LOGINKelvin tentu tidak tahu semua itu. Dia terbaring di vila Felix sampai tengah malam sebelum bisa bergerak lagi. Sementara itu, Felix sendiri tampaknya tidak berniat kembali.Kelvin pun meninggalkan vila Felix dan kembali ke vilanya sendiri.Di vila, Kate juga sudah pulang sekolah. Dia sedang mengeluh dengan raut wajah kesal kepada Niveria, "Konser Yoseline dibatalkan karena alasan yang nggak bisa dihindari. Benar-benar bikin kesal!"Niveria menimpali sambil tersenyum, "Nggak perlu terlalu dipikirkan. Lagian aku juga sedang sangat sibuk akhir-akhir ini. Harus merapikan data, negosiasi akuisisi, dan riset. Belum tentu sempat pergi nonton juga."Kate terlihat sangat kecewa.Niveria melihat Kelvin, lalu bertanya, "Sudah beres?""Ya," jawab Kelvin sambil mengangguk. "Kalian lanjut ngobrol saja. Aku agak ngantuk, mau naik ke atas untuk tidur."Niveria membalas sembari mengangguk, "Oke."Kelvin naik ke lantai atas. Dia pun tidur semalaman. Keesokan paginya, dia baru merasa tubuhnya kembali seg
Kelvin menatap ke arah Felix yang sudah menghilang. Pikirannya terasa kacau.Dalam waktu sesingkat itu, terlalu banyak hal yang terjadi.Dari tujuh orang Pengawas Malam, ternyata dua orang sudah diam-diam disusupi oleh organisasi Nomor 0.Barusan, kalau bukan karena segel Felix terbuka, kemungkinan besar dia dan Kelvin sudah mati di tempat itu.Sementara itu, kekuatan Felix juga jauh melampaui dugaan Kelvin!Panggilan Celia terhadap Felix sebelum dijemput ajal tadi membuat Kelvin sangat terkejut.Kultivator pedang nomor satu, Felix si Dewa Pedang!Kekuatan Felix saat ini berada di Tahap Pemeliharaan Spiritual, tetapi itu karena dia sengaja menyegel dirinya. Kalau tidak disegel, bisa sekuat apa dirinya?Di atas Tahap Pemeliharaan Spiritual, ada satu tahapan lagi yang disebut Tahap Inti Spiritual atau juga dikenal sebagai Tahap Inti Emas.Apa Felix sudah berada di tahapan itu atau bahkan lebih tinggi lagi?Gelar "kultivator pedang nomor satu" saja sudah terdengar sangat luar biasa.Namun
Felix menatap Celia dengan tajam.Celia mengangkat sudut bibirnya, lalu berkata, "Tatapan seperti itulah yang kunantikan. Benci aku, bencilah aku lebih dalam lagi!"Pada saat itu, Felix kembali membuka mulut dan berucap dengan nada tenang, "Pilih saja cara matimu.""Hmm?" Ekspresi Celia sedikit berubah.Saat kembali menatap Felix, Celia melihat mata Felix perlahan berubah dingin. Pria itu sama sekali tidak lagi menunjukkan kelemahan seperti sebelumnya.Kemudian di dalam matanya, mulai muncul semburat warna merah darah.Glegar!Tiba-tiba, dari langit di atas mereka terdengar suara petir yang menggelegar.Suara keras itu membuat jantung Kelvin berdebar hebat.Pada saat yang sama, di bagian jantung Felix, tiba-tiba muncul cahaya samar. Cahaya itu perlahan menyebar dari luka yang tertusuk belati."Segel!" Raut wajah Celia langsung berubah. "Mana mungkin kamu punya segel seperti ini?"Pak!Tiba-tiba, tangan Felix terangkat. Seolah-olah racun Kacang Pengusir Spiritual tidak berpengaruh sama
Felix menatap Celia dengan tidak percaya.Saat ini, tubuh Felix sudah hampir sepenuhnya lemas.Baik dia maupun Kelvin sudah menghirup cukup banyak gas dari Kacang Pengusir Spiritual.Sementara itu, Celia jelas sudah lebih dulu minum penawarnya.Sekarang, lautan spiritual mereka seperti air yang mati, di mana tidak bisa digerakkan sama sekali dan tubuh mereka juga menjadi lemah tak bertenaga.Kelvin bersandar di kursi, tetapi matanya terus tertuju pada Celia.Saat sebelumnya Celia menusuk mati Ratna dengan satu tusukan, Felix mengatakan itu karena kebencian. Kelvin juga tidak terlalu memikirkannya karena Ratna memang benar-benar berada di Tahap Pemeliharaan Spiritual. Dengan kematiannya, Felix secara alami mengira bahwa pemimpin organisasi Nomor 0 sudah berhasil disingkirkan.Kelvin pun sempat berpikir bahwa masalah organisasi Nomor 0 di Kota Lamur sudah selesai.Namun sekarang terlihat jelas, Celia membunuh untuk membungkam agar Ratna tidak sempat mengungkap identitasnya."Se ... sejak
Tak lama kemudian, tubuh Iblis Berwajah Senyum mulai sedikit kejang.Felix bertanya sambil mengernyit, "Kamu lagi apa?""Ka ... kalian ...." Iblis Berwajah Senyum berbicara sambil terus kejang, "Kalian mau membunuhku, mau ...."Belum sempat Iblis Berwajah Senyum menyelesaikan ucapannya, mulutnya mulai berbusa."Ada apa ini?" Kelvin ikut mengerutkan kening.Felix yang tadinya duduk langsung berdiri. Dalam dua langkah, dia sudah sampai di depan Iblis Berwajah Senyum, lalu menatap Kelvin sembari bertanya, "Kamu meracuninya?"Kelvin menggeleng. Dia memegang pergelangan tangan Iblis Berwajah Senyum dan memeriksanya dengan saksama. Tepat pada saat itu, raut wajahnya langsung berubah. Dia berkata, "Gawat, cepat tahan napas!"Namun pada saat yang sama, Kelvin mulai merasakan kepalanya pusing dan berat, bahkan tubuhnya mulai lemas."Ada apa ini?" tanya Felix ke arah Kelvin dengan ekspresi berubah."Itu pil level tiga, Kacang Pengusir Spiritual!" jelas Kelvin sambil menggertakkan gigi.Begitu me
Di salah satu ruangan di basement, Iblis Berwajah Senyum terikat di sebuah kursi. Wajahnya babak belur dan ekspresinya sangat murung, seperti orang yang terkena sial besar. Dia bersandar lemas di kursi.Alasan Iblis Berwajah Senyum menerima misi ini sebenarnya adalah karena dia kurang lebih mengetahui tentang Niveria.Iblis Berwajah Senyum juga tergoda oleh kecantikan Niveria.Maka dari itu, dia menerima misi dari Ella.Sepanjang hidupnya, Iblis Berwajah Senyum selalu berhati-hati dan memiliki insting yang sangat tajam. Itulah sebabnya dalam setiap percobaan pembunuhan, dia selalu bisa lolos dengan selamat.Sayangnya setelah berhati-hati seumur hidup, Iblis Berwajah Senyum tidak pernah menyangka bahwa target kali ini justru berada di markas besar Pengawas Malam. Saat ini, dia benar-benar sangat menyesal.Iblis Berwajah Senyum sudah diburu oleh Pengawas Malam. Dia tahu, kemungkinan besar dia tidak akan bisa kabur. Yang dia harapkan sekarang hanyalah bisa tetap hidup.Selama bisa hidup c
Ketika melihat pria paruh baya itu, sekelompok orang yang dibawa Alex kembali tercengang.Orang yang datang itu adalah ... Donny Tandean, seorang pengusaha top di Kota Lamur, juga ayahnya Alex. Dia adalah pria luar biasa kaya dengan aset ratusan triliun.Alex sepertinya sudah sedikit pulih. Dia diba
"Musuh?" tanya Julia."Ya, mereka mau bunuh aku!" jawab Kelvin sambil mengangkat bahu."Hmm?" Julia menatap Kelvin dengan terkejut, lalu perlahan-lahan mengembuskan napas dan berkata, "Meski mabuk, aku juga tahu sedikit informasi tentangmu.""Eh? Misalnya?" tanya Kelvin."Misalnya, 'ahli alkimia lev
Setelah mencari secara online di mana toko obat tradisional terbesar di Kota Lamur, Kelvin menemukan beberapa toko obat besar yang terletak di tempat bernama "Cakrawala Asri". Tempat itu sepertinya merupakan pasar barang antik di Kota Lamur.Kelvin langsung naik taksi ke Cakrawala Asri.Sekitar puku
Aaron sungguh merasa emosi.Dia benar-benar tidak menyangka dirinya akan diremehkan seperti itu oleh Kelvin.Aaron mengepal erat tangannya, seolah-olah ingin menghantam Kelvin. Hanya saja, ketika melihat dua orang yang berbaring di lantai dan tidak berhenti kejang-kejang itu, dia juga tidak berani t







