分享

151

作者: Miss Lia
last update publish date: 2026-06-17 23:58:40

Bab

Dimitrio dan Chellia melihat rekaman CCTV hotel itu. Keduanya melihat David memapah Chelia masuk ke hotel. "Tunggu, bukankah itu David dan tante Raysa?" ucap Chellia seraya emnunjuk ke arah dua orang yang saling bersinggungan di pintu lift.

Dimirtio menatap heran ke arah putrinya. "Tante Raysa? Wanita yang menemukan mu di kamar mandi?" tanya Dimitrio mengulang laporan yang ia terima kalau tante Raysa lah yang menemukan Chellia di kamar mandi.

Chellia mengangguk mantap. Memang
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Sang Penakluk Wanita   151

    Bab Dimitrio dan Chellia melihat rekaman CCTV hotel itu. Keduanya melihat David memapah Chelia masuk ke hotel. "Tunggu, bukankah itu David dan tante Raysa?" ucap Chellia seraya emnunjuk ke arah dua orang yang saling bersinggungan di pintu lift. Dimirtio menatap heran ke arah putrinya. "Tante Raysa? Wanita yang menemukan mu di kamar mandi?" tanya Dimitrio mengulang laporan yang ia terima kalau tante Raysa lah yang menemukan Chellia di kamar mandi. Chellia mengangguk mantap. Memang tante Raysa lah yang sudah menemukan dirinya di dalam kamar mandi. "Benar, Pa. Wanita itu lah yang sudah menyelamatkan Chellia. Kata wanita itu, aku pingsan di kamar mandi. Untung saja bath up tidak ada airnya. Jika tidak mungkin putrimu ini sudah tidak bernyawa lagi karena tenggelam di bath up." Dimitrio menganggukkan kepalanya berulang kali. "Jadi kita memang harus berterima kasih kepada wanita yang aku dengar adalah adalah pelanggan Sehan? Sayang, tabahkan hatimu. Lelaki brengsek itu pas

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 150

    Dimitrio mengerutkan kedua alisnya mendengar pertanyaan dari Sang Putri. "Rekaman CCTV hotel itu yang kamu maksud, Sayang?" Ulang Dimitrio. Ia memastikan kalau memang rekaman CCTV hotel tempat putrinya kehilangan kesuciannya. "Benar, Papa. Rekaman CCTV hotel itu yang aku maksud. Karena aku sangat ingin tahu bagaimana aku bisa sampai di hotel itu." Chellia sangat ingin tahu bagaimana dirinya bisa sampai di hotel yang tidak ia ketahui apa namanya. Anehnya lagi saya lihat tidak menginap di hotel itu melainkan di hotel bersama dengan rombongan wisata pemenang stand produk terlaris pameran busana. "Ada di dalam memori ponsel papa. Papa sendiri jika belum melihat hasilnya semua itu karena Papa terburu-buru datang ke sini setelah diberitahu kamu tidak ada temannya. Mama mau itu memang sesuka hatinya sendiri, udah tahu putrinya sedang sakit dan butuh teman tapi mengapa ia tidak mau menemani? Untung saja Papa tidak ada acara lagi sehingga Papa bisa menemanimu." Dimitrio menjaw

  • Sang Penakluk Wanita   Bab.149

    Sehan berdiri di balkon seraya menatap ke arah gedung rumah sakit yang tinggi menjulang. Ia yakin di rumah sakit itu lah Chelia dirawat. Ia saat ingin menemui Chellia untuk menanyakan kenapa dirinya yang harus menerima akibat dari perbuatan Chellia. Sehan berpikir, andai saja Chellia dalam keadaan sadar mana mungkin Cheliia mau bertukar kenikmatan dengannya. Chellia sangat membenci Sehan dalam keadaan sadarnya, bahkan mungkin akan menghabisinya jika sampai Sehan menyentuh dirinya. Faktanya, malam itu Chellia lah yang sudah menyodorkan dirinya sendiri untuk disentuh oleh Sehan. "Bagaimana aku bisa memperkosa dia sampai berulang kali jika dia melihatku saja tidak mau," gumam Sehan. Sungguh ia tidak akan lupa dengan apa yang biasa Chellia lakukan pada dirinya saat Chellia sadar. Sementara itu di salah satu ruang rawat inap kelas VIP seorang gadis duduk menatap ke arah jendela yang menampakkan pemandangan gedung-gedung yang berdiri di sekitar rumah sakit itu. Wanita itu te

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 148

    Sehan menoleh ke arah sumber suara. Ia melihat Felix berjalan menuju ke arahnya. "Felix bagaimana? Apa kita bisa keluar dari sini? Aku sudah tidak tahan lagi. Aku ingin segera pergi dari sini." Sehan menatap Felix dengan tatapan penuh harap. Ia sudah tidak tahan untuk berlam-lama di kantor polisi itu. "Selamat, Tuan. Anda diberi izin bebas bersyarat dengan uang jaminan. Hanya saja, tuan harus melapor setiap dua minggu sekali dan hadir saat diperintahkan untuk menghadiri proses penyidikan. Apapun yang mereka pinta harus kita turuti. Yang penting kita bisa bebas dari sini. Benar begitu kan tuan?" Felix menyerahkan file yang harus ditanda tangani oleh Sehan. Sehan menghirup napas dalam-dalam, lantas mengembuskannya perlahan. Ia membuka file itu dan membacanya dengan teliti. Setelah itu ia tanda tangani kolom yang ada namanya. "Selesai. Hanya ini saja kan?" tanya Sehan dengan malas. Ia benar-benar sudah tidak ingin berlama-lama di kantor polisi. "Benar, Tuan. Hanya tanda

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 147

    Tante Zola masih belum paham kenapa bisa Sehan ditahan oleh polisi. "Sehan, ceritakan pelan-pelan. Tante siap mendengarkan. Kebetulan tante baru saja selesaikan pekerjaan tante. Jadi ada waktu untuk mendengarkan ceritamu," ucap tante Zola datar. Ia meminta Sehan menceritakan dengan pelan-pelan agar dia paham. "Baiklah, Tante. Jadi, Sehan merasa dijebak oleh tante Raysa. Bukankah tante Zola yang membuat janji dengan tante Raysa kalau Sehan harus melayani tante Raysa tadi malam? tapi kenapa nona Chellia yang ada di kamar itu. Padahal itu kamar yang memesan tante Raysa. Dia ...." "Tunggu, apa katamu? Kemarin malam kamu melayani tante Raysa? Bukannya malam ini jadwalnya? Bukan kemarin malam. Tante sudah bilang kalau kamu masih ikut liburan di Maldives. Tante Raysa juga bilang iya dia paham dan akan menunggumu, lantas kenapa menjadi kemarin malam? Apa dia minta diajukan?" tanya balik tante Zola. Sehan mengerutkan kedua alisnya, dari pesan yang dikirim oleh tante Raysa,

  • Sang Penakluk Wanita   Bab. 146

    Sehan tersenyum senang karena tante Zola mau mengangkat panggilannya. "Terima kasih, Tante. Tante sudah mau mengangkat panggilan Sehan. Sehan butuh bantuan tante Zola, Sehan saat sedang dalam masalah. Ada yang menjebak Sehan. Sehan saat ini sedang ada di kantor polisi" "Apa? Kenapa kamu bisa di kantor polisi?" Suara tante Zola sedikit naik kamera karena terkejut mendengar Sehan dibawa ke kantor polisi. "Ada yang menjebak aku, Tante. Aku dituduh memeperkosa Chellia, putri dari tuan Dimitrio. Padahal malam itu dia sendiri yang memintaku untuk melayaninya. Awalnya tante Raysa yang meininta Sehan untuk melayani dia di hotel Queen. Sampai di sana tante Raysa belum juga datang, Sehan disuruh untuk menunggu di kamar yang sduadh ia pesan sebelumnya." "Wait, tunggu. Raysa? Raysa pemilik salon itu?' "Benar, Tante. Tante Raysa pemilik salon itu. Bukannya tante yang meminta Sehan untuk melayaninya?" tanya balik Sehan. Tante Zola terdiam, saat ini ia sedang mengingat

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status