Share

02

Penulis: silent-arl
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-15 22:03:21

Jesper Nikolai adalah ketua regu pemadam kebakaran yang terkenal perfeksionis, disiplin dan tanpa emosi. Jesper mempunyai reputasi sebagai singa es. Sebutan itu datang ketika pria 34 tahun itu pertama kali datang ke California dan membantu kebun binatang mencari singa yang hilang di pinggiran kota. Padahal kala itu, California sedang musim dingin.

Hebatnya, Jesper berhasil menangkap singa itu bersama yang lainnya. Namun sayangnya, karena insiden itu, Jesper mendapatkan luka yang cukup serius di sepanjang punggungnya.

Jesper memiliki wajah yang memiliki kesan tidak mungkin menjadi seorang pemadam kebakaran. Tubuhnya tinggi sekali, terkahir dia mengukur, tingginya sudah 198 cm. Tubuhnya kekar karena latihan yang intens. Wajahnya juga seperti pahatan porselen, pria itu campuran Rusia-Amerika. Dia lahir di Rusia sampai usai 23 tahun memilih untuk tinggal sendiri di Amerika.

***

Jesper mengenakan kemeja polos hitam dengan celana jins yang tampak begitu pas ditubuhnya. Ia memarkir pikapnya di parkiran klinik tempat Lana bekerja.

Jesper tidak ingin meginterogasi Lana, hanya saja, ponsel dan tas Lana yang tertinggal kemarin di bar harus ia kembalikan.

Cuaca kala itu cukup cerah hingga ia terpaksa memakai kaca mata hitam.

Jesper berjalan dan berhenti tepat di depan ruang informasi.

“Ada yang…” resepsionis itu berhenti ketika Jesper melepas kaca matanya.

Jesper menaikan sebelah alisnya, selama ini dia tidak sadar kalau wajahnya amat sangat berbahaya bagi kaum hawa. “Apa ada wanita bernama Lana?”

Resepsionis mengerjab, mengatupkan bibirnya dan mengangguk. “Tung-tunggu sebentar.” resepsionis itu menunduk, mengambil gagang telepon dari meja.

Terdengar resepsionis bicara dengan Lana, sebab tak lama kemudian gadis mungil itu turun dari tangga sebelah kanan. Jesper sontak menoleh dan mendapati betapa jantungnya berdebar ketika Lana memberikan senyuman untuknya.

“Maafkan aku,” Lana meringis ketika jarak mereka hanya sekitar beberapa meter. “Itu tasku?”

“Hah?” Jesper mencondongkan kepalanya mendekat ke Lana.

Lana menunjuk tas hitam yang Jesper pegang. “Itu tas milikku.”

Jesper seperti tersadar dari mimpi, seumur hidupnya Jesper tidak pernah jatuh cinta. Bukan karena memiliki trauma atau semacamnya, hanya saja Jesper merasa tidak perlu. Ia bahagia hidup sendiri selama ini. Bisa menyalurkan hobinya dengan tenang tanpa gangguan dari orang lain.

Namun, entah mengapa Lana membuat jantungnya berdebar begitu kencang.

Jesper menutup matanya beberapa detik agar tidak terpaku pada Lana, dan bibir Lana. Sialan.

“Ya, tentu.” Jesper mengerjab, mengulurkan tangannya memberikan tas milik Lana. “Di dalamnya ada ponsel, dan beberapa barangmu. Beritahu aku kalau ada yang hilang.”

Lana tersenyum sambil menggeleng.

Jesper tidak melihat cincin di jari manis Lana. Aman.

“Well, terima kasih.” Lana mengibaskan rambutnya.

Hal pertama yang Jesper hirup adalah aroma apel dari tubuh Lana.

Saat Lana hendak pergi, ia berhenti tepat di dekat tangga. “Bagaimana kabar pemilik bar? Apa kau tahu?”

Jesper mengedikan bahu. “Seharusnya begitu, kebakarannya tidak parah.”

“Syukurlah, aku suka bar itu.” gumam Lana yang terdengar oleh Jesper.

Resepsionis itu tersenyum melihat obrolan kedua orang yang sedari tadi berdiri tidak jauh dari tempatnya.

***

Lana tersenyum bahagia karena tas kesayangannya bisa kembali lagi. Ia pikir akan kehilangan tas itu.

Saat berjalan menuju pos perawat, ia tanpa sengaja berpapasan dengan Ethan, mantan kekasihnya.

Pria itu diam, hanya mengamati Lana yang berjalan melewatinya.

“Apa kau tidak akan menyapaku, Lana?”

Lana mengerem langkahnya secara mendadak, memutar tubuhnya sambil menggelengkan kepala. “Ethan, lebih baik kita saling menghindar. Bukan karena aku masih mencintaimu.” Tentu Lana masih mencintai Ethan. “Tapi demi kebaikan kita berdua. Ayolah, kita bisa bersikap dewasa.”

Itu adalah sebuah sindiran bagi Ethan yang bahkan tidak bisa memberikan alasan mengapa mereka harus berpisah.

Bukannya pergi, Ethan malah mendekati Lana. “Dengar Lana, tidak ada pria yang mau dengan wanita yang payah di atas ranjang. Itu alasannya.” Desis Ethan.

Mata Lana seketika bergetar, jika itu alasannya maka dia tidak memiliki hak untuk marah pada Ethan.

Kepercayaan diri yang selama ini Lana jadikan tameng seketika hilang. Dia bergetar di depan Ethan sambil menunduk.

“Aku tidak sejahat itu, Lana. Hanya kau benar-benar payah.” Ethan kemudian meninggalkan Lana.

Dadanya terasa panas, Ethan adalah pria pertamanya, dan kini pria itu memberi lebel payah pada apa yang Lana pikir adalah hal yang luar biasa.

“Pergi, Ethan.” Desis Lana, ia mendongak dan sebisa mungkin tidak menunjukkan wajah sedihnya. “Kau juga payah, ingat itu.”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Say You Remember Me   Season 2 (53)

    Secara teknis, Lana dan Jasper tidak bekerja alias pengangguran. Tapi seolah kesibukan tidak ada habisnya.Jasper memilih dermaga. Bau asin laut dan suara kayu perahu yang berderit jauh lebih mudah ia hadapi daripada kemungkinan bertemu Noah atau Sarah. Ia membantu nelayan menarik jaring, memindahkan kotak ikan, membiarkan lengannya sibuk agar pikirannya tidak terlalu terpaku.Sementara itu, Lana berdiri di belakang meja kayu kecil di dalam barnya, menyusun beberapa botol bir ke dalam pendingin besar berisi es. Tangannya bergerak otomatis, ambil, celupkan, susun rapi.Ia tahu ada seseorang yang berdiri tidak jauh darinya bahkan sebelum ia benar-benar mengangkat kepala.Pria itu adalah Noah.Pria itu berdiri bebera

  • Say You Remember Me   Season 2 (52)

    Lana mengerucurkan bibir ketika Jasper melepas pelukannya. “Kau berhenti menciumku?” pertanyaan itu terdengar menggelikan bahkan untuk Lana sendiri.Jasper diam sejenak, menimbang-nimbang. “Kau ingin bercinta setelah menikah, Lana.”“Sialan mulutku.” Lana memukul mulutnya sendiri.Jasper menahan tawa melihat hal itu. “Jangan pukul dirimu,” ucap Jasper, sudut bibirnya tanpa sadar terangkat.“Karena aku membuat aturan bodoh,” gerutu Lana, wajahnya memerah. “Sekarang aku yang tersiksa.”Jasper menggerutkan keningnya dalam, sampai beberapa garis tampak dikeningnya. “Aku tidak suka melanggar aturan, Lana.”

  • Say You Remember Me   Season 2 (51)

    Jasper tidak terlalu peduli dengan drama antara Noah dan Sarah.Bagi Jasper, itu masalah dua orang dewasa yang membuat keputusan buruk lalu menanggung akibatnya sendiri.Yang ia pikirkan adalah Lana yang akan terus cemas ketika salah satu orang yang ia pedulikan mengalami kesusahan. Cara gadis itu merasa terus bertanggung jawab atas kebahagian orang lain.Entah mengapa hal itu lama-lama mengganggunya. Ia yakin Lana akan memikirkan masalah Sarah sepanjang hari. Lebih buruk lagi, Lana akan menyalahkan dirinya kalau masalah Sarah akan berakhir buruk.Dan ketenangan Lana adalah satu-satunya hal yang Jasper ingin jaga mati-matian.Ia memutuskan untuk membuatkan sarapan untuk gadis itu, jarang memang ia menyentuh dapur. Tapi,

  • Say You Remember Me   Season 2 (50)

    Pagi itu seperti biasa, Port Townsend diselimuti kabut tebal.Sarah mengendap-endap datang ke penginapan, ada hal yang harus ia selesaikan. Gadis itu tanpa sadar berhenti di depan kamar Noah. Kamar keramat yang seharusnya ia hindari.Bodoh.Belum sempat ia berbalik, pintu kamar Noah terbuka.Noah keluar dengan kaus gelap dan jaket tipis, rambutnya masih sedikit basah. Ia berhenti ketika melihat Sarah berdiri membeku beberapa meter darinya.Tatapan mereka bertemu, penuh kecanggungan, tanpa sapaan yang biasa mereka lontarkan sebagai bentuk basa-basi.“Ba-bagaimana wajahmu?”Noah mengedikan bahu singkat. “Bukan

  • Say You Remember Me   Season 2 (49)

    Sarah hanya terdiam, kepalanya tertunduk dengan tangisan yang terus menerus mengalir. Lana tahu ada yang Sarah sembunyikan.“Jasper, lepaskan Noah.” pinta Lana, suaranya tenang namun begitu tegas.Jasper yang tadi masih mencengkram kuat kerah baju Noah kini patuh. Ia melepaskan pria itu hingga terhuyung kebelang.“Bisa kita bicara berdua, Sarah?”Sarah mengangguk, namun kepalanya masih tertunduk.***Mereka berdua berjalan disepanjang dermaga.Lana memeluk tubuhnya dan menatap lautan yang dingin dan gelap.“Kau tahu, Daniel dan kau sudah seperti keluargaku.” suara Lana pecah kar

  • Say You Remember Me   Season 2 (48)

    Hari kepulangan Lana…Ekspresi geli menari-nari diwajah Lana ketika Jasper tak membiarkannya membereskan barang sama sekali. Bahkan para perawat lain memandangnya penuh heran.Lana menutup mulutnya waktu Jasper menggeser tubuhnya dengan mudah.Anehkah kalau gadis itu merasa tersipu hanya karena perhatian Jasper? Ada semacam perasaan senang yang tidak bisa ia jelaskan.“Sudah semua, kita hanya tinggal menunggu Noah.” Jasper bersandar di lemari sembari mengamati seisi kamar rumah sakit.“Kupikir Noah sudah kembali California?”Sesaat mereka hanya terdiam bersama, ada sesuatu yang Jasper tutupi selama dua hari Lana dirawat di ruamh sakit. Ia

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status