ログインLee Dae-in istri dari Kang Jae Hoon masih terus memohon dan bersujud dibawah kaki pria tua itu, memohon belas kasihan dan pertolongan dari sang Penatua, alih-alih mendapatkan pertolongan Kang Dae ho malah memutuskan hubungan keluarga Kang Jae Hoon dengan keluarga Kang, pria tua itu mengatakan Kang Jae Hoon sekeluarga adalah aib dan parasit yang harus ia singkirkan, ia tidak ingin kejayaan yang telah dibangun klan Kang selama ratusan tahun runtuh karena kebodohan yang telah dilakukan keluarga Kang Jae Hoon,"Pergilah dari sini, aku masih memberimu muka untuk tidak menyeretmu keluar dengan paksa Dae-in""Kakek kumohon selamatkan kami, kami adalah keluargamu" ucap Lee Dae-in yang menangis meraung dibawah kaki pria tua ituKehormatan dan harga diri Lee Dae-in yang selama ini dijunjung tinggi kini telah hilangKeluarga lain yang hadir disana melihat semua itu mencemooh dalam hati mereka,"Tunggu surat pemutusan hubungan resmi dariku, pulanglah!""Tidak kek, kakek tidak bisa melakukan ini d
Hae-rin tampak ragu untuk mengatakannya, jemarinya memainkan ujung baju sementara matanya menatap lekat ke arah Seung-min, "Sebenarnya saat Jin-woo mengajakku ke ruang pribadinya untuk memperlihatkan koleksi barang kuno miliknya,...." lanjut Hae-rin dengan suara yang nyaris berbisik, "Aku melihatnya. Aku melihat kuas kuno itu di dalam sebuah kotak kaca kedap udara, diletakkan seperti sebuah pusaka suci." "Jadi kamu sudah melihatnya Hae-rin?" Hae-rin mengangguk sebagai balasan Seung-min terdiam sesaat, ia mencerna apa yang sedang terjadi, ia mengumpulkan kepingan puzel dari cerita leluhurnya, sesuatu yang membuatnya bingung adalah mengapa Jendral Kang Yi menyuruh leluhurnya mencari artefak kuno itu padahal benda itu telah disimpan sendiri oleh keluarganya, bahkan sekarang menjadi warisan di keturunannya. "Jadi benar benda itu berada di keluarga Kang, akan sulit jika mengambil benda itu di tangan mereka. Tapi Hae-rin ada hal yang membuatku bingung dan penasaran" "Apa?"
Kang Dae-ho, pria tua yang rambutnya telah memutih sepenuhnya, duduk bersila dikursi kebesaranya dengan mata terpejam. Pria tua itu salah satu dari tiga Penatua tertinggi, tugasnya bukan lagi mengurusi bisnis, melainkan menjaga denyut spiritual keluarga mereka yang berada di artefak kuno itu. Tiba-tiba, matanya terbuka lebar. Pupil matanya bergetar hebat. "Kemalangan ini..." bisiknya dengan suara parau yang gemetar. Pria tua itu merasakan pemilik asli dari kekuatan Artefak kuno itu telah muncul, selama ratusan tahun keluarga Kang secara turun temurun tidak pernah mengalami kemalangan ataupun kemuduran dalam hal apapun, keluarga Kang berdiri kokoh bagaikan batu karang, kekayaan mereka melimpah, pengaruh politik yang besar dan mempunyai keturunan yang luar biasa. PYARRR Bunyi gelas pecah Kang Dae-ho murka saat mendengar berita yang telah disampaikan pelayan pribadinya mengenai kemalangan yang terjadi di Keluarga Kang Jin Woo, "Panggil Kang Jae-hon segera menghadap kepadak
Ribuan komentar negatif membanjiri kolom komentar tayangan live itu, terlihat Kang Jin Woo babak belur karena mendapatkan beberapa bogem dari temannya sendiri dan beberapa dari mereka segera menolong Min-Ji yang sudah tak sadarkan diri, mereka segera membawa Min-ji ke rumah sakit, hasil pemeriksaan bahwa milik wanita itu ada sobekan yang lumayan besar hingga harus mendapatkan jahitan, wanita itu juga mendapatkan luka seperti luka cambuk ditubuhnya, kondisinya benar-benar memperihatinkan. Mereka yang melihat secara langsung kondisi Min-ji mengutuk apa yang dilakukan Kan Jin Woo kepadanya. Malam itu harusnya menjadi moment bahagia berubah menjadi badai besar yang datang untuk Kang Jin Woo. Pagi itu hujan deras mengguyur ibu kota, seolah ikut merasakan kesedihan yang Kang Jin Woo rasakan. di dalam mobil yang terparkir di depan mansion milik Hae-rin, pria itu menatap ponselnya melihat berita panas yang terjadi antara dirinya dengan Min-ji, kemaren malam ia lepas kendali karena rangsan
Kang Jin Woo mengantarkan Hae-rin pulang ke mansion milik wanita itu, ia merasa khawatir dengan kondisi sang pacar yang tiba-tiba mengalami demam yang secara mendadak, Sang mama yang melihat Hae-rin dalam gendongan seorang pria, merasa ada sesuatu yang tidak beres, dan dugaanya benar, putri kesayangannya sedang sakit demam, "Kenapa dengan putriku, apa yang terjadi? tanya sang mama khawatir "Tante maaf, Hae-rin sedang demam, ia meminta untuk dibawa pulang" "Segera bawa ke kamarnya" Sang mama menunjukan dimana letak kamar Hae-rin, Kang Jin Woo menaruh Hae-rin di atas ranjangnya dengan pelan, pria itu tidak segera pergi, ia masih disana menunggu Hae-rin dengan cemas, Sang mama meminta kepala pelayan memanggil dokter pribadi miliknya untuk segera ke mansion, mereka dalam satu ruangan dengan suasana canggung, kang Jin Woo dengan sopan memperkenalkan dirinya, "Maaf tante, perkenalkan saya Kang Jin Woo, pacar Hae-rin" "Nak Jin Woo, salam kenal, nak apa yang terjadi dengan Ha
Pagi yang cerah ini membuat Hae-rin begitu tidak sabar untuk betemu dengan Kang Jin Woo, wanita itu kini sedang menunggu di pintu keluar bandara, ia mengenakan dres putih dengan tampilan rambut yang dibiarkan tergerai indah. Semua orang yang melihatnya kagum dengan kecantikannya karena melebihi seorang selebriti kota. Dua jam lalu ia mendapatkan pesan dari pria itu untuk menjemputnya di bandara, tanpa banyak bicara ia bergegas mempersiapkan diri dan pergi kebandara.Di pintu keluar bandara ia menunggu dengan gelisah, ia sudah tidak sabar untuk bertemu Kang Jin Woo karena alasan itu, saat melihat sosok pria itu yang keluar dengan menyeret kopernya, Hae-rin berlari dengan senyum cerah diwajahnya, "Sayang aku merindukanmu" ucap Kang Jin Woo sambil memeluk erat Hae-rin "Aku juga merindukanmu" balas Hae-rin dustaBeberapa menit berlalu Kang Jin Woo masih memeluknya, pria itu mencium bau wangi yang ia rindukan, bau wangi yang membuatnya menjadi lebih tenang.Beberapa orang yang melihat ke
Pagi ini Hae-rin pergi kekampus seperti biasanya, semalam ia tidak bisa tidur dengan nyenyak pikiranya selalu dipenuhi bagaimana ia bisa menemukan petujuk dimana keberadaan kekuatan delapan ekor miliknya, ia berjalan tidak fokus hingga secara tidak sengaja ia menabrak seseorang pria. Bruk Tubuh
Setelah menunjukan koleksi lukisan leluhur kelurganya, Seung-min mengantar Hae-rin pulang ke rumahnya, dalam perjalanan Hae-rin memberanikan diri untuk bertanya mengenai Kang Ji Hoon, "Seung-min, boleh bertanya sesuatu?" "Bicaralah, apa yang ingin kamu ketahui?" "Mengenai temanmu" "Siapa, a
Yong-hwa yang dalam kondisi pingsan dibawa ke sebuah ruang tahanan oleh dua orang bertopeng suruhan Kakek Kang Ji, disana ia dibiarkan tergeletak begitu saja dilantai tahanan yang sangat dingin. Di dalam ruangan pribadi Kakek Kang Ji merasa senang karena rencananya berjalan dengan lancar, ia dudu
" Jendral, hamba menemukan surat tersembunyi disini" Kakek Kang Ji yang mendengar itu tubuhnya menjadi berkeringat dingin, ia sudah menyembunyikan surat itu dengan baik namun mereka masih bisa menemukannya dimana surat itu ia simpan. Kemudian ia berusaha merebut surat itu agar tidak jatuh ketanga







