Home / Fantasi / Sang Kusir / Bab 53 Kuil AGung Gunung Lawu

Share

Bab 53 Kuil AGung Gunung Lawu

Author: Pujangga
last update publish date: 2026-08-21 20:45:06

Dua malam telah terlewati, rombongan Arga kini hanya berjarak setengah hari lagi mencapai kuil Agung di puncak gunung Lawu.

“Jadi apa yang akan kita lakukan di sana tuan putri?” tanya Arga.

“Aku harus menanam biji bunga teratai di danau kuil Agung, jika biji itu berhasil tumbuh dengan baik, maka upacara kedewasaan ini telah selesai,” jawab putri Anandya menjelaskan.

“Baiklah jika begitu, ayo Jantaka, percepat perjalanan! Kita akan menanam bunga,” teriak Arga senang.

“Haisss! Aku tidak mengerti
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sang Kusir   Bab 193 Permintaan Kerajaan Balkan

    “Apa maksudmu putriku?” tanya raja Evandaru mengerutkan kening.Tidak hanya raja, tetapi semua pembesar kerajaanpun sama-sama mengerutkan kening tidak mengerti dengan ucapan Elenio.Arga memang sorang pahlawan dan kesaktria sakti, tetapi urusan strategi perang, raja Evandaru tidak yakin terhadapnya.Tetapi putri Elenio segera menghampiri raja dan membisikan sesuatu yang membuat mulut ayahnya terbuka lebar.“A—apa kau yakin dengan itu putriku?” tanya raja Evandaru terbata.“Benar ayah,” jawab putri Elenio pelan.“Begitu rupanya, berarti kita benar-benar kedatangan tamu agung,” raja Evandaru tersenyum lebar.Lady Geffie juga tidak melepaskan pandangan terhadap Arga, dia yakin Arga bukanlah pemuda seperti yang terlihat.Hatinya mengatakan Arga adalah orang besar yang sengaja bersembunyi dibalik kesederhanaan.Terlepas dari hatinya yang selalu bergetar terhadapnya, Lady Geffie sangat berharap Arga dapat membantu keluarganya yang kini sedang di sekap.Gadis itu sudah tidak peduli lagi deng

  • Sang Kusir   Bab 192 Pertemuan Kerajaan

    “Siapa kau anak muda? Beraninya datang ke istanaku tanpa izin,” bentak raja Evandaru.Hampir 500 pasukan kesatria sudah siap bertarung mengepung Arga dan Mutiara Sendayu di mana sepasang muda-mudi itu masuk istana kerajaan tanpa permisi.Para bangsawan yang di bawa Rhobinson memang sama melarikan diri ke wilayah istana. Tetapi mereka belum tiba karena dihadang pasukan penjaga gerbang membuat sosok Arga dan Mutiara Sendayu tidak ada yang mengenali.“Cepat katakan! Atau pasukanku akan membinasakanmu di sini,” kembali raja Evandaru berteriak.Arga dari tadi tidak menjawab karena sedang mengamati situasi, dia khawatir masih ada pengkhianat di dalam istana yang akan membocorkan situasi istana kepada aliran bangsawan bergelar.Setelah yakin yang berada di sana adalah orang-orang kepercayaan raja Evandaru, dia segera mengibaskan tangannya membuat putri Elenio dan yang lain seketika muncul di hadapan semua orang.500 pasukan kesatria serentak mundur terkejut bukan buatan, sementara raja Evand

  • Sang Kusir   Bab 191 Petikaian Rumah Lelang bagian 3

    “Di mana ini? Apa kita tiba-tiba berpindah ke sebuah hutan?” Duke Ega panik karena mendapat dirinya tiba-tiba berada di sebuah hutan yang gelap.Arga memang sengaja membawa mereka ke sisi lain dunia dimensi gelang pusaka kerena tidak ingin siapa pun mengetahui letak penyimpanan harta miliknya.Setelah berhasil mengamankan orang-orang penting, pemuda itu segera mengirimkan pesan suara.“Kalian sekarang sedang berada di dunia dimensi milikku, tetap tenang di sana karena ini tidak akan lama. Antonio, gunakan pedangmu untuk penerangan,”“Tuan Arga?” gumam Antonio.Sring!Untuk pertama kalinya Antonio mencabut pedang tersebut di mana sedari tadi, dirinya tidak menggunakannya karena Antonio tidak suka bertarung.Lelaki kerdil itu hanya mengandalkan perlindungan Mutiara Sendayu tanpa sekalipun menghadapi musuh.“Anda?” seru Duke Ega terkejut mendapati Antonio ada bersamanya.“Benar tuan, aku adalah bawahan dari tuan Arga,” jawab Antonio sopan.“Apa yang terjadi dengan kita?” tanya Lady Eleni

  • Sang Kusir   bab 190 Pertikaian Rumah Lelang bagian 2

    Hampir 200 penyihir serentak merapalkan mantera menyerang Arga dengan energi sihirnya.Cahaya jingga berlesatan dari berbagai sisi dengan kecepatan tinggi mengincar tubuh Arga berniat membunuhnya.“Hahaha, trik yang sama tidak akan berguna padaku,” Arga tertawa kecil.“Hasrat perang tahap 6, jirah dewa perang!” teriaknya lantang.Energi biru seketika menyeruak membentuk baju perang sangat indah membuat mata semua orang terpana melihatnya.Tidak hanya para kesatria yang sedang bertarung saja, tetapi semua pembesar bangsawan bergelar juga ikut terpana menyaksikan Arga.Apa yang dilakukannya sungguh ajaib layaknya seorang dewa sehingga mereka mulai bertanya-tanya siapa Arga sebenarnya.Setiap cahaya jingga dari energi sihir mengenai tubuh Arga, cahaya itu akan langsung terpental kesembarang arah mengenai beberapa kesatria musuh hingga mereka tewas dalam waktu singkat.“Pusaka macam apa yang dipakainya? Itu sungguh indah sekali,” ungkap Durori melebarkan mata.“Aku harus mendapatkan pusak

  • Sang Kusir   Bab 189 Pertikaian Rumah Lelang

    Tadinya dia ingin mengambil kesempatan dengan memiliki rumput abadi terlebih dahulu. Tetapi Duke Thanos menggagalkan rencananya.“Jika tidak bisa dengan cara baik-baik maka aku akan merebutnya dari kalian!” ungkap Duke Luis dingin membuat semua orang seketika mengerutkan kening.“Mengapa aku merasakan firasat buruk paman?” ungkap Lady Elenio tiba-tiba.Duke Ega segera menjetikan jari membuat 100 kesatria langsung bermunculan di depan mereka melindungi Lady Elenio.Sementara 100 kesatria yang bertugas melindungi Arga langsung berlompatan ke atas panggung.“Tuan mohon mundurlah! Ini sudah jadi tanggung jawab kami,” ungkap kepala kesatria penjaga dengan sopan.“Aku mengerti,” ujar Arga sembari menyimpan kembali rumput abadi miliknya ke dalam ruang dimensi gelang.Dalam hati Arga menyeringai karena apa yang terjadi sekarang sudah dia prediksi. Dirinya mengeluarkan rumput abadi memang sengaja untuk memancing rubah dari sarangnnya.“Apa yang ingin kalian lakukan keluarga Nora?” tanya Lady E

  • Sang Kusir   Bab 188 Rumput Langka

    “Bagaimana ini Lady, monopolimu akan menyebabkan keributan,” tanya Arga membebankan ini pada Lady Elenio membuat gadis cantik berambut emas tersebut bingung.“Berapa banyak barang langka yang anda punya?” jawab Lady Elenio cepat dengan balik bertanya.“Cukup banyak. Jika dirimu tidak keberatan aku bisa menjual satu dua barang lagi,” tutur Arga.“Baiklah! Anda bisa menjual satu barang lagi,” ujar Lady Elenio.“Jika menurutmu baik, aku tidak masalah,” Arga mulai melangkah ke depan panggung membuat semua bangsawan yang ribut seketika berhenti.“Ok, ok! Jika kalian menuntutku menjual barang lagi, maka akan kujual. Namun hanya satu barang, tidak ada lagi barang yang lain karena barang ini merupakan benda yang paling langka,” terdengar suara Arga menggema memenuhi seluruh ruangan.Suasana tiba-tiba saja hening di mana para bangsawan menyimak dengan antusias penasaran dengan barang yang akan di jual Arga.Mengetahui barang pertama merupakan tanaman yang sangat berguna, mereka percaya barang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status