MasukKisah ini hanya fiksi. Nama tokoh, tempat, dan latar adalah fiktif belaka. Murni karangan penulis. Serenne Aetheridge, seorang Tuan Putri yang dikenal ceria dan hangat. Ia memasuki keluarga Duke Rosenstein melalui pernikahan. Rosenstein adalah salah satu keluarga bangsawan tertua. Mereka terkenal dingin dan tak tersentuh. Tanpa prasangka, Serenne mencoba bertahan dengan caranya sendiri. Ia percaya bahwa kehangatan bisa ditemukan bahkan di rumah yang paling beku sekalipun. Namun Rosenstein tidak pernah berubah untuk siapapun.
Lihat lebih banyakRenard menyetujui permintaan Putra Mahkota yang meminta Serenne memandunya berkeliling istana. Namun dengan syarat Arven dan Leander ikut menemani.Sambil berjalan Serenne menjelaskan sejarah beberapa bangunan yang mereka lewati.Putra Mahkota mendengarkan dengan penuh perhatian. Sesekali ia mengajukan pertanyaan mengenai tata letak istana dan kebiasaan keluarga kerajaan.Beberapa pelayan yang sedang bekerja segera menundukkan kepala ketika melihat mereka.Sang putri membalas dengan senyum hangat.Dan Putra Mahkota memperhatikan pemandangan itu."Semua pelayan tampaknya sangat menghormati anda."Serrene menoleh kepada Putra Mahkota."Aku hanya berusaha memperlakukan mereka sebagaimana mestinya."Putra Mahkota mengangguk perlahan."Tak heran rakyat Volkran begitu mencintai Tuan Putri mereka."Leander yang berjalan di belakang mendengar kalimat itu. Ia mengangkat pandangan nya sejenak ke arah Putra Mahkota.Namun ia sulit menebak apa yang dipikirkan pria itu. Entah benar-benar tulus ata
Hari itu, Volkran menyambut pewaris takhta dari kerajaan tetangganya. Sekaligus musuh bebuyutan.Di halaman utama istana, Renard berdiri di barisan paling depan dengan jubah kebesaran kerajaan.Di sisi kanan nya berdiri Serenne, mengenakan gaun berwarna biru muda yang anggun. Rambut keemasan nya disanggul sederhana, sementara sebuah bros berlambang keluarga kerajaan menghiasi gaun nya.Di sisi kiri Renard berdiri Arven.Tak jauh di belakang mereka tampak Duke Everhart bersama beberapa pejabat tinggi kerajaan.Sementara di barisan para bangsawan berdiri Leander, dengan pakaian resmi keluarga Rosenstein.Suasana begitu tenang. Hanya embusan angin yang sesekali menggoyangkan panji-panji Volkran.Hingga suara terompet dari gerbang luar terdengar nyaring."Rombongan Kerajaan Valtheris telah tiba!"Gerbang utama perlahan terbuka.Puluhan kesatria berkuda memasuki halaman istana dengan langkah teratur.Di belakang mereka melaju sebuah kereta megah berhiaskan lambang kerajaan Valtheris.Keret
Sebuah kereta berhiaskan lambang keluarga Rosenstein memasuki halaman istana.Seorang pelayan segera membukakan pintu.Leander turun lebih dahulu, disusul saudarinya, Odellise.Wajah ceria gadis itu tampak kontras dengan ekspresi saudaranya yang selalu tenang."Aku akan menemui Yang Mulia Raja terlebih dahulu," ujar Leander.Odellise mengangguk. "Kalau begitu aku boleh pergi ke taman istana?""Tentu. Tetapi jangan pergi terlalu jauh."Odellise tersenyum lebar. "Aku bukan anak kecil lagi."Leander tersenyum tipis kemudian mengusap kepala Odellise.Hari ini Renard memanggil Leander secara resmi. Dan Odellise mengatakan jika ia ingin melihat istana, jadi Leander membawanya.Leander seolah memiliki tiket keluar masuk istana secara bebas.• • • •Taman istana dipenuhi bunga-bunga yang sedang bermekaran.Di bawah sebuah gazebo putih, ternyata Serenne duduk sambil menikmati teh. Kemudian ia mengajak Odellise untuk bergabung.Tak jauh dari mereka, beberapa pelayan berdiri dengan tenang."Nona
Sudah bertahun-tahun, Esmirae, ibu Leander, tidak menghadiri pertemuan para wanita bangsawan.Bukan karena ia tidak diundang. Sebaliknya, undangan dari berbagai keluarga bangsawan selalu berdatangan ke Kediaman Rosenstein.Namun hampir semuanya ditolak dengan sopan.Esmirae tidak pernah menyukai percakapan yang dipenuhi pujian kosong, gosip, maupun persaingan terselubung di antara para bangsawan.Baginya waktu jauh lebih berharga digunakan untuk mengurus wilayah Rosenstein.Karena itulah, ketika kereta keluarga Rosenstein berhenti di depan kediaman seorang Marchioness terpandang pagi itu, hampir seluruh tamu yang telah lebih dahulu hadir dibuat terkejut."Beliau datang?""Sudah lama sekali."Bisikan-bisikan pelan terdengar di berbagai sudut ruangan.Esmirae melangkah masuk dengan gaun berwarna biru tua yang sederhana namun anggun.Ia tidak mengenakan perhiasan berlebihan. Hanya kalung pemberian Lavien yang menghiasi lehernya.Sikapnya tetap tenang. Tatapan nya lurus.Tanpa perlu berus






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan