LOGINKerajaan Balkan adalah wilayah yang tidak pernah mati di mana semua penduduknya selalu beraktifitas di siang dan malam hari.Berbeda dengan kerajaan lain yang sepi di waktu malam, malam di Balkan seharusnya terang benderang dipenuhi lampu obor dan minyak.Namun untuk pertama kalinya, saat ini kota Balkan begitu hening dan sepi. Tidak ada satu pun obor terlihat seakan Balkan telah berubah menjadi kota mati.Jalan besar membentang begitu legang tanpa apa pun di sana. Sementara kereta kuda, meja, kursi, kertas-kertas lukisan serta keranjang buah berserakan di pinggir-pinggir rumah seperti memang sengaja di tinggalkan oleh pemiliknya.Yang tersisa dari peradaban siang hanyalah tinggal patung-patung batu yang berjejer menatap jalanan seakan merekalah penghuni kota Balkan sekarang.Duke Luis dan pasukannya tentu saja bingung dengan semua pemandangan ini. langkahnya yang tadi pasti kini perlahan melambat dipenuhi keraguan.“Apa ini Luis? Ke mana semua orang?” tanya Lady Chambela mengerutkan
Arga mengerutkan kening sulit mengerti dengan keadaan negeri Balkan.Jika benar para dewa itu ada dan mereka membantu manusia untuk saling membunuh, lalu siapa dewa-dewa itu?Bukankah menurut legenda, dewa adalah sosok suci yang kerap menjaga alam agar tidak terjadi kerusakan?Arga sungguh bingung dengan berbagai legenda tentang dewa di mana dirinya juga belum pernah bertemu mereka.Yang Arga ketahui, sebagian jurus yang dia miliki adalah milik para dewa yang diturunkan kepada manusia ratusan ribu tahun yang lalu.Kepala pemuda itu kini dipenuhi berbagai pertanyaan akan manusia, alam, dewa, juga mahluk iblis yang entah datang dari mana.Andai dirinya masih berada bersama Zufu, mungkin Arga dapat menanyakannya kepada pria itu karena Zufu pernah berhubungan langsung dengan alam para dewa.“Sial! Membuat kepalaku semakin sakit saja,” umpat Arga di dalam hati.“Apa pun mereka aku tidak peduli! Jika sudah berurusan dengan nasib manusia, siapa pun akan aku hadapi bahkan jika mereka dewa sek
“Siapa dia? apa putra mahkota Lingga Hiang juga merupakan alkemis?” tanya raja Evandaru pada putri Elenio.“Dia Argadanta Niskala Candra, putra tunggal dari Maha Prabu Niskala Jayanata. Kedatangannya memang sebuah kejutan, ayah. Dia memiliki begitu banyak harta dan mampu membunuh 8000 kesatria pasukan aliansi,” tutur putri Elenio membeberkan semua tentang Arga pada ayah-nya.“Kabar tentang kesaktian orang-orang Benua Utara memang bukan isapan jempol belaka,” gumam raja Evandaru.“Lantas mengapa dirimu tidak bisa membaca pikirannya?” tanya raja Evandaru kemudian.“Entahlah, mungkin karena energi batin tuan Arga terlalu besar. Kita tidak tahu entah sesakti apa dia sebenarnya,” jawab putri Elenio.“Jangan lepaskan dia, ayah akan sangat senang jika pemuda itu tertarik padamu,” pinta raja Evandaru.Tentu saja putri Elenio langsung merona mendengar itu di mana sedari awal, dia memang sudah menaruh hati kepada Arga.Mendapati ayahnya juga tertarik, putri Elenio seperti mendapatkan dukungan p
Pertemuan keluarga kerajaan masih tetap berlangsung di mana raja Evandaru belum menemukan jalan keluar untuk bisa menyelesaikan pertikaian.Harapan satu-satunya sekarang adalah Arga mau membantu mereka, namun sampai saat ini Arga belum memberikan jawaban.“Bagaimana tuan Arga?” tanya raja Evandaru menegaskan.“Jika perang ini berakhir dengan kemenangan, aku menginginkan kerajaan Balkan menghapus sistem kasta dan memperbolehkan masyarakat kecil tinggal di kota raja,” ungkap Arga.“Raja yang besar bukan dia yang memiliki kekuatan dan harta tidak terbatas, tetapi mereka yang mampu membangun negeri untuk kesejahteraan rakyat tanpa harus memiliki kesenjangan,” sambung Arga.“Kaya boleh, tetapi sikap saling menghargai dan peduli sesama wajib ditanamkan kerena itu akan mampu membangun kekuasaan yang kokoh dan tidak terkalahkan,” jelas Arga.Antonio membuka mulutnya lebar tidak percaya Arga berani mengungkapkan semua itu di depan penguasa Balkan.Sementara Mutiara Sendayu hanya mengerutkan ke
“Apa maksudmu putriku?” tanya raja Evandaru mengerutkan kening.Tidak hanya raja, tetapi semua pembesar kerajaanpun sama-sama mengerutkan kening tidak mengerti dengan ucapan Elenio.Arga memang sorang pahlawan dan kesaktria sakti, tetapi urusan strategi perang, raja Evandaru tidak yakin terhadapnya.Tetapi putri Elenio segera menghampiri raja dan membisikan sesuatu yang membuat mulut ayahnya terbuka lebar.“A—apa kau yakin dengan itu putriku?” tanya raja Evandaru terbata.“Benar ayah,” jawab putri Elenio pelan.“Begitu rupanya, berarti kita benar-benar kedatangan tamu agung,” raja Evandaru tersenyum lebar.Lady Geffie juga tidak melepaskan pandangan terhadap Arga, dia yakin Arga bukanlah pemuda seperti yang terlihat.Hatinya mengatakan Arga adalah orang besar yang sengaja bersembunyi dibalik kesederhanaan.Terlepas dari hatinya yang selalu bergetar terhadapnya, Lady Geffie sangat berharap Arga dapat membantu keluarganya yang kini sedang di sekap.Gadis itu sudah tidak peduli lagi deng
“Siapa kau anak muda? Beraninya datang ke istanaku tanpa izin,” bentak raja Evandaru.Hampir 500 pasukan kesatria sudah siap bertarung mengepung Arga dan Mutiara Sendayu di mana sepasang muda-mudi itu masuk istana kerajaan tanpa permisi.Para bangsawan yang di bawa Rhobinson memang sama melarikan diri ke wilayah istana. Tetapi mereka belum tiba karena dihadang pasukan penjaga gerbang membuat sosok Arga dan Mutiara Sendayu tidak ada yang mengenali.“Cepat katakan! Atau pasukanku akan membinasakanmu di sini,” kembali raja Evandaru berteriak.Arga dari tadi tidak menjawab karena sedang mengamati situasi, dia khawatir masih ada pengkhianat di dalam istana yang akan membocorkan situasi istana kepada aliran bangsawan bergelar.Setelah yakin yang berada di sana adalah orang-orang kepercayaan raja Evandaru, dia segera mengibaskan tangannya membuat putri Elenio dan yang lain seketika muncul di hadapan semua orang.500 pasukan kesatria serentak mundur terkejut bukan buatan, sementara raja Evand







