مشاركة

Bab 53

مؤلف: XENA
last update تاريخ النشر: 2026-07-20 13:03:00

Dari tempatnya berdiri Manda menatap sosok perempuan yang ada di sebelah Leon dengan penuh kebencian.

"Vania? Siapa dia?" tanyanya ketus.

"Sejak kecil dia selalu ikut acara keluarga seperti ini. Lalu ...." Glen menatap saudara kembarnya.

Manda mengerutkan dahinya. "Lalu?" tanyanya penasaran.

Glen dan Galen mengenang kembali peristiwa yang terjadi kala itu dengan menceritakannya pada Manda.

Malam itu Vania mengadakan pesta besar-besaran untuk merayakan ulang tahun yang ke tujuh belas. Pesta mala
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Satu Malam Singkat dengan Kakak Tiriku   Bab 66

    "Leon!"Suara ketukan pintu berkali-kali terdengar bersahut-sahutan dengan nama si pemilik kamar yang dipanggil dari luar."Leon! Buka pintunya!""Mama perlu bicara penting sama kamu!""Leon!"Pintu kamar pun terbuka. Leon berdiri dengan memperlihatkan wajah kesalnya melihat sosok wanita paruh baya yang berdiri di hadapannya."Ada apa? Kenapa ribut sekali?" tanyanya malas."Apa Manda menghubungimu?" tanya Marina, cemas.Dahi Leon mengernyit. "Enggak. Kenapa memangnya?" "Manda belum pulang juga sejak tadi. Apa dia mengirim pesan padamu? Mungkin masih berada di rumah ....""Kenapa gak tanya langsung ke Manda saja?" sahut Leon ketus. "Apa perlu aku yang menghubunginya?" tanyanya kembali dengan malas.Marina menghela napas. "Sudah berulang kali Mama menghubungi Manda, tapi dia tidak menjawabnya."Leon diam sejenak. Detik berikutnya, ia bergegas masuk ke dalam kamar, meninggalkan Marina yang masih berdiri di depan pintu kamarnya. Selang beberapa detik kemudian, Leon kembali menemui Marina

  • Satu Malam Singkat dengan Kakak Tiriku   Bab 65

    "Awas saja jika ketemu nanti. Aku pasti akan--"Brak!Manda terhenyak. Ruangan itu seketika menjadi gelap gulita setelah terdengar suara pintu yang ditutup dengan sangat keras."Apa ini?!" tanyanya sambil melihat ke sekelilingnya. "Jangan main-main!" serunya.Sunyi dan gelap. Detik itu juga Manda menyesali keputusannya untuk datang ke tempat itu. 'Sial! Kenapa aku ceroboh sekali?! Harusnya aku waspada sebelum masuk ke tempat ini!' batinnya berteriak."Cepat nyalakan lampunya!" Hening. Tidak ada suara apa pun yang ditangkap oleh indra pendengarnya kecuali napasnya sendiri yang memburu."Dasar brengsek!"Suara tawa beberapa pria yang bersahut-sahutan membahana memenuhi ruangan kosong itu. Seketika tubuh Manda bergetar hebat. Keringat dingin menetes di pelipisnya. Jantungnya berdetak lebih cepat dibandingkan ketika ia sedang bermesraan dengan Leon, kakak tiri yang sangat dicintainya."Ternyata gampang juga menangkapmu." Suara seorang pria menggaung dalam ruangan yang gelap.Kaki Manda

  • Satu Malam Singkat dengan Kakak Tiriku   Bab 64

    Manda membawa pergi Gracia dan Lily dari kediaman Moreno dengan menggunakan mobil Leon. "Apa nanti kamu akan baik-baik saja, Manda?" tanya Gracia yang duduk di sebelah Manda. Ia menatap khawatir pada anak tiri mantan suaminya yang kini sedang mengantarkannya pulang."Tenang saja, Tante. Mereka gak akan menyakitiku." Manda terkekeh mengingat ketika ia menerobos para pria berjas hitam yang berjejer mengelilingi mereka. Gracia tersenyum tipis menatapnya. "Kamu benar-benar baik. Beruntung sekali Leon memilikimu," tuturnya tanpa mengalihkan pandangannya dari pengemudi cantik yang ada di sampingnya.Seketika fokus Manda teralihkan. Ia menoleh sekilas ke arah mantan istri dari papa tirinya. "Apa Leon mengatakan sesuatu tentangku, Tante?" tanyanya penasaran."Tentang kamu?" tanyanya balik. "Bukankah barusan Tante mengatakan jika Leon sangat beruntung memilikiku?" Manda menjeda ucapannya. "Apakah dia bercerita pada Tante tentangku?" tanyanya kembali.Gracia kembali tersenyum seolah mengerti

  • Satu Malam Singkat dengan Kakak Tiriku   Bab 63

    Saat itu juga Leon menghubungi Gracia, mamanya. Rasa cemasnya saat ini mengalahkan rasa bencinya sejak ditinggalkan sang ibu."Bagaimana, Leon?" tanya Manda.Leon menggeleng, tapi masih tetap berusaha menghubungi nomor ponsel mamanya. Mereka berdua sangat cemas. Hanya Lily yang masih bersikap tenang seperti sebelumnya."Lily, apa Mama mengatakan sesuatu padamu tentang sakitnya?" tanya Manda. Ia mencoba mencari tahu dari Lily.Lily menatap Manda seolah sedang mengingat-ingat sesuatu. Melihat reaksi Lily yang seperti mengetahui banyak tentang penyakit mamanya, Leon pun mendekatinya."Apa Mama mengatakan hal lain padamu tentang pemeriksaannya di rumah sakit hari ini?" tanya Leon setelah mengakhiri panggilan telponnya yang sedari tadi hanya dijawab oleh operator.Lily beralih menatap Leon. "Tadi Mama bilang kalau hari ini Mama ada di rumah sakit lebih lama dari biasanya. Karena itu Lily dititipkan ke Kak Leon," jawabnya dengan gaya khas anak kecil."Apa mungkin Mama melakukan operasi hari

  • Satu Malam Singkat dengan Kakak Tiriku   Bab 62

    "Leon, tunggu!" Manda bergegas keluar dari dalam mobil setelah melihat kemarahan yang tersirat pada wajah kakak tirinya. Ia tidak bisa membiarkan Leon menghadapi dengan amarahnya yang sedang menggebu."Apa rencanamu yang sebenarnya dengan kembali mendatangiku?" Suara Leon begitu tegas. Sorot matanya yang tajam mempertegas kemarahannya."Maafkan Mama harus menghentikanmu seperti ini, Leon," ucap sosok wanita yang menghadang jalan mereka.Leon mengalihkan pandangannya ke lain arah, seolah mempertegas bahwa ia tidak ingin melihat Gracia lagi."Jika tidak ada yang perlu disampaikan, lebih baik cepat pergi dari sini, sebelum aku memanggil orang untuk membawamu pergi," ujarnya dengan tegas.Manda memegang tangan kakak tirinya, berusaha meredam emosinya. "Leon," panggilnya dengan lembut.Tiba-tiba saja ada seorang anak perempuan kecil yang keluar dari belakang Gracia. Anak itu berlari menghampiri mereka. Setelah berdiri tepat di depan mereka, tangan anak itu meraih tangan Leon, dan menarikn

  • Satu Malam Singkat dengan Kakak Tiriku   Bab 61

    "Hentikan! Biar aku yang pergi dari sini!" Suara Gracia mengambil alih perhatian mereka semua. Tatapan matanya menghunus pada sang mantan suami yang bertindak seolah sedang mengusirnya. Gracia berjalan melewati mantan suaminya. Langkahnya berhenti tepat di depan Daniel. Tatapan mereka saling beradu, seolah menyatakan bahwa sepasang mantan suami istri itu siap untuk bertarung. "Jangan hukum mereka karena hal ini." Ancamannya tidak kalah tegas dengan mantan suaminya. Setelah Gracia keluar dari rumah itu, Daniel mengumpulkan semua orang yang bekerja di rumahnya. "Kalian pikir larangan saya pada waktu itu hanya gurauan?!" Suara Daniel Moreno menggelegar hingga semua sudut area rumah tersebut. Tidak ada yang berani menatap mata Sang Penguasa Moreno. Semuanya menunduk, menyembunyikan ketakutan dan keresahan masing-masing. "Saya melarang dia masuk ke rumah ini!" Sepasang mata bengisnya menatap semua kepala yang berbaris di hadapannya. "Aturan ini untuk seterusnya!" Tidak ada yang b

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status