MasukBab 06. Harapan dan tujuan.
Tian Zhi berjalan keluar melewati batas cahaya yang berada di area terakhir, dengan tenang ia menembus lapisan cahaya tersebut sebagai tanda selesainya pelatihan tertutupnya. Tian Zhi berdiri mematung untuk beberapa saat di tempatnya, ia menghirup nafas dalam dan mengeluarkannya perlahan seakan akan udara yang dihirupnya itu lebih berharga dari emas. Ya, dirinya bersikap seperti itu bukan tanpa sebab, selama masa pelatihannya ia berada dalam ruangan magis dengan gravitasi tinggi dan dalam situasi penuh tekanan, lepas dari hal itu membuatnya merasa seperti burung yang lepas dari sangkarnya. Tian Zhi kemudian melihat tubuhnya sendiri, tampak otot di tangan dan di tubuhnya begitu keras tanpa sedikitpun lemak yang tersisa. “Tubuhku kini sudah berada di tingkat keempat, tubuh tulang naga, hanya tinggal selangkah lagi untuk bisa memiliki tubuh dewa!” “Entah berapa lama waktu yang kuhabiskan untuk menyelesaikan semua ujian dari Master, tapi, semua rasa lelah,keringat dan darah yang tercurah terbayarkan dengan sepadan atas apa yang kudapat!” ujarnya bermonolog. Ya, selain kekuatan tulang tubuhnya berada di tingkat tulang tubuh naga, ia kini berada di ranah bumi tingkat menengah dengan penguasaan teknik penempaan, mantra dan pemurnian obat yang berada di tingkat lanjutan. Kemampuan menempa, merapal mantra dan alkimianya yang berada di tingkat lanjutan itu bisa dikategorikan setara dengan alkemis tingkat enam, alkemis dengan ranah langit yang mampu membuat pil spirit tingkat tinggi. Pencapaiannya itu membuatnya senang bukan kepalang, kini ia tak sabar untuk menemui Master Fan untuk membuatnya bangga. Ia menoleh menatap sekelilingnya mencari keberadaan sang master, ia mengernyitkan keningnya karena tak menemukan sosok penting dalam hidupnya itu. “Master kemana?” ujarnya sambil terus melihat sekelilingnya. Ia menggunakan domain ranahnya untuk mencari keberadaan Master Fan. Namun, ia tetap tidak menemukan keberadaan masternya itu hingga… “Eh!” Ia merasakan jejak dari Master Fan. Pandangannya jatuh pada sebuah bola kristal emas yang melayang di tengah arena. Ya, jejak energi sang master yang ia rasakan berasal dari bola kristal emas yang melayang di udara tersebut. Tian Zhi merasakan firasat yang tidak nyaman saat merasakan jejak jiwa masternya di kristal emas itu. Ia berjalan mendekati bola kristal emas, semakin ia mendekat semakin gelisah rasa di hatinya. Saat dirinya telah berada di depan bola kristal emas tersebut sebuah diagram magis berwarna emas muncul di lantai, kini ia berada dan bola kristal emas melayang itu berada di tengah-tengah diagram magis emas tersebut. Mekanisme yang terjadi membuat bola kristal emas menyala terang, tak lama dari bola kristal emas itu muncul satu siluet yang membuat Tian Zhi bergetar tubuhnya. “Ma…Master!” Ucapnya tidak percaya. Ya, jiwa Master Fan yang muncul dari kilatan cahaya bola kristal emas tersebut, tampak olehnya sang Master tersenyum bangga padanya. Tian Zhi jatuh setengah berlutut di lantai, matanya berkaca-kaca melihat pecahan jiwa masternya itu. Sebagai seorang kultivator ranah bumi tentunya ia sadar betul apa yang terjadi saat melihat pecahan jiwa masternya itu. “Master…kenapa Master tidak–” Tian Zhi tidak bisa melanjutkan kata-katanya, kata yang ingin diucapkannya tercekat di tenggorokannya karena ia tidak bisa menerima kenyataan yang ada. “Muridku, semua yang terjadi padaku adalah takdir langit. Yang hidup pasti akan mati, ada awal pasti ada akhir.” “Namun, akhir bukanlah segalanya, akhir dan kematian merupakan sebuah awal takdir yang baru, itu adalah hukum dari alam semesta,” ujar Master Fan penuh arti. Lanjutnya, “ Tadinya aku berharap untuk bisa membimbingmu lebih lama lagi, namun ternyata waktu yang membatasi.” “Karena itu hanya ini yang bisa kulakukan untukmu terakhir kalinya,” ujar Master Fan penuh harap. Tian Zhi menatap Masternya dengan penuh tekad, dari kata-kata Sang Master ia tahu jika ada harapan yang ditujukan padanya. “Master, murid belum banyak melakukan bakti pada Master, apa yang harus kulakukan kedepannya? Katakan pada murid harapan Master, murid akan menjadikannya titah dan tujuan hidup!” jawab Tian Zhi penuh tekad. “Hahaha, aku merasakan ketulusan dan tekadmu, Zhi’er. Tak salah aku mengangkatmu menjadi murid. Kau benar-benar bisa kuandalkan kedepannya,” jelas Master Fan penuh arti. Lanjutnya, “ Aku tidak memiliki banyak waktu untuk menjelaskan, yang jelas kau sudah setuju untuk menjalankan wasiat dariku,” ujar Master Fan merujuk pada janji pertunangan yang sebelumnya mereka sepakati. Tian Zhi mengingat betul janjinya pada sang master, meski begitu ia masih penasaran tujuan sebenarnya dari perjanjian itu. “Baik,Master. Aku akan menjalankan wasiat Master dengan sebaiknya, aku berjanji!” ujar Tian Zhi penuh tekad. Master Fan tersenyum,dari sorot mata dan kata yang terucap darinya ia tahu Tian Zhi pasti akan menjalankan wasiatnya itu. Bersamaan dengan itu, Tian Zhi melihat pecahan jiwa masternya mulai menipis yang menunjukan hanya sedikit waktu yang tersisa. “Tak ada waktu lagi, sentuhlah bola kristal emas ini, Master mu ini akan menyerahkan semuanya padamu termasuk hal yang kujanjikan sebelumnya padamu dan hal yang ingin kau ketahui.” “Adapun untuk wasiatku, kau akan mengetahuinya saat kau telah mencapai ranah langit. Ini kulakukan untuk menjagamu dari—” “.................” Pecahan jiwa Master Fan semakin menipis yang membuat suara Master Fan tak terdengar oleh Tian Zhi, hanya gerakan bibirnya saja yang terlihat di matanya yang membuatnya mengernyitkan keningnya karena tidak paham dengan apa yang ia katakan. Master Fan memberikan gestur tangan agar Tian Zhi segera menyentuhkan kedua tangannya pada permukaan bola kristal emas. Tian Zhi pun langsung menuruti kemauan sang master, ia memegang bola kristal emas dengan kedua tangannya. Diagram magis di lantai dan bola kristal emas bersinar setelah ia menyentuhnya. Aura di tubuhnya menguar saat ia melakukan hal tersebut. Tian Zhi terhenyak, ia merasakan memori otaknya dijejali banyak pengetahuan baru yang mana pengetahuan itu semuanya milik Masternya. Ia tertegun karenanya, banyak ingatan sang master yang kini menjadi miliknya, pertanyaan yang dulu ia tanyakan pada Master Fan pun kini didapat jawabannya. Yang membuat hatinya panas adalah hal yang membuat gurunya terluka dalam, ia akhirnya tahu jika seseorang meracuninya. Namun, bayangan sosok tersebut samar di ingatannya. Beberapa ingatan masternya tidak bisa dilihat karena ada semacam tirai energi yang menghalanginya untuk melihat. Hanya bayangan samar yang bisa ia lihat dimana ada delapan sosok manusia di dalam ingatan tersebut dengan tujuh bola misterius berada di atas kepala tujuh orang tersebut. “Segel…apa ini yang Master maksudkan? Siapa sosok-sosok ini?” “Dan tujuh bola misterius di atas kepala mereka itu apa?” batinnya penuh tanya. Tak lama, seluruh ingatan itu tertutup tabir cahaya yang membuatnya benar-benar tidak bisa melihat semua ingatan tersebut. Ingatan terakhir yang muncul di kepalanya adalah sosok Master Fan, ia tersenyum padanya sambil menyampaikan pesan terakhir padanya. “Pesan Master akan selalu kuingat, hanya saja untuk satu hal aku tidak bisa berjanji.” “Aku akan membalas dendam pada orang-orang yang melukai Master, mereka harus membayar buah dari perbuatan mereka!” ujar Tian Zhi penuh keteguhan. Master Fan tersenyum mendengar pernyataan Tian Zhi, tampak jelas di matanya jika muridnya itu telah menjadikan kebenaran yang ia dapat sebagai tujuan utamanya. Sosok Master Fan kini menghilang sepenuhnya, bersamaan dengan itu, lautan pengetahuan milik Master Fan kembali memenuhi ingatannya dan menjadi bagian dirinya.Bab 208.Berbalik.Di lantai dua toko pil miliknya, Tian Zhi kembali memfokuskan dirinya untuk membuat beberapa penyesuaian dan juga pengaturan yang ada. Ia kemudian melanjutkan rencananya.Setelah setengah hari menyelesaikan pemurnian pilnya, ia pun mulai melakukan hal lain yang belum sempat ia lakukan.Tian Zhi menggunakan media formasi array dan juga array bola cahaya untuk menarik sesuatu yang terpasang di dalam dirinya.Formasi array segi enam yang dipadukan dengan formasi tiga api putih segera membentuk sebuah array tingkat dua yang membatasi area empat meter dengan dirinya sebagai pusat. Setelah array pertama terbentuk gegas ia membentuk segel tangan untuk membuat array bola cahaya di depannya.Satu bola cahaya dengan diameter satu mi kini terbentuk di depannya, ia kemudian menggambar mantra darah di udara untuk dipadukan pada bola cahaya yang ada di depannya."Teknik cermin jiwa!" seru Tian Zhi lantang.Bola cahaya yang bermandikan mantra darah di permukaannya kini mulai beruba
Bab 207. Muslihat.Semua orang meninggalkan toko pil Tian Zhi dengan wajah berbinar. Dengan aura yang berbeda dan juga rona wajah sumringah yang terlihat sontak membuat banyak kultivator yang berada di area tersebut menjadi semakin menggebu untuk mendapatkan pelayanan dan pil buatan Tian Zhi.Disisi lainnya, Qi Sha dan orang orangnya makin dibuat kecut dengan apa yang mereka lihat. Hari mereka semua benar benar bertambah buruk dengan tak ada satupun pelanggan yang membeli pil yang dijual di toko mereka.Kesialan Qi Sha semakin bertambah ketika empat klan yang diprovokasi oleh mereka kini telah mengetahui kecurangan yang mereka lakukan. Sontak hal itu semakin membuat nama klan Qi dan tentunya kelompok alkemis Zenzhu semakin buruk di seantero kota." Sial Sial Sial ! Kenapa bisa seperti ini ! " teriak Qi Sha dari dalam ruangannya. Kini ia menatap nyalang pada orang orang yang ada di hadapannya." Kakak, marah pun sekarang tak ada gunanya, yang harus kakak pikirkan sekarang adalah bagaim
Bab 206. Contoh." Benar, sangat cantik ! Putri penguasa kota pun kalah jauh dengannya!" " Apa kau tak tahu ? Itu Xi Xi, putri dari patriark klan Xi, kudengar master alkemis yang membuka toko cahaya bintang inilah yang menyembuhkannya! Aku mendengar langsung hal ini dari para penjaga klan Xi!" "Begitu pula dengan Quon dan dua patriark lainnya. Kudengar master alkemis bintang hijau yang menyembuhkan mereka!" " Pantas saja mereka datang ! " " Dengan begini keuntungan pun akan kita dapatkan, adanya toko baru pasti membuat harga pil akan bersaing. Kini kita tak akan kesulitan lagi dalam membeli pil yang kita butuhkan!" Perbincangan dan pendapat pun mulai terjadi pada semua orang. Hal itu langsung membuat gempar seisi kota dengan kemunculan toko pil baru yang dibuat Tian Zhi. Ditambah dengan kabar fakta sembuhnya Xi Xi, Quon dan dua patriark makin membuat toko pil Xingguan mendapat tempat.Tian Zhi pun mulai menyambut para tamu yang datang tak diundang tersebut. Jelas ia paham jika
Bab 205. Tanda misterius.Petir menyambar kediaman klan Xi, Tian Zhi hanya bisa tersenyum canggung saat petir penyucian Xi Xi meluluhlantakkan sebagian besar kediaman Patriark Xi tersebut.Meski begitu, tak ada wajah kecewa dari patriark Xi Dong dan istrinya. Dengan penjelasan istri patriark Dong sudah dipastikan jika Xi Xi telah sembuh dan mendapatkan keuntungan ganda dari Tian Zhi. Tanpa menunggu Xi Xi selesai dari kenaikan ranahnya, Tian Zhi keluar dari kediaman dengan mendapatkan seperempat kekayaan Patriark Xi sebagai hadiah atas apa yang dilakukannya."Benar benar diluar dugaan, meski hanya tiga misi yang diselesaikan tapi hasil yang kudapat setara dengan menyelesaikan dua puluh misi yang ada," ujarnya sambil melihat cincin penyimpanan yang diberikan padanya." Jika begini, aku bisa memulai membuka tokoku dalam dua hari kedepan! " ujar Tian Zhi dengan wajah sumringah.Sekembalinya ia ke penginapan awan, dua pelayan wanita yang dimintai bantuan olehnya ternyata telah menunggunya
Bab 204. Melanjutkan misi.Tian Zhi mengembalikan kondisi tubuhnya di kamarnya yang ada di Penginapan Awan Hitam. Sehari penuh waktu yang ia habiskan untuk tindakannya itu. Dalam sikap lotusnya itu juga ia memfokuskan diri untuk mencerna pil hitam arkais yang sebelumnya ia lahap.Meski begitu, ia belum menemukan petunjuk apapun mengenai pil arkais tersebut dan bola hitam yang sebelumnya masuk ke dalam tubuhnya.Tian Zhi membuka matanya perlahan lalu menghembuskan nafasnya dengan berat.“Aku tidak menemukan petunjuk apapun tentang pil arkais itu, bahkan dalam pengetahuan yang ada di Pagoda Emas pun tidak ada yang mengatakan tentang pil tersebut!” ujarnya dengan sedikit frustasi.Tian Zhi bangkit dari sikap lotusnya, ia kemudian keluar dari ruangannya, tampak dua orang pelayan penginapan yang berdiri di depan pintu ruangannya segera menyambutnya." Pagi tuan muda, apa ada hal yang bisa kami lakukan untuk tuan muda ? " tanya seorang dari pelayan tersebut penuh hormat." Berapa lama aku b
Bab 203. Pil hitam" Tak! " " Pecah ! " seru Tian Zhi lantang setelah membuat tiga segel tangan.Bersamaan dengan itu seluruh array yang ia buat dan ada di ruangan tersebut kini menghilang dengan sendirinya.Meski ia tidak merasakan efek dari proses yang baru saja dilaluinya, namun ia cukup yakin jika pil dan asap biru hitam tersebut merupakan sesuatu yang bermanfaat bagi sesuatu yang ada di dalam tubuhnya.Setelah berpakaian kembali, Tian Zhi pun keluar dari ruangan tersebut, tampak Lady Fang dan tiga orang paruh baya yang ada di lorong kini menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.Tian Zhi mendekat ke arah keempatnya, pandangannya terarah pada wanita muda yang masih berada di dalam pangkuan sang pria paruh baya ketiga."Senior, bolehkah? " tanya Tian Zhi sopan sambil arah matanya melihat pada sang wanita muda yang masih tak sadarkan diri tersebut.Tahu apa yang dimaksud Tian Zhi, segera sang pria paruh baya ketiga pun angkat bicara."Kalau begitu tolong anak muda, ah…t







