LOGINArga sendiri malah menyeringai tipis tidak peduli dengan para musuh yang maju, dia masih berdiri tenang bersama Mutiara Sendayu.“Biar aku saja kakang,” Mutiara Sendayu maju menghampiri Arga.Pemuda itu segera mengangguk pertanda Mutiara Sendayu boleh membantai mereka.Tetapi saat dua langkah lagi para kesatria itu akan melayangkan serangan, dari dalam kereta mewah tiba-tiba terdengar seruan yang menghentikan mereka semua.“Cukup!” suaranya begitu lantang dan jelas seperti menggunakan energi tenaga dalam.Membuat Arga seketika menyipitkan mata mengedarkan pandangan ke arah kereta.“Tu-tu—tuan Thanos,” para kesatria terbata.“Hentikan! ayo kita lanjutkan perjalanan,” kembali terdengar suara dari dalam kereta.“Ba—baik tuan,” seru pemimpin pasukan sembari mundur kembali menghampiri kuda mereka.“Urusan kita masih belum selesai pengembara miskin,” ketus pemimpin pasukan terhadap Arga. Dia beberapa kali berdecak kesal karena tidak bisa menyentuhnya.Begitu juga dengan para kesatria lain,
“Ternyata kota Balkan jauh lebih indah dari pada kota Valley,” ungkap Arga terkagum-kagum.“Tentu saja tuan Arga, peradaban Balkan sangat maju. Penduduknya mayoritas adalah pemikir,” jawab Antonio.Arga begitu terpana menyaksikan banyak bangunan megah dengan tiang-tiang batu besar serta patung indah di halamannya.“Apa para bangsawan kerajaan di sini hidup di tengah kota?” tanya Arga.“Tidak tuan, setiap bangsawan besar di sini memiliki kastil sendiri dan mendiami wilayah tertentu. Mereka biasanya bertanggung jawab atas penduduk wilayah itu, sama seperti demang atau adipati,” tutur Antonio.“Lantas rumah-rumah besar di sepanjang kota milik siapa?” tanya Arga heran.“Itu adalah kediaman para saudagar kaya dan para seniman ternama. Mereka memiliki peran penting dalam membangun kota,” jawab Antonio.Mutiara Sendayu hanya mendengarkan saja sembari berjalan menuntun kuda, mereka singgah di kota raja karena akan membeli beberapa perbekalan untuk pelayaran panjang menyebrangi lautan luas.Ja
Benturan serangan para raksasa tidak dapat terelakan terjadi di ketinggian menciptakan ledakan maha dahsyat yang mengguncang langit dan bumi.Seluruh bangunan istana kerajaan Valley bergetar hebat membuat beberapa bagian mengalami keretakan.Sementara angin badai dari ledakan meluluh lantahkan ratusan atap bangunan.Ribuan prajurit ikut menjadi korban terhempas sejauh puluhan meter beruntung mereka hanya mendapatkan luka benturan karena gelombang energi panas tidak turun ke daratan.Sementara di atas langit, awan cahaya tercipta menyerupai ubur-ubur laut sebelum akhirnya menyebar melenyapkan paruh burung iblis milik Gerad.Ratusan ribu burung yang terkena cahaya tersebut berhamburan berubah menjadi debu.Namun cahaya ledakan tidak berhenti, terus menyeruak menuju tempat Daniel dan Gerad.Mendapati nyawanya terancam, kedua pendekar tersebut segera membentuk segel tangan menciptakan perisai energi berharap bisa bertahan.Tetapi, cahaya ledakan tersebut terlalu kuat membuat perisai energ
Raja Andrian membelalakan mata tidak percaya menyaksikan perang sebesar ini bisa selesai dalam waktu kurang dari semalam.“Kecerdasannya sungguh mengerikan,” gumam raja Andrian.Kemenangan pasukan-nya jelas tidak lepas dari siasat perang yang diberikan Arga sebagai pemimpin tertinggi pasukan saat ini.Karena atas kuasa dan kecerdikan Argalah semua pasukan setia kerajaan Valley bisa berkumpul dan bekerja sama dengan amat baik.Dalam waktu kurang dari satu hari pemuda itu mampu membaca peluang serta kekuatan pasukan kerajaan yang bahkan bukan kerajaan miliknya dengan sangat sempurna.Alhasil, pasukan musuh kelabakan dan berakhir tewas dalam pembantaian.Pertarungan Arga sendiri di atas langit saat ini sudah hampir mencapai puncak.Setelah Daniel menyadari bahwa dia sedari tadi hanya mengulur waktu, Arga mulai membuka jati dirinya.“Raja langit!” teriak Arga.Tidak diduga Arga mengeluarkan jurus puncak dari kitab elang merajai langit untuk membinasakan Daniel dan Gerad.Dari punggungnya
“Ternyata orang benua barat tidak secerdas rumor yang beredar,” gumam Arga menyeringai.Dia memang sengaja memancing Daniel dan Gerad bertarung bersamanya agar para pasukan mereka tidak memiliki pemimpin dalam berperang.Dengan begitu, 400.000 pasukan musuh akan mampu Arga bantai dalam waktu singkat.“Bangsat! Kau boleh saja merupakan putra mahkota dari kerajaan besar, tetapi di sini akulah penguasanya,” teriak Daniel yang kini melayang tidak jauh dari Arga.“Hahaha, aku sebenarnya tidak suka membawa kerajaan dan keluargaku. Tetapi karena membutuhkan pasukan, terpaksa aku mengungkap itu,” Arga menyeringai lebar.“Dan asal kau tahu Dario, aku tidak pernah menginginkan kekuasaan dan tidak peduli dengan itu. Jadi jika kau menganggapku sebagai penguasa, maka dirimu salah besar karena aku hanyalah pendekar biasa,” sambung Arga.“Cih! Pendekar atau penguasa di mataku kau tidak lebih dari sekedar mayat,” ujar Daniel dingin.Sementara Gerad sedari tadi hanya diam di belakang Daniel karena lel
Mendengar nama Niskala, tubuh Daniel sempat bergetar karena tahu siapa Lingga Hiang.Dia tidak mengerti mengapa pangeran besar seperti Arga bisa datang ke daratan yang jaraknya sangat jauh sekali.Tetapi meski jauh, nama Bumi Lingga Hiang tidaklah asing di telinganya, di mana kerajaan milik Arga adalah sosok raksasa yang tidak boleh diusik.Ada dua kerajaan raksasa di dunia, pertama ialah kerajaan Lingga Hiang di daratan utara, sementara yang kedua bernama Al-Kabir dari daratan timur.Kedua kerajaan tersebut merupakan penguasa besar yang namanya terkenal ke mana-mana.Gerad yang baru saja pulang dari daratan utara juga langsung bergetar tidak percaya pangeran penguasa besar yang dinyatakan tewas ternyata ada di wilayahnya.Andai tahu lebih awal pendekar yang menjadi lawannya adalah Argadanta Niskala Candra, kemungkinan Gerad akan langsung mundur menarik semua pasukannya.Dia tahu siapa Arga karena nama itu begitu terkenal di daratan utara, menurut kabar yang dirinya dengar, Arga adala







