Compartir

127. Hari Penobatan

Autor: Hydragea
last update Fecha de publicación: 2026-08-28 01:48:53

Matahari pagi di hari yang baru terbit dengan sinar yang sangat cerah. Semburat cahayanya yang keemasan menembus celah-celah pilar marmer yang berdiri kokoh di balai alun-alun takhta tertinggi kota.

Hari yang paling bersejarah sekaligus hari penentuan bagi takdir Scarlett akhirnya telah tiba.

Hari penobatan resmi sang Penguasa Kota yang baru.

TAP... TAP... TAP...

Langkah kaki Scarlett terdengar begitu anggun dan berwibawa saat dia mulai melangkah di atas bentangan karpet beludru berwarna
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Sang Villainess Yang Disayang   129. Monster Aura Anugerah Bintang

    Di tengah-tengah alun-alun takhta yang megah, seekor makhluk agung berukuran luar biasa kini telah menampakkan wujudnya di hadapan publik. Makhluk itu adalah seekor Monster Aura purba. Tubuhnya menjulang tinggi setara dengan sepuluh kaki orang dewasa, diselimuti oleh lapisan bulu tebal berwarna putih bersih yang berkilau di bawah sinar matahari pagi. Sepasang manik mata emasnya memancarkan kemurnian yang teduh, sementara sekujur tubuhnya mengalirkan pendaran aura putih bersih yang terasa sangat suci, menenangkan, dan hangat. Saat ini, monster raksasa itu sedang duduk dengan tenang di atas lantai marmer, sesekali mengibaskan ekor panjangnya yang lembut dengan ritme yang lambat.Sang MC yang berdiri di samping altar takhta, berteriak dengan nada suara yang penuh kekaguman dan antusiasme yang membubung tinggi."Para Hadirin sekalian! Inilah dia, sang Monster Aura Anugerah Bintang! Makhluk suci yang terkenal sangat jinak dan ditakdirkan menjadi pelindung mutlak wilayah kita selama bera

  • Sang Villainess Yang Disayang   128. Perjanjian Kontrak Darah

    Scarlett melayangkan seulas senyum manis yang menawan, menatap Killian yang masih berlutut di hadapannya. Kilat ketulusan di mata sang ksatria pelindung seolah meruntuhkan sisa-sisa kedamaian di hatinya yang didera rasa tidak rela. Perlahan, dia mengalihkan senyuman hangat tersebut kepada keempat suami binatang lainnya yang masih setia mengurung tubuhnya dengan aura protektif mereka. Scarlett menarik napas dalam-dalam, menguatkan batinnya untuk menuntaskan takdir ini.Dia membalikkan tubuhnya, memunggungi para pria perkasa itu, dan mulai melangkah menaiki satu demi satu anak tangga menuju ke arah singgasana emas kebesaran. Setiap langkah kaki Scarlett memancarkan wibawa mutlak yang membius seluruh isi balai alun-alun. Jubah bulan bintang miliknya kembali berkibar dengan sangat anggun, menyapu anak tangga di belakangnya.Di sepanjang sisi altar, para pendeta senior berpakaian putih mulai menggumamkan doa suci kuno, memberkati penobatan sang penguasa baru dengan dupa yang mengepul

  • Sang Villainess Yang Disayang   127. Hari Penobatan

    Matahari pagi di hari yang baru terbit dengan sinar yang sangat cerah. Semburat cahayanya yang keemasan menembus celah-celah pilar marmer yang berdiri kokoh di balai alun-alun takhta tertinggi kota. Hari yang paling bersejarah sekaligus hari penentuan bagi takdir Scarlett akhirnya telah tiba. Hari penobatan resmi sang Penguasa Kota yang baru. TAP... TAP... TAP... Langkah kaki Scarlett terdengar begitu anggun dan berwibawa saat dia mulai melangkah di atas bentangan karpet beludru berwarna ungu tua yang mewah menuju ke arah singgasana emas kebesaran yang megah di ujung altar. Hari ini, Scarlett benar-benar tampil dengan keanggunan yang tiada tandingannya. Dia sengaja mengenakan dan memamerkan semua atribut serta item legendaris yang berhasil dia kumpulkan sebagai hadiah dari sistem penaklukan. Tubuh rampingnya dibalut oleh sebuah gaun Victoria klasik bermodel sabrina berwarna lilac yang sangat indah, memamerkan bahunya yang putih bersih. Di atas pundaknya, bertengger sebuah j

  • Sang Villainess Yang Disayang   126. Rencana Rosalie Lagi

    PRANGGG! CRASH! Suara hantaman keras benda pecah menggema hebat, merobek keheningan malam di dalam kediaman keluarga bangsawan Grandduke. Di dalam kamar tidurnya, Rosalie melampiaskan seluruh kemarahan dan rasa frustrasinya atas kekalahan yang baru saja dia alami dari Scarlett di arena seleksi final tadi siang. Wajah cantiknya kini tampak memerah padam, terdistorsi oleh kedengkian yang luar biasa besar. Dengan napas yang memburu liar, dia membanting segala macam benda berharga apa saja yang ada di hadapan matanya tanpa memedulikan nilai harganya. Kotak-kotak perhiasan emas bertabur permata dilempar kasar hingga isinya berserakan di lantai, guci-guci keramik kuno warisan leluhur dihantamkan ke dinding hingga hancur berkeping-keping, dan kain gorden sutra dirobek paksa. Kondisi kamar tidur mewah itu kini benar-benar telah berubah total, hancur berantakan bak kapal yang baru saja dihantam badai di tengah lautan luas. Di sudut ruangan yang remang-remang, seluruh pelayan pr

  • Sang Villainess Yang Disayang   125. Misi Penaklukan Selesai Sepenuhnya

    "Ke tempat dimana ada aku." Scarlett menatap lekat sepasang mata hazel milik Killain yang dipenuhi keraguan."Ke tempat aslimu." lanjut Scarlett dengan suara tegas.Mendengar penuturan yang begitu penuh kepastian itu, benteng pertahanan terakhir di dalam lubuk hati Killain akhirnya luluh seutuhnya. Tanpa ragu lagi, anjing bertubuh kekar itu mengulurkan tangannya yang gemetar dan menggenggam sangat erat telapak tangan Scarlett yang terbuka manis di hadapannya. Dia menerima ajakan Scarlett! KRAKK!Tepat saat kedua belah telapak tangan mereka saling bersentuhan, sebuah retakan besar mendadak muncul membelah udara di dalam lorong gelap tersebut. Seberkas cahaya keperakan yang menyilaukan mata meledak keluar dari celah retakan, langsung menggulung seluruh kesadaran Scarlett. Energi dimensi sistem yang kuat menyeret jiwanya keluar dari ruang batin Killain dalam satu sentakan kilat, membawa sang penakluk kembali menuju ke realitas aslinya.Scarlett tersentak bangun dari posisinya, kelop

  • Sang Villainess Yang Disayang   124. Ajakan Untuk Killain

    Killain melangkah keluar secara perlahan, meninggalkan gemuruh sorak-sorai penonton yang masih menggema di dalam arena tarung bawah tanah. Langkah kakinya yang berat dan gontai membawanya melewati lorong remang-remang hingga sampai di gerbang luar yang sunyi. Namun, tepat setelah dia menginjakkan kaki di area jalanan setapak yang basah, keheningan malam itu mendadak buyar. Empat orang preman bertubuh luar biasa besar dan kekar mendadak melompat keluar dari balik bayangan kegelapan, mencegat jalur jalannya dengan formasi mengepung. "Killain... Kamu mau melarikan diri begitu saja setelah memenangkan banyak uang taruhan malam ini, hm?" tanya salah satu preman dengan senyuman seringai yang licik. Dia melangkah maju, memukulkan balok besi besar yang dibawanya ke telapak tangannya sendiri. "Serahkan seluruh kantong uang itu sekarang, atau ku patahkan kedua kakimu!" Keempat bajingan itu berdiri tegap tepat tiga langkah di hadapan Killain, menutup rapat satu-satunya jalan keluar ya

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status