Share

23. Curhat pada Rianti

Penulis: Noona_im
last update Tanggal publikasi: 2024-10-08 09:21:47

"ASTAGA DIRA ... LO KE MANA AJA KOK GAK PULANG DARI KEMARIN?"

Refleks, Diara langsung menjauhkan ponsel dari jangkauan Indra pendengaran. Ia baru saja bangun karena suara dering dari ponsel menganggu tidur nyenyaknya. Padahal Diara masih sangat lelah, juga mengantuk. Maklum saja karena ia baru bisa tertidur pukul tiga dini hari, setelah menyelesaikan pertempuran melelahkan, juga menakjubkan antara dirinya dengan Steno.

Tapi di pagi ini, Rianti tahu-tahu menelepon dan langsung melontarkan tanya
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sang Perebut Suami Orang (21+)   72. ngambek

    "Mas .. kamu .. kamu memberikan bunga kesukaanku ke wanita murahan itu?" "Echa... Mas ..." Air wajah Zaenal yang tadi menyiratkan kebahagian, kini hilang sudah tergantikan oleh raut sendu menatap istri pertamanya. Kemungkinan ia merasa bersalah karena hal yang baru saya dilakukan pada istri kedua. Diara tersenyum sinis--dalam benaknya mempertanyakan, mengapa Zaenal harus merasa bersalah begitu? Memangnya salah jika seorang suami memberikan bunga pada istrinya? Apa istri pertama suaminya itu lupa kalau Diara juga istri suaminya? Seharusnya Echa tidak perlu membuat ekspresi wajah begitu, seolah-olah seperti orang yang terzolimi dan membuat Zaenal jadi serba salah dan tidak enak. Dasar berlebihan! Echa menggeleng-gelengkan kepalanya, matanya juga sudah berkaca. Huh lebay sekali. "Kamu jahat sekali Mas. Itu 'kan bunga kusukaanku! Kenapa kamu memberikan bunga itu padanya?!" Setelah mengatakan kalimat tersebut, dengan cepat Echa melangkah mendekati Diara--ia berusaha ingin merebut bung

  • Sang Perebut Suami Orang (21+)   71. Bunga Lily

    Untung saja Diara cepat menyadari keanehan penampilan sang suami, kalau tidak? Zaenal pasti akan menahan malu ke luar rumah dalam keadaan seperti itu. Tingkah Zaenal tersebut membuat Diara tidak berhenti menggelengkan kepala dan mengudarakan tawa. Bagaimana tidak? Ini merupakan kali pertama baginya mengetahui tingkah konyol sang suami. Seperti yang kau tahu, selama ini Zaenal selalu tampak cool di setiap penampilannya dan prilakunya. Tapi walaupun Diara baru mengatahui sisi lain Zaenal, tapi ia sama sekali tidak merasa ilfeel, justru yang ada ia malah senang karena menjadi salah satu orang yang mengetahui sisi lain tersebut. Sssttt kau tahu? Zaenal itu sangat menjaga image sekali orangnya. Sekarang ini Diara sedang ada di ruang televisi, sengaja menunggu Zaenal di sana karena perut sudah sangat lapar dan ingin langsung makan. Sedari tadi matanya menyorot ke arah televisi yang sedang menampilkan siaran berita perselingkuhan antara menantu dan mertua. Ish ish ish miris sekali, masa

  • Sang Perebut Suami Orang (21+)   70. Yang muda yang menang

    "Apa-apaan sih kalian berdua, Hah?!" Zaenal tampak gusar mendapati kedua istrinya sedang bertengkar sampai jambak-jambakan. Ia juga kesal karena tidurnya terganggu oleh suara-suara teriakan yang dihasilkan. Mata Zaenal melotot melihat ke arah Diara dan Echa bergantian. Sangat mengerikan sekali, jujur baru kali ini Diara melihatnya. Memang wajar sih, siapa juga yang tidak kesal apabila sedang enak-enaknya tidur lalu diganggu dengan suara teriakan nyaring. Jangankan Zaenal, Diara sendiri pasti kesal jika diganggu seperti itu. Apalagi Diara tahu kondisi Zaenal yang sedang dalam keadaan lelah karena pertempuran mereka Tidak ingin kena marah, lantas Diara mengambil start lebih dulu mendekatinya, lalu mengadukan apa yang dilakukan Echa sampai mereka berdua berakhir seperti ini, tidak lupa sembari diberikan sedikit bumbu-bumbu agar Echa terlihat bersalah. Namun terlebih dulu, Diara membuat air wajahnya menjadi sendu--seperti teraniaya. "Mbak Echa duluan yang cari gara-gara, Mas!" "Heh

  • Sang Perebut Suami Orang (21+)   69. Perang dua wanita

    Ada dua hal yang kini membuat Diara merasa sangat bahagia yaitu; satu karena pernikahannya sudah dipublikasikan, walaupun hanya pada Pak RT, tapi tidak mengapa yang penting Diara sudah diakui dan membuatnya bisa bergerak bebas di kawasan perumahan ini. Lalu yang kedua, tadi pagi, Diara dan Zaenal pergi ke dokter kandungan untuk mengecek sekaligus mengontrol keadaan kehamilannya, dan hasilnya dokter bilang kalau kandungan Diara sudah kuat, dokter tersebut juga mengizinkan mereka untuk berhubungan intim kembali ketika mereka bertanya perihal tersebut. Jelas saja Diara dan Zaenal tidak ingin membuang-buang kesempatan. Begitu sampai rumah, mereka langsung melakukannya. mereka memang sangat merindukannya. Walau mereka melakukannya harus dengan hati-hati seperti pesan dokter. Tapi tidak apa-apa yang penting rasa rindu itu sudah tersalurkan. Dan kini setelah berjam-jam bergumul, Diara merasa lapar, energinya terkuras habis karena percintaan yang meraka lakukan. "Laper banget." Gumam Diar

  • Sang Perebut Suami Orang (21+)   68. gara-gara Echa

    "Ck. Ngapain sih dia, ganggu aja deh!" "Mungkin ada yang penting sayang. Mas ke luar dulu ya sebentar, ngecek dulu." Zaenal membantu Diara untuk beranjak dari pangkuannya. Namun sang istri sama sekali tidak menurutinya. Diara tidak mau bergerak dari sana. "Gak usah! Paling juga dia mau ganggu doang. Dia pasti gak suka Mas lama-lama di sini makanya nyari-nyari alesan biar Mas ke luar." Zaenal hanya diam saja. Mungkin bimbang harus bagaimana? Diara menggunakan kesempatan tersebut untuk menggoda sang suami dengan dadanya yang sengaja belum ditutup. ia menyodorkan benda kenyal nan lembut itu hingga ke depan mulut Zaenal. Tinggal sekali hup saja, aset tersebut sudah berpindah tempat ke dalam mulut Zaenal. Namun lagi-lagi sial, sebelum Zaenal sempat melahapnya, Echa sudah lebih dulu berteriak lagi dari luar pintu. Suaranya lebih kencang dari sebelumnya. "MAS CEPET KE LUAR!" Diara mendengus sebal, pasalnya bukan hanya karena Zaenal yang tidak jadi melahap dadanya, namun lelaki i

  • Sang Perebut Suami Orang (21+)   67. Tidak mau kalah

    "Apa?!""Hhmm ... Soalnya Mas gak tau kalo kamu suka bunga atau nggak. Emangnya beneran kamu suka bunga juga?"Diara mendecih malas. "Mau aku suka bunga atau enggak, seharusnya Mas tetep ngelakuin hal yang sama dong, kaya yang Mas lakuin ke Mbak Echa. Kalo gini caranya, Mas udah pilih kasih.""Pilih kasih gimana sih, sayang? 'kan Mas gak tahu, lagian Mas juga udah gak pernah ngelakuin lagi. Mas ngelakuin itu jauh sebelum ada kamu."Memang benar tapi tetap saja Diara kesal mendengar bahwa ternyata Zaenal seromantis itu pada Echa. Diara iri, ia tidak mau tahu, pokoknya apa yang Echa dapatkan harus Diara dapatkan juga. Kalau bisa lebih dari Echa."Pokoknya aku mau Mas kaya gitu juga sama aku. Titik!"Zaenal menghembus napas lelah. "Iya, iya. Mulai besok Mas bakal kasih kamu bunga. Emangnya kamu suka bunga apa?"Diara tersenyum senang mendengarnya, kemudian ia diam sejenak. Jujur saja ia tidak mengerti soal bunga, ia meminta agar tidak kalah dari Echa "Hhmm emangnya Mas suka kasih bunga

  • Sang Perebut Suami Orang (21+)   35. pudar

    Arghhhhh ... Rasanya Diara ingin berteriak sekeras-kerasnya. Lagi? Hanya dalam kurun waktu singkat, kesialan itu kembali menghampirinya.Ia dan Steno sama sekali tidak bisa berkutik, untuk memprotes saja mereka tidak mampu sebab Anne mempunyai bukti penuh atas semua ucapannya.Walaupun Diara meronta s

  • Sang Perebut Suami Orang (21+)   34. Mengambil semuanya

    Setelah dua minggu akhirnya Diara bisa merasakan lagi nikmat bercinta dengan Steno. Ia kira tidak akan pernah, sebab melihat kondisi laki-laki tua itu yang seperti mayat hidup.Syukurlah Steno tersadar dan mau bangkit dari keterpurukan. Sekarang yang menjadi tugas Diara adalah untuk terus memberikan

  • Sang Perebut Suami Orang (21+)   33. Setelah dua minggu (21+)

    "Anh ..."Diara melenguh ketika Steno menyatukan miliknya. Lelaki itu lantas membungkam bibir si gadis yang hanya pasrah di bawah Kungkungannya.Steno menekan lebih dalam hingga seluruhnya tertanam di kewanitaan Diara. Rasa nikmat jelas lelaki itu rasakan, ia semakin bergairah melumat bibir gadisnya."

  • Sang Perebut Suami Orang (21+)   32. Bangkit

    Steno tengah mengusap-usap lembut kepala Diara membuat gadis itu merasakan gelenyar nyaman yang terus merambat memenuhi suasana hatinya yang semakin membaik. Sungguh Diara tidak ingin kehilangan pria itu."Makasih ya, kamu masih mau menemani Mas. Padahal Mas sudah tidak punya apa-apa lagi." Ucapnya.D

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status