Saving The Alpha's Triplets

Saving The Alpha's Triplets

last updateÚltima atualização : 2024-02-29
Por:  MaskedescritoraCompleto
Idioma: English
goodnovel16goodnovel
7.8
5 classificações. 5 avaliações
191Capítulos
74.3Kvisualizações
Ler
Adicionar à biblioteca

Compartilhar:  

Denunciar
Visão geral
Catálogo
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP

“No,” Jason growls, shaking his head. I take another step forward and try to hold his hand but he quickly moves out of my reach. “You can’t be my mate!” My lips part on a sob, knowing what he is about to do. “You’re my mate, Jason. Please.” I whisper, desperately needing him to stop looking at me with the emotion I saw on everyone else’s faces, never on his. “No!” He snapped. “You’re not. You can’t be. I reject you as my mate.” He growls out, his voice cold. Jenna's life changes when her only friend rejects her as his mate on her eighteenth birthday. She leaves the pack not wanting to stay and watch him make another woman his Luna. Finding out she was pregnant soon after didn’t make her return to him, vowing to keep her babies away from him, thinking he wouldn’t want them. Years later, when her triplets get kidnapped, she knows only one person can save them and bring them back home. If he decides to help. With a fiance and his wedding on the way, Jason has to decide to either fix the mistake he made when he was eighteen and get the woman he loves back, or will he let her go back to the life she built without him.

Ver mais

Capítulo 1

1: Rejected And Broken

Jakarta, 10 Oktober 2022.

"Tess!"

"Tess!"

"Di mana aku.."

Seorang gadis bergaun putih panjang berjalan perlahan di sebuah tempat yang asing. Langkahnya penuh keraguan, karena ketakutan menyelimutinya. Gadis itu adalah Selena.

Selena menelusuri area yang lembab dan diselimuti kabut tebal. Suasana di sekitarnya terasa suram, dan jarak pandangnya terbatas hanya beberapa meter dari tempat ia berdiri.

"Papa?" panggil Selena, berharap ayah angkatnya mendengar. Namun, keanehan tempat itu membuatnya semakin resah.

"Rangga?"

Selena melangkah dengan hati-hati, seolah-olah ia berjalan dalam kegelapan. Lalu, dari balik kabut di depannya, tampak sosok perempuan berdiri mengenakan busana kerajaan zaman dahulu, dengan bunga melati menghiasi sisi kanan kepalanya.

Wanita itu berdiri membelakangi Selena. Rasa penasaran menyelimuti Selena, namun ia tetap diam, hanya memperhatikan tanpa berani bertanya.

"Jangan ikut campur, Nak," ujar perempuan itu tiba-tiba.

"Anda berbicara padaku?" tanya Selena kebingungan.

"Ya, menurutmu siapa lagi? Aku peringatkan sekali lagi, jangan ikut campur atau akan ada konsekuensinya," kata wanita itu.

"Maaf, saya kurang memahami maksud Anda, Nyai," jawab Selena, menyapa sosok itu dengan sebutan Nyai.

"Aku tidak akan mengganggumu karena ada yang melindungimu. Tapi jika kamu terus mencampuri urusanku, sebesar apa pun pelindungmu, akan kuhadapi," ujar wanita itu dengan tegas.

Sosok tersebut lalu berbalik dan perlahan menghilang di tengah kabut.

"Nyai, tunggu!" panggil Selena, tetapi wanita berbusana kerajaan kuno itu telah pergi.

Selena melangkah lebih jauh ke depan, mencoba mencari sosok perempuan itu, memusatkan pandangannya, namun tetap tidak menemukannya. Hingga tiba-tiba, sesosok wajah mengerikan dengan mata hitam pekat dan mulut menganga muncul tepat di hadapannya.

"AAAH!!" Selena tersentak ketakutan.

Ternyata, Selena hanya bermimpi. Ia terbangun dengan napas terengah-engah, syok dengan mimpi yang baru dialaminya.

"Astaghfirullah.. Sudah berkali-kali aku bermimpi hal seperti ini, ada apa ini, ya Allah..." gumam Selena, masih terguncang.

Ia bangkit dan meminum air putih dari nakasnya, lalu menyadari sosok teteh putih menatapnya dengan tatapan tajam.

"Teteh, ada apa?" tanya Selena, keheranan.

"Hati-hati, ya, Selena..." ujar Teteh Putih sambil mengusap rambut panjangnya.

"Hati-hati? Aku kan hanya tidur, bukan mau pergi," balas Selena bingung.

"Pokoknya hati-hati, Selena..." ulang Teteh Putih, lalu dia mulai menangis dan perlahan menghilang.

Selena tertegun melihatnya, merasa aneh dengan sikap Teteh Putih yang tiba-tiba murung. Namun, ia tak terlalu memikirkannya lagi. Ketika melihat jam, ternyata sudah menjelang pagi, dan Selena pun bangun untuk berwudhu di kamar mandi.

Sudah beberapa bulan berlalu sejak Nicholas pergi ke luar negeri, dan selama itu, Selena masih terus membantu sosok-sosok atau orang-orang yang terkena gangguan tanpa bantuan Nicholas. Kini, ia ditemani oleh Rangga, yang tinggal di rumah ayah Nicholas sebagai pelindung sekaligus teman bagi Selena.

Musim hujan pun tiba, dan setiap hari hujan terus turun, seperti pagi ini, saat Selena sudah siap mengenakan seragam sekolahnya, hujan deras mengguyur di luar.

"Nak, nanti Papa ada jadwal operasi, jadi mungkin pulangnya agak malam," ujar ayah Nicholas sambil sarapan bersama Selena.

Rangga duduk di meja yang sama, ikut sarapan bersama mereka.

"Baik, Pa," sahut Selena sambil tersenyum.

"Kenapa abangmu tidak menelepon hari ini? Biasanya pagi-pagi sudah ribut seperti orang demo," tanya ayah Nicholas, membuat Selena tertawa kecil.

"Tadi malam bilangnya pagi ini tidak telepon, katanya sedang sibuk," jawab Selena.

"Hmm, sok sibuk," ujar ayah Nicholas sambil terkekeh, membuat Selena ikut tertawa.

"Mungkin nggak ya, Pa, kalau Bang Nicholas sudah punya pacar?" tanya Selena sambil tersenyum lebar.

"Bisa jadi," sahut Rangga menimpali.

"Hmm... menurut Papa, itu kecil kemungkinan. Abangmu bukan tipe yang mudah tertarik untuk pacaran dengan orang asing. Lagipula, budaya di sana sangat berbeda dengan budaya kita, pergaulannya sangat.. bebas," jawab ayah Nicholas.

"Iya juga sih.. Bang Nicholas itu kayak tembok," celetuk Selena, membuat ayahnya tertawa kecil.

"Tanya saja langsung ke abangmu, siapa tahu dia bisa jawab rasa penasaranmu," ujar ayah Nicholas.

"Papa pergi dulu ya, hati-hati ke sekolah," ujar ayahnya.

Selena pun mencium tangan ayah Nicholas, diikuti oleh Rangga yang melakukan hal sama. Meskipun Rangga bekerja di rumah itu, ayah Nicholas memperlakukannya dengan penuh kebaikan, seolah-olah ia bagian dari keluarga.

Setelah itu, Selena dan Rangga berangkat ke sekolah. Saat di dalam mobil, tiba-tiba Nicholas menelepon lewat video, membuat Selena tersenyum senang.

"Abang!" panggil Selena dengan antusias.

Terdengar suara tawa dari Nicholas di seberang.

"Mau berangkat sekolah, ya?" tanya Nicholas, dan Selena mengangguk.

"Iya, tapi suara Abang bindeng, sakit ya?" tanya Selena khawatir.

"Hmm, beberapa bulan nggak ketemu, anak cerewet jadi sakit, nih," sahut Nicholas, membuat Selena cemberut sambil terkekeh.

"Bilang aja kangen, kan.." ledek Selena, membuat Nicholas tertawa kecil.

Rangga tersenyum melihat keakraban Selena dengan abang kandungnya. Selena yang baik hati memang selalu bisa membuat orang di sekitarnya menyayanginya. Rangga teringat masa kecil mereka, saat dirinya menjadi satu-satunya teman Selena karena Selena sering dianggap aneh. Tapi sekarang, semua orang menyayanginya. Rangga merasa senang melihat perubahan itu.

Selena dan Nicholas hanya berbicara sebentar, sekitar sepuluh menit saja, karena Nicholas sedang sangat sibuk. Namun, ia tetap menyempatkan diri untuk menghubungi Selena.

Sesampainya di sekolah, mereka melanjutkan pelajaran seperti biasa, hingga akhirnya tiba waktu istirahat. Saat itu, Linggar, pemuda berwajah dingin yang selalu terlihat tak tersenyum, mendekati Selena.

"Linggar, ada apa?" tanya Selena.

"Bisa ikut gue sebentar?" tanya Linggar.

"Eh, kemana?" tanya Selena, namun Linggar hanya diam dan menatapnya. Selena merasa ngeri karena tatapan Linggar sulit untuk dipahami.

"Selena, kenapa?" tanya Rangga, sambil menatap Linggar. Linggar juga melirik Rangga.

Suasana di kelas mendadak tegang, dengan Selena dikelilingi dua cowok tampan yang kepribadiannya begitu berbeda, Linggar yang dingin seperti es dan Rangga yang hangat seperti api.

"Nanti aja," kata Linggar singkat, lalu pergi meninggalkan Selena. Selena pun menghela napas panjang setelah Linggar pergi.

"Kenapa, Selena? Dia ganggu kamu?" tanya Rangga, terlihat khawatir.

"Ayo, kita keluar dulu. Nanti aku ceritakan di kantin," ajak Selena, dan Rangga mengangguk setuju.

Mereka pun keluar dari kelas, dan Selena mulai menceritakan mengapa Linggar mendatanginya. Rangga hanya mengangguk-angguk mendengarkan cerita Selena.

"Hm.. tapi kayaknya dia anak nakal, ya? Wajahnya bengis banget, nggak ada senyum-senyumnya," komentar Rangga. Selena terkekeh mendengarnya.

"Jangan gitu, nanti kalau dia dengar gimana?" ujar Selena sambil tertawa, lalu mereka mLinggarkah ke kantin.

“Cuma nggak nyangka aja.. aku harus bertemu dengan calon tumbal pesugihan di zaman yang sudah sangat maju ini. Entah orang tua Linggar yang terlibat, atau mungkin Linggar punya nasib yang sama seperti aku dulu,” pikir Selena dalam hati.

Selena sudah paham arti dari asap hitam yang sering mengikuti seseorang, artinya orang itu akan segera meninggal karena akan dijadikan tumbal dalam pesugihan. Beruntung, Selena telah dilatih oleh Ustadz Sholeh dan ayah Nicholas, jadi dia bisa mengenali dan mengusirnya, dengan bantuan sosok aki.

Setelah itu, Selena merasa perutnya sangat sakit. Dia memutuskan untuk pergi ke toilet, meninggalkan Rangga yang sedang makan di kantin. Meskipun Rangga ingin ikut, Selena melarangnya dan menyuruhnya untuk melanjutkan makan.

"Aduh.. sakit banget," gumam Selena sambil memegang perutnya yang terasa melilit.

Saat keluar dari toilet, Selena tak sengaja bertemu dengan Linggar yang baru keluar dari kamar mandi. Saat itu, dia melihat asap hitam kembali mengelilingi Linggar.

“Asapnya ada lagi..” pikir Selena, khawatir.

"Ikut gue," kata Linggar, sambil menarik tangan Selena menjauh dari toilet. Mereka berdua kini berada di samping lapangan tenis.

"Linggar, maaf," kata Selena, sambil menggenggam tangan Linggar dengan erat dan memejamkan matanya.

Linggar terdiam, terkejut, sambil memandang tangan yang digenggam oleh Selena. Ia juga memperhatikan Selena yang tampak sangat fokus dengan mata terpejam.

Di dalam hati Selena, ia sedang melihat sosok wanita cantik seperti ratu, mengenakan pakaian kuno, namun matanya tampak seperti mata reptil. Selena hanya bisa melihat setengah tubuh sosok itu, yang kemudian berkata sesuatu padanya.

"Jangan ikut campur, nak.." kata sosok itu dengan senyuman, tapi senyumnya penuh makna.

"Aku akan menyelamatkannya," jawab Selena tegas, lalu membuka matanya dan bertemu tatap dengan Linggar.

"Lu, mau menyelamatkan siapa?" tanya Linggar, bingung.

"Elu.." jawab Selena, lalu melepaskan genggaman tangannya dari tangan Linggar.

Waktu istirahat kelas Selena pun berakhir, dan Selena buru-buru berlari meninggalkan Linggar yang masih bingung dengan apa yang baru saja terjadi.

"Nyelametin gue?" gumam Linggar pelan. Sebelumnya, dia berniat bertanya sesuatu pada Selena, namun kini semua rencananya terlupakan setelah Selena mengatakan hal yang sangat aneh.

Expandir
Próximo capítulo
Baixar

Último capítulo

Mais capítulos

Para os leitores

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

avaliações

Sarah Richard
Sarah Richard
Interesting Story
2025-12-22 00:42:24
0
0
Kristin Kennedy
Kristin Kennedy
Absolutely lived it!!!
2024-07-22 13:34:39
1
0
WriterA
WriterA
Just started. Loving every second of Jason and Jenna... hope they find the triplets soon. My heart breaks just thinking about them...
2023-12-18 14:32:16
6
0
Courtney White
Courtney White
Decent book, lots of inconsistencies and errors… also it is very slow to start and then finishes quickly like it was rushed.
2024-03-08 07:06:57
5
1
SLeo
SLeo
Started ok but the writing it very choppy. Both ML & FL kept making silly, childish decisions that make no sense. If you like alpha’s that have panic attacks till they become comatose, does nothing to find missing kids and plotlines that make no sense and are inconsistent, this is the book for you
2025-02-19 03:56:58
0
0
191 Capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status