分享

Bab. 135

作者: Miss Lia
last update publish date: 2026-05-25 23:52:39

Tante Felicia menaruh curiga pada Sehan. Berulang kali Sehan terlihat mencari seseorang. Jelas terlihat tapi Sehan tidak mau mengakuinya.

"Tidak mungkin kalau dia tidak sedang mencari sesuatu. Sedari tadi akulihat dia tampak gelisah. Dari yang berencana mau makan malam ternyata digagalkan dan sekarang sibuk mencari seseorang!" gumam Tante Felicia.

"Kenz, kita belum makan malam. Aku tidak mau saat di dalam nanti kita kelaparan!" cicit Tante Felicia tidak mau berhenti karena merasa l
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Sang Penakluk Wanita   Bab.172

    bab 171 Beberapa jam berlalu, Sehan baru siuman. Kini dia sudah terbaring di salah satu bed rumah sakit, tepatnya di kamar VIP dekat dengan kamar CXhellia. Akan tetapi sayangnya, hari ini adalah hari terakhir Chelia dirawat di rumah sakit yang sama dengan Sehan. Perlahan Sehan membuka matanya. Ia memegang kpalanya yang masih pusing. efek dari obat itu bagi orang normal adalah membuat kepala sakit. Untuk itu pihak rumah sakit dan kepolisian bertanggung jawab penuh pda Sehan. Sebagai permohonan maaf dan juga ucapan terima kasih pada Sehan. "Ssshh, kepalaku sakit! Kenapa penglihatanku menjadi kabur begini? Apa yang sedang terjadi? Ada apa dengan diriku ini?" ucap Sehan berbicara dengan dirinya sendiri. Ia sendiri bingung mengapa dirinya bisa ada di rumah sakit. Sekuat tenaga Sehan mencoba bangun dan duduk bersandar pada bantalnya. Namun, seketika badannya lemas dan kepalanya makin pusing. "Tuan, awas jatuh!" teriak sosok wanita yang kebetulan lewat depan kamar Sehan dan

  • Sang Penakluk Wanita   Bab.171

    Bab. Dor!Suara tembakan peringatan membuat beberapa pengunjung ketakutan. Inspektur Andika berharap kalau tembakan peringatan yang ia keluarkan akan membuat David berhenti. Namun, perkiraan Inspektur Andika Salah, David yang berlari sambil menyandera si perawat itu kini sudah sampai di halaman depan rumah sakit. "Berhenti, Tuan David! Jika tidak maka jangan salahkan kami jika kami bertindak!" teriak inspektur Andika lagi dari belakang. Mengikuti kemana saja David bergerak. Sedangkan Sehan bergerak dengan sembunyi-sembunyi dari arah yang berlawanan dengan David. Ia akan membekuk David dari arah yang sama sekali tidak akan dia duga. "Bagaimana bisa aku menyerahkan diri posisi sudah sulit begini. Sudah terlanjur basah. Maka aku akan mencoba peruntunganku kali, kalau aku mati ya sudah yang penting aku tidak melihat Sehan hidup bahagia di atas kebahagiaanku!" gumam Sehan memutuskan untuk melarikan diri, jikalau harus mati maka di sudah ikhlas. David memilih untuk mati karena

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 170

    Bab. David tiba di ruang ganti lagi, ia bingung harus bagaimana. Apakah akan melanjutkan rencananya atau memilih kabur saja karena takut ketahuan oleh inspektur. Tidak ada yang bisa David lakukan saat ini selain kabur pergi dari rumah sakit. "Sudahlah, sebaiknya aku tidak usah ganti baju lagi karena sudah terlanjur ketahuan oleh inspektur sialan itu!" David mengeratkan kepalan tangannya, geram pada inspektur Andika yang sudah menghalangi rencananya. David heran mengapa inspektur Andika ada di rumah sakit, David yakin pasti ada yang sudah melaporkannya. David mengintip dari celah pintu, ia mencari keberadaan inspektur Andika. Dalam hati David berdoa agar inspektur Andika pergi dari tempat itu. Sementara itu di luar ruangan Sehan dan inspektur Andika sengaja bersembunyi agar David mau keluar. Setelah nanti keluar dan dia sudah di luar ruang ICU kedua orang itu akan langsung menangkap David. Tidak berapa lama kemudian, rencana inspektur menjebak David pun menunjukkan hasilnya

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 169

    Sehan mengikuti saran dari dokter dan inspektur. Sehan memilih menunggu dan membiarkan inspektur yang bergerak menangkap David. Bukannya dia tidak mampu, akan tetapi dia harus mematuhi peraturan yang ada di rumah sakit. Salah sedikit saja maka pasien yang akan menjadi korbannya, terutama yang memiliki penyakit kronis dan juga berat. Nyawa mereka akan terancam jika sampai terjadi keributan di dalamnya. Dengan terus mengawasi pintu ruang perawat, Sehan duduk di antara keluarga pasien yang menuggu di luar ruang ICU. Sepuluh menit kemudian Seorang perawat dengan bentuk tubuh yang mencurigakan keluar dari ruangan itu. Sehan ingin berdiri hendak menangkap perawat itu, akan tetapi dicegah oleh inspektur muda itu. "Jangan, Tuan Sehan. Biar saya yang tangani, ingat apa yang dikatakan dokter tadi. Kita tidak boleh membuat keributan di rumah sakit ini," ucap si Inspektur mengingatkan Sehan akan kesepakatan yang sudah disetujuinya tadi. Dengan rasa kecewa dan tubuh yang menahan amarah,

  • Sang Penakluk Wanita   Bab.168

    bab. Usai mengetahui kondisi tante Zola baik-baik saja, Sehan pun menuju ke ruang administrasi untuk mengurus semua administrasi tante Zola. Hembusan napas berat terdengar dari mulut Sehan. Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan baginya. Dua orang wanita yang berusaha membantunya kini sama-sama terbaring di rumah sakit. "Hari ini adalah hari yang melelahkan, kenapa semua bisa barengan begini? David benar-benar kejam sekali. Wanita saja dia lawan, tidak tahu malu!" gumam Sehan merasa lelah karena siang sudah mengurus tante Raysa, malam ini harus mengurus tante Zola. Apalagi semuanya dirawat karena ulah si David. Saat hendak berjalan kembali ke IGD, Sehan sepintas melihat bayangan David. "Tunggu, bukankah itu David? Apa yang dia lakukan di sini? Astaga ... Dia menuju ke bangsal tante Raysa. Apa yang akan dia lakukan di sana? jangan-jangan dia akan menghabisi nyawa tante Raysa!" pekik Sehan tiba-tiba pikirannya mengarah pada keselamatan tante Raysa. Tante Raysa adalah

  • Sang Penakluk Wanita   Bab167

    Bab. Sehan terlihat panik saat mengetahui tante Zola tidak lancar dalam bernapas. Ia pun memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan tante Zola "Denyut nadi tante Zola sangat lemah. Sebaiknya aku bawa tante Zola ke rumah sakit. Aku tidak mau mengambil resiko, mumpung masih ada waktu aku harus segera membawa tante Zola ke rumah sakit!" bathin Sehan. Ia pun mengangkat tubuh tante Zola dengan kedua tangannya dan menggendongnya ala bridestyle. Dengan setengah berlari Sehan masuk ke dalam lift. Sesampainya di lantai satu, para pegawai hotel pun membantu sehat membawa tante Zola ke rumah sakit. Sopir dari hotel itu mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi hingga tidak butuh waktu lama mobil itu sampai juga ke rumah sakit. "Dokter, bantu kami!" teriak Sehan bisa sampai dia di depan ruang IGD. Para tim dokter dan perawat dengan sigap membantu Sehan. "Syukurlah, jika sampai terlambat sedikit saja wanita ini bisa meninggal dunia," ucap dokter yang sudah men

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status