Share

Bab. 05. Ujian dan warisan.

Penulis: Zayn Z
last update Terakhir Diperbarui: 2025-09-14 00:09:25

"Bab. 05. Ujian dan Warisan

Tian Zhi terpana melihat apa yang dilakukan gurunya. Sang master membungkus tangannya dengan qi lalu membelah udara di depannya.Terbuka sebuah celah energi yang di dalamnya terdapat sebuah ruang khusus.

Master Fan memasuki tempat itu, dan Tian Zhi segera mengikutinya dengan cepat.Saat melewati lapisan cahaya tersebut, Tian Zhi terpesona dengan pemandangan yang dilihatnya.

Tempat itu berupa padang rumput luas dengan sebuah arena berbahan batu di tengahnya.

"Master, tempat apa ini? Kenapa ada ruang seperti ini di dalam gua?!" tanyanya penuh rasa penasaran.

Master Fan tersenyum penuh arti lalu menjawab singkat, "Murid bodoh, tempat ini adalah dimensi berbeda, di mana hukum alam dan aliran waktu tidak seperti biasanya."Penjelasan itu membuat mata Tian Zhi membelalak.

"Jadi ini yang disebut ruang spasial, luar biasa!" ujarnya tak percaya.Tatapan Tian Zhi berubah penuh arti.

Apa yang dilakukan gurunya telah menunjukkan sesuatu yang selama ini ia belum ketahui.Dari pengetahuan yang didapat selama ini, seseorang yang memiliki ruang spasial biasanya berada di tingkatan ranah tertinggi, yaitu seorang immortal.

Artinya, sang master juga telah berada di ranah itu karena memiliki tempat seperti ini.Kini Tian Zhi merasa tidak mengenal gurunya dengan baik. Banyak pertanyaan muncul di benaknya tentang mengapa gurunya menyembunyikan identitas sebenarnya.

"Aku tahu apa yang kau pikirkan, Zhi’er. Semua pertanyaanmu nanti akan kujawab. Namun saat ini, fokuslah berlatih dengan sungguh-sungguh. Apakah kau mengerti?" ujar Master Fan dengan tegas.Semua pertanyaan Tian Zhi tertahan di hati, namun ia tahu Master Fan tentu punya tujuan tersendiri bersikap demikian.

Master Fan membawa Tian Zhi naik ke arena. Saat tiba di sana, Tian Zhi kembali terkejut.Arena yang tadi terlihat dari kejauhan kini tampak terbagi tiga bagian sama besar, masing-masing dipisahkan oleh batas energi.

"Zhi’er, kau sudah menguasai dasar pembentukan tubuh dan kekuatan tulang, tubuhmu sekarang berada di tingkat tubuh dewa," jelas Master Fan.

"Sekarang tugasmu adalah melatih teknik yang pernah kau pelajari. Di ruangan itu, kau akan melatihnya!" Ia menunjuk arena sebelah kiri yang terhalang array berwarna merah.

"Selain melatih dao martial, kau juga harus mengasah teknik mantra di sana dan menyelaraskannya dengan sempurna. Perpaduan dan sinkronisasi kedua teknik inilah yang dinamakan serangan elemen sejati!" lanjut Master Fan dengan penekanan.

Tian Zhi mengangguk paham.Yang dimaksud Master Fan tentu adalah serangan elemen tanpa rapalan. Sang master ingin Tian Zhi mampu melakukan teknik itu, karena kebanyakan cultivator masih menggunakan rapalan untuk mengubah energi qi.

"Setelah menguasainya, barulah kau memasuki pembatas kedua," tunjuk Master Fan ke array berwarna perak. "Di sana kau akan menerapkan mantra pada teknik penempaan.

Penempaan itu juga memperkuat sinkronisasi yang kau latih di pembatas pertama dan menyelaraskannya secara sempurna."

"Semua bahan hasil penambangan yang pernah kau dapatkan ada di ruangan itu, jadi terserah kau ingin membuat apa, dan senjata apa yang cocok untuk kau ciptakan dan gunakan," jelas Master Fan.

Pandangan Master Fan kini tertuju pada pembatas energi ketiga."Area ketiga, pembatas terakhir yang berwarna emas adalah tempatmu melatih kemampuan sebagai alkemis," lanjutnya."Pelatihan jiwa, penggabungan dengan mantra di pembatas pertama, pembagian kekuatan jiwa dan penyelarasan lewat menempa di pembatas kedua adalah dasar tingkat lanjut untuk memulai alkimia di pembatas ketiga."

"Sudah paham tujuan aku melatihmu dengan cara ini?" tanyanya dengan serius.

Tian Zhi menjawab, "Aku paham, Master. Sebetulnya seluruh latihan ini adalah pelatihan menjadi Alkemis."

"Ahli mantra, penempa, pembuat obat... Semua sebenarnya adalah bagian dari alkemis. Karena itulah Master memintaku berlatih secara bertahap seperti ini," jelas Tian Zhi yang disambut senyum lebar Master Fan.

Master Fan berjalan ke salah satu titik di arena tempat sebuah formasi mantra berbentuk lingkaran terlukis di lantai.

Ia duduk tepat di tengah formasi itu dengan posisi lotus dan memejamkan mata.Formasi di lantai berpendar, Tian Zhi memperhatikan gurunya yang terlihat fokus walau baru sembuh dari lukanya."Sepertinya master menggunakan waktu ini untuk memulihkan diri," pikir Tian Zhi.

Melihat situasi itu, Tian Zhi segera memasuki pembatas pertama.Saat melewati lapisan array di pembatas pertama, tubuhnya terasa sangat berat, seperti beban bertambah seratus kali lipat.

Senyum licik terukir di wajahnya."Sepertinya ini adalah latihan sesungguhnya!" ujarnya terengah-engah.Ia tak mengeluh sedikit pun.Segera ia mengambil kuda-kuda dan mulai melatih pukulan serta tendangannya.

Di luar pembatas, Master Fan tersenyum melihat Tian Zhi memulai latihan tanpa kesulitan berarti.

“Uhukk.”

Darah segar bercampur hitam keluar dari mulut Master Fan."Sepertinya waktuku tidak banyak lagi, tapi aku tidak bisa berhenti sampai di sini. Lagipula, aku belum membuat wasiat untuk murid keduaku ini," pikirnya.

Master Fan membuat segel tangan, aura tubuhnya meluap dan membuat formasi di lantai semakin bersinar.Sinar itu merambat ke tiga diagram magis pada masing-masing pembatas.

"Tian Zhi, takdir anak naga ini akan kuserahkan padamu! Meski semua ini amat terburu-buru, aku yakin kau bisa menjalani takdir ini dengan benar," ucap Master Fan pelan.

Aura tubuhnya perlahan mengecil dan akhirnya menghilang sepenuhnya.

Yang tersisa hanya sosok Master Fan duduk dengan mata terpejam, di antara kedua telapak tangannya melayang sebuah bola cahaya emas misterius yang perlahan menyerap esensi jiwanya.

Tian Zhi fokus menjalani latihannya, tanpa sadar jiwa gurunya mulai meninggalkan tubuh fana menuju kehampaan.

Latihan yang dijalani Tian Zhi sebenarnya adalah ujian sekaligus teknik pewarisan dari sang master kepadanya.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin menarik
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik   Bab 162.  Alkemis penempa.

    Bab 162. Alkemis penempa.“Hei bocah cepat bangkit dan pergi menuju arah timur! Sekarang!”Tian Zhi tertegun untuk beberapa saat mencerna suara yang menggema di kepalanya.“Sesepuh Azura? Kau yang mengirim telepati padaku?” “Memang ada apa di sebelah timur dari tempat ini?” tanya Tian Zhi pada Azura, sang naga hitam yang berbicara melalui telepati tersebut.“Kau akan tau nanti!” Jawab Azura dengan acuh.Tian Zhi kemudian segera bangkit dan bergegas menuju arah yang Azura minta.Tian Zhi kemudian segera bergegas menuju arah yang Azura minta.Tak lama, Tian Zhi segera sampai di sebuah tempat yang berupa tebing tinggi “Ternyata benar memang ini tempatnya, Aku merasakan aura familiar dari tempat ini!” ujar Azura melalui telepatinya.“Sesepuh, tolong jelaskan padaku ada apa ini?” tanya Tian Zhi penasaran.“Tempat ini… makam ini… adalah dunia kecil yang ditinggalkan oleh tuanku yang pertama, sekaligus pembuka jalan ke dunia ini.”“Bocah, aku pinjam tubuhmu sebentar!” ujar Azura tak sab

  • Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik   Bab 161. Pentingnya seorang dokter.

    Bab 161. Pentingnya seorang dokter. Setelah memulihkan kekuatan masing masing, Tian Zhi dan yang lainnya mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam kuil tersembunyi tersebut. Tang Bin yang sangat bersemangat segera maju pertama kali memasuki halaman kuil tanpa memberitahu Tian Zhi terlebih dulu. "Klik." "Eh." Salah satu kaki Tang Bin menginjak sebuah batu yang ada di halaman depan kuil tersembunyi yang mengaktifkan jebakan di tempat tersebut. "Swing swing swing swing." Ratusan panah meluncur deras ke arah Tang Bin, ia yang dalam kondisi tidak siap hanya bisa tertegun melihat ratusan anak panah yang mengarah padanya dengan kecepatan tinggi itu. "Jlebb jlebb jleb!” “Ughhh." "Sraakk sraaakk sraak!" Tian Zhi melompat cepat dan berdiri di depan Tang Bin, ia memutarkan pedangnya dengan kecepatan tinggi guna menghalau ratusan panah yang mengarah pada Tang Bin. Setelah berhasil menghalau seluruh panah, ia segera beralih ke arah Tang Bin yang melihat ke arah tubuhnya sendiri, t

  • Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik   Bab 160.  Kuil.

    Bab 160. Kuil.Semua orang sumringah dengan apa yang Tian Zhi sampaikan,bagaimana tidak? Hal yang sebelumnya masih ambigu kini menjadi jelas dengan jawabannya. Dengan beberapa pengaturan dari Tian Zhi, akhirnya mereka pun sepakat untuk pergi mencari Kuil tersembunyi.Namun kali ini yang berangkat hanya Tian Zhi dan para jenius dari sekte saja yang berangkat melanjutkan perjalanan, selebihnya diminta menunggu dan mencari peruntungannya masing masing di dalam makam kuno tersebut.Bukan tanpa sebab Tian Zhi mengatur seperti itu, ia enggan membawa terlalu banyak orang karena dari catatan yang pernah dia buat dari petunjuk peninggalan ayah dan ibunya sedikit banyaknya memberikan gambaran berbahayanya rute menuju kuil tersembunyi tersebut Maka dari itu ia lebih memilih untuk bepergian dengan sedikit orang saja, mereka yang pergi adalah yang memiliki ranah langit saja.Tian Zhi dan kesepuluh jenius dari sekte,klan dan keluarga kuno itu melesat berlari ke arah Barat, berlawanan arah dengan

  • Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik   Bab 159.  Gambar.

    Bab 159. Gambar.Zhao Ze kalap dan bersiap menyerang Tian Zhi, namun para pengawal elit yang tersisa menahannya, karena meski Zhao Ze dan dua pengawal yang tersisa menyerang Tian Zhi, mereka ragu untuk bisa memenangkan pertarungan, apalagi saat ini jumlah kelompok Tian Zhi lebih besar dibanding dengan kelompok mereka, belum lagi dengan membelotnya Zi Han dan Tang Bin bersama dua rekan yang lainnya otomatis makin melemahkan mereka.Akhirnya Zhao Ze dan yang lainnya memilih untuk pergi dari situ setelah para pengawal elit Zhao Ze berbicara kepada Zhao Ze.“Aku akan melepaskanmu dulu kali ini, setidaknya sampai aku akan mengacaukan rencana Klan mu dahulu dengan tempat ini! gumam Tian Zhi dalam hati Setelah kepergian kelompok Zhao Ze Tian Zhi dan para jenius di kelompoknya mengambil tanaman spirit balakacida yang berada di padang rumput dengan sukacita, tanaman spirit yang didapat pun mereka bagikan sama rata, tak ada yang berusaha curang dalam proses memanen tanaman spirit tersebut.Ta

  • Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik   Bab 158. Unjuk kebolehan.

    Bab 158. Unjuk kebolehan.Kelompok Zhao Ze akhirnya terpaksa melawan beast lipan dan ratusan beast lebah hitam tersebut, dan seperti yang Tian Zhi duga, ternyata Zhao Ze dan tim elitnya memiliki senjata khusus melawan kawanan beast beast yang berjumlah ratusan tersebut.Mereka pun terpaksa masuk menerobos ke dalam hutan hitam untuk mencapai tujuan pertamanya itu, Tian Zhi dan yang lainnya tersenyum kecut dengan apa yang mereka lihat, jelas disini jika sedari awal Zhao Ze dan yang lainnya berniat mencelakakan mereka."Ayo kita bergerak! Jangan sia siakan usaha Tuan muda Zhao yang telah membukakan jalan untuk kita!" ujar Tian Zhi penuh arti Perkataan Tian Zhi tentunya langsung disambut dengan senyum seringai semua orang, mereka pun bergegas mengekor di belakang kelompok Zhao.Semua tampak kontras terasa, kelompok Zhao dalam usahanya kali ini kehilangan banyak pengawal dan cultivator sewaannya, hanya tim inti dan elit dari ketiga klan saja yang selamat dari serbuan dan serangan beast b

  • Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik   Bab 157. Makam kuno (3)

    Bab 157. Makam kuno (3)Tian Zhi sendiri tetap tenang dan tak terpengaruh sama sekali dengan tatapan semua orang, dengan santainya Tian Zhi hanya tersenyum kecil dengan apa yang dilakukan Zi Han."Ucapanku adalah dari diriku sendiri, bukan perwakilan dari saudara Tian Tse, aku berbicara disini karena berbicara sesuai dengan kenyataan! " "Justru aku berbicara seperti ini karena menghargai saudara Tian Tse dan rekan rekannya, selain itu karena aku tak mengenal kalian dan merekalah disini yang menjadi temanku! Meski aku hanya orang baru disini tapi aku juga memiliki pemikiran dan logika, dan utamanya aku memiliki bukti!" "Entah apa yang kau rencanakan pada orang orang ini,tapi sepertinya kau salah orang jika kau berusaha membodohiku!" seru Tian Zhi dengan nada sinis pada Zi Han" Syuuuuutt." Tian Zhi melemparkan pil pil peledaknya ke arah hutan hitam tersebut." Baaamm baammmm bammmm." Ledakan seketika terdengar keras membahana akibat pil yang Tian Zhi lemparkan, semua orang terkeju

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status