登入Bab 100
"Rumor," ulangku, kata itu terasa pahit seperti racun di lidah. Aku melangkah tepat di belakangnya, membungkuk sedikit hingga suaraku berbisik tepat di telinganya. "Rumor tak menyebutkan nama seseorang. Rumor tak hanya menyebutnya 'wanita baik hati'. Dan desas-desus tak akan sampai pada kesimpulan bahwa ia kini menjadi Putri Mahkota."Aku berdiri tegak kembali dan berbalik menghadap hakim yang masih gemetar ketakutan. "Hakim, saat kau memeriksa latar belakangnBab 103 Aku duduk di balkon tertinggi istana, menatap ke bawah ke arah alun-alun yang riuh. Wajahku kususun datar, tak menunjukkan sedikit pun rasa kagum atau antusiasme pada para peserta yang sedang beradu kekuatan di sana. "Berapa lama lagi aku harus duduk di sini? Aku mulai bosan," keluhku pelan kepada keempat pengawal setiaku yang telah bersamaku sejak masa-masa sulit dulu. Jasmine berdiri tegak di sebelah kananku, ekspresinya tetap tenang dan dingin seperti biasa. Jemarinya merapikan lipatan lengan seragam sutranya dengan ketepatan yang sudah terlatih bertahun-tahun. "Satu jam lagi, Yang Mulia. Pertandingan gulat hampir usai. Setelah itu akan dilanjutkan dengan lomba memanah." "Satu jam," ulangku, nada bicaraku membawa wibawa tegas yang dulu tak pernah kutunjukkan di istana utara. Tiga pengawal lainnya saling bertukar pandang sekilas. Seorang pemuda bernama Wei melangkah maju hati-hati sambil membawa nampan berisi teh. "Mungkin
Bab 102 Aku merampas undangan itu dari tangan kasim yang gemetar bahkan sebelum ia sempat menyelesaikan kalimatnya. Kertasnya terasa berat, terbuat dari serat sutra terbaik khas selatan yang halus, masih memancarkan aroma harum bunga melati dan cendana yang khas. Tulisan kaligrafinya begitu indah, setiap goresannya tegap, sengaja, dan penuh keanggunan yang tak bisa ditiru sembarangan orang. Undangan Resmi Perayaan Musim Semi Kekaisaran Selatan. Mataku menelusuri setiap baris kalimat itu dengan teliti. Ini adalah dokumen yang sah, ditandatangani langsung oleh Kaisar Zhou sendiri, mengundang seluruh penguasa dan bangsawan besar dari berbagai wilayah untuk menyaksikan momen pemilihan pendamping hidup Putri Mahkota. "Tiga bulan," gumamku pelan, kata itu terasa berat di lidah. "Utusan itu mengatakan peristiwa ini sangat bersejarah, Yang Mulia," imbuh Kapten Lin sambil melirik sekilas dari bahuku. "Kekaisaran Selatan belum pernah sekalipun
Bab 101 Napas saya tersendat mendengar suara itu—begitu santai, begitu tak acuh, hingga terdengar lebih menyakitkan daripada ancaman paling tajam sekalipun. Dia sudah pergi. Kembali ke tanah kelahirannya sendiri. "Siapa yang bicara?!" Saya mengaum, berputar sekaligus menghunus pedang dalam satu gerakan lincah yang sudah terlatih ribuan kali. Bilah baja itu mendesis membelah udara, memantulkan cahaya redup lampu minyak menjadi kilatan perak yang menyilaukan. Kapten Lin melompat mundur kaget, tangannya refleks meraih gagang pedangnya sendiri. "Yang Mulia! Apa yang terjadi?!" Ruangan itu kosong melompong. Tak ada bayangan yang bergerak, tak ada pintu yang terbuka paksa. Hanya keheningan yang berat, menekan setiap sudut ruang bawah tanah yang lembap dan berbau besi tua itu. "Yang Mulia pasti sangat lelah," kata Lin dengan nada cemas yang samar. "Perang panjang, perjalanan jauh... semuanya pasti membebani pikiran. Izinkan hamba
Bab 100 "Rumor," ulangku, kata itu terasa pahit seperti racun di lidah. Aku melangkah tepat di belakangnya, membungkuk sedikit hingga suaraku berbisik tepat di telinganya. "Rumor tak menyebutkan nama seseorang. Rumor tak hanya menyebutnya 'wanita baik hati'. Dan desas-desus tak akan sampai pada kesimpulan bahwa ia kini menjadi Putri Mahkota." Aku berdiri tegak kembali dan berbalik menghadap hakim yang masih gemetar ketakutan. "Hakim, saat kau memeriksa latar belakangnya dulu, apakah kau menemukan sedikit pun petunjuk yang berkaitan dengan Kekaisaran Selatan?" Hakim itu terbata-bata. "T-tidak, Yang Mulia! Ia tercatat sebagai rakyat biasa dari perbatasan. Tak ada nama keluarga, tak ada asal-usul yang jelas—hanya nama: Lianhua." Lianhua. Nama itu menghantamku seketika, seolah ada pukulan keras yang menghantam dadaku. Aku bahkan tak sadar telah mengucapkannya pelan hingga kata itu menggantung hening di udara dingin ruangan itu.
Bab 99 "Aku akan beristirahat saat semua pekerjaan selesai," ucapku, suaraku rendah dan serak, menahan rasa lelah yang merayap namun tak mau mengakuinya. Kapten Lin tampak ragu sejenak sebelum membungkuk hormat. "Sesuai kehendak Yang Mulia. Hamba akan melipatgandakan penjagaan malam ini. Pasukan sudah mulai gelisah mendengar kabar tentang rombongan Sang Putri." Saat Lin menutup pintu, aku kembali duduk namun tak menyentuh teh yang masih mengepul itu. Mataku terpaku pada lembaran laporan yang ditinggalkannya—catatan tentang kehilangan gandum dan tumpukan dokumen yang tak pernah kulihat sebelumnya. Dan kembali, bayangan Lianhua muncul di benakku. Empat tahun ia tinggal di istana ini, dan aku bahkan tak pernah menyadari ketajaman pikirannya. Atau mungkin... aku hanya tak cukup peduli untuk melihatnya. Dia bukan lagi sekadar selir yang terlupakan, bisik suara itu dalam kepalaku, kali ini terdengar hampir penuh kemenangan. Dia kini wanita yang diri
Bab 98 Master Feng melangkah masuk dengan membungkuk begitu dalam hingga tampak menyakitkan, wajahnya basah oleh keringat meski udara malam terasa sejuk. Ia pria paruh baya, berpakaian sutra halus namun sederhana, jari-jarinya gelisah menyentuh ujung lengan bajunya yang berlipat. "Yang Mulia," buka Feng dengan suara gemetar penuh kecemasan. "Hamba merasa sangat terhormat—" Kalimatnya terputus seketika. Di belakangnya, dua pengawal yang mengikutinya mengeratkan bahu satu sama lain, berbisik pelan—berharap dinding batu dan permadani tebal bisa menyembunyikan suara mereka. "Katanya Putri Kekaisaran Selatan sudah kembali," bisik salah satu, matanya melirik waspada ke sekeliling ruangan. "Benar," jawab yang lain dengan senyum lebar tak bisa disembunyikan. "Seluruh ibu kota selatan sedang merayakan kembalinya sang putri yang hilang." Udara di ruangan itu seketika membeku. Tanganku yang tadi hendak meraih buah kering terhenti di u







