مشاركة

Bab 1

مؤلف: Noona_im
last update تاريخ النشر: 2024-09-06 20:09:36

"Ngh."

"Ahh ... Mas."

Suara-suara itu sukses membuat pergerakan Diara yang tengah menuang air ke dalam gelas berhenti. Ia segera menutup kran dispenser  lalu menajamkan pendengarnya.

Diikutinya arah suara tersebut dengan mengendap-endap hingga sampai di ruang tamu, di sana ia menemukan sepasang manusia yang tengah memadu kasih.

Mereka adalah kedua majikannya. Sejujurnya Diara tidak begitu terkejut melihat pemandangan itu, sebab hal tersebut bukanlah yang pertama ia lihat melainkan kali ketiga selama enam bulan ia bekerja sebagai pembantu di sana.

"Kayanya mereka suka banget menjelajah semua sudut ruangan di rumah ini." Gumam Diara terkikik.

Bukannya lekas pergi seperti kali pertama dan kedua ia memergoki, kali ini Diara justru malah bersembunyi dibalik tembak penyekat antar ruang keluarga dan ruang tamu.

Entah mengapa melihat majikannya yang tengah bersenggama itu malah membuat sesuatu dalam diri Diara bangkit. Sebagai seseorang yang sudah pernah merasakan nikmatnya bercinta hal tersebut sontak membuat hasrat Diara terpantik.

Diara ingin merasakan lagi dan tanpa sadar tangannya terulur untuk memeta bagian-bagian sensitif tubuhnya sendiri.

"Ah .. aku kangen banget." Desahnya tertahan sebab takut ketahuan.

Netranya tak luput dari aktifitas sang majikan. Hingga bermenit-menit berlalu, Diara menyudahi kegiatannya bertepatan dengan mereka yang mendapatkan puncak kenikmatan. Namun ketika Diara sedang merapikan kembali pakaiannya yang sedikit berantakan akibat ulah sendiri, seketika itu matanya dibuat membelalak, jantungnya juga berdebar begitu kencang sampai rasanya mau copot.

Sebab di sana, Bima--majikan laki-lakinya--tengah melihat ke arah dirinya seraya menyunggingkan senyum asimetris yang tak mampu Diara artikan.

"Gawat."

Sontak saja Diara buru-buru pergi menuju kamar sampai-sampai melupakan air mineral yang ia ambil. Padahal sebelumnya ia mengambil minum ditengah malam begini karena terbangun dan kehausan. Huh.

Di dalam kamar, Diara tidak bisa tenang. Ia takut majikan laki-lakinya tersebut melihat semua yang ia lakukan. Berbagai pikiran buruk kini berkecamuk dalam batang otak.

"Apa Pak Bima bakal marah terus mecat aku?"

"Aduh gimana ini? Aku gak bisa bayangin kalo bener-bener dipacat. Aku udah betah banget kerja di sini."

Memukul-mukul kepala merasa kesal karena kebodohannya sendiri. "Argh ... Kenapa aku bisa melalukan hal bodoh seperti itu? Kenapa aku gak bisa menahannya?"

Sampai satu jam telah berlalu Diara masih belum bisa tidur karena memikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi esok hari.

Diara mencoba memaksakan matanya untuk terpejam tapi lagi-lagi tidak bisa. "Duh kenapa susah banget buat tidur lagi." Keluhnya frustasi seraya mengacak rambut.

Namun ketika Diara tengah misuh-misuh karena kebodohannya, tiba-tiba terdengar derap langkah seseorang di luar kamar dan tak lama kemudian disusul dengan suara pintu terbuka.

Ceklek!

Pintu kamar Diara terbuka. Cepat-cepat ia berpura-pura tertidur. Namun sebelum matanya benar-benar terpejam, Diara sempat melihat seseorang yang masuk ke dalam kamarnya tersebut.

Kau tahu siapa? Dia adalah majikan laki-laki Diara. Iya, Bima. Laki-laki itulah yang masuk ke dalam kamar pembantunya.

Sontak saja hal tersebut membuat Diara bertanya-tanya dalam hati. 'Kenapa Pak Bima masuk ke kamar aku malam-malam? Apa dia mau marahin aku dan mecat aku malam ini juga? Tapi kenapa Pak Bima datangnya sendirian dan mengendap-endap pula? Sebenarnya apa yang mau dilakukan Pak Bima?'

Berbagai pertanyaan kini bersarang di kepala Diara membuat jantungnya berdebar tak terkendali tapi ia berusaha untuk tetap tenang dan berpura-pura tertidur.

Sampai beberapa menit kemudian tidak ada yang terjadi. Tapi Diara merasakan samakin lama ranjangnya mulai bergoyang lalu setelahnya ia merasakan sentuhan lembut di pipi.

Diara nyaris membuka mata karena terperangah untung saja ia mampu mengendalikannya. Namun ia merasa heran dan kembali bertanya pada diri sendiri. 'Kenapa Pak Bima bangunin aku dengan cara yang lembut kaya gini? Seharusnya dia berteriak dan menyeretku 'kan?' Diara benar-benar bingung dengan apa yang terjadi.

Tapi kebingungan Diara segera terjawab sebab Bima berbisik di telinganya dengan suara berat sampai membuat bulu kuduknya meremang. "Aku tahu kamu hanya pura-pura tidur dan aku tahu kamu menginginkanku."

Mendengarnya seketika mata Diara terbuka. Diara semakin terkejut karena wajah Bima yang begitu dekat dengannya. Mungkin hanya berjarak lima centimeter saja.

"P-pak Bima? Kenapa Bapak ada di kamar saya?" Ucap Diara terbata.

Bima tersenyum, lagi-lagi senyum asimetris yang ia tunjukan. "Tidak usah berpura-pura bodoh, Diara. Kamu ingin aku menggaulimu 'kan? Baiklah akan aku lakukan sekarang juga."

Diara mencoba mendorong tubuh Bima namun tidak bisa karena tenaga Bima jelas lebih besar darinya. Diara tahu, Bima seperti itu mungkin karena memergoki dirinya yang tengah mengintip Bima dengan istrinya berhubungan. Ditambah lagi  Diara malah menjadikan tontonan tersebut untuk melakukan hal yang tidak senonoh. "M-maafkan saya, Pak. Saya tidak bermaksud seperti itu."

"Sstt ..." Bima menaruh jari telunjuknya di bibir Diara. "Sudah jangan banyak bicara." Kemudian Bima semakin mendekatkan wajahnya pada Diara dan sejurus kemudian menyatukan bibir mereka.

Mata Diara membelalak sempurna, ia terkejut setengah mati karena perlakuan majikan laki-lakinya tersebut. Namun bukannya menolak dan kembali mendorong tubuh Bima untuk menjauhinya. Di sana Diara malah membalas apa yang dilakukan Bima padanya. Diara terbuai dengan ciuman lembut yang Bima berikan sampai akhirnya ditengah malam yang dingin ini Diara kembali merasakan kehangatan itu lagi. Kehangatan yang sudah lama tidak ia rasakan.

Bersambung...

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • Sang Perebut Suami Orang (21+)   79. Pinjem suami lo

    "Makan yang banyak. Kasian itu anak kamu pasti kelaperan banget dari tadi." Tidak hanya menawari dan mengajak makan saja, Doni juga menaruhkan beraneka makanan yang tersaji di meja itu ke atas piring Diara. Apakah selama ini Diara kurang peka? atau memang sikap Doni padanya kali ini yang memang berbeda? Sungguh Diara benar-benar baru menyadari kalau ternyata Doni seperhatian ini. Diara tahu tentang kepedulian Doni padanya, tentang lelaki itu yang selalu membantu dan mensupportnya ketika ia kehilangan Seno dan ketika ia hampir keguguran. Namun, entah mengapa apa yang Doni lakukan dulu dengan yang dilakukan kali ini, Diara merasa ada perbedaan. Diara tidak tahu apakah hanya perasaannya saja, atau memang benar seperti itu. Namun apapun itu, ia sangat senang di perhatikan seperti ini. Salah tidak sih jika ia merasa senang mendapat perhatian dari suami sahabatnya sendiri? Ah sepertinya tidak ya? Dan Diara rasa Raya juga tidak akan keberatan karena mereka bersahabat. Raya pasti senang j

  • Sang Perebut Suami Orang (21+)   78. Benih cinta baru

    Siapa sih yang tidak sakit hati jika diperlukan seperti itu oleh suami sendiri? Apalagi dalam keadaan hamil. Zaenal sudah benar-benar keterlaluan, lelaki itu sudah tidak menghargai Diara lagi sebagai istrinya. Diara sungguh penasaran, sebenarnya apa sih yang sudah dilakukan Echa sehingga membuat Zaenal dengan waktu singkat bisa berubah begitu? Tidak mungkin wanita itu tidak melakukan apa-apa 'kan? mengingat hubungan Diara dan Zaenal yang baik-baik saja sebelumnya. Arghh ... Diara meremas rambut dengan kasar--frustasi. Seharusnya yang pernikahannya memburuk itu Echa bukannya malah dirinya! Agaknya Diara harus memikirkan sesuatu agar keadaannya berbalik lagi. Tapi bagaimana caranya? Arghh ... Kembali wanita hamil itu meremas rambutnya gemas. Kepalanya pusing sekali memikirkan hal ini. Belum lagi perutnya yang mulai keroncongan minta di isi. Sejak bangun tidur sampai waktu menunjukkan pukul sepuluh, sama sekali Diara belum memasukan apapun ke dalam mulutnya. Kakak madunya itu tidak m

  • Sang Perebut Suami Orang (21+)   77. Keadaan berbalik

    Dugaan Diara salah, harapannya musnah, sudah. Dan hanya berakhir menjadi angan-angan saja. Diara kira malam itu menjadi awal mula untuk terus memadu kasih bersama Zaenal di depan Echa, ternyata itu menjadi momen pertama sekaligus yang terakhir. Diara pikir ketika Echa mengamuk dan menuntut bercerai, seperti biasa Zaenal hanya akan memberikan janji-janji palsu--hanya untuk membujuk saja, setelahnya akan ingkar seperti yang sudah-sudah. Namun Diara tak menyangka, Zaenal sungguh-sungguh menepati janjinya tersebut. Dan itu terbukti benar dengan penolakan tegas yang diberikan Zaenal acapkali Diara menggodanya untuk melakukan lagi. Agaknya laki-laki itu sangat mencintai istri pertamanya dan sangat takut kehilangan sehingga lebih memilih menahan diri dan mengabaikan istri keduanya. Pengabaian yang dilakukan Zaenal pada Diara nyatanya tidak hanya sampai di situ saja. Hal itu terus berlanjut dan semakin parah dari waktu ke waktu, sampai-sampai tidak sadar Zaenal telah mengabaikan Diara hi

  • Sang Perebut Suami Orang (21+)   76. Ditonton istri pertama (21+)

    "Dira. Kenapa kamu ada di sini?" Zaenal bersuara berbisik seraya sedikit mengangkat tubuhnya, ia melirik was-was ke arah Echa yang masih begitu terlelap di tempatnya. "Aku kangen kamu Mas. Aku udah gak tahan." Diara sengaja membuat suaranya begitu seksual sembari terus memijat dengan seduktif benda sensitif milik Zaenal yang ia favoritkan. Netra Zaenal terpejam, ia mendesis samar merasakan desiran gairah akibat ulah yang istri mudanya lakukan. Diara merasakan benda itu berkedut-kedut, mulai menegang. Ia tersenyum menyeringai karena berhasil memantik gairah suaminya tersebut. "A-ayo pindah. Uh! Pindah ke kamarmu." Susah payah Zaenal menyusun kalimatnya. Ia meminta Diara untuk pindah--melakukannya di kamar sang istri kedua. Namun jelas saja Diara memberikan gelengan kepala. Ia menginginkan berhubungan intim di kamar itu, dan di lihat oleh kakak madunya. Itu sudah menjadi keinginannya sejak awal. "Kenapa harus pindah? Di sini saja Mas. Bukannya Mas juga sudah gak tahan?" "J-jangan.

  • Sang Perebut Suami Orang (21+)   75. Di kamar echa

    Tujuan Diara untuk membuat Echa menangis telah berhasil, tapi kadar kebahagiaan yang ia rasakan sedikit kurang karena Echa tidak menuruti apa yang dikatakan suaminya atas dasar perintah Diara. wanita itu malah berlari pergi ke kamarnya dengan air mata yang bercucuran. Huh padahalkan Diara ingin sekali menunjukkan pada Kakak madunya itu betapa bersemangat dan bernafsunya Zaenal saat bersamanga. tapi sudahlah, lain kali Diara akan mencobanya lagi. Dan akan ia pastikan Echa melihatnya. Gila? Yah mungkin saja kata itu cocok untuk disematkan untuk Diara, sebab entah mengapa, dan sejak kapan wanita itu merasakan ada sebuah dorongan keinginan yang begitu besar dalam benak. Ia ingin Kakak madunya itu melihat percintaannya dengan suami meraka, ia ingin melihat Echa menangis tersakiti, dan Diara akan merasa senang jika itu terjadi. Diara tidak tahu sejak kapan ada perasaan aneh seperti itu muncul? Tapi kapanpun itu, agaknya Diara tidak peduli dan tidak ingin mencari tahu, sebab yang ia pikir

  • Sang Perebut Suami Orang (21+)   74

    "Susu yang dikasih mbak Echa gak enak, Mas." "Mas--" Zaenal kembali akan bersuara, namun Diara tidak mengizinkannya. Lantas cepat-cepat ia menukas. "Tapi aku punya susu yang lebih enak. Mas pasti suka, karena ini juga susu favorit Mas." Zaenal menautkan alisnya, mungkin ia belum paham dengan apa yang istri keduanya katakan. Diara melirik Echa, wanita itu juga masih belum memberikan reaksi apa-apa, selain menyorot dengan tatapan tidak suka. Diara tersenyum cengah. 'Tunggu sebentar lagi, aku jamin kamu akan mengamuk sekaligus menangis Echa! Mengalihkan lagi pandangan pada Zaenal, Diara merubah senyum menjadi sebuah senyuman manis, ia berucap. "Mas lebih pilih susu yang aku kasih 'kan?" Seraya membusungkan dada kehadapan wajahnya. Omong-omong sekarang ini Diara memakai kaus berwarna putih yang pas badan, dan kau tahu? Ia tidak memakai bra sehingga bagian kecilnya terlihat menonjol. Meski Diara sedang hamil, dan perutnya sudah mulai membuncit--karena usianya sudah masuk bulan ketiga,

  • Sang Perebut Suami Orang (21+)   Bab 7

    Semenjak malam itu, pekerjaan Diara menjadi bertambah lagi. Bagaimana tidak? Endy jadi sering berkunjung ke rumah Bima. Bisa satu bulan sekali, kadang dua minggu sekali. Padahal tempat tinggalnya cukup jauh dan berbeda kota. Dulu sebelum mempunyai hubungan dengan Diara, lelaki tua itu hanya akan

  • Sang Perebut Suami Orang (21+)   Bab 6

    "Apa yang kalian lakukan?""Ayah." Cicit Bima dengan mata yang membola. Lalu dengan tergesa-gesa Bima dan Diara merapikan pakaian masing-masing. Sungguh demi apapun, sekarang Diara merasa takut sekali. Entah ke mana perginya keberanian yang tadi sempat singgah dalam benaknya. Keberanian itu malah

  • Sang Perebut Suami Orang (21+)   Bab 5

    Sudah tiga bulan lebih, hubungan gelap Diara dan Bima terjalin. Dan selama itu pula Nadia tidak pernah curiga atau mengendus gelagat mereka sedikitpun.Diara dan Bina memang sangat berhati-hati sekali. Bagaimanapun juga mereka ingin bermain aman. Mereka tidak ingin, jika hubungannya terbongkar dan

  • Sang Perebut Suami Orang (21+)   Bab 4

    Rasa kantuk jelas masih Diara rasakan sebab ia hanya tidur sekitar setengah jam saja. Tadi malam, Bima benar-benar menggempurnya habis-habisan. Sampai rasanya Diara sudah tidak sanggup lagi. Laki-laki itu seperti aji mumpung sampai melakukannya hingga berkali-kali dan tidak ragu lagi untuk menumpa

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status