Share

Bab 49

Author: XENA
last update publish date: 2026-07-19 11:46:38

Sepasang mata Manda membelalak. 'Gawat! Aku lupa tentang hal itu,' batinnya. Ia memaksakan senyumnya ketika kedua matanya bertemu dengan pasang mata Leon.

Sang kakak tiri tersenyum lebar, tapi bagi Manda senyuman kakak tirinya itu seolah sedang menghakimi dirinya.

"Sepertinya aku melupakan sesuatu," ucap Manda sambil tersenyum kikuk.

Gadis berambut ash brown panjang itu beranjak dari duduknya, dan berjalan cepat keluar dari sana. Gerakannya begitu cepat seolah sedang menghindari sesuatu.

"Manda
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Satu Malam Singkat dengan Kakak Tiriku   Bab 119 Taruhan

    Leon tidak memiliki tempat lain saat ini untuk pergi menenangkan diri. Pikirannya sangat kacau hingga tidak bisa memikirkan tempat selain rumahnya.Mobil Leon kembali masuk ke dalam area kediaman rumah keluarga Moreno. Semua orang menatap heran akan kedatangannya yang tidak biasa pada jam itu. Setelah memarkirkan mobilnya dengan sembarangan, Leon masuk ke dalam rumah. Sapaan para pelayan yang berpapasan dengan Leon tidak ada satu pun yang ditanggapinya. "Sepertinya ada hal buruk yang terjadi.""Ya Tuhan ... apalagi yang terjadi di rumah ini?""Suasana rumah ini semakin mencekam."Ketiga pelayan wanita itu berbisik setelah Leon menaiki anak tangga untuk ke kamarnya. "Cepat tanya Tuan Muda Leon, apakah dia membutuhkan sesuatu? Makanan atau minuman, mungkin?" Tiba-tiba suara seorang wanita tua membuat mereka terhenyak. Ketiga pelayan itu seketika menundukkan kepalanya. Bibir mereka pun tertutup rapat."Kenapa kalian masih di sini?!" bentak sang kepala pelayan.Detik itu juga mereka b

  • Satu Malam Singkat dengan Kakak Tiriku   Bab 118

    Manda terperangah hingga tidak bisa menggerakkan kakinya. Dadanya bergemuruh melihat sang kakak tiri yang merupakan kekasihnya sengaja mencium seorang wanita tepat di hadapannya. Sepasang matanya yang berkaca-kaca seketika mengeluarkan air mata."Brengsek!" umpatnya. "Kamu jahat, Leon!" Suaranya bergetar. Bahkan ia tidak sanggup mengeluarkan kata-kata lain untuk diucapkan.Ekor mata Leon melirik ke arah adik tirinya. Namun, bibirnya masih menempel pada bibir wanita yang semalam telah ditolaknya. Manda dapat melihat dengan jelas sikap Leon yang menunjukkan ketidaknyamanan. Tapi, apa pun itu, ia sangat menyayangkan sikap kekasihnya. Sekuat tenaga ia menggerakkan kakinya agar bisa melangkah meninggalkan tempat itu. Setelah melihat kepergian Manda, Leon mendorong tubuh wanita itu agar menjauh darinya. Tangannya mengusap kasar bibirnya yang baru saja menempel pada bibir Vania. "Maaf, aku hanya memanfaatkan mu," ujarnya tegas. Vania membelalak. Wajahnya memerah karena amarah yang bercam

  • Satu Malam Singkat dengan Kakak Tiriku   Bab 117 Skandal Baru

    "Biar Nona Lily bersama dengan saya saja, Nona," sahut kepala pelayan yang tiba-tiba berada di dekat mereka.Manda terhenyak. Tanpa berpikir panjang lagi, ia mengambil keputusan. "Nek, tolong jaga Lily," pintanya dengan penuh harap."Kak!" protes Lily.Manda beralih menatap Lily. "Kami akan pulang cepat," tuturnya dengan buru-buru. Dalam hitungan detik saja Manda sudah menghilang dari penglihatan Lily. "Kak Manda!" Seruan yang disertai rengekan dari adik tirinya tidak lagi bisa menghentikan langkah Manda. "Maafkan aku, Lily. Kali ini saja aku harus mementingkan urusan hatiku," gumamnya sambil terburu-buru menuruni tangga. Manda berlari kecil menuju pintu utama. Ia mengacuhkan semua pelayan yang menyapanya. Tak terkecuali mamanya, Marina."Manda!" panggilnya dari ruang keluarga. "Kamu sudah pulang?!" serunya.Tidak mendapatkan jawaban dari putrinya, ia pun bergegas mengejarnya. "Manda! Mau ke mana kamu?!" serunya kembali sambil berjalan cepat keluar rumah."Manda!"Teriakan Marina

  • Satu Malam Singkat dengan Kakak Tiriku   Bab 116

    Semangat Leon kembali ketika hari sudah beranjak pagi. Sesuai dengan janjinya pada Lily, ia berencana menemui Manda, dan mengajaknya untuk kembali ke rumah keluarga Moreno. Wajah tampannya terlihat sangat berseri-seri setelah semalam ia memutuskan menolak keinginan papanya untuk meneruskan kembali perjanjian mereka. Leon terang-terangan menolak Vania di hadapan keluarga mereka. Tentu saja mereka semua menentangnya. Namun, Leon tidak bisa lagi membohongi perasaannya. Dan kini, ia harus siap menanggung segala akibat dari keputusannya.Senyuman yang sedari tadi menghiasi wajah tampannya seketika pudar. Kakinya mendadak menginjak rem sehingga mobil yang dikendarainya berhenti tanpa aba-aba terlebih dahulu.Pandangan matanya tertuju pada seseorang yang berdiri di tepi jalan. Ekspresi wajahnya berubah menjadi tegang. "Apa itu Manda?" gumamnya. "Dengan siapa dia?" tanyanya tidak terima. "Apa dia laki-laki itu?"Sepasang matanya membelalak ketika melihat pemuda itu mencium seorang gadis yang

  • Satu Malam Singkat dengan Kakak Tiriku   Bab 115

    Aaaaahhhh ....Alvaro meringis menahan rasa sakit ketika tangan Manda menyentuh luka di sudut bibirnya."Pelan-pelan," rengek pemuda itu.Manda mencebik. "Cuma begini saja, sakit," omelnya sambil mengoles salep pada sudut bibir Alvaro. "Seperti anak kecil saja."Seketika Alvaro mengubah ekspresi wajahnya. Ia menegakkan badannya sehingga posisi duduknya tidak lagi membungkuk."Siapa bilang aku kesakitan?" sanggahnya dengan tegas.Manda menatap sinis padanya. Ia tidak membalas omongan saudara tirinya, tapi tangannya yang bertindak. Alvaro kembali berteriak ketika tangan Manda menyentuhnya dengan sangat kasar. Manda sengaja mengoleskan salep pada pipinya yang memerah terkena bogeman mentah dari bodyguard Leon."Katanya gak sakit?" sindir Manda sambil menutup salep yang dipegangnya."Kamu yang kasar," protes Alvaro. Ia kembali meringis sambil memegang pipinya.Manda berdiri dari duduknya, dan melempar salep yang dipegangnya pada Alvaro. "Pakai sendiri!" perintahnya ketus.Tanpa menoleh l

  • Satu Malam Singkat dengan Kakak Tiriku   Bab 114

    Alvaro mencengkeram erat kerah baju Leon. Dengan gerakan cepat tinjunya pun melesat ke arah wajah tampan sang pewaris Moreno. Bugh!Wajah Alvaro terkena bogeman mentah seseorang yang menyerangnya dari arah samping. Badannya terhuyung hingga tinjunya pun gagal melayang ke wajah Leon. "Berengsek!" umpat si penyerang. "Beraninya kamu menyerang Tuan kami!" Sepasang matanya yang melotot membuat wajah bengis pria itu semakin menakutkan.Leon terkesiap menyaksikan apa yang terjadi tepat di depan kedua matanya. Dalam waktu sepersekian detik yang begitu cepat, pemuda itu jatuh tersungkur di tanah.Alvaro menatap marah pada pria yang menghantam wajahnya. Ia meringis menahan nyeri yang disertai rasa panas pada sisi kanan wajahnya. Sudut bibirnya pun mengelupas hingga sobek mengeluarkan darah.Eric memegang lengan putra tirinya. "Bangunlah," tuturnya sambil membantunya berdiri. "Lebih baik kita pulang saja sekarang.""Cepat pergi!" usir pria yang memberikan bogeman mentah padanya. "Jangan perna

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status