Share

Bab 11

Penulis: QueenShe
last update Tanggal publikasi: 2026-04-06 18:10:11

Prana tidak membuang waktu, ia menyingkirkan rintangan terakhir yang memisahkan kulit mereka. Mata sayu Shanum menatap Prana dengan napas yang masih terengah-engah yang kini berdiri tegak di antara kedua kakinya.

Sosok Prana tampak begitu dominan di bawah cahaya lampu pemeriksaan yang terang, diatas tubuh Shanum yang masih gemetar karena pelepasan pertama tadi.

“Mas... Mas Prana...” bisik Shanum parau.

Antara takut dan mendamba, ia melihat Prana yang kini sepenuhnya siap untuk menyatukan jiwa m
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 306

    “Udah kubilang jangan terlalu berharap banyak,” ulang Prana tenang, mengecup dahi Shanum lembut, menenggelamkan wajahnya ke dada agar perbincangan itu benar-benar usai.Mendengar jawaban itu, Shanum tak bertanya lagi. Ia harus mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk, apalagi Ani menganggap mantan suaminya sudah mati.“Tapi gimana Tante Ralin dan Mas Prana bisa kenal?” tanya Shanum dalam hati, menyandarkan kepala di dada Prana, membiarkan kehangatan tubuhnya perlahan menuntunnya tidur.Hari-hari berikutnya berlalu dalam kesibukan masing-masing. Prana kembali ke jadwal padatnya sebagai dokter, membagi fokus antara pasien, memantau perkembangan Bobby, dan menjaga Ralin yang pemulihannya bertahap membaik.Shanum sendiri memilih menyibukkan diri mengurus usahanya yang sempat terbengkalai, sekaligus bergiliran menjaga Bobby di rumah sakit.“Mas masih di ruang operasi?” tanya Shanum, sambil menempelkan ponsel di t

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 305

    “Mas tahu ayah kandung aku?” tanya Shanum, menatap lurus ke dalam manik mata Prana dengan raut tak percaya.Napasnya memburu. Air di dalam bathtub berkecak pelan seiring gerakan tubuhnya yang mendadak sigap, dan berputar menghadap Prana sepenuhnyaPrana menyunggingkan senyum tipis. Kedua tangannya bergerak menahan pinggang Shanum agar posisi duduk wanita itu di dalam bak mandi tak merosot.“Tahu,” jawab Prana tenang.“Siapa, Mas?” desak Shanum. Tangannya mencengkeram erat bahu Prana, mengabaikan cipratan air hangat yang membasahi dada pria itu.Prana menggelengkan kepala secara perlahan. “Nanti, Num. Gak sekarang.”“Mas, kenapa disembunyikan lagi?” sahut Shanum, nada suaranya bergeser ke arah jengkel. “Aku udah berhak tahu sekarang. Selama dua puluh delapan tahun ini aku gak tahu apa-apa. Masa Mas juga mau ikut-ikutan merahasiakan ini dari aku?”“Aku gak bermaksud merahasiakan ini buat membohongi kamu, Sayang,” potong Prana lembut. Pria itu mengusap sisa busa yang menempel di pipi Sha

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 304

    “Yakin masih mau mandi sendiri?” Prana melepaskan kancing blouse Shanum satu per satu hingga pakaian itu meluncur jatuh, meninggalkan tubuh wanita itu hingga tak tertutupi sehelai kain pun.“Mas...” bisik Shanum pelan, reflex mencoba menutupi dadanya dengan kedua tangan.Prana tak banyak bicara. Ia langsung menggendong tubuh Shanum, membawanya melangkah beberapa tindak mendekati bak pualam di sudut ruangan. Air hangat yang berbusa lavender langsung menyambut begitu Prana menurunkan tubuh Shanum perlahan ke dalam bathtub.“Kita cuma mandi, Sayang. Emang kamu pikir apa?” goda Prana, terkekeh sembari mencolek ujung hidung Shanum yang masih merona.“Mas!” gerutu Shanum, memercikkan sedikit air berbusa ke arah lengan Prana.Prana tertawa kecil sambil melepaskan sisa pakaian yang melekat di tubuhnya, lalu ikut bergabung masuk ke dalam bak mandi. Ruang yang terbatas membuat air hangat sedikit meluap ke tepi.Prana menarik lembut tubuh Shanum agar bersandar rapat pada dada bidangnya yang koko

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 303

    "Mas!" tegur Shanum, memukul pelan bahu Prana. Wajahnya yang semula pucat mendadak merona kemerahan. "Situasi kayak gini aja masih aja kepikiran buat nakal!"Prana tersenyum kecil, memperlihatkan deretan giginya yang rapi. Godaan singkat itu berhasil mengalihkan sedikit mendung di wajah Shanum. Pria itu bangkit dari posisi berlututnya, meraih ponsel hitam dari saku celana, dan menekan beberapa digit nomor di layar.Shanum memperhatikan Prana yang kini menempelkan gawai ke telinga, menanti sambungan terhubung."Halo, Sus. Ini Dokter Prana," ucap Prana begitu panggilan di seberang sana diangkat."Saya masih di luar sekarang. Tolong pantau berkala kondisi jaminan kamar VIP Ibu Ralin, ya. Kalau ada lonjakan tensi atau dia terbangun dan mencari saya, langsung hubungi nomor saya."Prana mendengarkan jawaban dari sepersekian detik arahan perawat di seberang telepon."Iya, untuk Dokter Bobby di ICU juga tolong saya dikasih laporan berkala lewat pesan singkat. Saya akan kembali ke rumah sakit

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 302

    “Udah selesai?”Suara itu menyadarkan Shanum yang sedari tadi melamun begitu keluar dari ruang ICU. Langkah kakinya sempat tertahan di ambang pintu kaca. Begitu mendongak, Prana sudah berdiri tegak di depannya, melemparkan senyum tipis yang menenangkan.Prana mengikis jarak di antara mereka, meraih pergelangan tangan Shanum dengan lembut. “Kita pulang dulu, yuk?”Shanum tak langsung menjawab. Matanya melirik ke arah ruang tunggu yang terletak beberapa meter di sebelah kanan. Di atas kursi panjang, Ani duduk tegak sambil melipat kedua tangan di dada. Sorot mata ibunya penuh dengan ancaman, seakan siap menerkam jika Shanum berani mengambil salah langkah.Shanum menarik pelan tangannya, mencoba memberi jarak agar tak memicu keributan baru di sana. “Mas kok di sini? Tante Ralin gimana?”“Mama lagi tidur, kondisinya udah aman,” jawab Prana. Pria itu kembali mendekat dan menaruh telapak tangannya di pinggang Shanum, menuntunnya berjalan menuju lorong lift.“Tapi, Mas...”“Aku mau antar kamu

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 301

    “Jangan bicara macam-macam pada Ayahmu,” bisik Ani tajam, menyambar pergelangan tangan Shanum tepat sebelum langkah kaki putrinya melewati batas pintu.Shanum menatap jari-jari ibunya yang mencengkeram lengannya. Tanpa suara, ia menarik paksa tangannya hingga terlepas dari kekangan Ani. Tak ada niat di hatinya untuk membalas ancaman itu. Tatapannya lurus mengarah pada pintu kaca ruang ICU yang bergeser setengah terbuka.Perawat di ambang pintu memberikan isyarat dengan lambaian tangan pendek. “Silakan, Mbak. Jangan terlalu lama. Kondisi pasien masih sangat lemah dan butuh ketenangan.”Shanum mengangguk cepat. Langkah kakinya terasa begitu berat menapak lantai steril, melewati sensor pintu yang menutup otomatis di belakangnya.Di atas brankar besi, Bobby terbaring, jauh lebih pucat dan ringkih. Jarum infus tertancap di punggung tangannya, sementara mesin monitor jantung di samping tempat tidur terus mengeluarkan bunyi.“Ayah…” panggil Shanum lirih, mengikis jarak hingga berdiri di sisi

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 214

    “Kenapa datang-datang muka udah kayak baju kagak disetrika?” tanya Hendra—sahabat Prana sekaligus pengacara Shanum—sambil menyimpan dua gelas kopi di atas meja tamu kantornya.Prana menyandarkan punggungnya di sandaran sofa dengan lelah. Ia baru sampai beberapa menit yang lalu setelah menemui Ralin

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 212

    “Fadil, kasus kamu ini sudah menyebar ke mana-mana. Media online, media sosial, semuanya membahas soal penganiayaan ini. Kita benar-benar harus berhati-hati sekarang. Langkah kita dipantau banyak orang,” ucap Kartika—ibu Fadil—mencondongkan badannya ke depan, menatap anak sulungnya di ruangan khusu

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 160

    Lutut Fadil menghantam lantai dengan keras. Pria itu menundukkan kepala sangat dalam, badannya bergetar, dan sedetik kemudian terdengar suara isakan. Fadil tampak menangis, menyesali perbuatannya dengan begitu meyakinkan di depan mertuanya.“Ayah, Ibu... saya mohon ampun,” ucap Fadil sesenggukan, a

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 149

    “Mas…” protes Shanum lemah, tangannya yang semula berniat mendorong dada Prana justru mencengkeram erat kemeja pria itu untuk mencari pegangan.“Hmm?” sahut Prana pelan, bibirnya kini mulai merayap turun menyusuri garis rahang Shanum, mengabaikan penolakan setengah hati wanita itu. “Masih mau bilan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status