共有

Bab 317

作者: Mita Yoo
last update 公開日: 2026-03-10 14:00:01

Keesokan harinya, Rendra tiba di klinik dengan perasaan masih tidak nyaman. Kejadian kemarin dengan Widya masih menghantui pikirannya. Dia sudah melaporkan kejadian itu ke Samuel, dan Samuel berjanji akan menyelidikinya.

Namun, saat dia membuka pintu ruang kerjanya, sesuatu yang aneh menunggunya di atas meja.

Sebuah amplop putih polos. Tidak ada nama pengirim. Hanya tulisan tangan di bagian depan. “Untuk Rendra”.

Rendra membuka amplop itu dengan hati-
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Sentuh Aku Lagi, Sayang!   Bab 360

    Dara terbangun dengan tubuh yang masih hangat dalam pelukan Rendra. Di luar, sinar matahari mulai meninggi. Pelan, Dara menggeser tangan Rendra dari pinggangnya.Rendra melenguh, lalu membuka mata. Dia menatapnya dengan tersenyum. “Pagi, Sayang. Istriku yang cantik.”“Pagi, Bi.”Rendra bersandar pelan di ranjang. “Mau sarapan apa?”Dara berpikir sejenak lalu berbisik. “Mau sarapan kamu.”Rendra tertawa, menariknya lebih dekat. “Boleh. Tapi nanti, kita harus jemput Biru dulu biar Nina sama Irvan nggak ngamuk.”Mereka tertawa. Rendra menarik Dara untuk berbaring sebentar, menikmati keheningan pagi. Dara meletakkan kepalanya di dada Rendra, mendengarkan detak jantung yang berdetak pelan.“Bi,” panggilnya.Rendra mengusap rambutnya dengan lembut, “Apa, Sayang?”“Aku suka permainan malam tadi,” katanya sambil malu-malu.Rendra mengecup keningnya. “Aku juga. Kita harus lebih sering, Sayang.”“Iya. Tapi nggak usah gaya baru setiap kali.”“Memang kenapa, Sayang? Katanya kamu suka?” Rendra men

  • Sentuh Aku Lagi, Sayang!   Bab 359

    Rendra memilih restoran di lantai 33 sebuah hotel berbintang. Dari jendela kaca besar, lampu-lampu Kota berkelap-kelip seperti bintang jatuh yang tak pernah padam.Dara duduk di hadapannya, gaun putih sederhana yang ia kenakan terlihat anggun di bawah cahaya lilin. Rendra tidak bisa berhenti memandang.“Kenapa ngeliatain aku terus, Bi? Aku belepotan?” tanya Dara sambil mengusap sudut bibirnya.“Bukan.” Rendra tersenyum. “Kamu cantik. Masih sama kayak dulu waktu pertama kali aku lihat kamu waktu kita masih sama-sama mahasiswa.”Dara tertawa. “Sekarang aku udah tua, Bi.”“Tua? Kamu malah makin cantik di mataku.”Dara tersenyum. “Gombal.”“Bukan gombal. Itu fakta, Sayang.”Mereka tertawa bersama. Pelayan datang dengan menu, mempersilakan mereka memilih.Dara memesan pasta, Rendra memilih steak. Mereka memilih wine ringan untuk menemani malam.“Aku

  • Sentuh Aku Lagi, Sayang!   Bab 358

    “Tapi beberapa minggu belakangan, saya merasa makin berat. Saya takut suatu saat suami saya muak. Saya takut dia melihat saya sebagai orang yang aneh. Saya takut …”“Takut kehilangan dia?” lanjut Rendra, setengah menebak.Sarah mengangguk. Air matanya jatuh.Rendra menghela napas. “Bu Sarah, perjalanan Anda tidak akan mudah. Ada luka masa lalu yang perlu dipahami, ada rasa malu yang perlu dikelola. Tapi Anda sudah mengambil langkah pertama yang paling sulit: bicara.”Sarah mengusap air matanya. “Apa saya bisa sembuh, Dok?”Rendra tersenyum tipis. “Sembuh mungkin bukan kata yang tepat, Bu Sarah. Tapi saya yakin, Anda bisa belajar menerima diri sendiri, dan membangun hubungan yang sehat dengan suami Anda, tanpa beban rasa bersalah atau malu.”Mereka berbicara lebih lama. Tentang masa kecil, tentang orang tua yang bercerai, tentang rasa tidak aman yang selalu mengikuti. Rendra mendengarkan, kadang berta

  • Sentuh Aku Lagi, Sayang!   Bab 357

    Rendra tersenyum tipis. “Anda tidak gila, Pak Bima. Tapi Anda butuh bantuan untuk memahami diri sendiri. Dan yang lebih penting, apakah istri Anda tahu? Apakah dia nyaman dengan ini?”Bima menunduk lagi. “Dia ... dia nggak tahu. Saya selalu menutupi. Tapi belakangan, dia mulai curiga. Dia lihat saya ... reaksi saya setiap kali kami menonton film bersama, atau saat ada teman saya yang datang …”“Dan Anda memutuskan datang ke sini karena?”“Karena saya takut kehilangan dia.” Bima menggenggam tangannya sendiri. “Saya takut suatu saat dia tahu, lalu dia benci saya. Saya takut dia pergi. Saya ... saya nggak bisa kehilangan dia, Dok.”Rendra menghela napas. Ia menatap pria di hadapannya, bukan sebagai kasus, tapi sebagai manusia yang sedang berjuang untuk berdamai.“Pak Bima, perjalanan Anda tidak akan mudah. Tapi dengan Anda datang ke sini, Anda sudah mengambil langkah pertama yang paling sulit. Sekarang, kita perlu me

  • Sentuh Aku Lagi, Sayang!   Bab 356

    Tak lama berselang, Rendra pulang dengan bungkusan kue bolu kesukaan Biru. Ia meletakkannya di meja, lalu duduk di samping Dara. “Kiara sudah pulang?” Dara mengangguk. “Iya. Lilia pamit. Biru sampai sedih.” Rendra menatap Biru yang sedang menggambar di meja. “Dia suka banget sama Lilia.” “Iya.” Dara menyesap tehnya. “Kiara juga udah berubah, Bi.” Rendra mengamati istrinya. “Kamu baik-baik saja?” Dara menatapnya, lalu tersenyum. “Aku baik-baik saja. Malah ngerasa ... lega.” “Lega?” “Iya. Selama ini aku pikir, kalau aku bertemu Kiara lagi, aku akan marah. Atau sedih. Tapi ternyata …” dia menunduk, memainkan ujung cangkir. “Ternyata aku cuma lihat dia sebagai ibu Lilia. Teman main Biru. Dan itu cukup.” Rendra meraih tangannya. “Kamu hebat, Sayang. Tidak semua orang bisa seperti kamu.” Dara

  • Sentuh Aku Lagi, Sayang!   Bab 355

    Sampai di apartemen mereka, Rendra menceritakan pertemuannya dengan Kiara. Dara mendengarkan sambil menyuapi Biru makan malam.“Jadi dia bakal menetap di sini, Bi?” tanya Dara.“Untuk sementara iya, Sayang. Katanya setelah Lilia besar, mungkin balik ke Singapura.”Dara mengangguk. “Lilia anaknya lucu. Mirip dia.”Rendra memperhatikan Dara. “Kamu nggak apa-apa?”Dara menatapnya, lalu tersenyum. “Nggak kok. Aku nggak cemburu.”“Aku nggak bilang cemburu. Aku tanya kamu nggak apa-apa?”Dara menghela napas. “Dulu, mungkin aku akan marah, Bi. Tapi sekarang? Kita sudah lewati terlalu banyak hal untuk masih menyimpan amarah. Lagian,” ia menatap Biru yang sibuk dengan makanannya, “Biru punya teman baru. Itu lebih penting.”Rendra meraih tangannya. “Makasih ya, Sayang. Kamu hebat.”Dara membalas genggaman itu. “Kita berdua hebat karena bisa berdamai dengan masa lalu.”

  • Sentuh Aku Lagi, Sayang!   Bab 19

    “Di mana istri kamu?” tanya Dara, penasaran dengan sosok istri pria yang sedang berdansa dengannya itu.“Kau mulai tertarik pada kehidupan pribadiku?” Rendra senyum menyeringai.Dara berdecak, sengaja menginjak ujung sepatunya. “Jangan terlalu percaya diri!”

    last update最終更新日 : 2026-03-17
  • Sentuh Aku Lagi, Sayang!   Bab 23

    Dara terbangun dengan kepala berat. Semalam dia tak lagi mengajak Arkha bicara. Dan Arkha sama sekali tak berinisiatif untuk meminta maaf atau memeluknya. “Aku ngerasa kosong sama pernikahan ini. Apa karena aku belum hamil?” Dara mengusap perutnya, berharap suatu hari akan ada keajaiban di rahimny

    last update最終更新日 : 2026-03-17
  • Sentuh Aku Lagi, Sayang!   Bab 22

    Dara sengaja melewatkan sesi terapi hari itu karena tak ingin bertemu Rendra. Bel pintu masuk rumahnya berbunyi saat Dara selesai makan siang. Dara membuka pintu rumahnya dengan wajah yang masih menyisakan bekas kelelahan dan ketegangan dari pertengkaran dengan Arkha yang baru saja usai semalam. Waj

    last update最終更新日 : 2026-03-17
  • Sentuh Aku Lagi, Sayang!   Bab 18

    Makeup artist itu menyelesaikan sentuhan terakhir pada riasan Dara. Saat menatap pantulan wajahnya di cermin rias, Dara tersenyum. Perhiasannya berkilau, membuat riasan di wajahnya semakin sempurna. Gaun marun itu elegan melekat di tubuhnya, membuat lekuk tubuhnya semakin meme

    last update最終更新日 : 2026-03-17
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status