Home / Rumah Tangga / Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar / 25. Menang Dengan Telak

Share

25. Menang Dengan Telak

last update publish date: 2026-07-15 21:09:03

**

Laskar memicingkan mata, mencoba mendapatkan pandangan lebih jelas untuk melihat benda apa yang baru saja dilihatnya.

Tak cukup demikian, ia mengulurkan tangan untuk mengambil benda itu. Sepasang matanya membola kala ia kini melihat dengan jelas kartu hitam tipis di tangannya.

Ia tidak salah lihat. Dan ia tahu kartu itu asli. Ia bolak-balik sejuta kali pun tetap tak menemukan letak kepalsuan yang bisa ia cela.

Laskar lalu berniat memasukkannya ke dalam kantong kemeja.

“Jangan!“ cegah Kayla k
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   56. Suara Sumbang

    **Gedung kantor empat lantai itu sejuk, tertata rapi dan sangat tenang seperti sebuah perpustakaan. Kayla merasa degup jantungnya berpacu dua kali lebih cepat saat kakinya melangkahi ambang pintu depan.Ketika ia dan Kaivan sampai di lobby, apa yang Kayla khawatirkan benar terjadi. Semua pasang mata yang berada di sana sontak mengarah kepadanya. Ada yang memandang dengan ingin tahu, ada pula yang jelas-jelas melemparkan pandangan penuh penilaian.Rasanya tidak nyaman, sungguh. Kayla ingin berbalik pergi dan meninggalkan tempat itu saat itu juga. Ia tahu diri, dan orang-orang yang berada di sana sepertinya tidak senang melihat kehadirannya.“Angkat wajahnya, Sayang. Jangan nunduk.” Tapi suara Kaivan terdengar menegur dengan lembut. Kayla segera memandang kepadanya.“Kamu adalah istriku. Kamu nyonya bos. Jangan menunduk seperti itu, ya? Kamu itu cerminanku loh.”“Mereka semua kayaknya nggak terlalu suka sama aku, Van.” Kayla membalas dengan cemas.“Nggak masalah. Kita memang nggak lah

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   55. Aku Sayang Kamu

    **"Maafin aku, Van. Tapi aku nggak mau ketemu atau berurusan lagi sama Anin dan yang lainnya. Bukan karena aku takut, tapi aku pikir hanya akan buang-buang waktu kalau berurusan sama mereka. Aku kenal benar watak ibu dan adik kamu. Lagipula, kalau kita nekat datangin mereka, bukan nggak mungkin Laskar akan ikut campur. Aku nggak mau ketemu sama Laskar."Kaivan tertegun mendengar pernyataan Kayla. Ah, benar juga. Ia sendiri pun enggan bertemu dengan Laskar, sebenarnya. Pria itu diam cukup lama, sebelum akhirnya meraih tangan Kayla dan berujar pelan."Kamu yakin, Kay?""Tentu saja. Aku nggak ingin berurusan dengan mereka lagi.""Jujur, aku yang nggak rela kamu diginiin. Mereka nggak tahu seberharga apa kamu buat aku. Demi Tuhan, aku benar-benar nggak rela kalau kamu terus-terusan disakiti hanya karena rasa iri mereka.""Percayalah, aku baik-baik aja. Kalau aku rasa hal-hal seperti ini masih bisa aku atasi sendiri, maka kamu nggak perlu khawatir, Van. Aku bukan perempuan yang selemah it

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   54. Kebenaran Yang Terlupakan

    **"Kok salah orang? Ya jelas enggak, lah. Ini malahan udah saya pikirin baik-baik dari lama. Tapi kan karena kemarin Mbak Kayla dan Mas Kaivan masih dalam masa-masa bulan madu, jadi saya belum berani menghubungi. Hari ini saya berani-beraniin telepon, seneng banget pas Mbak Kayla langsung setuju mau dateng ke sini."Perempuan cantik itu tersenyum lebar, memamerkan deretan giginya yang rapi. Membuat Kayla seketika memandang kepada sang suami. Ia tidak mungkin memutuskan hal sebesar ini sendirian, kan? Ia harus bertanya kepada Kaivan dulu tentang segala sesuatu sekarang.Kaivan yang sadar bahwa pandangan itu mengandung pertanyaan, segera menjawab. "Kamu yang jalanin, jadi terserah kamu, Sayang. Selama itu hal baik, aku akan selalu dukung. Kamu boleh lakuin apapun yang bikin hati kamu bahagia.""Ooh ... suami yang sangat green flag!" Sazia menyambut dengan tepuk tangan heboh.Sementara Kayla sendiri sedang tersipu dengan kedua pipi merah padam. Perempuan itu akhirnya mengangguk."Sepert

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   53. Bertemu Lagi

    **Kaivan sebenarnya masih ingin bercengkerama lebih lama dengan Kayla di meja makan mereka yang selalu hangat. Tapi waktu tidak bisa diajak berkompromi. Sebentar saja, matahari sudah meninggi, pertanda hari sudah cukup siang. Ia sudah libur cukup lama, jadi mau mau harus berangkat bekerja hari ini."Kamu mau ikut aku ke kantor nggak, Sayang?" tawar Kaivan, yang tentu saja membuat Kayla kaget sekali."Ikut kamu ke kantor? Ngapain banget, Van?""Ya ikut aja, biar aku ada temennya.""Terus aku gunanya apa di sana? Aku kan nggak bisa apa-apa.""Kata siapa? Kamu tuh sangat amat berguna sebagai penangkal mood buruk aku, tahu! Kalau ada kamu, mood aku jadi baik sepanjang hari dan bisa kerja dengan maksimal."Kayla berdecak. "Akal-akalan kamu aja itu, mah.""Kok begitu? Beneran ih!"Kendati demikian, Kayla diam-diam mempertimbangkan tawaran itu. Kebetulan ia sedang bosan di rumah sebab tidak ada kegiatan yang benar-benar harus dilakukan. Sepertinya ikut ke kantor bukan ide yang buruk.Namun

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   52. Berondong

    **Perlahan alis Kaivan berkerut. Wajahnya menegang dan pandangannya menajam. Sekarang, di bawah foto yang baru saja ia unggah, ada ratusan utas komentar yang nyaris semuanya bernada memojokkan Kayla. Komentar jahat yang memang sangat beralasan membuat seseorang menjadi down dalam sekejap.Kaivan menggulir komentar itu ke utas paling atas untuk melihat dari mana ia berasal. Siapa yang memulainya sehingga banyak orang terpancing mengetik kalimat jahat serupa.Paling atas. Kaivan menekan fotonya untuk melihat siapa gerangan.“Kamu kenal orang ini?” Ia tunjukkan ponselnya kepada Kayla untuk melihat profil akun tersebut.“Aku nggak punya media sosial, jadi nggak pernah tahu itu siapa. Lagian itu foto sepertinya cuma gambar random yang diambil dari internet.”“Ah, bener juga.” Kaivan mengutuk dalam hati. Baru menyadari bahwa gambar-gambar model perempuan seperti itu sering ia lihat di internet. Kesal, ia membuka semua foto akun tersebut untuk mencari tahu.Kayla menahan tangan suaminya ya

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   51. Postingan Foto

    **Selin juga melihatnya.Postingan foto di akun media sosial milik Kaivan itu. Bukan dengan sengaja, Selin hanya sedang bosan karena tidak tahu harus pergi ke mana setelah marah-marah di dalam kantor Laskar tadi. Maka ia hanya bergeming di dalam kabin mobilnya, dengan jemari menggulir malas layar ponsel. Berusaha menemukan teman yang bisa ia ajak hangout untuk melepas penat.Namun bukan teman, justru yang ia dapat adalah foto-foto sialan itu.Tampak sangat mesra dan bahagia, seperti halnya pengantin baru. Berfoto di bawah naungan pohon bunga sakura, atau di tepi kanal Dotonbori yang sangat terkenal dengan wajah bersinar.“Bangsat!”Selin membanting ponselnya ke jok kursi sebelah. Amarah seperti memancar hingga ubun-ubun, membuat wajah perempuan muda itu merah padam.“Kenapa sih semua orang hari ini? Nyebelin banget, sialan!”Tanpa berpikir panjang, Selin mengetikkan komentar sarkasme di bawah postingan foto tersebut. Masa bodoh dengan apa yang akan terjadi selanjutnya, ia baru merasa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status