The Prince's Dead Mistress

The Prince's Dead Mistress

last updateLast Updated : 2026-11-06
By:  Aster ChronosUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
9.7
8 ratings. 8 reviews
86Chapters
758views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Saat meneliti sebuah lukisan, seorang arkeolog dari masa depan bernama Mara secara misterius tersedot masuk ke dalam objek penelitiannya dan terdampar di era Kekaisaran Valedron. Nasib buruk membawanya ke tengah konspirasi berdarah karena wajahnya mirip dengan Lady Elara, selir Putra Mahkota Alaric yang baru saja dieksekusi mati atas tuduhan perzinaan. Diburu sebagai hantu yang kembali dari kematian, Mara bertahan hidup di dunia asing itu berbekal pengetahuan modern, sembari mencari jalan pulang. Namun, setiap langkahnya menyingkap kebenaran gelap di balik kematian Elara, dan membuatnya semakin tenggelam ke dalam intrik istana.

View More

Chapter 1

Dunia Asing

“Ha-hantu! A-Ada hantu Lady Elara!”

Jeritan melengking seorang wanita membuat Mara menoleh. Ia mengernyit mendengar dialek kuno yang begitu akrab baginya setelah setahun bergabung dengan tim ekspedisi Kekaisaran Valedron untuk meneliti situs-situs peninggalan masa lampau.

Mara mengedarkan pandangan. Ada sesuatu yang janggal di sekelilingnya, sesuatu yang belum mampu ia pahami.

Sebuah kastil megah menjulang di hadapannya, dengan menara-menara tinggi yang menembus langit. Orang-orang di sekitarnya mengenakan pakaian layaknya bangsawan dari era kerajaan kuno. Para wanita berbalut gaun beludru tebal dengan kerah renda kaku, sementara para pria mengenakan mantel berat berlapis bulu.

Seingat Mara, beberapa saat lalu ia masih berada di laboratorium, mengamati lukisan seorang wanita bergaun biru. Ia ingat betul bagaimana kanvas itu mendadak bergetar, sebelum memuntahkan dedaunan kuning yang menyelimuti tubuhnya dan menelannya bulat-bulat.

“Panggil penjaga!” teriak seseorang.

Mara tergagap saat melihat dua prajurit berzirah menerobos kerumunan dengan tombak terhunus di tangan mereka. Orang-orang sontak berhamburan.

Mara mengerjapkan mata beberapa kali. Ia masih belum memahami situasinya, tetapi nalurinya menggerakkan kakinya sendiri untuk kabur dari dua prajurit itu. 

Derap sepatu bot menggema di sepanjang lorong.

Mara berbelok sembarangan, keringat mulai bercucuran membasahi tubuhnya. Dua prajurit yang mengejarnya, tinggal beberapa langkah lagi di belakang.

Mara mempercepat larinya menerjang semak-semak, sampai kedua matanya menangkap sebuah pintu yang sedikit terbuka. Ia segera menyelinap masuk, merapatkan dan menahan pintu itu dari dalam, lalu menahan napas.

Setelah suara langkah para prajurit menjauh, Mara mengembuskan napas lega. Ia merosot di balik pintu, memeluk lutut sambil mencengkeram jas laboratoriumnya yang kusut. Di tengah segala keanehan ini, pakaian itu menjadi satu-satunya hal yang masih terasa familier.

Aroma minyak tanah dan kayu lapuk memenuhi ruangan. Udara pengap yang menusuk hidung membuat Mara semakin sulit meyakinkan dirinya bahwa semua ini hanyalah mimpi.

Ia merogoh saku jas dan mengeluarkan senter kecil. Sorot cahayanya menyapu ruangan hingga berhenti pada sebuah kanvas raksasa di dinding utama. Kain penutupnya tersingkap, memperlihatkan sosok wanita bergaun biru malam.

“Lady Elara...” bisik Mara.

Ia melangkah mendekat, nyaris tak mampu mengalihkan pandangan dari wajah yang selama enam bulan terakhir menjadi objek penelitiannya.

Belum selesai ia mengamati lukisan itu lebih jauh, sebuah anak panah melesat melewati kepalanya dan menancap keras di dinding.

Mara tersentak, hingga senternya terlepas dari genggaman dan menggelinding di lantai.

Pintu ruangan dihantam hingga terbuka. Cahaya jingga sore membingkai sosok pria bertubuh tegap yang mengenakan mantel bersulam benang perak. Rambut keemasannya jatuh berantakan di dahi, sementara sebilah pedang berhulu rubi tergenggam erat di tangannya.

Pria itu melangkahi peti-peti tua dan menghampiri Mara dengan langkah tergesa. Namun, begitu berdiri tepat di hadapannya, ia mendadak membeku.

Pedang di tangannya terlepas dan jatuh beradu dengan lantai.

“Elara, kau... masih hidup?” Suaranya parau, nyaris tak terdengar.

Mara mengernyit.

Tanpa menunggu jawaban darinya, pria itu merengkuh tubuhnya erat-erat.

“Ma-maaf, Tuan! Lepaskan aku!” Mara mendorong dada bidang pria itu sekuat tenaga. “Anda salah orang. Namaku bukan Elara!” ucap Mara terbata mengeja Bahasa Valedron.

“Apa maksudmu kau bukan Elara?” balasnya dengan suara bergetar.

Pria itu mencengkeram tangan Mara dan menariknya ke depan sebuah cermin tembaga besar di sudut ruangan. Ia berdiri di belakangnya, satu tangan melingkari bahu Mara agar gadis itu tak bisa menghindar.

“Lihat cermin itu!”

Mara menatap pantulan mereka dengan napas memburu.

“Bintik hitam di sudut mata kirimu, garis rahangmu, bahkan caramu menatap...” Pria itu menunjuk pantulan wajah Mara. “Siapa lagi yang memiliki wajah seperti ini kalau bukan Elara-ku?”

Mara tertegun. Wajah di cermin itu memang wajahnya sendiri, tanpa perubahan sedikit pun.

“Tidak ada yang berubah. Ini wajahku,” bantahnya sambil menoleh, hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa sentimeter.

Pria itu mengangkat alis, seolah penyangkalan Mara justru menguatkan kecurigaannya.

“Jika ada yang mengancammu hingga kau terpaksa bertindak seperti ini, katakan kepadaku, Elara. Aku akan selalu berada di pihakmu.”

Mara mengembuskan napas kasar. Dari semua yang dipelajarinya tentang sejarah Valedron, ia tahu siapa wanita yang terus disebut pria itu. Elara adalah selir Putra Mahkota yang dieksekusi karena skandal perzinaan dengan Pangeran Lucien—sosok dalam lukisan yang selama ini ia teliti.

“Ka-kalau begitu...” Mara mundur perlahan. “Kau Alaric?”

Alaric melangkah mendekat. Mara spontan mengangkat tangan untuk menghentikannya.

“Berhenti di situ!” serunya panik. Ia menoleh ke segala arah, berusaha memahami tempat asing yang kini menjadi jebakannya. “I-ini di mana?”

“Apa kau begitu mendambakan Lucien hingga rela bersandiwara demi menghapus jejak hubungan kalian?” tanya Alaric tajam.

Mara mengernyit. “Bersandiwara? Apa untungnya bagiku melakukan itu? Aku benar-benar bukan wanita yang kau maksud, dan aku sendiri tidak tahu bagaimana bisa sampai di sini!”

“Cukup, Elara!” bentak Alaric.

“Aku bahkan memejamkan mata ketika kau menghabiskan waktu bersamanya di ruang melukis. Namun, jika kau pikir aku akan membiarkanmu melarikan diri sekali lagi dengan berpura-pura menjadi orang lain, kau salah besar.”

“Demi Tuhan, aku mengatakan yang sebenarnya!” Mara mulai kehilangan kesabaran. “Kalau kau memang tidak percaya kepadaku, bawa saja aku kepada orang-orang yang kau curigai terlibat dalam semua ini. Atau pertemukan aku dengan seseorang yang benar-benar mengenal Elara! Pelayan pribadinya, sahabatnya, keluarganya—siapa pun!”

“Kau pikir aku membutuhkan orang lain untuk mengenali istriku sendiri?” balas Alaric dengan rahang mengeras. “Aku tidur di sampingnya setiap malam selama tiga tahun. Aku—”

“Lalu, apa hasilnya setelah tinggal bersama selama tiga tahun?” potong Mara. “Kau bahkan tidak bisa membedakan kami! Mustahil ada dua orang yang benar-benar sama dalam segala hal. Bahkan saudara kembar pun punya kepribadian yang berbeda!”

Rahang Alaric mengencang. Ia menatap Mara selama beberapa saat sebelum akhirnya mengalihkan pandangan ke arah pintu.

“Matthew!”

Seorang pria segera muncul dari balik pintu.

“Bawa dia ke kamar menara di paviliun timur!” perintah Alaric dingin.

***

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviewsMore

Nickie
Nickie
Numpang promosi ya thor: Ayok yang suka cerita regresi, mistery, membalikkan keadaan+ romance mampir di novelku Judul= Kehidupan Kedua Pangeran Author= Nickie Genre=fantasy Jangan lupa like dan comment ya...makasih
2026-11-07 12:40:06
0
0
Zulfikar
Zulfikar
pengembangan karakter di novel ini dibangun cukup rapi. baca sampai pendidikan debutan, alaric pelan-pelan berubah dan bisa menghargai keputusan Mara, perubahannya sedikit demi sedikit tp natural & gk maksa.
2026-10-16 16:26:27
2
0
Dalnim
Dalnim
Goodluck for Aster ehe premisnya bagus...
2026-10-08 10:50:25
1
0
Rosee__7
Rosee__7
Sukaaa tiap karakternya ga cuman jd plot device, dan cewe2 disini powernya kuat bgt dari FL sampai ke Countess yg notabene cuma support character🫶🏻
2026-10-07 13:28:32
1
0
Erna
Erna
Suka banget kalo ada novel yang bikin tokoh utamanya gak menye-menye dan pinter. Meski agak kasihan sih:( si Mara ini kondisi psikologisnya jg gak bagus tapi ngadepin orang2 sakit
2026-10-06 09:43:49
1
0
86 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status