แชร์

Bab 152

ผู้เขียน: Miss Lia
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-20 23:53:39

Chellia mengangguk dengan mantap. Iamengakui kalau Sehan adalah seorag pengusaha yang bergerak di bidang yang sama dengan dirinya. bab. 151

"Hmm, ternyata dia pengusaha juga. Lantas kenapa dia mau jadi pria bayaran? Apa masih kurang duitnya sampai dia jadi pria seperti itu?" ucap Dimitrio heran kenapa Sehan masih mau menjadi gigolo.

Chellia tersenyum kecut. "Lia tidak tahu, Pa. Sudahlah jangan bahas dia kita liat rekaman itu. Tapi kenapa David tidak keliatan lagi ya, Pa? Kemana dia?"
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 152

    Chellia mengangguk dengan mantap. Iamengakui kalau Sehan adalah seorag pengusaha yang bergerak di bidang yang sama dengan dirinya. bab. 151 "Hmm, ternyata dia pengusaha juga. Lantas kenapa dia mau jadi pria bayaran? Apa masih kurang duitnya sampai dia jadi pria seperti itu?" ucap Dimitrio heran kenapa Sehan masih mau menjadi gigolo. Chellia tersenyum kecut. "Lia tidak tahu, Pa. Sudahlah jangan bahas dia kita liat rekaman itu. Tapi kenapa David tidak keliatan lagi ya, Pa? Kemana dia?" ujar Chellia membuat Dimitrio ikut penasaran. Dimitrio mendekatkan dirinya ke ponsel yang ia taruh di meja. "Iya, yang kamu katakan benar. Papa juga tidak melihat kapan di David keluar? Sepertinya pria itu juga patut dicurigai. Dia terlihat aneh!" timpal Dimitrio dengan alis yang bertaut menjadi satu. Chellia kembali mengangguk. "Memang benar. Papa harus selidiki dia juga." Chellia dengan tegas meminta sang ayah untuk menyelidiki David. "Sudah malam, Sayang. Sebaiknya kamu beristirah

  • Sang Penakluk Wanita   151

    Bab Dimitrio dan Chellia melihat rekaman CCTV hotel itu. Keduanya melihat David memapah Chelia masuk ke hotel. "Tunggu, bukankah itu David dan tante Raysa?" ucap Chellia seraya emnunjuk ke arah dua orang yang saling bersinggungan di pintu lift. Dimirtio menatap heran ke arah putrinya. "Tante Raysa? Wanita yang menemukan mu di kamar mandi?" tanya Dimitrio mengulang laporan yang ia terima kalau tante Raysa lah yang menemukan Chellia di kamar mandi. Chellia mengangguk mantap. Memang tante Raysa lah yang sudah menemukan dirinya di dalam kamar mandi. "Benar, Pa. Wanita itu lah yang sudah menyelamatkan Chellia. Kata wanita itu, aku pingsan di kamar mandi. Untung saja bath up tidak ada airnya. Jika tidak mungkin putrimu ini sudah tidak bernyawa lagi karena tenggelam di bath up." Dimitrio menganggukkan kepalanya berulang kali. "Jadi kita memang harus berterima kasih kepada wanita yang aku dengar adalah adalah pelanggan Sehan? Sayang, tabahkan hatimu. Lelaki brengsek itu pasti akan m

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 150

    Dimitrio mengerutkan kedua alisnya mendengar pertanyaan dari Sang Putri. "Rekaman CCTV hotel itu yang kamu maksud, Sayang?" Ulang Dimitrio. Ia memastikan kalau memang rekaman CCTV hotel tempat putrinya kehilangan kesuciannya. "Benar, Papa. Rekaman CCTV hotel itu yang aku maksud. Karena aku sangat ingin tahu bagaimana aku bisa sampai di hotel itu." Chellia sangat ingin tahu bagaimana dirinya bisa sampai di hotel yang tidak ia ketahui apa namanya. Anehnya lagi saya lihat tidak menginap di hotel itu melainkan di hotel bersama dengan rombongan wisata pemenang stand produk terlaris pameran busana. "Ada di dalam memori ponsel papa. Papa sendiri jika belum melihat hasilnya semua itu karena Papa terburu-buru datang ke sini setelah diberitahu kamu tidak ada temannya. Mama mau itu memang sesuka hatinya sendiri, udah tahu putrinya sedang sakit dan butuh teman tapi mengapa ia tidak mau menemani? Untung saja Papa tidak ada acara lagi sehingga Papa bisa menemanimu." Dimitrio menjaw

  • Sang Penakluk Wanita   Bab.149

    Sehan berdiri di balkon seraya menatap ke arah gedung rumah sakit yang tinggi menjulang. Ia yakin di rumah sakit itu lah Chelia dirawat. Ia saat ingin menemui Chellia untuk menanyakan kenapa dirinya yang harus menerima akibat dari perbuatan Chellia. Sehan berpikir, andai saja Chellia dalam keadaan sadar mana mungkin Cheliia mau bertukar kenikmatan dengannya. Chellia sangat membenci Sehan dalam keadaan sadarnya, bahkan mungkin akan menghabisinya jika sampai Sehan menyentuh dirinya. Faktanya, malam itu Chellia lah yang sudah menyodorkan dirinya sendiri untuk disentuh oleh Sehan. "Bagaimana aku bisa memperkosa dia sampai berulang kali jika dia melihatku saja tidak mau," gumam Sehan. Sungguh ia tidak akan lupa dengan apa yang biasa Chellia lakukan pada dirinya saat Chellia sadar. Sementara itu di salah satu ruang rawat inap kelas VIP seorang gadis duduk menatap ke arah jendela yang menampakkan pemandangan gedung-gedung yang berdiri di sekitar rumah sakit itu. Wanita itu te

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 148

    Sehan menoleh ke arah sumber suara. Ia melihat Felix berjalan menuju ke arahnya. "Felix bagaimana? Apa kita bisa keluar dari sini? Aku sudah tidak tahan lagi. Aku ingin segera pergi dari sini." Sehan menatap Felix dengan tatapan penuh harap. Ia sudah tidak tahan untuk berlam-lama di kantor polisi itu. "Selamat, Tuan. Anda diberi izin bebas bersyarat dengan uang jaminan. Hanya saja, tuan harus melapor setiap dua minggu sekali dan hadir saat diperintahkan untuk menghadiri proses penyidikan. Apapun yang mereka pinta harus kita turuti. Yang penting kita bisa bebas dari sini. Benar begitu kan tuan?" Felix menyerahkan file yang harus ditanda tangani oleh Sehan. Sehan menghirup napas dalam-dalam, lantas mengembuskannya perlahan. Ia membuka file itu dan membacanya dengan teliti. Setelah itu ia tanda tangani kolom yang ada namanya. "Selesai. Hanya ini saja kan?" tanya Sehan dengan malas. Ia benar-benar sudah tidak ingin berlama-lama di kantor polisi. "Benar, Tuan. Hanya tanda

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 147

    Tante Zola masih belum paham kenapa bisa Sehan ditahan oleh polisi. "Sehan, ceritakan pelan-pelan. Tante siap mendengarkan. Kebetulan tante baru saja selesaikan pekerjaan tante. Jadi ada waktu untuk mendengarkan ceritamu," ucap tante Zola datar. Ia meminta Sehan menceritakan dengan pelan-pelan agar dia paham. "Baiklah, Tante. Jadi, Sehan merasa dijebak oleh tante Raysa. Bukankah tante Zola yang membuat janji dengan tante Raysa kalau Sehan harus melayani tante Raysa tadi malam? tapi kenapa nona Chellia yang ada di kamar itu. Padahal itu kamar yang memesan tante Raysa. Dia ...." "Tunggu, apa katamu? Kemarin malam kamu melayani tante Raysa? Bukannya malam ini jadwalnya? Bukan kemarin malam. Tante sudah bilang kalau kamu masih ikut liburan di Maldives. Tante Raysa juga bilang iya dia paham dan akan menunggumu, lantas kenapa menjadi kemarin malam? Apa dia minta diajukan?" tanya balik tante Zola. Sehan mengerutkan kedua alisnya, dari pesan yang dikirim oleh tante Raysa,

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status