分享

BAB.164

作者: Miss Lia
last update publish date: 2026-07-16 22:30:40

Bab 164

Siang itu begitu mencekam bagi Sehan, tidak ia duga sama sekali jika mobil wanita yang baru saja ia ajak bicara tadi kini terguling. Semua pelanggan restauran dan juga beberapa pegawai restauran itu berlari keluar.

"Cepat bawa korban ke rumah sakit!"

"Kejar truk kayu itu! Dia yang sudah menabrak mobil ini!" teriak yang lain. Suasana menjadi riuh ramai. Ada yang sekedar menonton, ada yang sibuk membantu mengevakuasi korban dan juga ada yng menghubungi pihak kepolisian. Semu
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Sang Penakluk Wanita   Bab.168

    bab. Usai mengetahui kondisi tante Zola baik-baik saja, Sehan pun menuju ke ruang administrasi untuk mengurus semua administrasi tante Zola. Hembusan napas berat terdengar dari mulut Sehan. Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan baginya. Dua orang wanita yang berusaha membantunya kini sama-sama terbaring di rumah sakit. "Hari ini adalah hari yang melelahkan, kenapa semua bisa barengan begini? David benar-benar kejam sekali. Wanita saja dia lawan, tidak tahu malu!" gumam Sehan merasa lelah karena siang sudah mengurus tante Raysa, malam ini harus mengurus tante Zola. Apalagi semuanya dirawat karena ulah si David. Saat hendak berjalan kembali ke IGD, Sehan sepintas melihat bayangan David. "Tunggu, bukankah itu David? Apa yang dia lakukan di sini? Astaga ... Dia menuju ke bangsal tante Raysa. Apa yang akan dia lakukan di sana? jangan-jangan dia akan menghabisi nyawa tante Raysa!" pekik Sehan tiba-tiba pikirannya mengarah pada keselamatan tante Raysa. Tante Raysa adalah

  • Sang Penakluk Wanita   Bab167

    Bab. Sehan terlihat panik saat mengetahui tante Zola tidak lancar dalam bernapas. Ia pun memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan tante Zola "Denyut nadi tante Zola sangat lemah. Sebaiknya aku bawa tante Zola ke rumah sakit. Aku tidak mau mengambil resiko, mumpung masih ada waktu aku harus segera membawa tante Zola ke rumah sakit!" bathin Sehan. Ia pun mengangkat tubuh tante Zola dengan kedua tangannya dan menggendongnya ala bridestyle. Dengan setengah berlari Sehan masuk ke dalam lift. Sesampainya di lantai satu, para pegawai hotel pun membantu sehat membawa tante Zola ke rumah sakit. Sopir dari hotel itu mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi hingga tidak butuh waktu lama mobil itu sampai juga ke rumah sakit. "Dokter, bantu kami!" teriak Sehan bisa sampai dia di depan ruang IGD. Para tim dokter dan perawat dengan sigap membantu Sehan. "Syukurlah, jika sampai terlambat sedikit saja wanita ini bisa meninggal dunia," ucap dokter yang sudah men

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 166

    Usai menjenguk tante Raisa Sehan pun ingin kembali ke hotelnya kebetulan dia sudah ditunggu oleh tante Zola disebut di hotel. "Tante Zola membawa berita yang penting, kata tante Zola akan memberitahu hal yang membuat statusku yang semula jadi tersangka kini menjadi saksi. Berita itu membuat aku semakin penasaran!" gumam Sehan semakin penasaran. Untung saja jalan tidak ramai dan macet, hingga Sehan sampai juga di hotel tempat ia menginap bersama tante Zola. Dengan setengah berlari, Sehan menggapai pintu lift yang hendak tertutup otomatis. "Huft, untung lah. Jalan tidak macet dan lift ini mau menungguku. Alam masih berpihak padaku hingga aku bisa pulang tepat waktu," gumam Sehan mengelus dadanya lega. Sehan tidak tahu kalau yang ia lakukan mengundang perhatian pengguna lift yang lain. Lelaki itu sibuk mengatur napas dan juga penampilannya yang terlihat kucel ia rapikan. Ting! Pintu lift terbuka. Tanpa memperhatikan sekelilingnya, Sehan keluar dari lift itu dan langsu

  • Sang Penakluk Wanita   Bab. 165

    Bab 166 Suster itu belum menjawab apa yang ditanyakan oleh Sehan. Ia masih mencari informasi tentang asuransi yang dimiliki oleh tante Raysa. Setelah bebberpaa menit suster itu pun mengangkat kepalanya menatap Sehan. "Maaf, jika menunggu lama, Tuan. Untuk pengobatan pasien semua ditanggung oleh asuransi. Jadi keluarga aman tidak perlu bingung tentang biaya pengobatan." Suster itu menjelaskan jika pengobatan tante Raysa sepenuhnya kan ditanggung oleh asuransi yang dia miliki termasuk asuransi kecelakaan. Sehan bernapas dengan lega. "Terima kasih, Sus. Untuk formulirnya sudah saya tanda tangani dan bolehkah saya menunggu di depan ruang operasi?" tanya Sehan lagi. Ia ingin mendengar langsung dari dokter yang menangani tante Raysa. "Silakan, Tuan. Ruang operasi ada di gedung sebelah. Silakan anda mengikuti anak panah petunjuk yang ada," jawab suster itu menunjuk ke arah gedung sebelah. Sesampainya di gedung operasi, Sehan mondar-mandir di depan ruang operasi. Sehan

  • Sang Penakluk Wanita   BAB.164

    Bab 164 Siang itu begitu mencekam bagi Sehan, tidak ia duga sama sekali jika mobil wanita yang baru saja ia ajak bicara tadi kini terguling. Semua pelanggan restauran dan juga beberapa pegawai restauran itu berlari keluar. "Cepat bawa korban ke rumah sakit!" "Kejar truk kayu itu! Dia yang sudah menabrak mobil ini!" teriak yang lain. Suasana menjadi riuh ramai. Ada yang sekedar menonton, ada yang sibuk membantu mengevakuasi korban dan juga ada yng menghubungi pihak kepolisian. Semua terlihat ramai, lalu lintas macet untuk sejenak. Serpihn kaca dan juga darah berserakan di jalan. Sehan berdiri mematung saat melihat korban yang terpental keluar dari pintu mobil. Bagian kepala korban itu mengeluarkan banyak darah, Sehan tidak kuasa melihat korban yang ternyata adalah tante Raysa. "Tidaak ... tante Raysa, bagaimana ini terjadi? Kenapa begitu cepat?" gumam Sehan sembari menutup mulutnya dengan satu tangannya. "Kasihan sekali wanita itu, sepertinya dia meninggal duni

  • Sang Penakluk Wanita   Bab. 163

    Dahi tante Raysa berkeringat pesan yang dikirimkan oleh David kepadanya dia tidak menyangka jika David sudah bangun secepat itu beruntung semalam Iya sudah menghapus semua jejak yang ada di ponsel David. "Celaka! David sudah bangun. Apakah dia sudah tahu kalau aku sudah menghapus videonya apa belum ya?" gumam Tante Raysa terlihat khawatir dan juga panik. Rasa takut tante Raisa membuat Sehan curiga. "Tante apa yang sudah terjadi Kenapa tante ketakutan begitu? Ada apa katakan saja padaku, jangan sungkan karena kita sama-sama sosok manusia yang butuh tempat untuk menyelesaikan masalah," imbuh Sehan menenangkan tante Raysa. Tante Raysa menoleh ke arah Sehan, mencari dukungan di balik tatapan Sehan yang menenangkan itu. "Sehan, David ...." "David kenapa, Tante?" "Dia sudah bangun dan sekarang ini sedang mencariku. Aku sangat takut Sehan. Takut kalau dia akan bertindak yang berbahaya," jawab tante Raysa ketakutan. Ia takut jika David akan mencari dan menghabisi dirinya. Seh

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status