Share

Bab 135

Author: Almiftiafay
last update Petsa ng paglalathala: 2026-09-23 22:27:17
Sekitar pukul tujuh malam saat Jevan masuk ke dalam salah satu restoran bintang lima dan menemui Davina yang ada di private room.

Pemuda itu menundukkan kepalanya kemudian duduk saat Davina mempersilakannya.

“Apa Kaisar sangat sibuk belakangan ini, Jevan?” tanya Davina memulai. “Sampai dia lupa nggak pulang ke rumah loh. Dia ketemu siapa aja?”

Jevan tersenyum saat membalas, “Saya udah pernah bilang ke Bu Davina, ‘kan? Saya nggak mau ikut campur,” katanya. “Saya pikir Anda meminta saya ke sini
Almiftiafay

stresnya udah tembus layar belum 🤣🤣🤣

| 15
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (4)
goodnovel comment avatar
Siti Hayatul Amalia
Kayaknya dia sakit ya ka????Kalau Kaisar jelek masih mendingan dah, ada alasan ga mau disentuh, lah ini si Kaisar ganteng ampun2an dia kagak mau juga, buta kayaknya dia. Bakal kitah2 aja dah, kita bungkus pake karet 2 biar spesial
goodnovel comment avatar
Dewi Syam
Emang ada perempuan yang ngak mau di sentuh...??? Ah Davina ini... belum tau aja kalau milik Kaisar... Ah, sudahlah Thor...
goodnovel comment avatar
Ika Sulistyowati
wkwkwkwkwkw masih mau menyalahkan suami tuju tahun itu ndak sebentar lho devina ....kalau aku jadi kaisar 1 bulan sudah q tukar saja dengan yang lain. .........
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Satu Malam Lagi, Paman!   Bab 137

    Kaisar baru saja memasukkan ponselnya ke balik saku jas saat Kaira tidak membaca pesannya. Tapi sepertinya, ia tahu alasan kenapa gadis itu tidak membalas. Itu karena ia sedang mencoba membebaskan dirinya dari Mahesa yang tengah menyeretnya hingga pontang-panting menjauhi lobi.Lagi-lagi … Kaisar melihat Mahesa itu sangat kasar. Makin lama rasanya ia semakin muak dengan keponakannya itu.Bagaimana bisa ada anak turun Maharendra yang kelakuannya sangat kurang ajar sepertinya?Jika Kaisar tidak muncul dan melihat keduanya, entah apa yang akan Mahesa lakukan pada Kaira.Pemuda itu tampak membeku, perlahan melepas cengkeramannya dari Kaira saat Kaisar memindainya.“Ma-mau pulang, Mas?” sapa Mahesa dengan canggung.Kaisar tak menjawab, hanya alisnya yang berkerut penuh keengganan.“Aku permisi dulu,” kata Mahesa dengan cepat, menunduk dan bergegas pergi dari sana.“Kamu baik-baik aja?” Kaisar selangkah mendekat, mengikis jarak dan membuat Kaira tampak berdiri kikuk, barangkali karena banya

  • Satu Malam Lagi, Paman!   Bab 136

    Kaira sedang ada di kubikelnya saat Rani yang duduk di meja kerja di seberangnya mengisyaratkan agar ia memeriksa pesannya. Kaira menggeser kursor di layar monitornya dan menjumpai pesan dari Rani yang menyeruak. [Lihat pengumuman di web, Bu Kaira. Selamat ya ….] Saat Kaira lakukan itu, dadanya berdebar penuh rasa senang. Karena akhirnya … usaha yang ia lakukan selama menjadi ‘budak’ Mahesa itu telah membuahkan hasil. Sebab di sana, perusahaan telah mengumumkan. [ANNOUNCEMENT] PROMOSI JABATAN STRATEGIS DEPARTEMEN PEMASARAN MAHA GROUP Yth. Seluruh Staf Maha Group, Merujuk pada hasil Evaluasi Kinerja Tahunan dan Audit Kompetensi Khusus yang telah dilaksanakan oleh jajaran Direksi serta Departemen Human Resources, bersama ini manajemen perusahaan dengan bangga mengumumkan promosi jabatan untuk: Nama: Kaira Arunaya Jabatan Sebelumnya: Asisten Manajer Pemasaran (Assistant Marketing Manager) Jabatan Baru: Senior Marketing Manager Tanggal Efektif: 1 Oktober. …. Berbagai ucapan s

  • Satu Malam Lagi, Paman!   Bab 135

    Sekitar pukul tujuh malam saat Jevan masuk ke dalam salah satu restoran bintang lima dan menemui Davina yang ada di private room. Pemuda itu menundukkan kepalanya kemudian duduk saat Davina mempersilakannya. “Apa Kaisar sangat sibuk belakangan ini, Jevan?” tanya Davina memulai. “Sampai dia lupa nggak pulang ke rumah loh. Dia ketemu siapa aja?” Jevan tersenyum saat membalas, “Saya udah pernah bilang ke Bu Davina, ‘kan? Saya nggak mau ikut campur,” katanya. “Saya pikir Anda meminta saya ke sini tadi untuk membicarakan soal pekerjaan.” Tepat setelah Jevan berhenti bicara, Davina mengambil sesuatu dari bawah meja. Sebuah tas jinjing berukuran cukup besar yang lalu ia letakkan di hadapan Jevan. Wanita itu membukanya dan menunjukkannya pada Jevan. Tumpukan uang mencuat dari dalam sana, tak ternilai jumlahnya. “Apa maksud Bu Davina?” “Minta berapapun yang kamu mau,” kata Davina. “Tapi kasih tahu aku di mana Kaisar tinggal, jadwalnya, dan ke mana aja dia pergi.” “Kenapa Anda melakukan

  • Satu Malam Lagi, Paman!   Bab 134

    Davina tengah duduk di dalam ruang kerjanya, alisnya nyaris bersinggungan kala menatap jendela besar yang tampak penuh oleh tempias hujan. Ia mendengus sebelum berbalik menghadap mejanya, mengetukkan jari telunjuknya beberapa kali agar pening yang mencengkeram kepalanya ini sedikit memudar. Ia tidak tahu lagi harus melakukan apa setelah Naya pergi. Perempuan itu tidak bisa dihubungi hingga hari ini. Rasanya, badai sedang menghantam keluarga Maharendra. Kemarin ia mendengar Altair yang marah pada Mahesa perkara anak lelakinya itu tidak becus melakukan pekerjaannya. Dan sekarang, Davina pikir ia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Ancaman perceraian dari Kaisar itu, ia tahu tidak main-main. Dan Naya yang tadinya ia jadikan sebagai alat untuk memberi mereka anak malah hilang entah ke mana. ‘Apa dia sengaja kabur dengan membawa anaknya Kaisar?’ gumam Davina dengan resah. Tidak! Naya tidak memiliki keberanian sebesar itu. Ia mengangkat wajah saat mendengar pintu ruangannya d

  • Satu Malam Lagi, Paman!   Bab 133

    Rencana awal Kaira adalah membuat makan malam sederhana daripada harus memesan dari luar dan kemungkinan datangnya lama mengingat di luar hujan sedang mengguyur. Namun, rencana itu buyar seketika tatkala sepasang tangan kekar Kaisar melingkar posesif di pinggangnya, menarik tubuhnya merapat ke punggung bidang pria itu tanpa memberi celah untuk berkelit. Dan ‘Mau nggak’ yang penuh godaan dari bibirnya itu … bukankah Kaira tidak perlu bertanya apa yang sebenarnya Kaisar inginkan? Kecupannya singgah di leher Kaira, menjajah hingga ke telinga. “Mas, tapi masakannya—” Kaira tidak bisa memproses apa yang terjadi, ia terkesiap, jemarinya refleks menahan dada Kaisar kala pria itu membalikkan tubuhnya. “Aku ‘kan udah bilang, maunya makan kamu,” bisik Kaisar sekali lagi. Suara baritonnya melekat persis di kulit leher Kaira. “Akh—!” Kaira menjerit lirih saat Kaisar membawanya melangkah menuju kamar tidur, mengisolasi dunia mereka dari suara derasnya air hujan di luar yang tempi

  • Satu Malam Lagi, Paman!   Bab 132

    Kaira meremas jemarinya sendiri kala melihat wajah memelas Mahesa. Pria itu mengulurkan tangannya, mencoba meraih pergelangan tangan Kaira. “Aku akan memperbaiki semuanya, Kaira ….” ucapnya serak, menatap Kaira dengan sorot mata yang memohon. “Aku nggak akan mengabaikan kamu lagi. Kita pulang ke rumah sekarang ya?” Mendengar manisnya nada bicara pria itu, dalam hati Kaira berpikir, seandainya ia tidak pernah melihat perselingkuhan Mahesa dan Zia dengan mata kepalanya sendiri di berbagai tempat, atau seandainya pria itu tidak selalu membela Sasmita selama ini, maka Kaira sudah pasti akan percaya. Ia mungkin akan kembali tertipu dan memberikan kesempatan kedua untuk Mahesa. Lagi pula, Kaira seperti sudah bisa membaca bahwa tujuan Mahesa ke sini: karena pria itu ingin menyelamatkan dirinya sendiri dari Altair. Jika mereka tidak jadi bercerai, maka Kaira akan kembali diperbudak. Kaira dengan cepat menarik tangannya, menjauh menciptakan jarak. “Maaf, aku gak bisa, Mas.” “Kenapa?!”

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status