Home / Rumah Tangga / Sebelum Kita Bercerai / Bab 9. PERASAAN ALENA

Share

Bab 9. PERASAAN ALENA

Author: Clau Sheera
last update publish date: 2023-12-07 14:17:57
Maura menoleh menatap Zefan, mempertanyakan apa yang Dewangga katakan.

"Oh, itu ... jadwalnya udah ditetapkan, Nyonya. Jam empat sore nanti Nyonya harus udah tiba di sana," kata Zefan.

"Kenapa kamu gak tanya dulu ke saya? Saya belum menyetujui apapun," protes Maura. "Sore ini saya ada kelas memasak."

"Maaf, Nyonya. Saya yang salah. Saya nggak tahu kalau nyonya udah ada rencana. Tapi ... gak mudah bikin janji sama psikolog ini, Nyonya." Zefan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

Dia sudah ter
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sebelum Kita Bercerai   Bab 133. Foto Pernikahan

    “Tapi ada baiknya kamu menginap di sini,” ujar Dewangga lagi.“Aku nggak bawa baju ganti.”“Nyonya, ini pakaian ganti Anda. Piyama buat tidur malam ini dan satu set pakaian buat besok,” kata Mia yang tiba-tiba datang membawa dua buah paper bag dan meletakkannya di kursi, kemudian berpamitan lagi.Maura terkejut sambil menatap Dewangga yang tengah minum setengah gelas air mineral. Wanita itu melihat isi kedua paper bag itu.Piyama yang disiapkan untuknya model piyama lengan panjang pada umumnya, namun bahannya terbuat dari silk lembut dengan motif bunga mawar.Satu pakaian lagi terbuat dari linen berkualitas, dengan label bertuliskan ‘Belgian Linen’.“Kamu sampai menyiapkan pakaian ini buatku?”“Cuma pakaian. Apa susahnya?” jawab Dewangga enteng. “Menginaplah di sini, Maura. Seenggaknya ada Mia dan mbok Narti kalau besok pagi aku berangkat bekerja.”Maura ragu sejenak, tapi

  • Sebelum Kita Bercerai   Bab 132. Makan Bersama

    Maura menatap kosong ke arah kaca pintu mobil yang tengah melaju dengan Zefan sebagai sopirnya.Laju mobilnya stabil, tidak terlalu cepat maupun lambat.Saat wanita itu dan bosnya masih berada di area pemakaman, Zefan dengan sigap meminta seseorang mengantarkan mobil Dewangga ke sana, supaya saat kembali nanti Maura dan Dewangga merasa lebih nyaman dalam perjalanan pulang.Hari telah sore. Meski Dewangga tak mengatakan harus pergi ke mana, Zefan memutuskan membawa mereka pulang ke rumah Dewangga dan memberi tahu Mia lewat pesan teks agar gadis muda itu bisa bersiap-siap menyambut mereka.Hening, tak ada musik, tak ada obrolan apapun seolah setiap orang tenggelam dalam pikirannya masing-masing. Zefan sendiri tak berani bersuara meski sesekali dia melirik ke arah belakang melalui kaca spion tengah.Di sisi Maura, di kursi belakang, Dewangga tengah membersihkan jari-jari tangan wanita itu dari sisa tanah merah menggunakan tisu basah.“Lapar?” tanya Dewangga memecah sepi meski dengan suar

  • Sebelum Kita Bercerai   Bab 131. Pusara Kecil

    Langit sedikit berwarna kelabu sore itu. Area pemakaman elit itu begitu sejuk dan sepi dengan ciri khas udara yang terasa lebih kering.Meski begitu, di kejauhan ada beberapa orang yang tengah berkunjung ke sebuah makam sehingga tak membuat Maura benar-benar merasa sendirian.Maura berjalan tenang dengan membawa satu rangkaian bunga lily putih yang dicampur dengan bunga baby’s breath dan diikat pita biru muda yang lembut.Meski langkahnya terlihat tenang, namun hatinya merasa berat seiring semakin dekatnya dia dengan makam anaknya yang sudah dia duga dimakamkan di samping mendiang suami oma Ambar, kakek Dewangga dari pihak ayahnya.Pagi-pagi sekali saat dia terbangun karena mimpi itu, dia tak bisa memejamkan matanya lagi. Hatinya yang memang sering merasakan kegelisahan saat malam sejak kehilangan anaknya, semakin merasa gelisah.Rasanya ada yang mengganjal di hatinya. Rasanya ada sesuatu yang belum tuntas hingga membuatnya memutuskan mengambil penerbangan paling pagi dari London ke S

  • Sebelum Kita Bercerai   Bab 130. Pulang

    Maura buru-buru menyembunyikan foto USG bayinya di bawah bantal kemudian memejamkan matanya seolah sudah tertidur saat dia mendengar suara pintu kamar terbuka.Mungkin itu ayahnya, yang ingin melihat apakah dia sudah pulang atau belum.Aroma parfum yang familiar tercium samar. Seharusnya yang masuk ke kamarnya bukan ayahnya, melainkan Dewangga karena Maura hafal betul aroma parfum milik pria itu. Itu adalah parfum yang pernah dipilihkan untuknya dulu.Maura merasakan sebuah tangan hangat mengusap lembut rambutnya sekali, lalu aroma parfum itu semakin tercium jelas seolah Dewangga tepat berada di depannya.“Kamu udah tidur?” Benar saja itu suara Dewangga. Pria itu bertanya dengan suara rendah seolah takut Maura benar-benar sudah tidur dan tak ingin membangunkannya.Hening sejenak karena tak mungkin bagi Maura menjawab pertanyaan pria itu.“Maura, apa yang harus kulakukan untuk menebus s

  • Sebelum Kita Bercerai   Bab 129. Sama-sama Kehilangan

    Siang itu, matahari terasa sangat terik dan membakar kulit. Alena duduk di bangku taman tanpa tujuan, di bawah rindangnya pohon.Tabungannya tak banyak karena dia harus melunasi utang kartu kredit ibunya yang kini sudah diblokir. Tabungan itu paling-paling hanya mampu bertahan untuk seminggu saja. Ralat, dua minggu jika dia bisa mendapatkan hotel murah untuk tinggal dan makan sederhana.Bagaimana dia bisa bertahan hidup nantinya? Dia harus mencari pekerjaan ke beberapa perusahaan, itupun jika Dewangga masih berbaik hati tak memblacklist namanya dari perusahaan-perusahaan besar meski rasanya mustahil pria itu akan sebaik itu.Baru beberapa menit dia duduk, ibunya datang menyusul dengan napas putus-putus karena kelelahan sambil menarik koper yang lebih kecil dari milik Alena.“Kenapa, sih, kamu ninggalin mama?” protesnya kesal sambil duduk. “Mama nggak dibolehin bawa mobil, Alena. Mereka bilang, mobil juga disita. Gimana kehidupa

  • Sebelum Kita Bercerai   Bab 128. Karma

    Cup.Satu kecupan ringan di bibirnya menyadarkan Maura. Wanita itu segera mendorong tubuh Dewangga dan menjaga jarak.“Aku butuh waktu, Dewangga. Waktu tiga tahun itu sudah sangat panjang dan terlalu melelahkan. Aku berjuang sendirian mempertahankan pernikahan yang sudah rusak sedari awal,” ujar Maura sambil membuka pintu. “Rasanya … sulit bagiku untuk bisa kembali.”Dewangga menatap kepergian Maura, menatap pintu yang tertutup rapat di hadapannya seolah pintu itu adalah hati Maura.Sudah terlalu lama memang dia membuat Maura menderita. Sudah terlalu banyak luka yang ditorehkannya. Hanya kata ‘maaf’ saja tentu tak akan cukup membasuh dan menyembuhkan luka-luka itu.Penyesalan memang selalu datang terlambat, bukan?***Alena diam menatap jendela kamarnya dengan tatapan kosong. Hari masih siang, namun semangatnya tak secerah matahari di luar.Sudah beberapa hari sejak kepulangannya dari rumah sakit, dia hanya berdiam diri dan tak melakukan apapun.“Alena …! Alena …!”Teriakan Sivia terd

  • Sebelum Kita Bercerai   Bab 104. Waktu Bergulir

    Maura menarik napasnya. Siapa juga yang membuat pengumuman menyedihkan seperti itu? Lagi pula bagaimana bisa dia membuat pengumuman sementara dia masih terjebak di ruang rawat inap? Harusnya Dewangga bertanya pada orang di rumah keluarganya.“Kak, jangan batalin perceraian kalian. Kak Angga udah ba

  • Sebelum Kita Bercerai   Bab 100. Pertanyaan untuk Esok

    “Ruslan, apa dia putrimu? Kalau yang ini Maura, yang satu ini pasti Alena, kan? Putrimu Alena pintar bercanda, ya!” kata dokter Bram pada Ruslan dengan suara tenang, lalu beralih menatap Alena. “Kata siapa saya ayah kandungnya Maura?” “Kenapa, Dok? Mau menyangkal? Masa Anda nggak kenal dengan putr

  • Sebelum Kita Bercerai   Bab 98. Awal Penyesalan

    Maura tengah memakan potongan pir yang disiapkan Yanti saat pintu diketuk.Bu Dina datang dengan membawa paper bag pink serta sebuah rantang makanan, dan langsung masuk menemui Maura dan oma Ambar.“Apa kabar, Bu?” sapa bu Dina pada oma Ambar.“Baik, baik. Bu Dina sendiri gimana kabarnya? Katanya s

  • Sebelum Kita Bercerai   Bab 97. Buku Catatan Maura

    Dewangga tiba di rumah Maura yang tampak lebih sepi. Ketika dia datang, bu Dina membukakan pintu untuknya.“Den, pakaian buat neng Maura ada di kamar atas, udah ibu siapin di paper bag di atas meja belajarnya. Tolong ambil sendiri, ya. Tapi tunggu sebentar, jangan dulu pergi. Ibu lagi bikin sup bua

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status