Home / Romansa / Satu Malam Untuk Selamanya / Levin Sang Playboy

Share

Satu Malam Untuk Selamanya
Satu Malam Untuk Selamanya
Author: Rachel Kim

Levin Sang Playboy

Author: Rachel Kim
last update Last Updated: 2025-03-10 22:21:41

Malam telah larut, namun ada satu tempat yang justru semakin riuh saat malam semakin pekat. Tempat itu bernama bar. Hingar bingar musik terdengar memekakkan telinga, musik berdentum kencang di salah satu bar yang berada di hotel bintang lima – Bali, tempat dimana para anak muda semangat bergoyang untuk melepas penat.

Musik beat yang menghentak membuat sekumpulan anak muda itu semakin bersemangat untuk mengikuti alunan musik yang dibawakan oleh DJ professional. Namun meski begitu, tidak semua anak muda turun ke area dance floor.

Levin, salah satunya, pria tampan yang masih berusia belia itu hanya asyik menikmati musik sambil menikmati alkohol yang tersedia di hadapannya. Sesekali kepalanya bergoyang mengikuti alunan musik yang ada.

Tubuhnya bersandar nyaman pada sofa empuk yang ditempatinya sejak tadi, tentu saja dengan ditemani wanita yang bergelayut manja di lengannya. Bagi Levin, wanita, alkohol dan bar adalah hal yang tidak bisa dipisahkan. Hal yang membuatnya senang dan bisa melupakan kekusutan pikirannya akibat tugas kuliah yang menumpuk.

Meski usianya masih terbilang belia, yaitu 20 tahun, tapi Levin sudah sering datang ke tempat seperti ini. Tentu saja karena koneksi yang dimilikinya, jika tidak, mungkin dirinya akan dilempar keluar oleh security yang bertampang sangar di depan sana.

Levin baru saja melahap makanan ringan yang disuapkan oleh wanita pilihannya malam ini saat temannya yang bernama Joe datang menghampirinya.

“Nggak ikut join, Bro?” tanya Joe sambil mengendikkan dagu ke arah dance floor yang kian ramai meski malam telah larut.

“Malas. Mending santai disini sama cewek,” balas Levin yang hanya ingin bersantai sambil menikmati alkohol tanpa mempedulikan keadaan sekitar. Hanya menikmati keramaian tanpa bermaksud terjun ke dalam keramaian itu sendiri.

“Abis ini mau lanjut ngamar ya makanya save energy?” goda Joe tanpa filter membuat Levin mendengus mendengar ejekan temannya.

“Belum tau. Liat nanti. Kalau lagi pengen main, ya lanjut ke kamar, kalau nggak, kayaknya gue langsung pulang,” balas Levin cuek.

“Cowok brengsek kayak lo rasanya nggak mungkin nggak pengen deh. Lo kan paling nggak bisa dikasih liat cewek seksi langsung tegang!” ejek Joe sambil terbahak.

“Sialan lo! Bisanya ngeledek aja!” maki Levin pada Joe, teman kampus yang jarang dirinya temui. Terlebih setelah Joe memutuskan berhenti kuliah karena otaknya tidak sanggup menanggung beban kuliah yang membuatnya stress. Begitulah Joe, tipe anak muda yang enggan memikirkan masa depan dan hidup hanya untuk bersenang-senang. Tidak heran kalau orangtuanya stress memiliki anak seperti Joe!

Levin dan Joe memang memiliki kesamaan, yaitu suka bersenang-senang dan tidak bisa lepas dari dunia malam, tidak heran kalau mereka lebih sering bertemu di bar daripada di tempat lain! Namun meski begitu, Levin tidak segila Joe. Setidaknya dirinya masih tetap kuliah karena harus meneruskan bisnis keluarganya setelah lulus.

Joe tergelak, mengabaikan umpatan Levin dan kembali ke dance floor.

Sementara Levin terus menenggak alkohol di tangannya, meski bar ini dipenuhi dengan musik yang menggema dan asyik didengar, dipenuhi dengan orang yang asyik bergoyang, tapi Levin merasa hatinya hampa. Seolah ada celah besar yang menganga di dalam hatinya. Celah yang membuat hatinya terasa dingin, sepi dan kosong.

Tidak heran kalau Levin mencari keramaian di tempat seperti ini, berharap bar yang hiruk pikuk bisa membuat hatinya yang sepi menjadi ceria, tapi ternyata dirinya salah karena rasa kosong di hatinya semakin menganga lebar, tidak terobati sama sekali.

“Pergilah, aku sedang ingin sendiri,” usir Levin pada wanita yang sejak tadi bergelayut manja di lengannya, tidak lupa tangannya membuka dompet dan mengeluarkan beberapa lembaran uang yang membuat mata sang wanita berbinar.

‘Tidak masalah diusir yang penting sudah dapat tips banyak! Meski sangat disayangkan karena aku belum dapat menikmati keperkasaan pria setampan ini,’ pikir sang wanita dan berlalu pergi, hendak mencari mangsa lain yang bisa dimanfaatkannya.

Kini, Levin hanya seorang diri di ruang VIP ini karena Joe sudah asyik dengan kegiatannya sendiri, asyik bergoyang dengan para wanita yang sibuk meliukkan tubuhnya dengan sensual hingga Joe terlihat kian semangat merapatkan tubuh pada wanita seksi di hadapannya. Tak urung tingkah Joe membuat Levin tersenyum tipis.

Meski ada jarak yang memisahkan, tapi Levin tetap dapat melihat tingkah temannya dengan jelas melalui kaca jendela ruangannya yang berada di lantai atas, tepat diatas area dance floor yang semakin meriah meski malam kian pekat. Temannya memang brengsek, tidak heran kalau dirinya juga ikutan brengsek kan?

Apalagi Joe lah yang memperkenalkan Levin dengan dunia malam, saat pria itu masih kuliah, meski secara tidak sengaja karena saat itu Levin sedang merasa terpuruk dan Joe, yang melihat Levin begitu frustasi, langsung berinisiatif membawanya ke bar ini dan mengajaknya bersenang-senang dengan cara yang biasa dilakukannya.

Dan sejak hari itu, Levin menjadi terbiasa dengan dunia malam, hingga saat ini.

Terbiasa mempermainkan wanita sesuka hatinya. Terbiasa meniduri wanita yang berbeda hampir setiap malam hanya untuk kesenangan semata. Terbiasa menyakiti hati wanita karena kelakuan brengseknya.

Bisa dibilang pertemanannya dengan Joe lebih banyak membawa dampak buruk bagi Levin, tapi siapa yang peduli? Yang penting Levin bisa melampiaskan rasa frustasinya kan? Levin tidak peduli meski kebrengsekannya sudah tersebar luas di seluruh kampus. Lagipula menjadi pria brengsek juga tidak sepenuhnya buruk.

Malah semakin banyak wanita yang giat mendekatinya, terobsesi pada ketampanannya, seolah mereka berpikir bisa membuat Levin menjadi miliknya. Pikiran yang menyesatkan karena Levin tidak memikirkan hal yang sama.

Bagi Levin, wanita ada hanya untuk dipermainkan, tidak lebih dari itu.

Levin menggeleng melihat kelakuan Joe saat pandangannya tiba-tiba saja tertumbuk pada satu sosok gadis yang ikut memeriahkan area dance floor. Bergoyang dengan sensual hingga lekuk tubuhnya yang menggoda menarik perhatian banyak pria.

Saat itulah Levin merasakan desakan kuat untuk mendekati gadis tersebut, bahkan kakinya sudah melangkah sebelum otaknya sempat memberi perintah!

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (7)
goodnovel comment avatar
Kiki Sulandari
Levin...sepertinya ada wanita yg membuatmu tertarik untuk mendekatinya... Siapa wanita itu?
goodnovel comment avatar
Kiki Sulandari
Levin.....ternyata berada tempat yg hingar bingar kau jadikan pelampiasanmu untuk mengisi hatimu yg kosong....
goodnovel comment avatar
Viva Oke
pertemanan GK sehat ini mah joe membawa Levin ke dunia yang salah..dan Levin makin terperosok ke dalam nya.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Satu Malam Untuk Selamanya    Tabir Kebenaran Yang Terkuak

    Claire terdiam. Penjelasan Levin menjawab seluruh pertanyaan yang selama bertahun-tahun ini menjadi teka teki baginya. Akhirnya tabir kebenaran terkuak. “Aku tidak tau kalau ternyata dia sangat membenciku.”“Dia iri padamu, Claire.”“Rasa iri memang menakutkan!” keluh Claire. “Kamu tidak perlu khawatir, Claire. Sekarang ada aku yang akan menjagamu dan Revel. Aku tidak akan membiarkan wanita licik itu menyakitimu atau putra kita, okay?”Nick menatap Levin. Pria itu memang mengucapkan janjinya pada Claire, tapi entah kenapa hatinya ikut merasa tenang setelah mendengar janji yang diucapkan dengan penuh keyakinan itu. Nick yakin kalau dirinya tidak salah merelakan Claire pada pria yang menjadi rivalnya! Setidaknya tidak sia-sia Nick mengorbankan perasaannya.“Aku harap kamu menepati janjimu karena kamu pasti tau kalau Mia adalah wanita licik yang nekat melakukan apapun agar rencananya berhasil,” ucap Nick. “Ya, aku akan mempekerjakan beberapa bodyguard unt

  • Satu Malam Untuk Selamanya    Pembahasan Tentang Mia

    Keesokan paginya…Claire menggeliat, tubuhnya terasa letih seolah baru saja lari marathon berkilo-kilo meter. Wanita itu membuka mata dan mengedarkan pandangan, menyadari kalau sudah 2 hari ini dirinya bangun dengan status yang berbeda. Status sebagai istri Levin.Claire menatap lengan kokoh Levin yang sedang melingkari pinggangnya. Perlahan Claire berusaha menyingkirkan lengan Levin namun belum sempat menyelesaikan niatnya, tiba-tiba saja Levin menarik tubuh Claire agar semakin merapat ke arahnya hingga wanita itu menjerit kaget! Claire pikir Levin belum bangun, tapi nyatanya pria itu hanya berpura-pura tidur! *** Claire baru selesai mengoleskan skincare ke wajahnya saat melihat Levin keluar dari kamar mandi dengan tubuh topless. Refleks, Claire mengalihkan pandangan, enggan menatap tubuh kekar Levin atau ingatannya akan terbang pada kegiatan mereka kemarin. Kegiatan yang menghabiskan waktu seharian hingga menelantarkan Revel! Astaga, orangtua macam

  • Satu Malam Untuk Selamanya    Kegilaan Pengantin Baru Part 2

    Levin mengerang nikmat saat wanita itu berhasil memuaskannya lagi. Semburan lahar panasnya sampai mengotori lantai tempat mereka berpijak. Ya, tadi, setelah membiarkan Claire istirahat, Levin langsung menggendong wanita itu untuk melayani hasratnya di kamar mandi! Tempat yang memudahkan mereka saat ingin membersihkan diri setelah bercinta seharian. “Kamu memang gila, Levin! Aku lelah sekali. Tubuhku rasanya remuk karena seharian harus melayani hasratmu!” gerutu Claire. “Aku janji tidak akan memintanya lagi. Sekarang, aku hanya akan membantumu membersihkan diri, okay?”Mata Claire memicing curiga. Menimbang-nimbang, apakah Levin serius dengan ucapannya atau hanya sekedar modus? Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya Claire memutuskan percaya pada pria itu karena sejujurnya Claire merasa sangat lelah hingga enggan berdebat. “Kamu mandi pakai shower saja, aku mau mandi di bathup!” “Tidak mau. Aku juga mau mandi di bathup. Nanti aku akan membantu menggosok

  • Satu Malam Untuk Selamanya    Kegilaan Pengantin Baru Part 1

    Levin ambruk menindih tubuh Claire saat pria itu lagi-lagi berhasil menghangatkan rahim Claire dengan benihnya. Levin memandang wajah Claire yang memerah akibat gairah dan rasa puas. Deru nafas yang masih memburu membuat dada Claire bergerak naik turun, seketika itu juga gairah Levin kembali bangkit! Tanpa kenal lelah Levin mengulang percintaan panas mereka yang membuat Claire hanya bisa tergeletak pasrah menghadapi gempuran nafsu suaminya. Serius, jika bicara mengenai seks, Levin seolah tak pernah puas! Pria itu selalu ingin lagi dan lagi! Levin masih asyik mendominasi tubuh Claire meski istrinya sudah telungkup tidak berdaya, terlalu letih menghadapi hasrat liar suaminya yang enggan berhenti! Ya, bagaimana tidak? Disaat tubuh Claire sudah lemas bagai tak bertulang karena terlalu sering meraih kenikmatan akibat pelepasan yang berkali-kali menghampirinya, Levin justru masih sibuk menghujam juniornya ke dalam milik Claire dengan penuh tenaga! Tidak heran kalau Claire h

  • Satu Malam Untuk Selamanya    Mereguk Kenikmatan Yang Tertunda

    Keesokan paginya…Claire sedang berdiri di depan walk in closet, sibuk memilih pakaian yang ingin dikenakannya untuk menjemput Revel saat tubuhnya dipeluk dari belakang. Tanpa perlu menoleh pun Claire sudah tau siapa yang memeluknya seperti ini. Tentu saja Levin, suaminya. Siapa lagi? Lagipula hanya mereka berdua yang tinggal di rumah ini. Claire menoleh dan memberikan satu kecupan singkat di bibir pria itu, kecupan selamat pagi, membuat senyum Levin terkembang lebar. Tanpa ragu Levin membalik tubuh wanita itu dengan mudah agar berhadapan dengannya. “Kenapa?” tanya Claire saat Levin menatapnya dalam-dalam.“Hanya ingin memandang wajah istriku saja. Akhirnya setelah menunggu sekian lama aku berhasil juga memperistrimu! Sungguh penantian yang tidak sebentar!”Claire mencibir. Cibiran yang membuat Levin gemas dan langsung melumat bibir wanita itu. Enggan melepaskannya lagi. Cukup semalam Levin ditinggal tidur, sekarang, Levin ingin menagih haknya! Bukankah Claire

  • Satu Malam Untuk Selamanya    Good Night, My Wife!

    Claire melambaikan tangan, melepas kepulangan Revel yang masih terlelap dalam pelukan daddy Alex. Begitu juga dengan daddy Keenan serta mommy Carol yang memutuskan pamit. Sedangkan Susan dan Nick sudah pulang sejak tadi. “Kita juga harus pulang, Claire. Sudah malam, kamu pasti lelah dan ingin istirahat.”Sebenarnya, itu hanya sekedar ucapan saja. Meski Levin tau kalau Claire lelah, tapi dirinya tidak mungkin melewatkan kesempatan untuk melakukan hal itu pada Claire kan? Hal yang wajar dilakukan oleh pasangan suami istri! Meski sebelum menikahi Claire, mereka sering melakukan hal itu, tapi tetap saja berbeda kan? Apalagi ini malam pengantin mereka! Jadi, Levin tidak akan segan meminta haknya malam ini! Apalagi sudah sebulan lebih dirinya tidak menyentuh Claire, sejak percintaan mereka terakhir kali saat di Melbourne waktu itu, karena Claire tidak ingin melakukannya sebelum mereka resmi menjadi suami istri dan karena Levin tidak mungkin menerobos masuk ke rumah Clai

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status