Home / Fantasi / Sang Villainess Yang Disayang / 126. Rencana Rosalie Lagi

Share

126. Rencana Rosalie Lagi

Author: Hydragea
last update publish date: 2026-08-27 03:00:07
PRANGGG! CRASH!

Suara hantaman keras benda pecah menggema hebat, merobek keheningan malam di dalam kediaman keluarga bangsawan Grandduke.

Di dalam kamar tidurnya, Rosalie melampiaskan seluruh kemarahan dan rasa frustrasinya atas kekalahan yang baru saja dia alami dari Scarlett di arena seleksi final tadi siang.

Wajah cantiknya kini tampak memerah padam, terdistorsi oleh kedengkian yang luar biasa besar.

Dengan napas yang memburu liar, dia membanting segala macam benda berharga apa saja
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sang Villainess Yang Disayang   126. Rencana Rosalie Lagi

    PRANGGG! CRASH! Suara hantaman keras benda pecah menggema hebat, merobek keheningan malam di dalam kediaman keluarga bangsawan Grandduke. Di dalam kamar tidurnya, Rosalie melampiaskan seluruh kemarahan dan rasa frustrasinya atas kekalahan yang baru saja dia alami dari Scarlett di arena seleksi final tadi siang. Wajah cantiknya kini tampak memerah padam, terdistorsi oleh kedengkian yang luar biasa besar. Dengan napas yang memburu liar, dia membanting segala macam benda berharga apa saja yang ada di hadapan matanya tanpa memedulikan nilai harganya. Kotak-kotak perhiasan emas bertabur permata dilempar kasar hingga isinya berserakan di lantai, guci-guci keramik kuno warisan leluhur dihantamkan ke dinding hingga hancur berkeping-keping, dan kain gorden sutra dirobek paksa. Kondisi kamar tidur mewah itu kini benar-benar telah berubah total, hancur berantakan bak kapal yang baru saja dihantam badai di tengah lautan luas. Di sudut ruangan yang remang-remang, seluruh pelayan pr

  • Sang Villainess Yang Disayang   125. Misi Penaklukan Selesai Sepenuhnya

    "Ke tempat dimana ada aku." Scarlett menatap lekat sepasang mata hazel milik Killain yang dipenuhi keraguan."Ke tempat aslimu." lanjut Scarlett dengan suara tegas.Mendengar penuturan yang begitu penuh kepastian itu, benteng pertahanan terakhir di dalam lubuk hati Killain akhirnya luluh seutuhnya. Tanpa ragu lagi, anjing bertubuh kekar itu mengulurkan tangannya yang gemetar dan menggenggam sangat erat telapak tangan Scarlett yang terbuka manis di hadapannya. Dia menerima ajakan Scarlett! KRAKK!Tepat saat kedua belah telapak tangan mereka saling bersentuhan, sebuah retakan besar mendadak muncul membelah udara di dalam lorong gelap tersebut. Seberkas cahaya keperakan yang menyilaukan mata meledak keluar dari celah retakan, langsung menggulung seluruh kesadaran Scarlett. Energi dimensi sistem yang kuat menyeret jiwanya keluar dari ruang batin Killain dalam satu sentakan kilat, membawa sang penakluk kembali menuju ke realitas aslinya.Scarlett tersentak bangun dari posisinya, kelop

  • Sang Villainess Yang Disayang   124. Ajakan Untuk Killain

    Killain melangkah keluar secara perlahan, meninggalkan gemuruh sorak-sorai penonton yang masih menggema di dalam arena tarung bawah tanah. Langkah kakinya yang berat dan gontai membawanya melewati lorong remang-remang hingga sampai di gerbang luar yang sunyi. Namun, tepat setelah dia menginjakkan kaki di area jalanan setapak yang basah, keheningan malam itu mendadak buyar. Empat orang preman bertubuh luar biasa besar dan kekar mendadak melompat keluar dari balik bayangan kegelapan, mencegat jalur jalannya dengan formasi mengepung. "Killain... Kamu mau melarikan diri begitu saja setelah memenangkan banyak uang taruhan malam ini, hm?" tanya salah satu preman dengan senyuman seringai yang licik. Dia melangkah maju, memukulkan balok besi besar yang dibawanya ke telapak tangannya sendiri. "Serahkan seluruh kantong uang itu sekarang, atau ku patahkan kedua kakimu!" Keempat bajingan itu berdiri tegap tepat tiga langkah di hadapan Killain, menutup rapat satu-satunya jalan keluar ya

  • Sang Villainess Yang Disayang   123. Ruang Batin Killain

    TAP... TAP... TAP...Suara ketukan langkah kaki sepatu hak tinggi milik Scarlett menggema ritmis di sepanjang lorong sunyi kediamannya. Setelah melepaskan diri dari pagutan hangat Elian di atap gazebo, dia berjalan seorang diri menuju kamarnya. Langkahnya tetap anggun seperti biasa, namun ada sesuatu yang berbeda di balik gaun Victoria sabrina berwarna lilac miliknya. Tangan kanannya terangkat, meraba dan memegang erat dadanya yang hingga saat ini masih berdegup dengan ritme yang luar biasa kencang."Pria itu... kenapa bisa begitu pandai menggoda, sih?" gumam Scarlett lirih pada kesunyian lorong, wajahnya menghangat. "Sial... aku benar-benar hampir tidak bisa menahan diri tadi!"Sambil berjalan, seulas senyum manis yang sangat tulus mendadak terbit di bibir tipis Scarlett. Ingatan tentang bagaimana telinga rubah Elian bergerak-gerak sensitif dan bagaimana detak jantung pria itu berpacu gila di bawah telapak tangannya beberapa menit lalu benar-benar terus menari-nari di dalam kepa

  • Sang Villainess Yang Disayang   122. Ciuman Kepuasan

    Scarlett menuruti bisikan sensual itu. Dia perlahan memejamkan kedua kelopak mata ungunya, membiarkan dirinya pasrah pada pesona sang Putra Mahkota ras rubah. Elian pun ikut memejamkan sepasang mata merahnya yang indah, perlahan memajukan wajah tampannya untuk menyatukan kedekatan mereka. Sisa jarak di antara bibir mereka kian mengikis, menghitung detik sebelum sebuah pagutan intim mengudara di langit kota. Namun, tepat sebelum kedua belah bibir mereka saling bersentuhan, sebuah pusaran gelombang energi magis yang sangat kuat mendadak berdesir hebat. Energi pembebas dari sistem itu menarik paksa kesadaran Scarlett, menyeret jiwanya keluar dari dimensi ingatan bawah sadar Elian dalam satu sentakan kilat. WUSH! Saat Scarlett kembali membuka kedua kelopak matanya, sensasi melayang di angkasa telah menguap seutuhnya. Dia mendapati dirinya telah kembali berdiri kokoh di atas lantai batu gazebo atap aula perjamuan—tempat di mana mereka berdua berada sebelum Scarlett masuk ke ruang bat

  • Sang Villainess Yang Disayang   121. Ajakan Bercumbu di Langit Kota

    "Permintaan diterima! Transaksi terkonfirmasi, menghabiskan tiga ribu poin Penderitaan dari akun Tuan Rumah. Sayap Cadangan Astral segera dikerahkan pada target!" WUSH! Tepat setelah pengumuman dari sistem itu selesai, seberkas pendaran cahaya keunguan yang sangat pekat meledak di balik punggung tegap Elian. Partikel-partikel cahaya kosmis itu memadat dengan kecepatan kilat, membentuk sepasang sayap raksasa yang menyerupai sayap kelelawar, berkulit legam namun memancarkan guratan magis yang berkilau. Tanpa perlu dikendalikan oleh Elian, sayap cadangan astral tersebut langsung mengepak dengan sendirinya secara otomatis. Kekuatan kepakan pertamanya menciptakan gelombang kejut angin yang dahsyat, menahan laju terjun bebas mereka tepat beberapa meter sebelum menyentuh tanah benteng yang keras. Dengan satu gerakan meliuk yang anggun, sayap itu membawa tubuh Elian dan Scarlett melesat kembali ke atas, terbang tinggi menembus awan dan membelah langit malam Kota yang luas. Scarlett te

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status