Partager

49. Seporsi Kekalahan

last update Date de publication: 2026-08-05 22:27:21

**

“Kurang ajar banget anak nggak punya adab itu! Bisa-bisanya dia nggak kasih ibunya sendiri masuk! Dasar anak durhaka!”

Suara teriakan nyaring mengalihkan atensi Laskar yang sedang berkonsentrasi di depan layar monitor, di atas meja kerjanya. Pria itu mengernyit, melayangkan pandang ke arah ruang tamu rumahnya yang memang terlihat dari ruangan tempat ia duduk saat itu.

“Awas aja, suatu saat bakal aku balas berkali-kali lipat! Baru bisa segitu aja sombongnya udah nembus langit!”

“Iya, masa! Ta
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   52. Berondong

    **Perlahan alis Kaivan berkerut. Wajahnya menegang dan pandangannya menajam. Sekarang, di bawah foto yang baru saja ia unggah, ada ratusan utas komentar yang nyaris semuanya bernada memojokkan Kayla. Komentar jahat yang memang sangat beralasan membuat seseorang menjadi down dalam sekejap.Kaivan menggulir komentar itu ke utas paling atas untuk melihat dari mana ia berasal. Siapa yang memulainya sehingga banyak orang terpancing mengetik kalimat jahat serupa.Paling atas. Kaivan menekan fotonya untuk melihat siapa gerangan.“Kamu kenal orang ini?” Ia tunjukkan ponselnya kepada Kayla untuk melihat profil akun tersebut.“Aku nggak punya media sosial, jadi nggak pernah tahu itu siapa. Lagian itu foto sepertinya cuma gambar random yang diambil dari internet.”“Ah, bener juga.” Kaivan mengutuk dalam hati. Baru menyadari bahwa gambar-gambar model perempuan seperti itu sering ia lihat di internet. Kesal, ia membuka semua foto akun tersebut untuk mencari tahu.Kayla menahan tangan suaminya ya

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   51. Postingan Foto

    **Selin juga melihatnya.Postingan foto di akun media sosial milik Kaivan itu. Bukan dengan sengaja, Selin hanya sedang bosan karena tidak tahu harus pergi ke mana setelah marah-marah di dalam kantor Laskar tadi. Maka ia hanya bergeming di dalam kabin mobilnya, dengan jemari menggulir malas layar ponsel. Berusaha menemukan teman yang bisa ia ajak hangout untuk melepas penat.Namun bukan teman, justru yang ia dapat adalah foto-foto sialan itu.Tampak sangat mesra dan bahagia, seperti halnya pengantin baru. Berfoto di bawah naungan pohon bunga sakura, atau di tepi kanal Dotonbori yang sangat terkenal dengan wajah bersinar.“Bangsat!”Selin membanting ponselnya ke jok kursi sebelah. Amarah seperti memancar hingga ubun-ubun, membuat wajah perempuan muda itu merah padam.“Kenapa sih semua orang hari ini? Nyebelin banget, sialan!”Tanpa berpikir panjang, Selin mengetikkan komentar sarkasme di bawah postingan foto tersebut. Masa bodoh dengan apa yang akan terjadi selanjutnya, ia baru merasa

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   50. Dua Porsi Kekalahan

    **Laskar mengalihkan pandang dari laptop yang terbuka di atas meja, lalu mengacak rambut dengan keras. Tanda bahwa ia sedang dilanda frustasi. Atmosfer ruangan sejuk dan wangi itu terasa dingin dan tegang, seperti penghuni yang ada di dalamnya.Di hadapan Laskar, duduk seorang pria berusia tiga puluhan, manager proyek yang sudah satu tahun terakhir bekerja untuknya.“Coba kamu lobi lagi lah, Bim. Masa begitu aja kontrak kerja udah langsung dibatalin. Kemarin kan kita bahkan udah bahas DP. Aku setuju kalau DP mereka minta sepuluh persen dulu. Masa yang begitu masih kurang juga?” Laskar berkata dengan keras kepada bawahannya itu, Wajahnya tegang, merah padam dilamun emosi.Pria yang biasa Laskar panggil BImo itu menghela napas. “Sudah lho, Pak. Saya udah gerak berkali-kali, bahkan udah datengin rumah owner-nya langsung. Tapi orangnya tetep nggak mau dan kekeuh batalin. Saya bilang kalau material udah mau datang beneran minggu ini. Tapi dia tetep nggak percaya.”Gantian Laskar yang meng

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   49. Seporsi Kekalahan

    **“Kurang ajar banget anak nggak punya adab itu! Bisa-bisanya dia nggak kasih ibunya sendiri masuk! Dasar anak durhaka!”Suara teriakan nyaring mengalihkan atensi Laskar yang sedang berkonsentrasi di depan layar monitor, di atas meja kerjanya. Pria itu mengernyit, melayangkan pandang ke arah ruang tamu rumahnya yang memang terlihat dari ruangan tempat ia duduk saat itu.“Awas aja, suatu saat bakal aku balas berkali-kali lipat! Baru bisa segitu aja sombongnya udah nembus langit!”“Iya, masa! Tangan aku sakit ditarik-tarik sama sekuriti yang sok kuasa itu kemarin. Najis banget! Cuma pegawai rendahan aja lagaknya udah kayak yang punya negara!”Tak bisa lagi berkonsentrasi melanjutkan pekerjaan, Laskar akhirnya beringsut dari hadapan layar komputer untuk melihat keributan apa yang disebabkan oleh ibu dan adiknya di ruang tamu.“Laskar!” Mendapati kehadiran Laskar, Widya segera mengadu. Bercerita dengan berapi-api.“Harusnya kamu kemarin ikut sama kita! Kalau kamu ada di sana, seenggakny

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   48. Sweet Love Story

    **Perjalanan selama sembilan jam lebih dari Indonesia ke bandara internasional Kansai, Osaka, berlangsung lancar tanpa kendala. Kendati sama sekali belum pernah naik pesawat sebelumnya, Kayla tidak mengalami jetlag.Lelah, namun pengalaman baru membuatnya excited menikmati setiap langkah yang ia tempuh di negeri sakura yang elok itu.Hari sudah nyaris menuju tengah malam ketika mobil taksi yang mereka tumpangi meninggalkan bandara canggih di atas pulau buatan tersebut. Menembus tenangnya jalanan menuju pusat kota yang terletak di barat daya bandara.“Capek ya, Sayang? Sabar ya … bentar lagi kita sampai.” Kaivan mengelus puncak kepala Kayla, membuat perempuan itu tersenyum.“Ya, capek. Tapi aku seneng kok.”“Kalau sampai di hotel, langsung istirahat, ya. Besok kalau udah nggak capek, baru kita ke rumah Paman. Nggak jauh juga kok dari hotelnya.”“Iya, Van.”“Sini, mau nyandar nggak? Lumayan sepuluh dua puluh menit kamu bisa merem bentar.”Kayla benar-benar seperti mendapat shock cultur

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   47. Rencana Honeymoon

    **Matahari bersinar cerah di luar jendela ketika Kayla membuka matanya perlahan. Perempuan itu diam selama beberapa detik untuk mengumpulkan nyawa, sebelum kemudian sontak bangun dengan panik.“Ah! Jam berapa ini? Aku harus bangun buat masak sarapan!”“Sayang? Kenapa? Kamu mimpi buruk, kah?”Selama berdetik-detik berikutnya, Kayla kembali diam dengan bingung. Membuat Kaivan yang berada di sampingnya ikut bingung juga.“Sayang? Hei, jangan bikin takut, dong! Kamu kenapa?”“Ya Tuhan ….” Kayla mengusap wajahnya dengan telapak tangan. “Aku … lupa.”“Lupa? Lupa apanya?”“Aku masih kebiasaan bangun pagi-pagi buat siapin sarapan. Tadi aku kaget banget pas lihat matahari udah terang di luar.”Kayla tidak menyebut nama Laskar, tapi Kaivan paham bahwa kebiasaan itu terjadi pada kehidupan Kayla di pernikahan sebelumnya. Alih-alih cemburu dan merajuk, Kaivan justru tertawa kecil.“Ada-ada aja, deh. Ingat ya Sayang, mulai hari ini, kamu nggak perlu lagi maksain bangun pagi hanya buat siapin sarap

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status