvin selesai berbicara, seorang pria berjas rapi di barisan depan langsung menjilat dengan sangat terang-terangan.Tak lama kemudian, banyak orang langsung ikut-ikutan."Benar! Bisa datang ke pesta anggur Tuan Muda Arvin, rasanya seperti keberuntungan besar bagi kami!""Tuan Muda Arvin mau memasarkan anggur dari kilang pribadinya ya?""Anggur ini jauh lebih enak dibandingkan Lafite dan yang lainnya. Kalau benar dijual, pasti langsung laris manis! Kalau dijual ke publik, aku akan beli 1.000 botol dulu untuk disimpan!"....Suara pujian dan sanjungan terus bermunculan.Kelvin dan Andriyan yang berdiri di

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 435

    "Oke," kata Kelvin.Setelah itu, mereka berdua berjalan menuju pintu masuk.Di sana, ada beberapa petugas yang sedang memeriksa undangan. Kelvin dan Andriyan menyerahkan undangan mereka. Setelah dicek dengan alat dan dinyatakan valid, keduanya pun berhasil masuk ke dalam kilang anggur.Di dalam kilang anggur, suasana sudah cukup ramai. Semua orang berpakaian sangat rapi.Tentu saja, ada juga banyak wanita berpakaian minim dengan tubuh yang menarik.Andriyan bertanya sambil terkekeh-kekeh, "Lihat wanita-wanita itu nggak? Kebanyakan tamu undangan berpakaian formal, entah gaun malam atau jas lengkap. Yang pakai baju lain kemungkinan besar adalah orang-orang yang sengaja didatangkan Arvin untuk menemani tamu.""Kebanyakan dari mereka mungkin model kelas bawah." Andriyan menjelaskan, "Alasan mereka memakai topeng, salah satunya supaya saat ada yang membawa mereka pergi, orang lain nggak mengenali. Lingkaran orang kaya di Kota Yanir ini nggak besar, kebanyakan memang saling kenal.""Kamu mau

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 61

    Mendengar itu, ekspresi Victor langsung cerah. Dia segera menatap Kelvin.Kelvin berdeham sebelum memberitahukan, "Aku sudah nikah.""Aduh!" Wajah Victor tampak menyesal. "Sayang sekali."Kakek mengerutkan alis. "Tapi kamu sudah menyelamatkanku dua kali, aku harus balas sesuatu. Dulu kasih uang kamu

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 58

    Sambil berkata, Victor hendak menarik Kelvin naik tangga.Pria itu justru maju dan menghalangi di depan tangga. "Victor, kamu mau apa? Asal bawa orang dan ngaku dokter hebat? Kampungan dari mana yang kamu cari ini? Kalau dia naik, lalu Ayah kenapa-kenapa dan benaran mati, harus gimana?"Dalam situas

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 64

    Sampai di sini, pria berewok melihat bahwa Kelvin yang berjalan mendekat tiba-tiba mendongak dan melirik ke arahnya.Pria berewok tanpa sadar menutup mulut. Dia merasa perkataannya seperti didengar oleh Kelvin."Sudahlah, jangan dibahas dulu. Ayo siap-siap dan ajak Niveria. Ada acara dari Direktur B

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 63

    Kelvin menoleh ke arah suara dan melihat Niveria berdiri tak jauh di sana.Rambut hitam Niveria terurai. Kacamata hitamnya menggantung di dahi. Wajah cantiknya memancarkan hawa dingin.Mata Niveria menatap ke arah mereka.Kelvin memandangi tangan mereka yang masih berjabatan. Entah mengapa, dia tiba

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status