Compartir

Bab. 77

Autor: Miss Lia
last update Fecha de publicación: 2026-03-02 23:49:17
Sehan tersenyum senang saat di depan matanya terpampang mobil yang sangat ia dambakan.

"Akhirnya mobil ini benar-benar aku miliki bukan hanya sekedar dalam mimpi." Sehan mengusap body mobil impian.

Sudah lama dia memimpikan mobil itu. Sebelum ayahnya bangkrut dahulu Sehan sempat memesan mobil ini akan tetapi belum juga dibayar ayahnya terburu bangkrut.

"Tuan apakah warnanya sesuai dengan yang anda inginkan atau mungkin anda ingin menukar warna lain?"katanya si pelayan showroom mobil itu.
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Sang Penakluk Wanita   bab. 89

    David menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskan kasar. Ia harus menaiki mobil sempit dan panas. Tidak seperti pelanggan David yang lain yang memakai mobil mewah. Mobil dengan AC dingin dan juga ruang yang longgar. "Astaga, apa pula ini. Aku harus naik taksi? Oh di mana harga diriku nanti jika netizen tau kalau aku naik mobil biasa. Benar-benar kelewatan si Sehan dan juga Tante Zola. Awas saja mereka. Aku akan menghancurkan bisnis mereka. Jangan panggil namaku David jika aku tidak bisa membalas dendam kepada kedua orang itu!" geram David di dalam hati sembari duduk melamun di kursi belakang sopir di samping Tante Sean. Mobil taksi itu bergerak ke Luxury hotel membawa dua penumpang yang saling diam. Supir taksi itu pun terheran. Mereka tahu kalau Moonlight agensi adalah agensi elit untuk menyalurkan para pria pemuas nafsu wanita. Supir itu terheran baru kali ini ia membawa penumpang dari agency itu. Biasanya mobil-mobil mewah lah yang menjemput penumpang di age

  • Sang Penakluk Wanita   bab,88

    David menoleh ke arah sumber suara, seketika matanya melotot tidak percaya. Sosok wanita yang ia lihat tidaklah sesuai dengan ekpektasinya. Wajah memang biasa saja, body memang khas seorang ibu-ibu yang tidak terurus dengan baik. Memang selama ini David selalu melayani wanita yang berkelas dan cantik terawat. Tidak seperti hari ini, ia mendapatkan pelanggan yang jauh dari kata cantik. M\alah terlihat seperti ibu-ibu yang berpenampilan seperti anak remaja. "Tidak, bukan dia pelangganku kan?" Tanya David pada wanita yang menjadi pegawai di kantor tanda Zola. Pegawai tante Zola itu pun tersenyum. Udah semacam pertanyaan dari David. "Maaf tuan memang nyiapin inilah yang memberikan kontrak dengan Tuan David. Pesan dari Tante Zola, buat David harus bersikap profesional," ucap si gadis dengan senyum yang ramah. David tidak bisa menolak. Sebab dirinya sendiri pun sudah membuat satu kesalahan yang tidak bisa diselesaikan dengan bicara saja. 'Baik lah jika ini yang kalian inginkan. Y

  • Sang Penakluk Wanita   Bab.87

    Tante Sean hanya menatap dua orang yang tiba-tiba tertawa sembari melirik dirinya. Ia merasa jika Sehan dan tante Zola sedang mempermainkan dirinya. "Nyonya Zola, ada apa ini? Apa anda berniat mempermainkan saya?" seru tante Sean dengan nada tinggi. Dengan anggun dan lembut, tante Zola mendekat ke arah tante Sean. Ia menepuk lembut bahu tante Sean. "Tenang, Nyonya. Sebentar lagi akan datang anak buah saya paling senior di sini. Pelayanannya tentu saja lebih memuaskan dari si Kenzi yang baru saja bergabung di sini." Tante Zola menenangkan tante Sean, hingga tante Sean mengangguk paham. Ia tidak tahu kalau David masih di bawah Sehan dalam melayani pelanggan. "Jadi, nanti saya dapat yang selain dia?" tanya tante Sean menunjuk ke arah Sehan. Sehan yang ditunjuk hanya tersenyum garing. Sungguh tidak menyangka wanita itu begitu polos hingga tidak tahu kalau diri Sehan sudah viral. "Benar sekali. Nyonya akan mendapatkan pemuda yang pelayanannya luar biasa. Dia akan

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 86

    Sehan terdiam, ada rasa berat saat ingin menjawab iya. namun, Sehan tahu kalau dia menolak, pasti tante Zola akan merasa sedih karena pemasukan tidak bertambah. Teman Sehan yang lain hanya melayani dengan harga sewa standard biasa saja. "Apa harus Sehan yang layani? kan masih ada David. Lagian hari ini bukannya akan datang pelanggan seperti yang tante katakan di WA tadi?" tanya Sehan mengingatkan tante Zola untuk apa ia diundang. "Kamu benar, Sehan. Mengapa aku bisa luoa. untung saja kamu ingatkan. Tapi bagaimana dengan tante Sean? David dah keluar dari agensi," jawab tante Zola menepuk jidatnya sendiri. Merutuki dirinya yang sudah melipakan janji penting dengan Sehan. Sehan tersenyum seketika mendapat ide untuk membalas perbuatan David hari ini. "Tante tenang saja, aku akan membujuk David agar mau, dan aku yakin dia pasti mau karena aku tahu kalau dia saat ini butuh uang yang banyak. David marah karena ia iri denganku dan juga sedang butuh uang yang banyak. Tante tunggu saja,

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 85

    Tante Zola masih belum konek dengan apa yang dikatakan oleh tante Sean. Wanita setengah baya dengan penampilan modis seperti anak usia duapulh lima tahun itu sudah lama ingin tahu bisnis yang digeluti oleh tante Zola. Sementara itu Sehan menonton dari dalam melalui jendela kantor. "Siapa wanita yang berbicara de ngan tante Zola itu? Kenpa dia melihat ke arah sini terus?" bathin Sehan dengan alis yang bertaut menjadi satu. Melihat sosok yang berbicara dengan tante Zola terlihat aneh, Sehan menjadi penasaran. Selain itu Sehan juga merasa senang dan puas melihat pemandangan di mna si security yang menghinanya tadi tampak ditangkap dua orang bodyguard tante Zola. Sehan tahu pastilah security itu dipecat oleh tante Zola. "Rasakan kau tua bangka. Jelas pasti tante Zola memihakku karena aku lah yang membawa kontribusi terbesar untuk kantor ini. Manalah mungkin tante Zola akan melepasku begitu saja." bathin Sehan lagi. Sehan menyugar rambutnya ke atas agar terlihat rapi apabila bertem

  • Sang Penakluk Wanita   bab.84

    Nama David sudah menjadi satu nama yang dimasukkan ke dalam kotak hitam oleh Tante Zola. "Awas kau David! Sengaja kau lakukan ini padaku! Kau boleh menghina pekerjaanku, akan tetapi tidak dengan harga diriku!" geram Sehan mengepalkan tangan kanannya membentuk tinju yang ingin security itu dan juga David. Tidak pernah Sehan sangka jika sahabatnya itu kalau iri ya akan bersikap lebih kejam dari para residivis. Sehan pun memilih duduk menunggu di depan lobi kantor Moonlight Agensi. Ia tersenyum puas, yakin saat ini security tengah merengek meminta maaf pada Tante Zola. "Please, Nyonya! Saya tidak tahu menahu tentang konsekuensi menghina tuan Sehan. Jadi jangan salah mengira kalau saya sengaja membuat tuan Sehan marah pada saya, Nyonya. Ampuni saya, sungguh saya tidak tahu apa-apa," ucap si Security memohon ampun pada Tante Zola. Tante Zola ola mencebik kasar. Iya sangat tahu kalau itu hanyalah trik si security itu untuk meminta maaf padanya. "Apa kamu kira aku bodoh?" te

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 12. Pelanggan Baru

    Detak jantung Sehan tidak karuan melihat foto cantik di album itu. "Tidak salah lagi ini benar wanita pemilik butik itu. Jadi nanti aku akan melayani ibu dari wanita ini? Oh, shitt! Pasti aku akan semakin direndahkan oleh wanita itu. Mengapa semua ini harus terjadi?" ucap Sehan sembari m

    last updateÚltima actualización : 2026-03-18
  • Sang Penakluk Wanita   bab. 11. Tawaran Pekerjaan

    Di dalam kamar, Sehan tidak bisa memejamkan matanya. Apa yang terjadi pada hari ini sangatlah membuat Sehan sedikit gelisah. Pekerjaan yang saat ini dia lakoni memiliki resiko yang cukup tinggi. Bisa saja dirinya dalam bahaya. Para suami dari wanita yang menyewanya tentu tidak akan terima jika tahu

    last updateÚltima actualización : 2026-03-17
  • Sang Penakluk Wanita   Bab. 7. Apartemen Baru

    Wajah sehan terlihat cerah, ia merasa yakin jika tante Zura adalah jalan baginya untuk meraih kesuksesan. "Nanti akan aku beritahu di hotel." Zura kembali memasang wajah datar. Sedangkan Sehan kembali menunduk patuh. "Baik, Zura." *** Hotel Hanabi, New York. Mobil sedan mewah berhenti di d

    last updateÚltima actualización : 2026-03-17
  • Sang Penakluk Wanita   Bab.13 Pertengkaran

    Sehan menelan roti terakhir yang masih ia kunyah. Lantas, Sehan menoleh ke belakang. "Kamu?" pekik gadis itu manakala melihat siapa lelaki yang duduk di kursi makan pas di malam dini hari. "Nona Chellia!" pekik Sehan. Keduanya sama-sama terkejut. Sehan mematung, akal pikirannya tidak

    last updateÚltima actualización : 2026-03-18
Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status