LOGINUsman berencana membawa Julia pergi dari Kota Lamur dan membangun kembali sekte mereka. Untuk lokasi, nantinya baru akan diberitahukan kepada Kelvin setelah dipilih dan ditentukan.Namun saat ini, mereka masih belum meninggalkan Kota Lamur.Kelvin mengobrol sebentar dengan Julia, lalu menyimpan ponselnya dan menatap keluar jendela mobil.Jalanan Kota Lamur dipenuhi kendaraan yang lalu-lalang.Sejak meninggalkan Desa Jayaka, ini adalah kota paling ramai yang pernah dilihat Kelvin.Hanya saja, Kelvin tidak terlalu menyukai kota ini. Di sini penuh dengan godaan, tetapi juga dipenuhi tipu daya dan persaingan licik. Tidak senyaman hidup di Desa Jayaka.Kelvin juga tidak tahu, saat nanti dia kembali ke Kota Lamur untuk kedua kalinya, apakah kota ini akan menjadi sangat berbeda.Mobil melaju hampir satu jam sebelum akhirnya mereka tiba di bandara.Niveria mengenakan kacamata hitam, lalu turun dari mobil.Setelah berpamitan dengan Kate, mereka berdua masuk ke dalam bandara.Ini adalah pertama
Malam pun berlalu dengan tenang tanpa terasa.Kelvin memasukkan hampir semua barangnya ke dalam cincin penyimpanan, lalu turun ke bawah."Barang bawaanmu mana?" tanya Niveria dengan heran saat melihat Kelvin.Kelvin berdeham sebelum berkata, "Aku nggak bawa banyak barang."Niveria menatapnya dengan sedikit curiga, tetapi tidak bertanya lebih jauh. Dia hanya mengangguk dan berkata, "Nggak apa-apa, nanti beli di Kota Yanir saja. Kali ini, aku juga cuma bawa satu koper."Sekarang, mereka tidak kekurangan uang, jadi untuk membeli kebutuhan sehari-hari memang bukan masalah.Kate menggandeng lengan Niveria sambil berkata, "Ah, kali ini kamu pergi ke Kota Yanir. Kita baru bisa ketemu lagi saat libur musim dingin nanti."Niveria mencubit hidung Kate dengan lembut, lalu berucap, "Kamu fokus saja belajar. Paman Aaron nggak menyuruhmu sekolah ke luar negeri?""Aku nggak mau!" kata Kate dengan nada manja. "Bahkan kuliah S2 saja aku nggak mau. Nanti setelah lulus S1, aku akan langsung ke Kota Yanir
"Aku datang ke Kota Lamur memang untuk Kate!" Felix memberi tahu, "Dia adalah kekasihku di kehidupan sebelumnya. Kamu nggak akan mengerti."Kelvin kehabisan kata-kata.Percakapan pun berakhir sampai di situ. Felix juga sudah menghabiskan rokoknya. Dia membuang puntung rokok begitu saja ke pasir, lalu berkata, "Baiklah, aku pergi dulu. Masih ada beberapa hal yang harus diurus. Soal Zhafir juga belum ditangani. Kali ini, aku akan tangkap dia dulu dan menahannya.""Oke!" respons Kelvin sambil mengangguk.Setelah melihat Felix pergi, Kelvin kembali berlatih pedang di pantai untuk beberapa saat. Saat hari mulai gelap, dia baru menyimpan Pedang Surya, meregangkan tubuh, lalu berjalan pulang.Saat melewati tempat tinggal Zhafir, Kelvin melihat bagian dalam vila berantakan, seolah baru saja terjadi perkelahian. Seorang wanita paruh baya yang anggun berdiri di balkon dengan tatapan kosong.Itu adalah ibu Julia.Jelas, Zhafir sudah dibawa pergi oleh orang-orang dari organisasi Nomor 0 dan wanita
Mendengar suara itu, Kelvin langsung menoleh dan bertanya, "Kamu sudah kembali? Aku kira terjadi sesuatu padamu."Felix membalas sembari mengerucutkan bibir, "Aku pergi untuk minta orang lain menyegel kembali kekuatanku. Ditambah lagi urusan organisasi Nomor 0 di Kota Lamur harus dilaporkan, makanya agak memakan waktu.""Disegel lagi?" Kelvin menatapnya dengan heran, lalu bertanya, "Kenapa kamu harus menyegel diri?"Felix melirik Kelvin sambil membalas, "Karena aku sudah mencapai suatu batas. Seperti yang kamu lihat waktu itu, begitu segelku terbuka, aku akan menghadapi Malapetaka Langit. Kalau bukan karena Celia kebetulan menusuk jantungku dan mengancam nyawaku, segel itu nggak akan terbuka.""Batas?" Kelvin menatapnya dengan bingung."Nanti kalau kamu sudah sampai di tahapan itu, kamu akan mengerti," kata Felix. "Urusan di sini sudah hampir selesai. Kalian mau berangkat ke Kota Yanir?""Ya," balas Kelvin sambil mengangguk. "Besok, kami akan berangkat."Felix tersenyum tipis, lalu ber
Kelvin tentu tidak tahu semua itu. Dia terbaring di vila Felix sampai tengah malam sebelum bisa bergerak lagi. Sementara itu, Felix sendiri tampaknya tidak berniat kembali.Kelvin pun meninggalkan vila Felix dan kembali ke vilanya sendiri.Di vila, Kate juga sudah pulang sekolah. Dia sedang mengeluh dengan raut wajah kesal kepada Niveria, "Konser Yoseline dibatalkan karena alasan yang nggak bisa dihindari. Benar-benar bikin kesal!"Niveria menimpali sambil tersenyum, "Nggak perlu terlalu dipikirkan. Lagian aku juga sedang sangat sibuk akhir-akhir ini. Harus merapikan data, negosiasi akuisisi, dan riset. Belum tentu sempat pergi nonton juga."Kate terlihat sangat kecewa.Niveria melihat Kelvin, lalu bertanya, "Sudah beres?""Ya," jawab Kelvin sambil mengangguk. "Kalian lanjut ngobrol saja. Aku agak ngantuk, mau naik ke atas untuk tidur."Niveria membalas sembari mengangguk, "Oke."Kelvin naik ke lantai atas. Dia pun tidur semalaman. Keesokan paginya, dia baru merasa tubuhnya kembali seg
Kelvin menatap ke arah Felix yang sudah menghilang. Pikirannya terasa kacau.Dalam waktu sesingkat itu, terlalu banyak hal yang terjadi.Dari tujuh orang Pengawas Malam, ternyata dua orang sudah diam-diam disusupi oleh organisasi Nomor 0.Barusan, kalau bukan karena segel Felix terbuka, kemungkinan besar dia dan Kelvin sudah mati di tempat itu.Sementara itu, kekuatan Felix juga jauh melampaui dugaan Kelvin!Panggilan Celia terhadap Felix sebelum dijemput ajal tadi membuat Kelvin sangat terkejut.Kultivator pedang nomor satu, Felix si Dewa Pedang!Kekuatan Felix saat ini berada di Tahap Pemeliharaan Spiritual, tetapi itu karena dia sengaja menyegel dirinya. Kalau tidak disegel, bisa sekuat apa dirinya?Di atas Tahap Pemeliharaan Spiritual, ada satu tahapan lagi yang disebut Tahap Inti Spiritual atau juga dikenal sebagai Tahap Inti Emas.Apa Felix sudah berada di tahapan itu atau bahkan lebih tinggi lagi?Gelar "kultivator pedang nomor satu" saja sudah terdengar sangat luar biasa.Namun
Kelvin terdiam sejenak. Berhubung ayah Kate sendiri sudah tidak lagi mengurus masalah itu, dia pun merasa tidak perlu ikut campur lebih jauh.Namun, Kate justru tersenyum pahit sambil berkata, "Kak Kelvin, kamu nggak tahu betapa menyebalkannya orang itu. Dia bilang aku adalah istri yang sudah ditakd
"Pertemuan semacam ini biasanya diadakan seminggu sekali atau sebulan sekali. Di dalamnya, para peserta akan saling bertukar pengalaman dalam berkultivasi, lalu juga saling menukar barang. Bisa dengan sistem barter atau dibeli menggunakan uang," jelas Eric."Jadi, mereka semua saling mengenal?" tany
Kelvin berdeham pelan sebelum berkata, "Itu aku cuma bercanda.""Pengawal berjanggut itu sudah datang?" Kelvin segera mengalihkan topik dengan bertanya demikian."Sudah. Dia punya nama kok, namanya Deven. Kamu bisa memanggilnya Paman Deven. Dia itu pengawal pribadiku." Niveria menambahkan, "Waktu ke
Namun tepat pada saat itu, orang yang berusaha melarikan diri itu tiba-tiba merasakan bayangan di depan matanya berkelebat. Saat berikutnya, sesosok tubuh sudah muncul di hadapannya. Dengan satu gerakan cepat, pintu ruang VIP ditekan dan ditutup rapat.Tatapan Kelvin tertuju tajam pada orang yang he







