Se connecterElena the only daughter of a business tycoon meets and falls in love with the son of a carpenter. Her mother was a socialite that wouldn't settle for less including a poor son-in-law. Elena falls pregnant and she has to make a choice between her husband and twins or lose all Anthony gets tired of Elena's inability to take a stand for their marriage, which her mother was hell-bent on destroying. He makes a decision that separates a mother from her child, a wife from her husband. Innocent lives must suffer the consequences of their action
Voir plus“Keluar, kamu tidur di kamar lain,” usir Dipta dengan nada suara dan ekspresi wajah yang begitu datar.
Kedua mata Kinara langsung melebar. “Apa maksudnya, Mas? Kita tidak tidur di dalam satu kamar?”
Dipta melengos. “Ini kamarku, kamu tidur di kamar lain,” ulang Dipta, masih dengan ekspresi yang sama.
Kinara melayangkan tatapan penuh tanya kepada suaminya. “Kita baru saja menikah, kenapa harus pisah kamar?”
“Karena aku tidak mau tidur denganmu,” jawab Dipta, dia segera meraih gagang koper berukuran dua puluh delapan inci milik Kinara dan membawanya keluar dari kamar utama.
Kinara yang melihat pergerakan Dipta lantas mengikutinya dengan tergesa-gesa, langkah lebar pria itu mengarah pada salah satu kamar yang ada di apartemen tersebut. Dipta membuka pintunya lebar-lebar dan menaruh koper Kinara di sana.
Setelah itu dia berbalik dan menemukan Kinara yang sudah berdiri di dekatnya. “Mulai dari sekarang, ini kamarmu.”
Pandangan Kinara mulai memperhatikan kamar itu, sebenarnya masih sangat layak untuk digunakan, tidak kalah mewah dengan kamar utama tadi, hanya ukurannya saja yang sedikit lebih kecil.
“Mas, kamu serius mau aku tidur di sini?” tanya Kinara, dia memegang lengan Dipta dengan lancang.
Pria itu terlihat risi dan melepaskan pegangan tangan istrinya. “Ya,” jawabnya, singkat sekali.
“Tapi kenapa? Kita sudah sah menjadi suami istri, ini juga malam pertama kita.” Kinara terlihat masih tidak terima dengan sikap suaminya yang mendadak aneh, padahal sebelum mereka menikah Dipta tak pernah memperlakukan Kinara seperti ini.
Dipta berdecak pelan, lalu menatap istrinya dengan tatapan tidak berminat. “Apa yang kamu harapkan? Kita menikah tanpa cinta, harusnya kamu sadar akan hal itu.”
Kinara terdiam, dia memandang wajah tampan suaminya lamat-lamat. Benar, sejak awal menerima permintaan dari kedua orangtua Dipta, Kinara seharusnya sudah tahu bahwa pria itu tidak mencintainya.
Mungkin Kinara yang terlalu naif, dia kira Dipta yang tidak banyak protes dan menuruti kemauan orangtuanya memang menaruh ketertarikan kepada Kinara sampai tak berniat menolak pernikahan yang dirancang kedua orangtuanya.
“Lalu kenapa kamu menikahi aku kalau pada akhirnya kamu bersikap seperti ini?” tanya Kinara, kedua matanya mulai berkaca-kaca, hancur sudah harapannya untuk melewati malam yang panjang dengan pria yang dia cintai sejak lama.
Senyuman miring muncul di wajah Dipta. “Menurutmu kenapa?”
Kepala Kinara menggeleng, dia berusaha untuk menahan air matanya agar tidak luruh, meskipun tahu jika sekali saja dia berkedip, air mata kesedihan itu akan menelusuri pipinya.
“Tentu saja karena permintaan orangtuaku. Jangan banyak berkhayal Kinara! Kalau aku memang menyukaimu dan berniat menikah denganmu, sudah aku lakukan itu sejak awal, bahkan tanpa perlu ada desakkan dari orangtuaku,” jelas Dipta, benar-benar jujur tanpa memedulikan perasaan Kinara. Setelah mengatakan itu dia pergi begitu saja meninggalkan Kinara yang terpaku di tempat.
Wanita itu membiarkan air matanya mengalir, kebahagiaan yang dia sangka akan datang ke dalam hidupnya rupanya hanyalah angan-angan semu.
Kinara mulai menyadari bahwa menikah dengan Dipta adalah sebuah keputusan bodoh, dia terlalu berharap pria itu mampu untuk membalas perasaannya dalam waktu yang singkat.
Rasanya baru kemarin dia merasakan ada ribuan kupu-kupu yang berterbangan di dalam perutnya, saat itu kedua orangtua Dipta menemui dirinya yang hidup sebatang kara, mereka meminta Kinara yang sudah mereka biayai pendidikannya untuk menjadi istri dari anak mereka.
Awalnya Kinara tidak tahu mengapa Inggit dan Wiratama memilih Kinara yang hanya merupakan wanita biasa untuk menjadi menantu mereka, padahal mereka berasal dari keluarga kaya raya yang bisa saja memasang standar yang tinggi untuk calon istri anaknya.
“Kami sudah berjanji untuk menjagamu Kinara, dan ini kesempatan yang paling tepat untuk menepati janji kami kepada mendiang orangtuamu,” jelas Inggit kala itu.
Sejak awal, Kinara sudah tahu bahwa Inggit dan Wiratama mengalami kecelakaan bersamaan dengan kedua orangtuanya. mereka berdua yang berhasil selamat pada akhirnya merasa bersalah dan merasa bertanggung jawab atas Kinara.
Itulah sebabnya sepasang suami istri itu membiayai pendidikannya hingga Kinara lulus Sarjana, lalu juga memberikan kesempatan kepadanya untuk bekerja di perusahaan milik Dipta, yaitu Pratama Corporation yang bergerak di bidang teknologi.
Seharusnya Kinara menyadari bahwa pernikahan ini hanya terlaksana karena kedua orangtua Dipta merasa bertanggung jawab atas dirinya, bukan karena Dipta yang menaruh ketertarikan terhadap dirinya.
Bodohnya Kinara, melihat Dipta yang memperlakukannya dengan baik, dia kira pria itu juga punya perasaan lebih untuknya, atau setidaknya menaruh sedikit saja ketertarikan kepada Kinara.
“Kenapa kamu jadi berubah begini, Mas?” tanya Kinara, padahal tahu Dipta tak akan mendengar atau menjawabnya karena sudah sejak tadi kembali ke kamar utama.
Kinara mulai terisak, ada rasa sesak yang muncul di dalam dadanya. Dia merasa kembali melihat benteng tinggi di antara dirinya dan Dipta, membuat jarak yang terasa nyata di antara mereka berdua seperti saat sebelum rencana pernikahan itu muncul.
Kinara menyeka air matanya dengan gerakan kasar. “Aku akan buat kamu mencintaiku,” katanya dengan tekad yang kuat.
FOR BETTER FOR WORSE***********************NARRATOR'S POV***********************“I feel so nervous dad.” Elena fidgeted“Don't be, the man you love most in the world is waiting for you at the altar.”“Thank you, dad, for standing by me and showing me the way, if not for you I might still be wallowing in self-pity and doubt.”“It's my d
RECONCILIATION**********************NARRATORS POV**********************Selena thought deeply about what her father said, she knew he was right, but she had doubts. Anthony was taking her on a date tonight and would be expecting an answer from her . she still had not made up her mind even as she dressed for the date, her children ran into the room to inform her that daddy was waiting for her.“You look good, mum,” Ava said“Thank you darling”
Making a decision***************Elena's POV***************I have always imagined what it would be like when Anthony returned with Emma, the thought had kept me going for all these years.I planned to ask him for forgiveness and beg him to take me back. But as days went by, the possibility of his return began to diminish. My heart started turning cold towards him, sometimes I blamed Anthony for our failed marriage, and other times I blamed myself.Anthony's r
I want us back*****************Narrators POV*****************"The kids seemed to be having lots of fun." Anthony sipped his cocktail enjoying the scene before him. Emma and Ava were splashing water around inside in the pool giggling and swimming around the pool. Emma was not a good swimmer like Ava so she had to wear an inflatable swimming tube.It was a sight that greatly appeased his soul, and when he turned to look at his wife he saw the smile at the corner of her mouth. She was also enjoying the view before her.He also noticed a few lines at the corner of her eyes, the sadness in her eyes was beginning to fade away, she looked very
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
commentairesPlus