ログインDi dalam kilang anggur, Kelvin berjalan masuk ke dalam kastil. Begitu masuk, dia melihat sebuah lorong panjang dengan deretan pilar marmer besar di kedua sisinya.Kelvin merasa sedikit terkejut. Kehidupan orang kaya benar-benar di luar bayangannya.Tempat ini hanyalah salah satu kilang anggur milik Arvin, bahkan bukan tempat tinggal utamanya. Namun, tetap saja dibangun dengan kemewahan seperti ini.Belum lama berjalan, tiba-tiba mereka berdua berhenti bersamaan dan menatap ke arah pintu di ujung lorong."Ada aura yang sangat nggak nyaman," kata Andriyan sambil mengernyit.Kelvin membalas sembari mengangguk, "Ya, rasanya sangat nggak nyaman. Ada bau darah ...."Andriyan menarik napas dalam-dalam sebelum berucap, "Sepertinya ... kultivator iblis."Kelvin menarik napas tajam. Seorang kultivator biasa mengandalkan kekuatan spiritual untuk memperkuat diri. Baik batu spiritual maupun pil obat, semuanya digunakan untuk menyerap kekuatan spiritual tersebut demi meningkatkan kekuatan.Kultivato
"Aku masih ada urusan sekarang," ucap Kelvin sambil tersenyum kepada orang itu. "Aku bisa investasi dua miliar. Nanti, setelah keluar kita bicarakan lebih lanjut."Orang itu langsung sangat gembira. Dia membalas, "Kalau begitu, Bos ... kita tambah kontak di WhatsApp?""Oke," ucap Kelvin sambil mengangguk.Andriyan juga menyadari bahwa orang itu seorang kultivator. Dia melirik Kelvin dengan heran, tetapi tidak mengatakan apa-apa.Setelah mereka saling menambahkan kontak, Andriyan berucap, "Ayo, kita masuk juga dan ajukan penawaran ke Tuan Muda Arvin."Kelvin berkata kepada ahli formasi itu, "Kalau begitu ... aku masuk dulu.""Oke, Bos! Kita lanjut lewat WhatsApp!" jawab orang itu dengan raut wajah sangat gembira.Kelvin dan Andriyan pun berjalan menuju kastil. Andriyan bertanya sambil mengernyit, "Orang tadi itu kultivator? Kenapa dia bisa mencarimu?""Dia orang yang cukup menarik," jawab Kelvin sambil tersenyum. "Kita temui dulu Arvin. Kalau memungkinkan ... hari ini kita habisi dia. O
Kelvin menatapnya dengan ekspresi aneh.Melihat tatapan itu, orang tersebut langsung terlihat senang. Dia berujar, "Sepertinya Bos tahu soal itu. Proyekku ini benar-benar bisa bikin kamu menghasilkan banyak uang."Kelvin menatapnya dengan curiga. Orang ini memang berpakaian rapi dengan jas, tetapi sikapnya terlalu mencurigakan dan terkesan agak licik.Kelvin pun tidak bisa menahan diri untuk bertanya, "Kamu menyusup masuk ya?"Orang itu langsung mengerutkan lehernya, lalu berdeham sebelum berucap, "Bos, itu nggak penting. Karena kamu tahu tentang kultivator, aku jelaskan saja proyekku. Silakan kamu putuskan apakah tertarik untuk investasi nantinya."Berhubung Kelvin juga tidak ada kegiatan, dia pun menyetujui sambil mengangguk, "Oke, jelaskan saja."Orang itu langsung menunjukkan ekspresi sangat gembira. Dia sudah coba meyakinkan orang-orang di sini sejak tadi, tetapi semua orang menganggapnya seperti orang aneh. Kelvin adalah satu-satunya yang mau menanggapi. Saking terharunya, hampir
"Yang pertama ...." Arvin berucap, "Kalian semua pasti tahu, aku punya sedikit masalah dengan Andriyan dari Keluarga Barus. Sekarang, orang itu sudah kembali ke Kota Yanir. Kalau ada yang bisa memberi tahu lokasinya, aku pasti akan memberi imbalan yang layak!""Selain itu." Usai berkata demikian, Arvin menyunggingkan senyuman. Dia melanjutkan, "Yang kedua, kalian juga tahu bahwa sebelumnya aku lagi mengejar Niveria dari Keluarga Sunardi. Sekarang, ada orang bodoh yang menikahinya dan mereka sudah kembali ke Kota Yanir.""Orang itu cuma seorang dokter keliling dari desa, namanya Kelvin!" Arvin menambahkan, "Aku benar-benar nggak suka soal ini. Pokoknya, kalau ada di antara kalian yang menemukan Niveria atau orang bernama Kelvin itu, tolong bawa mereka ke hadapanku juga!"Begitu dibawa ke hadapannya, kemungkinan besar mereka akan berakhir dengan kehilangan nyawa."Nggak masalah!""Siap, Tuan Muda Arvin!"Orang-orang di bawah langsung memberi respons dengan penuh dukungan.Arvin berucap s
Suara Arvin perlahan terdengar jelas di seluruh tempat. "Selamat datang di pesta anggurku. Kali ini, yang aku undang adalah orang-orang di Kota Yanir dengan kekayaan di atas 200 miliar. Di antara kalian, ada anak orang kaya, ada juga talenta muda. Kalian bersedia datang, itu benar-benar sebuah kehormatan bagiku!""Bisa datang ke pesta Tuan Muda Arvin justru kehormatan bagi kami!" Begitu Arvin selesai berbicara, seorang pria berjas rapi di barisan depan langsung menjilat dengan sangat terang-terangan.Tak lama kemudian, banyak orang langsung ikut-ikutan."Benar! Bisa datang ke pesta anggur Tuan Muda Arvin, rasanya seperti keberuntungan besar bagi kami!""Tuan Muda Arvin mau memasarkan anggur dari kilang pribadinya ya?""Anggur ini jauh lebih enak dibandingkan Lafite dan yang lainnya. Kalau benar dijual, pasti langsung laris manis! Kalau dijual ke publik, aku akan beli 1.000 botol dulu untuk disimpan!"....Suara pujian dan sanjungan terus bermunculan.Kelvin dan Andriyan yang berdiri di
"Oke," kata Kelvin.Setelah itu, mereka berdua berjalan menuju pintu masuk.Di sana, ada beberapa petugas yang sedang memeriksa undangan. Kelvin dan Andriyan menyerahkan undangan mereka. Setelah dicek dengan alat dan dinyatakan valid, keduanya pun berhasil masuk ke dalam kilang anggur.Di dalam kilang anggur, suasana sudah cukup ramai. Semua orang berpakaian sangat rapi.Tentu saja, ada juga banyak wanita berpakaian minim dengan tubuh yang menarik.Andriyan bertanya sambil terkekeh-kekeh, "Lihat wanita-wanita itu nggak? Kebanyakan tamu undangan berpakaian formal, entah gaun malam atau jas lengkap. Yang pakai baju lain kemungkinan besar adalah orang-orang yang sengaja didatangkan Arvin untuk menemani tamu.""Kebanyakan dari mereka mungkin model kelas bawah." Andriyan menjelaskan, "Alasan mereka memakai topeng, salah satunya supaya saat ada yang membawa mereka pergi, orang lain nggak mengenali. Lingkaran orang kaya di Kota Yanir ini nggak besar, kebanyakan memang saling kenal.""Kamu mau
"Sebelum kamu dibunuh, kamu akan dibuat pingsan dulu. Setelah itu, akan ada orang yang membantu agar kamu dan Tia berhubungan." Usai berkata demikian, tatapan Charles perlahan menjadi dingin. Dia melanjutkan, "Aku sebenarnya nggak mau bertindak sampai sejauh ini. Tapi Nak, kamu benar-benar nggak tah
Kelvin menyeringai, lalu berbicara sambil mengangguk, "Oke, aku akan langsung menelepon Hasan dan meminjam vilanya sebentar."Satu jam kemudian, di vila milik Hasan, tepatnya di bagian atap vila, sebuah tungku obat dipanaskan hingga memerah. Kelvin mengendalikan besar kecilnya api dengan kekuatan se
Apalagi Karlo sama sekali tidak tahu bahwa masih ada seorang leluhur yang hidup di Keluarga Lorenz.Di sisi lain, Albus memegang mikrofon. Dia tersenyum tipis, lalu berkata, "Para hadirin sekalian, tentu ada alasan aku mengundang kalian semua berkumpul di sini hari ini. Pertama, karena sudah cukup l
Ekspresi Charles sedikit bergetar."Kalau dibandingkan dengan Niveria, Shintia itu kalah dalam segalanya. Dari penampilan, bentuk tubuh, latar belakang keluarga, pembawaan diri, sampai kepribadiannya, nggak ada satu pun hal darinya yang bisa menyaingi Niveria." Kelvin melanjutkan, "Kalau bukan karen







