LOGINConstantine melirik Tania dengan ekspresi tenang. Namun semakin tenang dia, semakin menakutkan bagi orang-orang disekitar. Seolah-olah ada badai yang siap untuk meledak di bawah ketenangan.
“Apakah kamu sudah selesai?” Dia bertanya perlahan.
Nada suaranya sangat dingin sehingga Tania sedikit mengkerut dan mundur.
Rudolf dengan cepat berdiri dan berkata dengan suara gemetar,
“Sekarang bukan sa
Ketika Hurra melihat pria tampan dibawah, wajah pria itu sudah memerah namun matanya seperti menatap mangsa di depan.Hurra bergerak gelisah karena tatapan itu. Semakin gelisah Hurra semakin gelap tatapannya.Constantine merasa tubuhnya panas dan tanpa sadar tangannya berpindah dari pinggang ke dua gundukan kembar dihadapannya. Tiba-tiba dia merasa penasaran seperti apa pemandangan dibalik itu, dengan sekali hentakan, penutup dad4 itu terlepas entah kemana. Menampilkan pemandangan musim semi yang sangat mmenggairahkan.Hurra merasa sangat malu dan segera memblokir tatapan berbahaya itu dengan memeluknya. Namun dia tidak menyadari bahwa tindakannya itu telah melepas pengendalian terakhir Constantine.“Jangan lihat.”Dengan napas berat yang hangat, Constantine bangkit untuk berdiri sambil menggendong Hurra dipangkuannya, tangannya yang lain merobek kain terakhir di tubu
Ketika matahari secara bertahap turun ke arah barat. Langit mulai sedikit gelap hanya menyisakan warna kebiruan dan kekuningan di sudut barat. Beberapa Bintang sudah muncul di sisi lain.Hurra dibawa ke kamar utama yang terhubung dengan jacuzzi besar berisi air panas. Itu adalah ceruk alami yang terbentuk di celah gunung. Pemandangan disini terhalang rimbun hutan dan bongkahan batu besar yang membentuk cadas raksasa.Sumber mata air panas yang lebih luas berada disisi lain gunung. Disana juga terdapat kolam ikan langka persembahan yang bisa di pancing dan hanya boleh di makan oleh anggota keluarga kekaisaran.Kolam pemandian ini sedikit lebih kecil daripada di rumah musim panas milik Constantine di Gallia. Namun pemandangan disini jauh lebih indah dan menenangkan. Sangat masuk akal jika Ibu suri agung memilih tempat ini sebagai tempat terakhirnya.Cuaca digunung ini mulai berkabut karena dingin, dita
Tangan Constantine yang semula hanya memeluk pinggang ramping Hurra perlahan mulai merayap naik ke atas. Tanpa sadar menemukan tali pengait korset luar Hurra. Sementara Ciuman itu berlangsung lebih panas dan lebih lama dari sebelumnya, tangan Constantine sibuk melepas satu demi satu tali pengait itu.Namun tali itu ternyata cukup banyak dan untuk pertama kalinya dia merasa sedikit frustasi. Dengan satu tarikan, Constantine mengangkat tubuh Hurra dan mendudukkannya diatas pahanya. Hurra tersentak dan merasakan suasana berbahaya sedang mendekat.Hurra bergerak muncur untuk melepas ciuman panas mereka sementara wajahnya sudah terbakar.“Ki…kita masih di dalam kereta.” Hurra berbisik pelan. Constantine melirik jendela kereta yang terbuka dan merasakan perasaan frustasi yang amat sangat. Dad4anya hampir meledak dengan rasa kesal.Melihat wajah gelap Constantine, Hurra terburu-buru turun dari tubuhnya
Para pelayan tampak bingung.Calvin bertanya pada Zeus dengan suara rendah,"Mengapa mereka menonton kembang api di siang bolong?”Zeus menyerahkan sapu kepadanya tanpa ekspresi."Diam dan menyapu!"Di Istana kekaisaran, Permaisuri Xaviera bersandar di sofa dan membaca. Dia membaca dengan santai saat dia mendengarkan pembantu istana. Setelah mendengarkan, dia meletakkan buku di tangannya dan berkata dengan ekspresi lega,"Syukurlah dia baik-baik saja. Aku berencana pergi ke gereja dan berdoa.”Upaya pembunuhan terhadap Hurra dirahasiakan dari orang luar, tetapi bukan dari Kaisar Maximillian dan Permaisuri Xaviera. Bahkan Rudolf saja tidak berdaya, apalagi para dokter kekaisaran di istana. Memang benar-benar aneh beberapa hari ini. Sesuatu terjadi satu demi satu di rumah Pangeran Arthur. Pertama Constantine. Constantine baru sa
Hurra tidak menanggapi. Constantine menatapnya dalam kebingungan.“Kembang api di malam hari sangat indah, tetapi di siang hari juga sangat bagus. Aku akan menunjukkan padamu betapa indahnya itu.” Hurra tersenyum dan hendak turun dari tempat tidur. Namun karena dia telah berbaring di tempat tidur selama beberapa hari terakhir, dan kakinya sangat lemah. Begitu dia turun dari tempat tidur, dia terengah-engah dan hampir jatuh.Melihat ini, Constantine berdiri dengan senyum dan menyilangkan lengannya, menatapnya seolah-olah dia sedang menonton pertunjukan.“Kau ingin aku membantumu?”“Memangnya kau mau?” Hurra tahu dari ekspresinya bahwa dia tidak berniat baik.Constantine menjawab dengan senyum tertahan,"Jika kamu memohon padaku dengan ekspresi seperti tadi… aku akan mempertimbangkannya." Dia membungkuk, seolah-olah di
Hurra koma selama tujuh hari dan memiliki mimpi yang panjang.Mimpi itu sepertinya sangat… sangat Panjang dan nyata. Dia akhirnya menyaksikan dengan jelas bagaimana bagian terakhir dari cerita yang di putar itu.Dia menyaksikan saat dia jatuh cinta dengan Felipe, itu sebenarnya karena dia menduga Felipe adalah pria yang menyelamatkannya dihutan malam ketika penculikan itu terjadi. Dia juga melihat dengan jelas bahwa wajah pria malam itu sangat berbeda dari Felipe. Bagaimana bisa dia dengan bodoh mengira bahwa itu Felipe.Dalam kehidupan yang gelap itu, dia melihat Constantine.Dia bukan pemuda nakal itu, juga bukan pahlawan yang meninggal di medan perang. Dia sombong seperti biasa. Dia menunggang kuda tinggi dan membawa busur. Dengan senyuman, dia menggulingkan sebuah dinasti. Di bawah sinar bulan yang terang, dia minum anggur perpisahan yang dia berikan kepadanya. Dia akhirnya mengerti bahwa
Nora tampak sedikit tidak bahagia.“Mengapa dia datang saat ini? Nona, kau belum sepenuhnya pulih. Kamu tidak perlu menemuinya."Sasa menyenggol lengan Nora, tampak sangat khawatir.Melihat para pelayan, Hurra merasa lega.Keempat gadis di sekitarnya semuanya dipilih secara pribadi dan dilatih oleh
“Aku mendengar dari Zeus bahwa tanganmu terluka. Aku membuatkan ini untukmu.”“Ini hanya luka kecil. Aku tidak butuh obat.” Constantine mengerutkan kening dengan tatapan tidak senang. Dia bukan perempuan yang peduli dengan luka kecil seperti ini.&ldquo
Dia memiliki empat pelayan kelas satu bernama Nora, Nana, Sasa, Lila. Mereka semua adalah gadis-gadis yang cerdas dan sensitif. Sayangnya didalam kehidupan sebelumnya panjangnya tidak ada satupun dari mereka yang selamat.Ketika dia menjadi sandera Ottoman, untuk melindunginya dari dipermalukan ole
“Kakak, apa yang salah? Kau tampak mengerikan.” Suara manis itu terdengar.Wanita itu mengenakan mantel kuning muda dengan aksen permata mewah di seluruh bagiannya. Dia memiliki wajah teratai dan pinggang kecil. Dia tampak seperti peri, dan postur tubuhnya indah.Ini adalah Sisilia, yang telah berj







